Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
mengisi persediaan


__ADS_3

lan lan masih tiduran santai di kamar pengurangan nya bersama dua bayi ketika suara bising terdengar dari luar mereka begitu ribut sekali sampai semua orang terbangun dan gelisah karena nya.


Puluhan prajurit berdiri di depan pintu dan mereka buru-buru masuk tanpa izin tentu saja hal ini membuat semua orang khawatir namun ketika sun Qie melihat seseorang di antara para prajurit itu hatinya menjadi lega dia mengenali seorang itu sebagai orang yang biasanya bertanggung jawab membawa bahan makanan selama beberapa periode.


"Ada apa? "


"Keadaan darurat tuan sun.Kami dapat perintah mengawal keluarga kalian ke tempat aman jika keadaan mendesak"


"Ohh.. apakah keadaan semakin gawat? "Sun Qie langsung pucat menerima berita ini.Dia sungguh tidak mencoba mencari tau situasi politik di luar pintu gerbang.


"Seperti nya begitu tuan sun, ini ada teman yang mendapatkan intruksi untuk mengosongkan gudang secepatnya.Pihak pemberontak sudah di depan pintu.Kami tidak bisa membiarkan para pemberontak mendapatkan bahan-bahan ini dengan mudah"


"Jadi tujuan pengepungan kali ini adalah..


" Itu benar tuan sun. Tujuan pertama mereka adalah gudang makanan anda "


"Oh.. dewa.. ayo ayo masuk.Ayo kosong kan cepat"Sun Qie tau dia tidak boleh menghalangi pekerjaan pra prajurit. Dia harus membicarakan masalah ini dengan yang lain nya nanti. Untuk sekarang tidak ada alasan menunda pekerjaan pihak lain.


Semua personil prajurit bergerak ke arah gudang besar.Tidak seperti biasanya ke enam gudang harus di kuras sebelum perang pecah.Kali ini tidak boleh meninggalkan sisa apapun.


Jumlah personel militer yang datang bertambah sekian kali lipat dari biasanya.Sun Qie tidak perlu melihat dia justru lari ke arah orang tuanya yang kebingungan di pintu.

__ADS_1


Segera sun Qie mengatakan niat para tamu yang tentu saja membuat dua orang tua itu terkejut.Mereka baru mulai merasa kan kedamaian baru baru ininrapi sekarang sudah akan memasuki fase sulit lainnya. Kali ini hanya berharap pihak kerajaan bisa menanggulangi agar para pemberontak gagal untuk masuk ke dalam kota.Di sisi lain sun yat melompat ke kamar lanlan.


"Sayang,apa ku tau? "Tanya sun Yat yang datang dengan panik. Dia berkeringat tanpa sebab.


"Hah ada apa sih? "


"Itu.. itu.. kota xi di kepung pemberontak" jawab sun yat gugup.


"Apa?"


"Ya sayang, kabar nya semua karena bahan-bahan makanan kita.Mereka mencoba merebut semua begitu mendapatkan informasi dari seseorang"kata sun yat lagi tanpa jeda.


"Hanya karena makanan saja? " nampak sekali lanlan meremehkan kekuatan nasi sampai detik ini. Di tidak mengira makanan mampu membuat pemberontak datang lebih cepat.Padahal menurut informasi pihak itu hanya akan bergerak ke ibu kota.


"Sayang kita harus bersiap siap jika sewaktu-waktu kerajaan gagal memblokir mereka.Ada prajurit yang akan melindungi kita nanti nya di sepanjang jalan.jika benar pintu di bobol Mari kita pergi, baik? "usul sun yat.


"Ohh benar, maka sebelum semua terjadi kabarkan pada keluarga kelahiran ku.Tidak perlu membawa bekalan kali ini.Dermawan menjamin ketersediaan bahan untuk kita di manapun kita berada. Dia tidak sulit menemukan kita nanti nya. Cukup cari beberapa periuk dan selimut"kata lanlan langsung.Kata dermawan sungguh ajaib. Sekarang dia yakin akan baik baik saja di jalan.


