
Lautan manusia berangsur-angsur hilang tapi sun Qie dan dua mertua belum menampakkan hidungnya.Di sisi lain keluarga lan yang juga berantakan duduk di salju dingin menatap marah pada penjahat sombong Huangdi yang kini tak tak bisa mempertahankan keanggunan bak bangsawan nya.Tubuh nya lecet di sana sini, baju nya juga ada robekan besar belum lagi perhiasan di tubuh nya raib, dia menangis sedih,itu adalah mas kawin nya.
Dua suami kini pergi mencari sun Qie dan belum kembali.Lanlan hanya menunggu tanpa bisa melakukan apapun selain memeluk dua anak yang menangis sejak awal.
Beberapa waktu kemudian dua suami datang dengan mendorong gerobak kecil yang tusak di sana sini.Ayah mertua berjalan lemah dengan wajah babak belur, ibu mertua yang menangis sesegukan.Hanya wajah wajah buruk di sana
"Di.. dimana suami ke dua?"tak ada yang menjawab pertanyaan lanlan hanya mata yang menunduk ke arah gerobak kecil. Lanlan bergerak mendekati gerobak hanya melihat sun Qie yang tergeletak tak sadar kan firi di atasnya.Wajah tak berdarah dengan kepala bocor penuh darah.
"Suami kedua, ada apa.. ibu mertua, a... ada apa ini?" air mata lanlan langsung turun menetes,lanlan menyentuh dada sun Qie demi merasakan detak jantung yang masih bekerja normal.Batu di dada langsung jatuh ke tanah.
"Putra kedua ku.. melawan beberapa orang yang berniat merebut gerobak kita.. hiks.. tapi mereka ramai.. hiks...ada yang memakai batu jalan dan memukul kepala putra ku.. huwaaaa"Ibu mertua melolong sedih.Ayah mertua hanya mampu diam memegang sudut baju sun qie dengan mata merah.
Keluarga lan datang melihat lihat kondisi sun Qie dan mengeleng lemah. Kesehatan di era ini buruk sekali, biaya dokter sungguh mahal. Bagi orang biasa sulit untuk bertemu dokter untuk memeriksa kan diri mereka lebih suka membiarkan penyakit hilang dengan sendirinya daripada kehilangan beberapa keping perak.Pemikiran seperti ini sangat umum oleh karena nya banyak warga biasa yang enggan berobat bahkan mudah mati hanya karena flu ringan.
__ADS_1
"Lanlan.. ambil koin nya ayo cari dokter baik?" kata ibu mertua setengah memohon pada lanlan yang di anggap lebih superior di rumah.Beberapa mata menatap penuh harap padanya,uang terkadang lebih berharga dari sebuah nyawa. Bila lanlan memutuskan menyelamatkan uang maka tidak yang berpikir ini kejam tapi masih ada harapan yang tersisa bagaimana pun sun Qie adalah darah yang sama.
"Lanlan, ayah masih punya koin emas mari gunakan itu dulu, baik?" lelaki tua ini matanya memerah tak sadar ada telinga rubah yang tegak demi mendengar dua kata'koin emas'
"Lanlan pakai punya ibu juga, ibu tak butuh uang. Putra ku adalah harta karun ku, baik? "sambung ibu mertua lagi. Membesarkan anak tak mudah, banyak harapan yang tercurah di sana dalam beberapa tahun. Orang-orang berambut putih harus mengirim orang-orang berambut hitam pergi adalah hal paling menakutkan bagi para orang tua.
Telinga rubah cantik kembali tegak, air liur menetes ke tanah, tercengang, ada berapa koin sebenarnya dalam keluarga miskin ini. Tadi si ayah berkata koin emas milik nya sekarang si ibu juga menegaskan koin emas miliknya jadi ada berapa koin emas dalam keluarga miskin ini. hemm,...
Catatan kecil mata uang.1perunggu \=1000wen.1perunggu \=1000perak dan 1emas \=1000perak.Ada juga uang kertas berharga masing-masing 1 emas sampai 10emas.Orang miskin tak akan pernah melihat uang kertas ini, biasanya hanya orang bangsawan yang memiliki nya. Satu emas bila di rupiah kan sebanding dengan 500juta yang bisa membeli sebuah mobil bagus. Sekarang ini keluarga sun memiliki paling tidak dua keping emas.Bila dia tau kepingan rmas ini di dapat hanya dengan beberapa gambar kasar mungkin Huangdi bisa pingsan di tempat.
"Tentu saja ibu mertua, uang dapat di cari lagi tapi nyawa tidak. Mari kita temukan dokter di kota. Hanya saja sekarang agak sulit untuk membawanya"Kata lanlan seraya menghapus air mata nya.Semua harus kuat memang perjalanan ini mudah.
"Bagaimana?"tanya paman pertama yang juga khawatir. Dia bukan orang yang rak tau berterima kasih.Kalau bisa membantu mengapa tidak lagi pula nenek lan dari tadi mendorong nya agar membantu.Tapi bagaimana bisa berjalan dalam keadaan dingin, salju juga di perkiraan akan semakin tebal setiap hari nya.
__ADS_1
"Aku akan menggendongnya, baik? "Ucap Sun zie, saat ini hanya dia yang kuat dalam keluarga. Sun Yat tak mungkin mampu membawa beban sepanjang jalan karena dia memiliki penyakit bawaan.Biasanya penyakit suka kambuh namun sudah lama tidak datang lagi. Meskipun begitu lanlan tidak mau mengambil resiko.
Adapun ayah mertua masih lemah meski dia sudah bisa berjalan lamban.Tapi sejak di perjalanan dia hanya duduk di gerobak sapi tapi sekarang sapi jantan sudah tidak ada kemungkinan besar perjalanan harus di lakukan dengan berjalan kaki. Masih ada dua anak dalam kelompok jadi perjalanan tidak akan mudah lagi.
Keluarga lan bersedia membantu setelah sedikit bernegosiasi.Paman pertama dan ke dua masih berhati nurani berjanji bergilir mengendong sun Qie.
"Gunakan gerobak saja,ayo perbaiki dan beri sedikit dinding lagi agar nyaman dan atapnya,orang tua boleh bergilir di atas nanti bila lelah baik? "lanlan berkata. Gerobak sapi sudah tak ada tapi gerbong nya masih cukup bagus ada juga roda nya yang patah masih bisa di perbaiki.
Sun zie cepat mengerti, ada banyak orang tua dan anak anak dalam kelompok tak mungkin bisa berjalan jauh.Meskipun tidak ada sapi nyata nya masih ada beberapa tenaga kerja, ubah gerobak agar lebih kecil dan ringan agar mudah di tarik manusia.
Kelompok ini bekerja cepat hanya memerlukan beberapa jam untuk mengubah gerbong menjadi seperti yang lanlan minta.
Roda gerobak biasanya ada di bawah tapi lanlan membuat nya di samping kiri dan kanan hingga kesannya ini sedikit rendah lagi pula roda akan menambah volume dindingnya untuk memblokir udara dingin.Besar nya hanyalah satu meter lebar dan dua meter panjang hanya mampu menampung beberapa orang dengan posisi duduk.
__ADS_1
Sementara para lelaki sibuk memperbaiki gerbong, para wanita sibuk mengumpulkan beberapa barang yang berserak di tanah seperti selimut dan beberapa panci lain. Huangdi tak ingin membantu sedikitpun, dia punya beberapa pemikiran aneh.