
Pemandangan alam di saat senja di atas awan, sangat menakjubkan.Ada suasana yang berbeda dari atas sini bila di banding kan dengan kita melihat senja dari bawah.
Lanlan menikmati senja di atas balon udara bersama Sun Qie setelah makan malam usai. Orang di era ini selalu makan malam lebih awal dan itu jatuh sebelum hari gelap.
"Suami ke dua, apa rencana mu kedepannya, maksudku, sekarang kita kembali ke awal jadi kita harus memperhitungkan segala nya. Semua langkah kita harus di perhitungan kan.Ingatlah sekarang ada anak anak yang harus di jaga"kata Lanlan mengingat kan.Mereka bersemangat untuk berperang jadi lupa mereka memiliki tanggung jawab yang besar untuk hidup lama. Anak-anak harus tumbuh bersama sama orang tua. Tidak enak tumbuh dewasa sendirian.
"Ini berat, biarkan kakak yang memutuskan semua nya, bagaimana? "katanya lagi, dalam keluarga kakak pertama sudah biasa membuat keputusan.
Dia dan yang lainnya hanya jadi pengikut kecil. Sesuatu seperti ekor rubah yang patuh dan sekarang jadi sebuah kebiasaan yang sulit di ubah.
"Baiklah, tapi bagaimana jika suami pertama ingin memberontak? apa kau ikut? "menurut Lanlan, perang mungkin tidak akan terelakkan lagi.Kemungkinan ini cukup besar, dia secara pribadi pasti akan mendukung ini. Kaisar sendiri yang sudah keterlaluan.
"Aku ikut, mau bagaimana lagi, kita lari juga pasti akan di cap pemberontak bukan, lalu jadilah itu"itu sudah jelas.
"Tapi perang sebenarnya tidak baik, ingatkah kau, kita dulu berlarian ke kota ketika ada pemberontakan? banyak nyawa akan ter korban dan aku tidak percaya kali ini kita lah yang akan membuat banyak nyawa melayang"
Sun Qie merenung dengan perkataan Lanlan.Kerugian akan cukup besar di banding dengan keuntungan. Tapi Kaisar tidak memberikan mereka pilihan. Andai saja Kaisar mau datang bernegosiasi dan tidak terburu buru, mungkin tidak akan pergi sejauh ini.
"Kali ini kita harus mencegah kerugian ini, kita tidak bisa kembali ke para dewa dalam keadaan tangan berlumuran darah. Kau tua sayang, kakak pertama punya otak bagus, aku punya tubuh yang kuat dan kau memiliki senjata yang hebat. Tidak akan lama jika kita ingin Kaisar turun"
Itu benar, senjata ini sangat bagus.Mereka hanya perlu pemikiran bagus untuk membuat sepuluh ribu orang prajurit Kaisar untuk berkubur tanpa tubuh. Satu lemparan seratus orang berkalang tanah. Hanya lempar dan boooom... ini hebat.
"Kau begitu bersemangat begini, hahahaha, suami kedua juga berbakat menjadi jendral rupanya, bagaimana aku bisa melewat kan ini ya? "
"Suami kedua, apa pendapat mu tentang balon ini? "
"Seperti nya cukup nyaman, kita bisa berpindah ke tempat jauh tanpa takut jatuh.Mungkin bisa jatuh juga, ahh apa kita mati kalau balon ini jatuh?" tanya Sun Qie iseng.
__ADS_1
"Tentu saja bisa tapi dengan ku itu tidak akan mudah mati, istri mu ini adalah peri kau tau? "katanya sombong.
" Kau benar-benar peri, jika tidak bagaimana bisa memiliki 'selir' yang setampan kami kan"Sun Qie menganguk setuju. Dia seperti ayam mematuk nasi.
"Huhu.. hu. baru aku tau suami ku yang satu ini suka pamer"kata Lanlan bersemu merah, dia hanya bercanda soal peri ini tapi Sun Qie mengangap nya serius.
"hahaha aku juga baru tau sayang, mereka memuji ku seharian ini. Aku tidak tahan lagi" keluhnya tapi ada nada bangga dalam kata-kata nya.
