
Hari pertama masuk ke istana untuk menjalani karantina, Sun lie bersiap siap sejak pagi.
Dia begitu gugup, padahal ini bukan lah pertama kalinya dia masuk ke sana.Setelah makar, dia pernah ke sana sekali. Setelah itu dia tidak masuk lagi. Dia kurang menyukai tata cara istana yang menurut nya agak kaku.
Tapi sekarang dia akan ke sana lagi dengan tujuan lain.Untuk sejenak dia ragu untuk pergi.Ragu tentang dirinya sendiri, ragu apa dia pantas menjadi seorang ratu.Sun Lie begitu gugup sampai dia tidak sarapan sama sekali.
"Huf.. huf... huf... "Sun lie menarik nafas panjang berkali kali,katanya juka seseorang itu gugup, menarik nafas panjang bisa menjadi solusi.
"Nona? "
"Ahh aku.. aku. baik baik saja, huf.. hufff.. "
"Nona, biasakan untuk berbicara, nona, bukan aku, baik??" pelayan ini di beri nam achi oleh Sun lie. Dia adalah gadis pelayan dari istana yang di kirimkan oleh Kaisar muda untuk nya.
Tugasnya bukan hanya melayani tapi juga mengajarkan tata cara yang sopan untuk bisa bergaul dengan gadis gadis bangsawan.
Dia sudah bada di sini setelah Sun lie sampai di ini kota. Achi cukup jujur dan pintar lagi pula dia masih seumuran dengan Sun Lie.
Sun lie juga banyak belajar dari para budak yang menjadi guru di Akademi bukit lapin.Jadi dia sebenar nya bisa menari dan sedikit puisi tapi jelas ini tidak cukup untuk di bawa ke "pertarungan" itu.
Yang akan di hadapi adalah singa muda yang telah pengalaman makan daging sejak dini.Sun lie adalah gadis sesa yang bersikap bebas sangat berbeda dengan mereka.
Di bukit lapin dia belajar sedikit karena dia merasa dia akan selalu di bukit lapin seumur hidup. Jadi meskipun belajar itu hanya untuk suka suka saja.
Jadi sekarang dia gugup dan melupakan semua yang pernah dia pelajari.
"Nona Sun, tidak apa apa, persyaratan untuk Kompetisi kali ini seperti nya menguntungkan semua orang. Jika Nona gugur akan mendapatkan gelar terhormat dan beberapa gaji bulanan.Jadi tidak ada yang perlu di khawatir kan" kata achi menghibur Sun lie.
"Kau benar, achi.Aku.. oh.. Nona ini tidak perlu gugup. Pergi dan bertarung dengan elegan. Menang atau kalah tetap akan menerima gelar, benar? "
"Ya nona"
"Baik lah,huf... huf... ayo berangkat!! "Sun lie bernafas lagi,dan berubah menjadi semangat lagi. Tujuan dia pergi adalah A long bukan untuk menjadi Ratu.Meski tidak menampik rasa suka di hati, tapi Seorang Kaisar bukanlah target yang mudah. Hanya saja dia ingin melihat Along lagi sekali saja sebagai orang yang bebas sebelum dia menemukan gadis yang cocok sebagai pendamping hidupnya.
Setelah bertemu dengan A long, meski itu dari jauh, mungkin dia bisa meletakkan hatinya dan pulang tanpa beban.Dia akan kembali menjadi Sun lie yang ceria dan bebas. Seperti nya istana buka tempat yang cocok untuk dia tinggal.
__ADS_1
"Baik"
Mereka berdua berjalan sampai di pelataran. Di sana semua anggota keluarga datang untuk mengantarkan nya pergi. Kompetisi akan diadakan selama sepuluh bulan minggu dalam satu minggu akan ada seseorang yang gugur.
Entah kenapa Sun lie merasa orang pertama di minggu pertama adalah dirinya sendiri dia adalah orang dengan kualifikasi yang paling rendah di antara semua gadis, jadi wajar saja jika dia adalah orang yang pertama.
Cinta nya tidak sekuat itu...
"Lie'er, jangan gugup, Menang atau kalah itu tidak jadi masalah. Jangan terbebani, baik"
"baik nek"
"Ohh cucu perempuan ku sudah dewasa sekarang"
"Kakak, cepat pulang ya"kata Huang lesu. Dia terlalu lengket dengan kakaknya ini, tapi sekarang dia akan pergi dalam waktu lama. Bagaimana jika dia pergi tidak kembali seperti ibu.
