Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Sun zie 4


__ADS_3

Butuh waktu setengah jam ketika tubuh bisa bereaksi kembali.Paman pertama yang bangun terlebih dahulu, dia agak sempoyongan mendekat ke sun zie.


Pan ke tiga tetap bingung dalam waktu lama setelah kondisi pulih.Bukan tubuh tapi mentalnya yang jatuh dengan kepergian tiga anggota keluarga nya itu, wajahnya muram di sepanjang jalan.


Sun zie tidak banyak bicara hanya mempercepat kaki nya melangkah demi sun lie.Saat ini tujuan sudah di kenal, itu adalah kelompok penjual manusia yang bergerak hanya dua mil ke depan. Dia harus cepat memotong waktu.


Berjalan cepat mereka akhirnya bertemu dengan rombongan yang fi maksud.Rombongan ini selalu berhenti di jalan fi karena kan membeli pasokan budak sewaktu waktu.


Banyak nya kaum pengungsi yang lemah dengan perut kosong maka ada banyak stok budak di jaring dengan mudah nya.Ada yang rela menjual diri sendiri ada juga yang menjual anak orang lain ada juga yang iklas menjual diri dan satu keluarga utuh demi sesuap nasi.


Namun keuntungan besar do dapat kelompok sun zie karena bisa menemukan kelompok itu tak lama setelah nya.Sun zie pada dasarnya memang kurang berbicara langsung terjun ke gerbong dan masuk ke dalam dan menemukan sun lie di sana.


"Ayah...! "


Sun lie meringkuk di ujung gerbong dengan wajah menghitam , di samping nya adalah anak laki laki seusia dengan nya. Bocah itu memegang erat tangan sun lie seolah olah gadis kecil itu teman dekatnya. Sun lie hampir menangis melihat ayah nya datang. Di senang apalagi perutnya belum di isi sejak tadi malam, dia lapar


Sun zie bergegas menarik gadis kecilnya menciumnya sebentar dan langsung terjun ke luar gerbong. Diluar dua paman sudah kembali bertarung dengan penjaga gerbong kereta.Meskipun hanya petani tapi kemauan nya cukup tinggi dan itu layak dapat pujian. Mereka hanya mengandalkan batu tapi segera dapat menarik pedang yang jatuh dari penjaga.


"Hiyat.. hiat.. "


sret.. sret....


buk.. buk.. buk..


Kehadiran ketiga nya membuat semua budak kocar kacir. Banyak di antara nya memanfaatkan hal itu untuk kabur tapi banyak juga yang diam di tempat karena memang ihklas menjadi budak. Mereka diam tak membantu apapun. Hanya satu yang mencolok di sini, bocah seusia sun lie yang sejak awal menempel pada sun lie bagaikan perangko. Dia tak mau kehilangannya sunlie jadi dia menarik ujung baju sunlie sejak awal tanpa bicara.


"Paman pertama...


" Akh.....


Seru sun zie ketika paman pertama lanlan itu jatuh ke salju yang dingin ketika bahunya terluka oleh sabetan pedang.Andai sun zie tak memberi peringatan maka bukan bahu tapi kepalanya yang akan di tebas. Namun karena rasa sakit di bahu dia lengah tak ayal penyerangan segera melayangkan satu lagi sabetan tajam tepat ke perut yang terbuka namun....


"Akhhhhhh.

__ADS_1


Satu lengan utuh jatuh tergeletak di salju yang putih menciptakan bunga mawar merah di sana. Raungan kesakitan terdengar menakutkan. Sun zie bergidik ngeri, dia belum pernah melihat manusia berlumuraran darah sedemikian rupa dan ini membuatnya mual ingin muntah.


Huekk... huekk...


Untungnya ini bukan lengan paman pertama.


Sun zie menatap bayangan gelap di sana, ada sosok lelaki muda belasan tahun berdiri dengan lincah menebas para penjaga, satu persatu penjaga tumbang di tempat.


Di terluka di perutnya namun efesien kerjanya cukup memuaskan.Bibir nya yang seputih salju menggambarkan bagaimana dia mulai kehilangan darah sejak lama.Namun dia sosok yang keras kepala hanya melayangkan gerakan kematian berkali kali tanp berkedip.


