
Sementara tiga lelaki kuat bergerak mencari informasi. Lanlan serta yang lain nya menunggu agak jauh. Mereka menolak berdesak desakan dengan warga lain yang sedang membuka kemah di depan gerbang utama.
Untuk tidak membuang-buang waktu tiga lansia makan bersama anak anak.Sedangkan lanlan dan bibi pertama mengemasi barang bawaan yang di anggap layak di bawa.Seandainya pekerjaan selesai mereka akan berangkat ke gerbang namun bila gagal mereka harus bergerak mencari rumah singgah sementara pintu gerbang di buka untuk umum.
Setelah menunggu waktu hampir tiga jam, Sun yat dan dua paman kembali.Kali ini wajah mereka buruk, seperti nya ini tidak berhasil.
"Ada apa?" tanya ibu mertua.
"Ibu.. sepertinya kita tidak akan bisa masuk"
"Ada penjaga di pintu gerbang, aki sempat menanyakan kondisi nya.Di perlukan satu koin emas untuk setiap orang dan itu termasuk anak anak. Kita rak. memiliki uang sama sekali"
"Satu koin emas dan kata nya biaya hidup di dalam kota masih akan lebih mahal lagi,sepertinya tidak akan berhasil"
Tak ada yang bahagia dengan berita ini. Semua menunduk sedih dengan pemikiran masing-masing. Setelah berusaha sedemikian rupa pada akhirnya yang mereka temukan hanya lah sia sia belaka.
Setelah ini semua mau kemana lagi sekarang. Di pastikan semua gerbang di kota lain pasti akan memiliki pengaturan yang sama. Tiba-tiba wajah suram. menjangkiti semua orang.
"Paman bisakah paman melakukan sesuatu? " kata lanlan. Paman pertama memandang lanlan dengan penuh pengharapan. Di kiranya lanlan pasti memiliki beberapa ide. Bukan kah mereka berhasil sampai sejauh ini hanya karena otak kecilnya itu.
"Cobalah temukan penguasa kota dan negosiasi kan perahu es ini.Mari kita jual formasinya untuk beberapa koin emas"Tiba-tiba mata lain-lain bersinar dengan koin koin emas. Dia tak sabar mendapatkan beberapa koin lagi di genggamannya.
"Hah ini... apa bisa berhasil? "Dua paman terkejut mereka belum memikirkan masalah ini. Lanlan menyebutnya perahu salju agar mudah di lidah.
"Coba saja dulu paman"bujuk nya.
"Baiklah, mari kakak kita coba peruntungan kita hari ini" paman ke tiga mendukung ide ini, lagi pula kini mereka tidak punya pilihan lagi.
__ADS_1
"Kau benar, tunggu lah kami. dengan kabar baik"Mau tak mau paman pertama berpikir akan pergi lagi.
"Ayo paman makan dulu agar mental mu siap" tawar lanlan. Pergi mencari orang besar paling tidak mudah. Ini membutuhkan mental yang kiat dan harus tebal wajah nanti nya. Jadi mari isi perut dulu jangan sampai pingsan di jalan.
Lanlan segera menawarkan semangkuk mie daging hangat dengan dua roti kukus pada sun yat dan dua pamannya.Mereka segera makan dengan lahap dan bergerak pergi setelah nya.Sekarang lanlan harus kembali menunggu kabar .
Tak. sama seperti sebelumnya tiga orang itu kembali tak lama kemudian. Mereka datang dengan dua lelaki lain di belakang nya.
Sebagai wanita lanlan dan bibi bahkan dua nenek menjauh tanpa bisa mendengar kan apa yang di bicarakan orang.Empat anak malah berpura pura bermain main di sekitar lokasi dan kembali ke lanlan untuk mengabarkan sesuatu.
Menurut mereka, lelaki yang datang hanya lah bawahan seseorang.Mereka berbicara hampir setengah jam.lalu pergi ke dalam kota lagi untuk beberapa jam kemudian.Sepertinya perundingan tidak akan mulus. Lanlan agak kecewa pada akhirnya.
"Bibi..bukan kah kau yang menemukan perahu es. Tapi kenapa kau malah tidak ikut membicarakan masalah jual beli ini? "Tanya nya, dia melihat sendiri bagaimana lanlan membuat sketsa gambar sendirian. Pastinya hal ini tidak mudah sama sekali.
