
Jauh di lautan luas....
Ombak besar yang tiba tiba datang menggulung sebuah kapal yang berayun ayun tidak jelas. Beberapa layar sudah terkoyak sejak awal.Beberapa balok kayu berderit menyeramkan.
Beberapa lelaki berlarian menahan tali layar dan berteriak diantara kerasnya angin yang datang. Ombak besar membuat lambung kapal tiba tiba miring dan menjatuhkan beberapa barang ke sana kemari.Seseoeamg masih setia di kemudi seraya memberikan komando dalam kondisi basah kuyup oleh air laut.
"Cepat... pertahan kan tali di timur.. pegang.. terus.. "
"Semua nya seimbang kan kapal, ayo ke sisi kiri, bagus pertahankan!!! "
"Ketua.. layar atas sudah koyak"seru seseorang yang juga sudah basah kuyup, wajahnya sudah menua lebih sepuluh tahun dari usia aslinya. Hidup seorang nelayan tidak mudah.
"Pertahankan,hanya sebentar lagi, ayo.. ayo.. !! " Beberapa layar juga terkoyak lagi, hanya satu yang masih utuh. Tapi mereka tidak mau mati di laut. Harus bisa... harus...
Ayo, lihat balok itu, hati hatilah"....
Dalam kengerian ini, sejumlah anak anak saling berpelukan.Mereka saling menguatkan agar bertahan di antara angin dan ombak laut. Itu adalah keluarga Sun.
"Kakak tertua, takut, huwaaaa... ! "
" Kakak.. kakak nenek... tolong yaya takut "
"Huwa.. huwa.. pulang.. aku mau pulang.. huwaaaa... "
"Kakek.. apa.. yang harus aku lakukan .. kakek? "Kakek dan nenek sun berdiri di pintu dan jendela.Mereka harus mencegah angin masuk.Ini kemarahan dewa laut.Tubuh keduanya berdiri dengan teguh, angin terlalu kuat tapi anak anak masih sulit bertahan tanpa mereka. ayolah..
"Sabar.. Lie'er, tenang kan adik adik mu, baik. Mari tunggu angin nya tenang. Ayolah"ucap kakek yang gemetaran menahan angin yang mencoba menerobos masuk. Air laut sudah masuk terlebih dulu hingga lantai semua basah kuyup.
"Dani cepat lah tenangkan adik adik mu"seru nenek Sun yang sudah kelelahan, dia sudah di posisi ini lebih dari setengah jam. Dia sudah terlalu tua..
"Sayang.. yaya sayang. ini.. hiks.. ini cuman sebentar, ayo kita tidur ,baik?" sun lie membujuk adik adik nya yang ketakutan tapi dia sendiri tidak dapat menahan diri. Dia sudah terlalu lelah berjuang di lautan yang seperti tanpa akhir ini.
"Kakak.. ayo.. ayoo pulang... laut.. tidak enak.. hiks.. hiks.. kakak lelaki, ayooo aku mau ibu. huwaaaa...! "
"Huang, Sun Huang.. kita adalah lelaki tau, jangan menangis.. ini.. ini memalukan! " Sun Dani memarahi adiknya dengan keras supaya tidak menangis tapi dia sendiri berurai air mata.
__ADS_1
"Be.. benarkah?" Huang menatap Dani dengan nata besar, seakan akan mencari kebenarannya sendiri.
" hemm lelaki tidak boleh menangis, lihat kakak lelaki, dia tidak menangis "kata Sun Dani mencoba tegar.
"Baiklah, hu.. Huang tidak akan menangis, Huang adalah lelaki"Lelaki kecil yang malang, berusaha kuat ditengah terjangan ombak laut yang ganas.
" Hemm bagus, ayo tidur lah, nanti ketika bagun, ombak jahat telah pergi, tapi juka kalian tidak tidur, ombak tidak akan pergi, dia sula dengan anak anak yang tidak mau tidur baik? "bujuk Sun Lie pada empat anak. Dia sudah tidak bertenaga lagi. Mereka sudah makan bubur dua hari ini. Makanan sudah mulai habis.Berharaplah ombak besar tidak membawa semua makanan pergi, jika tidak...
"Begitu?"
" Ya benar, jadi tidur lah"
"Baik"
Keempat anak ini adalah anak anak yang patuh. Tapi siapa yang bisa tidur dalam kondisi ini.ini sulit..