Sret... sret... sret..


cling.. cilng...


Sret... akhhh.....


Akhhhh.....


Ahhhh...


Semua gerakan lihainya hanya hitungan menit, sun zie bahkan belum mengatur nafas. Dia terpana dengan kekuatan lelaki muda, ada rasa iri di hati nya yang tumbuh perlahan lahan. Andai dia sekuat itu...


Bocah lelaki lengket segera berlari kearah lelaki misterius yang sudah selesai dengan penjaga hanya menyisakan pemilik gerbong yang ketakutan di ujung sana.


"Tuan... ambil apa yang kau suka.. tinggal kan kami baik? "Mereka adalah pasangan suami istri yang sebelumnya sombong namun sekarang ciut bagaikan tikus got.


Mereka adalah pasangan yang selalu di atas hingga tidak ada yang mau membuat masalah dengan nya tapi hari ini mereka jelas menemukan lawan yang salah.Beberapa minggu yang lalu fia menbeli seorang anak lelaki gendut dengan berpakaian bagus. Dan ini hanya satu perak siapa yang nau menolak. Kemudian mereka membeli dan mengubahnya menjadi pengemis kecil dalan kurun waktu itu tapi sekarang mereka menyesalinya dan berniat mengembalikan juga dengan imbalan beberapa perak lagi


Namun lelaki muda dengan separuh nyawa ini tak mau memberi kesempatan apalagi bocah lelaki ini terlihat lemah dengan luka di punggung nya. Jadi emosi yang ada langsung di sampai kan dengan pedang penuh darah yang masih menetes menyeramkan.


Putranya tidak boleh kurang satu helai rambut pun tapi sekarang dia bahkan sulit mengenalinya. Putra ini pasti sudah kelaparan beberapa hari dan ini membuat dosa pasangan ini tidak termaafkan jadi pulanglah ke langit...


Sret...

__ADS_1


Akhhhh


Akhhhh....


Tubuh dua insan yang berpelukan segera memerah dan berkelejotan di salju beberapa kali untuk beberapa detik sebelum jiwa mereka terbang ke langit dan memaki dengan putus asa sebelum menghilang.


"Ayah... kau..


Sjn zie akhirnya mengerti hubungan antara lelaki muda itu dengan bocah lem, walaupun sebenarnya usia pemuda itu masih belasan tahun tapi terkadang orang orang kaya selalu bisa memiliki beberapa istri di usia muda jadi ini mungkin saja terjadinya. Tapi kata kata anak itu mengingatkan sun zie tentang luka menganga di perutnya, lelaki itu sekarat.


"Tidak apa apa, kau baik baik saja? "Tanya nya sementara si bocah lem mengangguk pasti.Dia sudah tersenyum gembira melihat ayah nya datang setelah berhari-hari terpisah.


Sun zie tau bagaimana hati seorang ayah ketika anak nya hilang tapi dia harus berterimakasih dan berjanji akan membayar budi ini di lain waktu. Dia membungkuk hormat dan berkata


" Terima kasih dermawan, andai saja tidak ada kau. kami mungkin....


Kata kata itu tak pernah tersampaikan karena di detil yang sama suara aneh muncul di langit.


Ribuan anak panah datang dengan kecepatan kilat. Dan itu mengarah tepat pada lelaki misterius itu.


"Awas.....


Di detik itu juga sun zie dengan sigap melempar sun lie pada paman pertama yang terganga melihat fenomena tak wajar ini. Di detik lain sia menangkap sesosok. mayat penjaga dan berlindung di depan tanpa pikir panjang namun selanjutnya dia berubah menjadi perisai hidup.


" Sun zie.....


"Ayah... tidak...


" Zie 'er....


Bagaimana pun dengan kecepatan yang sama lelaki misterius juga menarik mayat pasangan di salju untuk menambal kekosongan hingga ratusan anak panah singgah di atas mereka.


Semua terjadi tak sampai semenit tapi ratusan anak panah sudah banyak mengambil nyawa beberapa calon budak yang dekat untung nya dua paman dan sunlie bergerak menjauh hingga selamat dari hujan panah tapi... sun zie......

__ADS_1


__ADS_2