
Kekuatan terbesar dalam keluarga sun hanya lah kebersamaan dan keyakinan antar saudara.Melalui pengalaman hidup di keluarga besar, sun zie menetapkan sebuah janji di hatinya pribadi. Semua akan saling mendukung satu sama lain.Tidak ada yang namanya prioritas atau hariekiri dalam keluarga
Suatu hari ketika ibu menceritakan kisah istri bersama dia yang pertama kali setuju.ini memungkinkan semua hal tidak akan di pecah dan semua akan saling bantu.Keuntungan lebih besar dari pada kerugian yang terlihat.
Bukan tak bisa memiliki istri sendiri, ada banyak budak wanita yang di jual dan bisa di pilih sesuai kantong.Tapi akan ada konsekuensi di kemudian hari.Kisah yang biasa terjadi di setiap keluarga besar akan terulang tanpa di minta.
Sun Qie baru berusia 12 th ketika ladang 10 hektar di serahkan pada pundaknya.Dia terlalu muda waktu itu namun masih bekerja di ladang sepanjang hari tanpa waktu libur.Ladang jagung dan ladang ubi jalar serta kebun buah di letakkan di pundak keluarga ketiga.
Sementara sun zie dan ayah nya berburu di gunung membawa sepupu yang lebih muda hanya akan pulang ketika buruan di anggap cukup. Dan itu tak pernah akan cukup mengingat tingkat kosumsi keluarga pertama.
Sun yat yang lemah dan sakit terus menerus juga harus membantu di rumah sepanjang hari. Dia bekerja di rumah sama seperti para bibi yang tidak ada waktu istirahat sama sekali kecuali ketika tidur.
Sun zie selalu tertekan setiap kali penyakit adik bungsunya ini kambuh. Sangat sulit meminta uang untuk pengobatan rasanya seperti pengemis jalanan.Sebelum uang di terima kata kata makian dulu yang harus di cerna. Tapi nasib malang masih datang satu persatu dan ini membuat keluarga ke dua makin tidak enak di pandang.
Dalam hal ini hanya keluarga pertama yang meraup untung sedang dua keluarga lain berkubang lumpur seharian namun hanya memiliki satu mangkok bubur nasi di saat makan. Jangan tanya apa yang dimakan keluarga pertama, itu adalah bubur dengan telor rebus yang katanya busa meningkatkan daya pikir seorang sarjana.
Hal ini lah yang menjadi landasan bagaimana lanlan berkembang menjadi istri bersama. Tak pernah terpikirkan bagaimana gadis kecil yang sebenarnya tumbuh besar di depan mata akan jadi permata dalam keluarga, bintang keberuntungan yang membalikkan kehidupan semudah membalikkan telapak tangan.
Semua akan di genggam bersama termasuk lanlan dan mereka bisa merasakan surga bersama sama.Kondisi ayah dan ibu semakin baik dari hari ke hari bahkan kaki yang cacat juga entah bagaimana pulih dengan perlahan.Sun yat juga sekarang bisa ikut menghasilkan uang dan obat yang di kosumsi nya adalah obat terbaik di Kota.Penyakitnya jarang kambuh lagi, semua akan baik baik saja.
__ADS_1
Namun saat ini kondisi sun Qie memprihatinkan. Sun Zie bagaikan kehilangan anggota tubuh sendiri ini bahkan lebih buruk dari pada saat dia cacat dulu.Adik yang membantu nya di saat tersulit kinu hanya mampu tidur tanpa kejelasan pasti. Setau sun zie adiknya ini mendekati ajal bukan karena uang tapi karena kondisi yang sulit menemukan dokter dalam waktu dekat.
Meskipun sedikit acuh tak acuh sun zie selalu menyayangi saudara nya layak nya anak anak sendiri , andai bisa berganti tempat...
Lanlan mendesah masam, tak bisa berkata jujur tentang sun qie.Dengan mata air surgawi seharusnya suami ke dua baik baik saja.Dia sudah merendam dan mencuci bahkan memberinya minum secara langsung. Hanya saja dokter masih di perlukan untuk memeriksa lebih lanjut.
"Suamiku.. ayo makan lagi"
"Lanlan.. Qie'er...
" Jangan takut semua akan baik baik saja. Kupikir dia mengalami trauma ringan pada kepala nya hingga dia masih saja tidur. Mari kita pastikan dia bersih hingga tak ada bakteri, tunggu sampai kepala nya yang terbuka itu sembuh juga aku harus memberikan dia minum sepanjang hari agar tubuh nya tidak memburuk ketika dia bangun nanti"
"Ini tak mudah sama sekali,kita harus membawanya di perjalanan jauh, harus memastikan gizinya cukup. Lagipula memastikan kebersihan nya di jalan juga cukup rumit dan melelahkan.Aku harus menyeka dan mengantikan pakaian nya sewaktu waktu.Ini merepotkan sekali"desah lanlan. Sejujurnya dia tak tak yakin dengan perkataan nya sendiri namun kata kata ini di tujukan pada dua suami agar mereka tetap semangat. Sekarang kondisi sun Qie hanya bergantung dari keajaiban.
"Ah begitu kah, serahkan padaku. Aku akan pastikan semua nya beres sayang" kata sun yat bersemangat mendengar kata-kata lanlan. Dia tau lanlan capek berjalan seharian lalu ketika berhenti malah hatus mengatur segalanya untuk sun Qie terlebih fulu sebelum dia sendiri makan.
"Oo.. tak usah ini.. ini adalah tugas seorang istri jadi jangan ambil beban ku mengerti?" lanlan cukup terkejut dengan keputusan sun Yat.Dia baik baik saja bahkan bisa makan sesuka hati di ruang.
"Hemm kalau begitu naiklah ke gerobak dengan bergiliran dan makan lah" sun zie menyerahkan mangkoknya pada lanlan prihatin lanlan kelaparan dia jarang melihat lanlan makan.
__ADS_1
"Suami ku.. sebenarnya.. aku.. hehe, aku makan dengan bekal cadangan diam diam di gerobak ketika aku selesai dengan suami ke dua hehe" lanlan malu dia ketahuan kenyang.
Dua suami terkekeh geli, mereka sama sekali tidak mengingat bekal cadangan ada pada lanlan tentu saja gadis ini tidak akan membuat dirinya lapar kan. Sun Zie menarik lanlan dalam pelukan nya
"Terimakasih bintang keberuntungan kami" lanlan ikut tersenyum dalan dekapan suami pertama dengan di saksikan suami ke tiga nya yang ikut senang.Tapi kesenangan itu hanya sebentar. Ketika hembusan panas dengan suara serak yang familiar terdengar pelan.
"Sayang....
Lanlan tak fokus lagi karena dia tau ada sesuatu yang tak wajar di sini.Dia tau rapi harus menolak karena saat ini sungguh tak mungkin.
"Suami pertama.. kau....
Tangan nya bergerak nakal tak terkendali. Sun zie serigala berbulu telah kembali. Lanlan bangun ingin kabur tapi di tahan sun zie dan bergegas melampirkan dirinya di pundak bagaikan karung beras.
" Ahhhh... suamiku... tidak...
Sun zie hilang dalam rimbunan pepohonan tanpa permisi pada adik bungsunya.Sun Yat diam diam tercengang melihat kelakuan absurd kakak pertama nya ini.Dia berbuat tanpa kenal tempat ckck.
"Kakak pertama, aku belum makan daging lalu kapan giliran ku" sun yat mendesah, dia belum lagi mendapatkan giliran sejak keberangkatan.Selain malu kakak nya ini selalu merampok jadwal giliran setiap kali dia suka kakak yang egois.
__ADS_1