Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
liburan di bukit lapin


__ADS_3

Setelah sarapan, satu keluarga berangkat langsung di kaki bukit lapin.Mereka berangkat tanpa pelayan aru budak di sisi.Hanya saja mereka membawa bersama perbekalan yang cukup banyak.


Tadi malam setelah mereka selesai berbincang-bincang, ayah mertua langsung mengirimkan sekretaris nya untuk mengurus beberapa persiapan untuk perkemahan.Ini termasuk dengan beberapa sayur dan tiga ekor kelinci gemuk yang masih hidup. Semua peralatan masak juga lengkap dengan bumbu dapur juga beberapa panci dan beras.


Anak-anak juga bersorak-sorai di gerbong dengan bahagia.Sampai sampai dua bayi kembar menangis karena terganggu.Tentu saja sun yat naik angin.Dia segera memarahi dua anak agar duduk diam dan tenang.


Barulah dua anak ini duduk dengan rukun setelah di omelin oleh ayah berondong.


Dua jam kemudian keluarga ini sampai di kaki bukit setelah melewati beberapa desa kecil yang tentunya masih kosong dengan penduduk. Hanya saja suasana nya cukup untuk membuat mulut ternganga lebar.


Puluhan jenis bunga berderet rapi di pinggir jalan. Mereka juga ada di beberapa tempat lagi.Berada di setiap ceruk perbukitan dan di bawah pepohonan yang baru di tanam. Tidak ada sejengkal tanah pun yang tidak di tanami bunga dan beberapa pak rumah lebah penghasil madu. Di perkiraan akan mekar dua minggu lagi atau lebih.Nanti pasti lebih indah dengan warna warni berbeda.Mereka juga akan menghasilkan madu yang manis.


Bunga bunga juga akan di gunakan Pabrik kosmetik dan juga pabrik kain. Ini semua akan menambahkan pundi-pundi emas untuk bukit lapin.


Tidak sampai di sini, karena pengetahuan tentang ulat-ulat sutra di desa lamanya. Maka peternakan ulat-ulat sutra sudah mulai berjalan dan akan menghasilkan beberapa bulan lagi. Melihat kesini tidak hanya lanlan tapi semua keluarga juga tersenyum membayangkan masa depan yang cerah.


Di sisi lain dua anak hanya tau bergembira menatap pemandangan indah yang terhampar di depan mata. Hati melonjak senang dan nyaris lupa dengan kejadian semalam.


Adapun kuningnya bulir-bulir padi dan gandum menambah keindahan pedesaan. Lanlan langsung berpikir ada beberapa belut gurih di ladang tapi dia tak punya waktu untuk ini.


Melihat ke kaki bukit, pemandangan lebih memanjakan mata.Saat ini bukan lagi bunga tapi puluhan batang pohon berjejer rapi mengikuti jenisnya masing-masing.Dengan bantuan air surgawi mereka tumbuh besar dan kuat lebih besar dari pohon aslinya. Mungkin mereka akan bisa makan buah tahun depan.

__ADS_1


Ketika kereta dengan kilat sebagai penariknya melaju masuk ke bukit lebih jauh.Mereka berhenti dan turun untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.Kuda kilat juga di lepaskan dari kereta untuk berlari lepas dan bebas di bukit lapin.


Begitu kilat berlari pergi untuk merumput,keluarga ini berjalan kaki dengan pelan namun penuh semangat. Namun perlahan lahan kegembiraan segera berlalu meninggalkan rasa lelah terutama bagi lanlan pribadi, dia sudah mulai mengeluh dan bertanya pada Ayah mertua nya.


"Ayah mertua, apa masih jauh?" ayah mertua sudah mengatur tempat jadi mereka hanya tinggal pergi langsung ke tujuan.


"Sudah dekat,ini masih beberapa menit lagi saja" jawabnya tersenyum.


Ibu mertua juga masih tersenyum sejak pagi.Usianya tidak lagi muda tapi kekuatan yang dia miliki masih melekat sampai ke tulang.


Lanlan saja sudah ngos ngosan berjalan terseok seok di sela sela akar pohon tumbang tapi dia berjalan santai seperti berjalan di aspal. Lanlan kalah di sini.