Dari dalam kamar, suara kayu patah terdengar dengan keras, Sesaat kemudian suara runtuh menyertai nya. teriakan para penjaga bayangan yang bertugas mengontrol kapal, juga terdengar khawatir. Seperti nya ini tidak bagus.
"Suamiku, ini sudah berakhir, kita tamat!!" kata nenek Sun pada kekek Sun yang berdiri di depan pintu untuk menahan angin.
"Tidak, tidak kali ini, ayo lah wanita tua, bertahan lah demi mereka" ujarnya lagi, dia juga sudah lemah kakinya sudah menjadi bubur. Ada luka besar di pinggang, tadi dia menabrak ujung meja.
"Bahaya, Dani, lie'er, bawa adik adikmu ke sini cepat!!"teriak kakek di depan pintu tidak bergerak sama sekali.
" Huwa.....
Yaya menangis lagi dan itu memancing tiga anak yang lainnya. Sekarang tidak bisa lagi di bujuk dan ini semakin buruk saja. Tidak akan bisa bertahan lagi.
Sun Lie dan Sun dani bergegas menarik empat anak, tapi mereka sedikit kesulitan. Dua anak untuk satu, lagi pula anak anak ini sedang menangis keras. Agak sulit di seret.
Brtttt... brrttt.
Dani melirik ke atas lagi,balok nya sudah akan jatuh tapi ini..
"Ayo.. ayo.. !"pekiknya , tapi empat anak masih asyik dengan tangisan masing-masing, mereka seperti tidak peduli hanya tau, hati mereka ketakutan.
__ADS_1
" Takut... huwa.. takut.. kakak.. !! "
"Nenek.. kakek.. huwaaaa... huwaaaa..!! "
Brrt.. brukkk. bomm..
Tiba tiba balok itu jatuh ke lantai dan langsung mengarah ke anak anak.Sun Dani memblokir balik taoi dia masih kecil jadi itu tidak akan bekerja. Dia langsung pingsan di tempat.
Sun Lie refleks mengendong Yaya, di dapati yaya terluka di lengan. Lukanya membuat dia pingsan juga.
"Yaya.. oh adikku.. yaya, sadarlah. huwa.. nenek yaya nek"
Nenek dan kakek segera lari meninggal kan pintu dan jendela.Mereka buru buru mencari anak anak di bawah balok. Dalam lima menit ,tiga anak hampir menutup mata. Mereka jelas terluka berat.
Nenek dan kakek begitu takut melihat kondisi mereka saat ini. Baju mereka memerah karena darah. Dalam kapal sebelum nya ada obat tapi dalam cuaca begini takutnya obat akan basah dan tidak akan berguna.
"Kakak.. tertua.. Hu... Huang.. haus.. kak! 'kata Sun Huang lemah. Air sekarang sulit.adik adiknya sudah tidak minum dari tadi malam. Sekarang mereka terluka,hal pertama yang mereka minta hanya lah air..
" Huang, dengar kan kakak sayang, dengar.. hiks.. hiks..!"Sun Lie sedih sekali. Huang terluka parah begitu juga dengan yang lainnya. Dia tidak berdaya sekarang.
"Bayangkan kau sedang ada di perkebunan. Banyak pohon buah dan.. Huang sudahkah kau membayangkan nya, adik?"katanya setengah memaksa.
"Ya kakak, aku.. aku melihat nya"kata Huang lemah. tenggorokan nya kering. Tapi dia benar benar melihat pohon yang penuh dengan tangkai buah.
"Bagus, adikku pintar sekali, sekarang di sana ada juga rumah kecil yang nyaman. iyakan Huang?"Sun Lie menangis dalam hati. Ya dewa, adik adikku haus. bantulah kami..
"Iya,, a..ada rumah juga.apa ada kamar untuk ku sendiri an?"tanya Huang bersemangat.
"Tentu saja sayang,ada kamar khusus untuk mu dan juga untuk nenek dan kakek,iyakan.huks..hiks..a..ada air kolam yang jernih, itu manis sekali"katanya dengan senyum pilu.
"kakak.. aku... aku ingin minum, a..aku.haus, boleh kah?" Huang kecil ingin berenang di kolam yang penuh dengan air yang berlimpah. Matanya menerawang penuh harapan.
"Hem.. tentu saja, ayo.. hiks.. hisk.. ayo pergi minum. Minum sepuas hatimu, baik?"
"Baik, aku.. pergi, air.. a...
__ADS_1
Tiba tiba....
" Hah? nenek? kakek? adik Huang... ahh... adik Huang... tidak!!!!!?