
Kuda perang berlari persis seperti namanya, kilat. Dia secepat kilat di langit. Cepat dan menegangkan dan sedikit sensasi listrik yang menguncang hati namun entah bagaimana dia juga menabur keindahan dan kenyamanan dalam satu langkah.
Kecepatan yang meleset dari prediksi.Salju juga tidak membuat jalan bergelombang, hanya lurus dan tetap lurus. Anak-anak yang tadinya antusias sekarang terlelap dalam selimut tebalnya. Nyala api meskipun kecil membuat dingin nya salju tak begitu terasa.
Nenek sun dan nenek lan berbincang bincang hangat. Mereka jelas telah melupakan peristiwa pahit yang telah mereka lalui.Ayah mertua sesekali mengikuti perbincangan mereka sambil sesekali menyesap kopi hangat yang berasal dari teko di atas api.Lanlan dan bibi pertama bertugas atas kopi hangat dan teh hangat tersedia dan susu panas tersedia selalu.
"Lanlan ini benar-benar nyaman ya hehehe"
"Hem ibu mertua, senang melihat ibu sudah bisa tertawa lagi"Ucap lanlan ringan, sejak kejadian terakhir wanita tua ini tidak pernah tersenyum lagi.Tapi waktu bisa mengobati luka meskipun akan meninggalkan bekas.
"Huh.. andainya Zie'er.....
" Ibu mertua, tak tau kenapa tapi aku yakin dia baik baik saja, yakin lah "
"Benarkah itu? "Lanlan tau kata katanya bisa menenangkan ibu mertua.Aneh memang tapi itulah yang terjadi. Mereka percaya bulat bulat apapun yang di katakan lanlan meskipun itu adalah hal yang mustahil.
Cukup mudah membujuk wanita tua itu.Dia larut kembali dalam tawa cansa bersama nenek lan.Kali ini mereka memiliki luka dan saling mengobati pada akhirnya.
Perjalanan hanya berhenti ketika malam makin Kilat sangat bersemangat gelap.Jika bukan memikirkan kuda yang perlu istirahat maka mereka tak akan pernah berhenti.
__ADS_1
Kuda kilat meringkik bahagia melihat lanlan mendekat. Kali ini lanlan membawakan dia sekeranjang penuh buah buahan .Tak lupa dengan satu kantong air surgawi sebagai minuman nya.Segera saja keranjang buah di rampok dan bunyi kunyahan terdengar cepat. Kilat sangat bersemangat makan, besik dua berharap jatah makannya akan sebanyak ini. Mari berlari lebih cepat besok...
Satu api unggun di buat dekat kilat berada.Mereka tak mau kehilangan kuda ini seperti sapi jantan di masa lalu. Jadi dua paman san sun yat berinisiatif berbaring bersama kuda kilat.
Setelah memberi makan kuda lanlan berbincang dengan yang lain sebentar.Ketika ini, semua orang turun ke salju berniat berkumpul di api unggun.Kesempatan ini membuat lanlan melihat kondisi sun Qie lagi.
Semalam dia cukup beruntung melihat gerakan kecil di jari lelaki itu. Tebakan lanlan benar, dia sudah sadar. Kabar ini menambah kegembiraan semua orang.Dia mulai membuka mata sehari setelah itu.
Lanlan menyeka tubuh Sun Qie dan mengantikan baju nya. Dalam perjalanan kali ini, tidak ada yang berjalan kaki hanya duduk nyaman di balik selimut tebal dengan api yang memanaskan ruangan.Sekarang hal ini adalah rutinitas mereka dalam perjalanan kali ini.Perjalanan yang sangat santai.
Dalam perjalanan tiga hari tiga malam, akhirnya rombongan ini sampai ke gerbang timur, kota sudan.Jikalau berjalan kaki di perkiraan mereka akan sampai dalam kurun waktu dua atau tiga minggu namun sekarang dengan kuda maka semua waktu di potong dalam waktu tiga hari saja.
