
Dengan langkah kaki yang berat dan tubuh terluka fo barengi dengan menarik satu anak Masing-masing, perjalanan akhirnya sampai ke tujuan ketika hari hampir gelap.Saat itulah lanlan mendapati ada yang hilang dalam grup itu.. sun zie.
Dia tau sun zie pergi mencari gadis kecil sun lie bersama dua paman tapi mengapa dua paman kembali dengan sun lie di tambah anak kecil namun tanpa sun zie, suami pertama nya.
"Paman pertama,Suami pertama kemana? "Lanlan langsung mendapat firasat tak enak ketika melihat sun lie masih menangis dengan mata bengkak.Tapi dua paman tidak menjawab melainkan sun lie yang menghamburkan diri ke pelukan nya.
" Ibu.. ibu.. ayah.. huwaaaa....
"Lie'er sayang.. katakan ada apa nak ..khem? "lanlan menarik wajah sun lie. Tentunya tangisan sun lie mendapat perhatian dari ayah dan Ibu mertua yang datang men dekat bersama sun yat.
" Ayahhh... ayahhh.. pergi. bu... nenek...! "
"Pergi? paman ada apa paman, kenapa, kenapa kalian diam saja? "
"Nenek sun maaf.. kami.. kami.. tak bisa membawa zie'er pulang, dia.. dia.. tewas! " terang paman pertama lanlan terbata bata. Dia bahkan tidak bisa melihat bagaimana wanita tua itu pingsan di tempat. Sun yat juga turut jatuh dan menarik paman ke tiga dan bertanya lagi namun kembali mendapat kan jawaban yang sama.
Lanlan lain lagi dia marah besar, kabar ini tak. mungkin benar. Jadi dia hanya biaa menyalahkan dua oamnan karena tak kompeten.
"Tidak tidak, jangan katakan itunoadaku, jangan. Ayo, antarkan aku ke sana, kenapa kalian tidak membawa nya bersama. Dia pasti hanya terluka sajakan. Ini.. ini pasti bisa di obati, jadi mari pergi antarkan aku.. paman..! "Lanlan pikir mata air nya adalah barang ajaib, jadi selagi masih ada satu nafas maka ada kemungkinan bisa di selamat kan.
__ADS_1
"lanlan,.. paman minta maaf.Tapi ini sudah di pastikan dan.. kondisi nya sudah tidak memungkinkan untuk di bawa ke sini.. maaf lanlan "Tolak nya, dia yakin tidak akan berhasil dan ini akan sia sia.
"Tidak, sudah ku bilang jangan katakan itu lagi, ayo bawa aku! "bantahnya tak mau percaya. Paman menolak jadi alihkan ke sun lie.
"Lie'er, ayo bawa ibu ke ayah mu cepat, kita masih ada kesempatan untuk mengobati ayah mu kan, ayo sayang" Dia tak percaya ini tidak akan berhasil.Meskipun kemungkinan ini kecil tapi pantas di coba. Dia menarik sun lie yang masih menangis tanpa henti.
Melihat gadis kecil di tarik paksa akhirnya ada perasaan bersalah yang besar tapi mungkin bila bisa melihat dengan mata kepala sendiri semua akan di terima pada akhirnya meskipun sulit.
"Lanlan kau... ah ayo mari" paman pertama akhirnya mengalah dan bergegas pergi sementara sun yat hilang akan duduk di salju dengan ayah tua yang ternganga tak percaya.
Lanlan pergi berdua dengan paman pertama sementara pan ke tiga tak kalah shock apalagi bahunya terluka parah padahal dokter agak sulit kebelakang ini.Kalaupun bisa bertemu dokter maka akan di perlukan tidak sedikit uang yang sementara semua uang sudah lenyap di tangan lancahay.
Sementara itu Lanlan berpacu dengan waktu, dia berlari cepat dengan kecepatan yang tidak terpikir kan, paman pertama tertinggal jauh ke belakang. Segera lanlan berbalik dan menuntunnya untuk pergi lebih cepat.Mereka jalan cepat bahkan berlari di salju padahal hari mulai gelap dan semakin gelap untung nya paman bisa membuat api obor di jalan hingga mereka bisa menemukan setitik cahaya lagi.
Entah bagaimana dalam dua jam mereka tiba di lokasi di mana ada ribuan anak panah di salju. Ada puluhan mayat tidak di kenal tapi setelah di cari dengan meraba raba di antara mayat mayat pada akhirnya mayat sun xie tidak ada di tempat.
"Paman.. di mana suamiku? "tanya lanlan apa mungkin paman pertama salah tempat di karena kan hari sudah gelap.
"Seingatku dia ada di sini.. ya.. persis di sini. Aku ingat tapi kenapa hilang ya"Kata paman pertama ragu fia ingat benar di mana fia meninggal sun zie. Dia awal nya berdiri di depan lelaki muda itu dengan mayat lain untuk menjadi perisai hidup. Namun kenyataan nya dua mayat tidak mampu menerima ratusan anak panah tanpa menyentuh tubuh sun zie.
__ADS_1
Ada beberapa anak panah yang menembus langsung ke tubuhnya bahkan anak panah langsung menancap ke tubuh lelaki muda itu.Posisi mereka menempel pada anak panah yang sama. Ya itu menempel erat.
Beruntung bocah kecil itu ada di belakang ayah nya jadi dia luput dari bahaya hanya saja dia merasakan hangat nya darah ayahnya yang mengalir tak berhenti. Ini membuat mentalnya terganggu untuk sementara waktu.
Saat itu tidak ada waktu untuk melepaskan anak panah alih alih melepaskan kedua mayat yang menempel itu, maka semua di biarkan begitu saja di salju.Tapi pertanyaan apa mayat bisa berjalan...
Lanlan tidak puas hati dia kembali berkeliling ke sana ke mari tapi hasilnya tetap tidak di temukan. Akhirnya lanlan yang kelelahan jatuh juga di salju tanpa tenaga tersisa. Dia sudah hampir pingsan dan kehabisan harapan. Semakin lama di temukan maka nyawa sun zie akan sulit di selamat kan. Tapi ini sudah beberapa jam berlalu sejak kejadian, apa mungkin sun zie....
"Paman.. apa benar di sini? "Tanya lanlan, dia ragu lokasi nya benar atau tidak.
"Ya paman ingat benar, itu memang di sini sebelum nya tapi kenapa hilang? "Paman pertama cukup yakin apalagi ini masih baru meskipun keadaan sudah gelap karena hari sudah tidak siang lagi.
"Paman pertama, sebenarnya menurut ku ini kabar baik"Lanlan menarik lengkungan tipis di bibir nya dia kembali dengan harapan baru.
"Kabar baik? "Tanya paman pertama tidak mengerti
"Mayat tidak mungkin berjalan kan kecuali...
" Kecuali dia masih hidup? "paman pertama akhirnya mengerti tapi apa mungkin begitu. Semoga saja benar begitu. Dia menepuk pahanya dan batu di dada nya jatuh dengan harapan samar.
__ADS_1
"Ya itu mungkin saja paman, mungkin ada yang menemukan dan mengobati mereka jadi tidak ada kabar keliatan nya bagus juga kan"Lanlan masih menyimpan sedikit harapan entah benar atau tidak tapi dia harus yakin.