" Inilah sulit nya jadi wanita huh,kami hanya bisa hidup di belakang lelaki.Wanita hanya menghias rumah dan berperang di kamar belakang, sungguh menyedihkan" kata lanlan tidak puas atas kehidupan di era ini.Bagaimana pun seorang wanita itu bagus dalam bidang nya mereka akan tetap sulit di akui negara.
Satu hal yang berbeda dengan kehidupan nya yang lalu. Di mana para lelaki harus dewasa sebelum waktu nya lalu menganggap remeh wanita yang katanya hanya bertindak sebagai penghibur di rumah.
Siapa yang tidak ingin masuk dalam keluarga nya, di masa lalu, ayah nya memiliki dirinya saat masih berusia 15 th. Dan di usia yang sama sang ayah memiliki beberapa selir selain Ibu nya. Sebagai anak tertua dia jelas merasa kan imbas dari perang di kamar belakang.
Namun kelompok ini mampu membuka wawasan nya. Dia yang menganggap wanita sebagai mesin untuk membuat hubungan dan keturunan namun lanlan memiliki tiga suami yang akur dan harmonis. Meski sebenarnya ini agak ganjil tapi kekuatan lanlan pelan pelan mampu menyeimbangkan segalanya. Malahan dia menarik satu keluarga untuk hidup lebih layak dengan ide ide kreatif.
"Bibi...Jangan bersedih"
"Tidak bibi tidak bersedih, kau tau A long, jadi lah anak anak, baik?"kata lanlan yang tiba-tiba menyadari anak sekecil ini terlalu banyak pikiran dan dia tidak menikmati dunia anak anak sebagaimana semestinya.
"hah?"
__ADS_1
" Kau terlalu cepat dewasa,lupakan semua masalah dan jadilah anak anak,hahaha"Lanlan menguncang rambut A long dengan sengaja. Dia terkadang ingin mencoba membuat anak ini berhenti berpikir namun sedikit sulit karena dia memang di besarkan demikian.
Sun yat datang dengan tergesa-gesa mendekati lanlan lagi.A long diam diam mendengarkan bagaimana negosiasi di lakukan. Rupanya harga yang di berikan tidak mencukupi untuk mereka masuk ke gerbang.
"Hanya enam orang tak lebih"
"Enam koin emas? "
"Tapi akan ada tiga koin tambahan jika kita juga mengirim kan kilat untuk pergi? "
"Kilat? tidak jangan kilat, suami ku sebenarnya aku masih memiliki koin emas yang lain.Bagaimana jika kita memakai itu dulu? "
"Kau masih punya koin emas?" bukan kah semua koin telah di sita Lancahay, di mana mungkin masih ada koin emas yang tersisa.
" Hehe aku menyimpan nya di tempat paling rahasia"Lanlan menunjukkan lokasi paling intim fo tubuhnya, Sun yat bergetar gugup melihat lokasi favorit nya itu.Astaga di mana mungkin lokasi itu ikut di raba Lancahay sebelum nya kan. Yang paling tak tertahankan, bagaimana baunya bila di simpan di sana beberapa waktu.
"Sayang.. kau.. "
"Ah sudah lah, pertanyaan nya mau apa tidak? "
"Mau lah,jadi dengan kudu kita harus membuat Enam koin emas lagi"
"Hem tunggu di sini, aku pergi ke belakang sebentar" Lanlan kabur ke balik pohon besar sedang kan sun yat alih alih berpikir ingin menjadi koin emas yang beruntung. Wajah sun yat tiba-tiba memerah sementara tomat.
Tak lama lanlan muncul lagi dengan sepuluh koin penuh.Dia sebenarnya hanya mengambil koin di ruangan nya. Tempat strategis yang di sebut kan hanya lah kebohongan besar.Tapi dia tak tau bagaimana sun yat berpikir.
"Pergilah, tanyakan juga apa ada rumah sewa yang cocok untuk kita tinggal untuk sementara. Pasti ada tempat kuda nya,baik?"Rumah adalah masalah baru dan ini harus di selesai sesaat setelah masuk. Mereka memiliki orang tua dan anak anak.
__ADS_1
Sun yat sedikit bengong dengan koin emas yang di letak kan di tangannya. Dia seakan bisa mencium bau yang agak akrab dari koin koin emas ini. Bibir nya mau tak mau tertarik ke atas... koin sialan..