
Sejak pagi suasana hati Lanlan tak menentu. Dia menyibukkan diri dengan sesuatu yang tak seperti biasanya. Setelah menyelesaikan susu bubuk Lanlan bergegas membawa anak anak ke kebun buah.
Memanen jamur sepanjang siang. Anak anak sekarang lebih enerjik dari sebelumnya. Ada daging di pipi masing-masing mereka.
Saat ini sunlie dan adik nya bagai seleb dadakan di desa. Mereka punya dua pasang baju baru yang bikin anak anak lain nya iri. Dua kakak beradaptasi ini saling kejar mengejar di kebun buah.
"" Aaaaaaa"
"Ibuuu"
Lanlan yang sedang memetik jamur tersentak mendengar teriakan histeris dari jauh. Segera Lanlan berlari ke arah mereka.
Sunlie sedang duduk memanen jamur tersentak kaget dan segera berlari cepat.Sunlie dan adik nya terdiam di tanah dengan pandangan jijik di matanya.
"Ada apa lie'er, Dan 'er? "Lanlan memandang ke arah tatapan anak anak. Terkejut sekejap namun detik berikut nya mata nya berbinar cerah.Meskipun ukuran yang tak wajar tapi di cukup tau hewan kecil apa itu.
Satu lagi cara baik membuat uang hehehe
" Uu.. ul.. ullatt! "
Mantan terperangah lagi lagi terkejut. Hari ini mungkin hari baik untuk terkejut seharian. Anak yang memandang dan berkata dengan jijik bukan lah Sunlie tapi Sun Dani. Lelaki kecil yang tak pernah berkata apa apa.
"Dan'er? apa ini ulat? " tanya Lanlan pura pura tak tau apa yang membuat dia kakak beradik ini menjadi jijik demikian rupa.
"Ibu.. ini ul. ulat.. be.. sal.. " Katanya lagi.
"Ulat? ini ulat? " Dan'er hanya menjawab dengan 'um' tapi hati Lanlan tergugah oleh jawaban nya.
Mata Lanlan beralih ke tanah. Di beberapa tempat ada puluhan ekor ulat besar yang berserakan di tanah atau pun di sekitar pohon buah. Saat ini pohon buah sedang menumbuhkan pucuk hijau. Munkin ini menarik para hewan kecil tapi ini luar bisa aneh. Ulat yang ada terlihat lebih gemuk dan besar. Mereka tak memilih daun. Bahkan daun yang gugur pun tidak akan di sia siakan oleh para ulat.
"Lie'er, panggil orang rumah ke sini, kita akan mengumpulkan semua ulat yang ada" Sunlie yang tak bertanya segera berlari pulang ke rumah. Lanlan menarik Dan'er ke pelukan nya. Lanlan cukup senang dengan Sun Dani, mungkin karena efek dari mata air tak hanya tubuh bahkan otak nya mulai merespons positif. Matanya sesekali berbinar cerah ketika sebelumnya yang hanya menatap kosong ke depan.
"Sayang, ibu senang mendengar kami bicara. Hari ini akan ada makan besar dan'er bisa meminta apa saja untuk makan"anak itu memandang Lanlan dengan penuh tanda tanya, dia diam untuk sementara.
__ADS_1
Tak ada respon lain, Lanlan masih senang. Mungkin dia masih perlu waktu lagi.Tak lama kemudian beberapa orang bergabung di kebun. Kali ini ada beberapa orang lagi selain keluarga sun dirumah.
"Lanlan ada apa? "
"Ulat, ini tidak baik, ulat akan menggangu pohon Ayoo singkirkan"
"Ya, kami juga akan membantu, sebaiknya kita bakar di sudut sana"
"Kenapa ada ulat sih ini aneh kebingungan kami bersih dari ulat.
" Kebun kami juga, tidak ada ulat nya! "
"Hrm apapun ayo kita bantu"
"Khmm..khmm.. Semua nya harap tenang. Saya hanya meminta ulat ulat ini di kumpul dan di bawah pukat termasuk yang kecil ataupun telur nya"
???
???
.
"Ya bagus untuk makanan unggas, baik lah kalau begitu"Kata Sun Tzu dari keluarga inti. Mereka datang ke rumah Lanlan lagi untuk melihat perkembangan di kandang belakang.
