Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Meyesal


__ADS_3

Lanlan sekarang masih terjebak di ruang ajaib nya dalam waktu lama. Baginya ini adalah waktu terlama yang pernah dia pakai.Meski pun ruang ajaib tidak kekurangan apapun baik itu makan dan minum tapi dia merasakan kesepian yang aneh. Tapi Lanlan selalu membuang pikiran buruk karena dia pikir ini adalah reaksi yang wajar jika seseorang ber sendirian dalam waktu yang lama


Merasa waktu untuk sampai ke bukit lapin sudah tiba, maka Lanlan keluar dari ruang ajaibnya.Dia melirik dari bawah kursi yang semula di pikirnya sudah pasti kosong.


Nyata nya perkiraan dia salah besar, gerbong masih ada beberapa orang yang berbincang bincang dengan suara kecil.


Semula dia tidak berpikir apapun yang salah tapi ketika dia ingin kembali menarik diri ke ruang ajaib dia terkejut dengan kata-kata dari mulut mereka.


Mereka sekarang sudah akan berputar arah yang berbeda dari jalan ke bukit lapin. Dia akan tersesat jauh..


Tapi keberuntungan masih berpihak kepadanya. Mereka baru berputar tidak jauh dari pintu gerbang. Hanya tiga hari dengan berjalan kaki kita sudah sampai ke pintu gerbang lagi.


Kebetulan lain adalah ini adalah waktu nya makan siang bagi kelompok itu.Mereka tidak pergi ke restoran ataupun rumah makan. Mereka hanya turun dan berhenti untuk memasak sejenak di tempat terbuka.


Setelah menunggu lagi dan meras keadaan sudah aman, Lanlan bergerak pelan dan kabur dengan cepat.


"Huh.. akhirnya... ayo temukan lagi tumpangan gratis dan pulang " kata Lanlan bersemangat.


Dia sudah memakai make up lagi untuk mengelabui orang. Jadi dia bisa berjalan dengan santai.tapi di sepanjang jalan tidak ada satupun kereta yang pergi ke bukit lapin melainkan hanya kereta yang ingin keluar dari bukit lapin.


Lanlan bingung dan memutuskan untuk bertanya dengan seseorang.


Beberapa menit kemudian ada gerbong kereta yang berhenti di jalan, mungkin ada orang yang ingin buang air kecil.


Lanlan tidak peduli apa jadi dia datang dengan wajah malu malu mendekati kusir kereta dan bertanya pelan.


"Tuan, apa kalian pergi ke bukit lapin?kalau ia bisakah aku menumpang? "

__ADS_1


Kusir adalah seorang lelaki kurus setengah baya yang ternyata cukup ramah. Tapi wajahnya segera berubah ketika mendengar Lanlan bertanya tentang bukit lapin.


Dua adalah salah satu keluarga yang mencari rezeki di bukit lapin dengan menjual makanan ringan di area hiburan.


Hasil yang di dapatkan di sana cukup besar untuk dia dan keluarga nya.Penghasilan satu bukan bisa di katakan sama dengan penghasilan nya seumur hidup di desa kecil nya.


Tapi sekarang bukit lapin di tutup untuk sementara waktu dan dia yang sudah merasakan kenyamanan di sana. Tidak terpikir kan akan mencari uang tambahan di mana sekarang yang setara dengan penghasilan nya di bukit lapin.


"Sayang sekali, kami terpaksa keluar dari bukit lapin jadi kami tidak kesana lagi" keluh nya.


"Kalian keluar dari bukit lapin? terpaksa? tapi kenapa?" kata terpaksa lah yang malah membuat Lanlan berpikir ada sesuatu yang tidak benar. Hatinya langsung melonjak ke tenggorokan.


"Yahh sekarang bukit lapin ditutup untuk umum dan tidak ada usaha jual beli lagi di sana. Lagi pun kami tidak bisa tinggal karena kami hanya pejalan kaki" katanya lagi.


"Di tutup? tapi.. tapi kenapa bisa begitu? bukit lapin adalah tempat dimana orang bisa menghasilkan uang dan hidup dengan nyaman kan?"