"Baik, itu saja,Aku pergi dulu ya. Sebaiknya kau siapkan anak anak "Syn yat lega.Makanan memang paling di butuhkan di jalan. Jika dermawan menjamin iyu maka. tidak perlu lagi khawatir seperti perjalanan yang lalu.Sun yat merasa trauma dengan perjalanan panjang.Apalagi kakak pertama nya entah hidup atau mati.


"Baik lah suami ke tiga" jawab lanlan gugup. Dia sekarang cukup nyaman dengan hidup nya tapi sekarang terancam kembali. Dulu dia bisa menyelesaikan sendiri tapi sekarang ada dua bayi yang butuh perlindungan nya. Andai saja dua bayi bisa masuk ke ruang ajaibnya pasti lebih bagus tapi dewa terlalu pe.... eh.. tidak jadi hehehe.

__ADS_1


Kepergian sunYat memberikan waktu bagi lanlan menyapu barang apapun yang ada di kamarnya. Selimut bayi bahkan bantal bayi di simpan dengan cepat. Baju baju musim panas dan musim dingin.


Kali ini lanlan panen lagi tapi menyingkirkan bumbu dapur hanya bahan makanan pokok yang di kira cukup penting. Nasi, gandum,jagung,ubi jalar, kentang dan buah.Singkirkan produk kecantikan terlebih dahulu.Pastikan semua nya tersedia.


Lanlan melirik dua bayi yang masih tidur dan bergerak pelan.Dia bergerak begitu hati hati mencapai kamar kosong tak jauh dari gudang.Segera lanlan meletakkan bahan terkait di dua kamar kosong dan kabur secepatnya di kamar pribadi nya sendiri.


Ketika sun Qie datang memberi kabar lagi di bergegas berkata seolah olah dia lupa sesuatu. "Suami ke dua,pantasan dermawan mengisi dua kamar kosong lainnya semalam. Mungkin saja dia tau tentang pemberontak yang mengepung kota ini"Kata lanlan beralasan ringan.


"Hah, ada lagi? "


"Coba lihat di kamar lainnya, cepat! "Lanlan pikir, situasi di luar hanya akan lebih buruk nanti nya.Dia harus mencari pendukung kuat demi keselamatan keluarga.Salah satu jalan yang bisa lanlan pikir kan hanya lah perbekalan ini.


" Baik lah"Sin Qie segera berlari untuk melihat kamar kosong mana yang di maksud lanlan.Ketika dia menemukan kamar yang sebelumnya kosong ini dia sedikit takjub akan jumlah beras yang tersedia. Istrinya terlalu mampu....


"Oh... prajurit.. prajurit.. lihatlah.Masih ada fua gudang lagi.cepat kosong kan cepat"


"Hah masih ada yang lain? "


"Ya ini masih ada"


Bergegas beberapa prajurit datang untuk melihat tumpukan besar bahan-bahan langka ini.Kali ini tidak ada bumbu dapur hanya beberapa ton lagi beras dan yang lainnya. Ini harta yang sesungguhnya....

__ADS_1


"Ini... ah.. tuan sun..negara harus berterimakasih untuk bahan-bahan ini.Saya akan menyampaikan masalah ini ke atas secara pribadi nanti" kata prajurit itu dengan bahagia.


Sementara itu satu prajurit pergi ke satu kamar secara diam-diam. Satu helai surat di jatuh kan di bawah pintu.Dengan beberapa ketukan rahasia dia meninggalkan tempat itu sesegera mungkin.Setelah dipergi, along datang mengambil surat lalu membacanya dengan khusuk. Tak lama sebuah senyuman kecil tercipta dari bibir kecilnya. dia kembali ke ranjang dengan tenang seolah olah tidak terjadi apapun. Hanya ada senyuman yang tidak akan hilang...


__ADS_2