"Mereka memuji mu? "
"Hemm, mereka bilang, di mana tuan muda berlatih senjata, bisa terbang layaknya penjaga bayangan begitu. Hohoho mereka tidak tau , sejak kecil kami selalu lapar, pergi ke hutan mencari telur burung pagar. Mencari telur juga harus bisa memanjat kan. Sejak kecil tidak ada anak lain yang bisa menandingi aku memanjat pohon. Hahaha"
Lanlan ????
"Ibu selalu mengejar kami dengan sapu jadi aku sudah terbiasa menghindar dan itu masih dinyatakan bagus oleh mereka, apa mereka bodoh atau aku, cvck"
"Kau tau sayang, aku tak sadar kebiasaan kita naik turun gunung dengan beban juga akan bagus dalam berkelahi. Kami sudah biasa naik ke gunung untuk menjari beberapa sayuran liar dan kembali dengan kayu bakar berpuluh kilo. Tapi efeknya, jika kita bertempur tubuh bisa bergerak cepat kau percaya? "katanya bangga.
" Benar kah? "
"Itu benar, hehehe, dulu sekali, kakak selalu pergi ke hutan untuk mencari mangsa, dia selalu bisa mendapatkan buruan dengan menahan jebakan. Tapi kadang kadang dia akan pulang untuk menjemput ku.Suatu hari kami pergi ke sarang harimau besar.Kau tau, sayang, Dia hanya tunjuk dan melepas serbuk tidur selebihnya aku harus menyerat harimau untuk turun bukit dan harus bisa sampai ke pasar sebelum harimau bangun.Hebat tidak? "
"Lalu apa yang di buat suami pertama? membantu menariknya? "
"Tidak, dia bilang aku harus bisa sendiri, lelaki hebat harus kuat dan harimau hidup lebih mahal dari harimau mati.Jadi dia melatihku sejak awal, hahaha"
penjaga bayangan :kau di bodohi...
__ADS_1
pria bertato :itu memang jendral besar
"Hohoho kau sungguh kuat sekali suamiku, suami pertama melatih mu dengan cermat jad kau bisa tumbuh begitu bagus"
"Benar, dulu aku pikir kakak membenci kita, dia memaksaku mengambil alih lahan sepuluh hektare untuk ku kelola sendirian. Bayangan saja, aku baru berusia sepuluh tahun saat itu. Kami juga tidak cukup makan. Keluarga besar Sun yang merasakan lebih banyak uang pada akhirnya"
"Jika kau sibuk di ladang, apa yang dia lakukan sehari-hari di rumah? "Tanya Lanlan menyelidik. Suami pertama senang menindas afik adiknya sejak muda tapi membuat mereka percaya itu adalah demi kebaikan mereka sendiri
"Hanya seharian di rumah mengerjakan apa yang perlu di kerja kan"Dulu mereka adalah budak bagi keluarga besar Sun. Banyak pekerjaan di rumah dan di ladang. Tapi Sun Zie sama sekali tidak membuat Sun Qie di ladang. Jadi...
Mereka berbincang bincang lagi sampai hari benar benar gelap. Lanlan memutuskan untuk kabur ke kamar kecilnya untuk tidur. Tapi dia tercengang mendengar seseorang bertanya. Mereka sebenarnya sedang berbisik tapi arah angin membuat Lanlan bisa mendengar bisikan ini.
"Aku mau buang air besar, bagaimana caranya? "tanya seseorang pelan
"Hoh apa ku bodoh?aku sudah buat lubang di sana. Duduk dan buang saja disitu? " jawab seseorang yang lainnya
"Hah, begitu saja? "Lanlan juga penasaran " lubang apa di balon udara"
" Ya mau bagaimana lagi, tinggal buang tanpa khawatir bau. Ayo cepat, lagipula akan ada angin di bokong mu, wihss.. wihss... hihihi "
"Baik, aku sudah tidak tahan lagi, ayo minggir"
Lanlan ingin pingsan tapi masih cukup sadar. Pernah kah mereka berpikir jika kebetulan bada rumah di bawah dan mereka membuang "bom" dengan sangat santai.
Haruskah aku tertawa dengan keras atau menangis...
Lanlan hanya mau bilang.. OMG...
__ADS_1