"Tidak tidak kalian salah, ini bukan ulat biasa ini adalah ulat penghasil uang"jawab Lanlan tenang
"Hah? "Semua ternganga tak percaya malah berpikir bagian mana dari ulat ini i yang bisa dimakan. Apa bisa di masak menjadi bubur, pastinya bubur akan begitu lengket dan menjijikkan
"Ya, ayo ambil dan bawa pulang dulu nanti ku jelaskan di rumah"Dalam rumah Sun, ada kepercayaan yang buta untuk Lanlan. Tanpa bertanya dan mendengarkan apa alasan nya para suami dan ibu mertua telah membungkuk memetik ulat ulat di tanah maupun di pohon. Saat orang orang bertanya mereka sudah mengumpulkan ratusan ekor di keranjang samping. Begini juga dengan dua anak yang ikut mengambil ulat dengan membuang rasa jijik.
Karena aksi keluarga sun, semua mau tak mau ikutan melakukannya.Lain hal nya dengan Lanlan yang hanya duduk melanjutkan memetik jamur jamur berharga nya.
Lanlan pulang duluan membawa jamur kembali, dia kemudian mengambil kertas dan pensil arang. Mengores dan mengores beberapa kali.Merenung mengingat dan mengores lagi. Ketika gambar yang di inginkan baru selesai, rombongan yang tadi ngumpulin Ulat telah kembali.
__ADS_1
Tapi mengingat masalah kain dia memiliki ide ide lain di otak nya yang kecil. Hehehe otak yang bukan sembarangan otak, ini otak penghasil uang. Dia mengambil kertas lagi mengores dan mengores untuk beberapa waktu lagi. Sampai dia puas dengan hasilnya,
"Lanlan ulat-ulat ini di taruh di mana? "Tanya Sun Zi yang baru tiba. Dia menatap Lanlan dengan senyuman penuh arti.Ada jejak ketidaknyamanan pada Lanlan karena nya. Tapi Lanlan berusaha menelan rasa itu kedalam.
"Tunggu sebentar, aku mau menjelaskan mengapa aku meminta kalian memetik ulat ulat ini" Lanlan menyerah kan satu sketsa gambar yang baru selesai di buat nya pada sun Zi.Sun zie menerima dan meneliti nya sebentar untuk kemudian menyerahkan pada yang lain.
Semua memandangi sketsa itu lalu mengerjab ngerjab kosong tak mengerti. Lanlan tersenyum dan menjelaskan maksud nya.
"Ulat ini di namakan ulat sutra,ada yang tau ataupun pernah mendengar perkataan sutra? "Tanya Lanlan. kain sutra sudah banyak yang beredar tapi hanya terbatas pada lingkungan orang kaya.
"Sutra?apa sejenis makanan? "Semua berpikir keras, apa itu sutra
"Sutra? itu bukan nama kain, aku pernah mendengar jenis kain sutra yang dipakai oleh para bangsawan,itu sejenis kain bagus? "Lan Xin selalu berhubungan dengan orang
"Kain? "
"Ya itu benar, kain.ulat sutra adalah penghasil benang sutra yang kelak bisa menghasilkan kain sutra yang lebih lembut dan indah, benang benang ini bisa di hargai per kati kemudian kita bisa menjual nya ke kota di toko kain"
"Benar kah? Ulat ulat ini bisa menghasilkan sesuatu yang indah? "Rasa tak percaya memancar di mata masing-masing orang. Benda bulat yang gemuk ini bisa menghasilkan uang lain untuk keluarga besar.
"Ya itu benar sekali dengan barang yang ku gambar ini maka kita bisa membuat uang tambahan lain di rumah. Para wanita bisa melakukan nya setelah memasak. Ini bagus meskipun hasilnya belum menjamin tapi cukup bagus untuk mencoba "Kata Lanlan lagi. Dia yakin ini akan berhasil karena kabar nya kain sutra sangat mahal di kota. Mungkin karena benang sutra nya sulit di jangkau. Dengan sedikit kimia tambahan maka kain akan semakin mahal dan mahal lagi.
"Khmm kalau begitu pinjam kan kami duluan gambar ini, lalu izinkan kami mengambil ulat nya lagi di kebun buah mu"Paman dari pihak sun ingin mencoba peruntungan baru. Dia harus meletakkan keyakinan yang sama pada keluarga sun ini.Meskipun berpisah, hati mereka masih condong ke keluarga inti.
"Bagus" kata yang lain
"Tidak" seru lan xiu ,dia juga mau mengambil bagian ini.
" Jangan "
"Kami saja, bisakah? "
"Tidak bisa!!!!
__ADS_1
????
!!!?!