"Ya,Kau juga harus menjaga adik adik yang lain untuk kakak, bisa? "katanya lembut pada Huang yang berubah menjadi bola daging. Dia begitu suka makan dan pipinya sangat empuk untuk di cubit. Sun lie suka itu. Tapi sekarang dia hanya akan mencium pipinya sedikit. Riasannya kan gagal jika masih bersikap impulsif lagi. Jangan gagal di pintu masuk karena rambut mu seperti kandang ayam.
"Bisa, jadi jangan pergi lama lama ya, cepat pulang"janji Huang lagi. Dia begitu sedih jadi ingin menangis tapi dia lelaki besar dengan tiga saudara lagi. Tidak boleh menangis kan...
"Baik"
Memikirkan itu, entah kapan, tiba tiba semua orang menangis haru.
Kakak perempuan, jangan pergi saj, baik? "
"Sama seperti ibu, apa kakak perempuan juga tidak akan pulang lagi hem. apa kakak perempuan tidak sayang lagi pada Yaya, huwaaaa.. "
"Kakak perempuan,ting-ting tidak akan nakal, ayo kembali, jangan pergi, huwaaaa....
" Kakak perempuan... hik.. hik... ambil saj.. a.. apel untuk mu, kami tidak suka.. apel.. lagi. hiks.. hiks.. ja.. jangan pergi huwaaaa....
Nenek dan kakek saling pandang. Mereka tau hubungan antara saudara dan saudari ini sangat dekat. Mereka juga bangga akan itu dan berharap ini tidak akan berubah seiring waktu.
"Tau kah kalian,Ibu kalian akan pulang sebentar lagi?" kata kakek Sun tenang. Anak-anak semua memandangnya dengan mata berbinar cerah. Seperti bintang di malam yang gelap.
__ADS_1
"benar kah kakek? " Tanya Huang yang gemuk
"Tentu saja, iyakan nenek? " nenek sun mengangukkan kepalanya setuju .
"Jika dia mendengar kan kabar ini, bukan kah dia kan berlari pulang?"kata nenek Sun lagi.
" Ohhh begitu kah? "Kata Zen Zen tidak percaya. Ibu akan pulang jika kakak perempuan nya pergi. Harus kah dia memilih satu di antara mereka, uuh pusing.
"Tentu saja, apalagi jika kakak perempuan kalian bisa menang kompetisi, mungkin dia akan lebih cepat sampai ke sini"kali ini kakek Sun juga angkat bicara, jadi kabar ini memang benar. Nenek tidak berbohong.
"Hahaha, ya, kakak perempuan, kakak harus menang baik? jangan pulang jika tidak menang!! " Kata Huang bersemangat. Dia malah melepaskan pelukan dan mendorong kakak perempuan nya agar pergi secepatnya.
"Hah? " Dasar anak kecil, segitu cepat nya berubah pikiran. Baru sebentar mengatakan jangan pergi sekarang dia malah di usir.
" Ya kakak perempuan, pergilah dengan cepat dan yang lama baik? "kali ini Zen Zen tidak akan kasian lagipula kakak perempuan nya pergi untuk membawa kakak ipar ke rumah. Jadi pergi saja lalu ibu akan pulang hehehe.
" Kalian, kalian nakal, mau di pukul? "kata Sun lie bercanda. Dia tidak bisa marah pada bocah bocah yang mengemaskan ini. Tapi dia juga berharap ibu akan menerima kabar jika mereka sudah ada di ibu kota.
Kembali dan maafkan ayah tua yang bau itu...
" Ya sudah lah, kakak perempuan pergi, jaga diri kalian ya, jangan nakal "
"Ohh kami tau, cepat lah cepat pergi sana"usir yaya lagi. jika kakak perempuan pergi artinya ibu akan pulang, jadi kenapa tidak pergi lebih cepat.
"Dada kakak perempuan, kembali dengan kakak ipar ya"kata Zen Zen lirih.
" Ya baiklah kakak perempuan pergi, baik dengar kan kata kata kakak lelaki Dani, baik"
"baik, baik pergilah sana"usir mereka lagi.
"Uhh dasar kalian, serigala bermata putih" umpat Sun lie tapi dengan tawa liarnya. Dia segera di paksa untuk masuk ke gerbong kereta. Tidak ada lagi tangisan selamat jalan yang mengharukan, semua berganti dengan gelak tawa yang penuh harapan.
"Da da kakak"empat anak melambaikan tangannya kearah sun lie dengan semangat
Sun lie yang telah duduk di gerbong kereta memandang ke arah mereka dengan wajah cemberut.Tapi dia merasa kompetisi ini tidak buruk sama sekali.
__ADS_1
Dengan ini, ibu Lanlan akan tau jika mereka telah kembali dan menunggu dia di ibu kota.
Ibu.. cepat lah pulang...