" Si.. siapa yang di. di kremasi, siapa itu? "


"Aku tidak tau tapi tunggu dulu, ohh yanyan, nak , siapa nama orang yang di kremasi di kediaman resmi kemaren?" dua juga ikut dalam. kemeriahan itu tapi dia lupakan nama orang yang di kremasi itu. Tapi Cucunya pasti tau.


Cucu perempuan nya berusia tujuh belas tahun dan dia cukup pintar.Suara gadis kecil terdengar dari dalam gerbong.


"Ohh itu.. namanya Sun Yat, ya Sun Yat Kakek!"Lanlan langsung rubuh di tanah tapi dia mendongak kan kepala nya dan bertanya dengan putus asa.


" Sun.. Sun Yat, kalian tidak salahkan?atau kalian salah dengar?"


"Tidak itu suami ke tiga nya putri lanniang sendiri" Lanlan duduk lemah di tanah sampai gerbong itu pergi menjauh.

__ADS_1


"Tidak mungkin.. tidak mungkin benar..Sun Yat.. suamiku.. tidak.. tidak mungkin! " Lanlan kalap dam berlari tidak lagi peduli dengan pandangan aneh dari orang orang yang lewat.


Dia berlari berlari tidak berhenti walau sekejap.Hanya ketika dia tersandung lah dia berhenti dan tersadar.Merasa sakit di jantung nya Lanlan tidak lagi memaksa kan diri untuk berlari melainkan menangis meraung raung seperti seorang anak kecil yang


kehilangan ibunya di pasar pagi.Sun yat sosok nya selalu peka dan perhatian padanya sama seperti kasih seorang ibu.Dari pagi hingga malam dia yang akan bertanya.


"sudah makan sayang?"


"Apa kau mau makan kentang goreng hati ini sayang?"


"Apa kau sakit Lanlan sayang? "Dia yang selalu bertanya tapi Lanlan tidak pernah sekalipun bertanya padanya, apa dia sudah makan atau belum. Apa obatnya sudah di makan hari ini atau belum.Hanya dia yang selalu bertanya tapi Lanlan tidak dan hari ini Lanlan baru menyadari hal ini.


"Seharusnya aku.. aku bisa lebih peka.. hu..hu. hu..Dia oh tidak kenapa tidak..hiks..menunggu aku pulang dulu Suamiku, kenapa?? "lanlan tiba tiba ingat jika Sun Yat semakin pucat setiap hari nya.Mungkin saat itu penyakit nya sudah kambuh. Jika saja dia lebih peka dan membuat Sun Yat meminum air surgawi maka dia tidak akan... pergi.


Sun Yat yang selalu peka padanya tapi dia sendiri acuh tak acuh jadi ini semua adalah salah nya sendiri.Bagaimana ini..


Lanlan merasakan sesak di jantung nya dan dia menepuk-nepuk dadanya dengan keras. Dia tidak merasakan sakit pada pukulan itu tapi sakit nya jauh di dalam hati dan itu tidak tertahan kan.


"Anak-anak,bagaimana jika anak anak tau kalau ayahnya.. ayahnya telah tiada. Apa yang akan terjadi?" Dua anak itu lebih dekat dengan Sun Yat dari pada dengan nya ibu mereka sendiri. Dia adalah lebih dari seorang ibu dari seorang ayah.


"Hi.. hu.. hu... Sun Yat.. Sun Yat.. Suami ke tiga ku.. kenapa bisa begini ya dewa.. hu hu hu...! " lama Lanlan menangis dan menyalahkan diri nya sendiri. Beberapa waktu kemudian dia bangun dan berjalan perlahan menuju pintu gerbang kota bukit lapin


"Sun Qie sendirian di sana, jangan sampai dia kenapa napa.Suami ke dua, tunggu aku. Jangan lakukan apa pun"Lanlan akhirnya menguat kan diri untuk begegas mencari Sun Qie.


Sun Qie lebih bersifat pemarah sebenarnya lebih dari pada Sun Zie Dia selalu suka bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Berbeda dengan Sun Zie yang selalu berpikir sebelum bertindak.Dia seseorang yang gegabah.


Lanlan berjalan tanpa henti dan itu adalah hati yang sama dengan pada hari Sin Qie membakar kota bukit lapin menjadi abu.

__ADS_1


__ADS_2