Wanita tua ini berjalan dengan membawa panci dan beberapa barang tapi lanlan hanya berjalan tanpa beban juga masih tak berdaya jadi dia mengacungkan jempol untuk ibu mertua nya ini.


Ibu mertua tertawa ringan tanpa berniat menyombongkan diri.Dua anak juga masih enerjik berlarian seraya tertawa senang.


"Kau hanya tidak terbiasa menantu perempuan hahaha"


"Tidak ibu mertua, kau.. hah. kau memang hebat hah... hah.." masih saja ngos ngosan.Kakinya sampai keram akibat berjalan jauh. Dia mulai menyesal mengusulkan saran untuk berlibur di bukit.Apa sebaiknya dia hanya meminta untuk hanya berkemah di kaki bukit saja daripada memanjat ke atas demi menyaksikan matahari terbit.


Sun yat juga tidak berjalan dengan kosong, dia sibuk dengan batu kecil juga dengan beberapa barang di punggung. Sedangkan sun Qie memegang bintang kecil dengan tiga kelinci gemuk di keranjang belakang.

__ADS_1


"Ayah mertua, masih jauh" rengek lanlan, dia sudah tidak bisa berjalan lagi.


"Ini sudah sampai" kata ayah mertua ketika mereka sampai di pinggir sungai kecil. Sungai nya tidak begitu dalam tapi airnya jernih dan sejuk.


Di sisi sungai ada tiga gubuk tanpa pintu dan jendela.Seperti nya gubuk di bangun asal asalan.Dan ini masih cukup baru.


"Ayah meminta orang untuk membangun nya dan harus selesai sebelum pagi hehehe"jelasnya.dia sedikit malu mengakui bahwa dia membuat beberapa budak bekerja semalaman tapi dia jelas tidak mau mereka tidak nyaman nanti di alam liar. Hanya gubuk sederhana dengan papan yang di atur sedemikian rupa menyerupai ranjang untuk memudahkan mereka tidur di malam hari. Ada juga selimut yang sudah di hamparkan demi kenyamanan.


"Ayah mertua ku paling baik " dengan gubuk ini masalah kemah terselesaikan.


Lanlan tidak terkejut melihat sun lier datang dengan adik nya.Mereka selalu suka dengan aliran sungai yang bersih di depan mereka. Tentu saja mereka ingin terjun tapi masih bertanya pada lanlan demi rasa hormat.


"Ibu.. bolehkah? " sunlie menatap lanlan penuh harap, dia sudah lama tidak bermain air.Dulu dia dan sun dani selalu bisa bermain di sungai dengan anak anak desa jika pekerjaan sudah selesai tapi sejak pengungsian ini sudah terlupakan.


"Tentu sayang" begitu kata kata lanlan jatuh, dua anak langsung menceburkan diri ke sungai dan tertawa lepas.


Sun yat segera menyerahkan batu kecil pada lanlan selagi dia membersihkan tempat dan menyebarkan selimut untuk dua bayi.Bayi bayi ini akan segera tertidur lagi.Lalu sun yat mengambil batu kecil pada lanlan dan bintang kecil pada Sun Qie kemudian dia menguburkan diri di ranjang bayi dan membuat keduanya tidur siang.


Ibu mertua bergegas menyiapkan kompor sederhana dengan mengatur tumpukan batu membentuk segitiga di depan gubuk. Kemudian dia berlarian mengutip ranting dan membakar nya untuk merebus air hangat.Dia berniat membuat satu tungku lagi untuk memasak nasi hangat untuk makan siang sederhana.


Ayah mertua juga tidak diam,dia segera menyibukkan diri dengan mengurus kelinci dan mencucinya di aliran sungai agak jauh untuk membakarnya nanti. Semua pekerjaan di bantu sunQie dan ini selesai agak cepat.

__ADS_1


Semua orang sedang sibuk dengan segala sesuatu nya, hanya lanlan yang duduk sambil memijat betisnya yang terasa kaku. Uuuuhh.. nyaman...! "


__ADS_2