Kelompok lanlan sengaja berhenti jauh dari gerbang. Namun memilih mengirimkan dua paman pergi untuk menyelidiki perkembangan.
Setelah menunggu hampir dua jam akhirnya dua paman kembali.Namun mereka tidak optimis apakah gerbang akan di buka dalam waktu dekat. Kali ini mereka harus menunggu lagi.
Tapi lanlan tidak ingin menunggu. Saat ini para pengungsi di pastikan dalam keadaan lapar. Sedangkan kelompok mereka memiliki stok makanan yang tidak sedikit. Lagipula lanlan tidak ingin bertemu dengan kelompok Huangdi sama sekali.Apalagi keluarga besar Sun sudah pasti menempati tempat ini sejak awal.
"Paman, kita tidak akan selamat jika menunggu. Bagaimana jika kita pergi ke gerbang kota Xi? "
__ADS_1
"Kota Xi, itu jauh, pasti memerlukan waktu lama untuk ke sana"
"Paman, dengan transportasi kita sekarang ini. kemungkinan hanya memerlukan waktu dua minggu lebih. Kita tidak bisa mengambil resiko hanya untuk menunggu. Lagipula aku tidak ingin bertemu Huangdi"Ucap lanlan menundukkan kepala nya.
Semua orang saling pandang, tiba-tiba mata mereka beralih kepada Sun Qie yang sekarang sudah membuka mata.Dia masih lemah karena lama tidak bergerak. Tubuhnya sedikit kaku.Meskipun demikian dia sehat tak kurang apapun.
Ketika Sun Qie sadar dia mendapatkan kabar kalau kakak tertua hilang, itupun jika bisa di kata kan hilang.Bagaimana rasanya ketika bangun kita sadar bahwa kita baru saja kehilangan salah satu anggota tubuh.Apalagi penyebab nya dari orang yang tidak di sangka sangka.
Hatinya remuk, seandainya dia baik baik saja waktu itu, mungkin kemalangan bisa di hindari.Hanya berharap pada keajaiban, sun Zie masih hidup dalam keadaan segar bugar tak kurang satu apapun.Meskipun tidak tau dua ada di mana.Jika orang masih hidup maka kemungkinan untuk bertemu masih ada.
Jadi ketika lanlan menyuarakan masalah ini,dia yang pertama berkata 'iya'. Tidak ada seorang pun yang tidak merasakan sakit di hianati kelompok itu. Tidak satupun termasuk si kecil sun lie yang menyimpan luka paling dalam. Bukan tidak mau bertemu tapi tak mungkin bisa menyingkirkan niat membunuh jika melihat mereka. Jadi mari pergi yang jauh tanpa melihat ke belakang.
Setelah semua setuju, mereka segera bergerak ke kota Xi. Kota ini adalah kota besar lainnya namun berbeda propinsi.Jadi perjalanan mereka kali ini adalah perjalanan beda propinsi.Kelompok Huangdi dan Keluarga besar Sun tak mungkin pergi ke sana.
Sekarang ini perjalanan kembali di mulai. Mereka duam seribu bahasa namun meletakkan semua harapan pada kota Xi. Beruntung mereka memiliki bekal makanan yang bila di jatah pasti akan cukup untuk dua minggu ke depan.
Kuda kilat merasa kan atmosfir ganjil, lagipula sejak dia meminum air Surgawi dia seakan mengerti perasaan manusia. Tanpa di minta dia berlari dua kali lebih cepat. Dia pun tidak berhenti meskipun hari gelap.
Kuda berlari kencang tanpa henti.Hanya berhenti untuk menggigit sekeranjang penuh buah dan di lepas landas lagi. Pada akhirnya perjalanan yang di perkiraan dua minggu bisa di potong menjadi delapan hari penuh.
__ADS_1
Sama seperti ketika di gerbang timur, mereka mengirim dua paman untuk menyelidiki. Tidak mau ambil resiko. Ini adalah tempat baru, lokasi baru, orang baru dan suasana baru.