
Setelah melemparkan gambar, lanlan kembali ke kamarnya untuk menggantikan pakaian bersih buat Sun Qie.Biar kan mereka saja menguras otak sampai pagi.
Kembali ke ruang ajaib, lanlan segera melakukan rutinitas nya pada sun Qie.Dia juga beristirahat sambil memandang pepohonan yang rindang di depan nya. Ruang nya ini tak pernah jadi lebih luas dari sebelumnya. Hanya seukuran dua kali lapangan sepak bola.
Sekarang banyak pohon buah sudah besar dan berbuah lebat. Di perjalanan lanlan selalu melemparkan beberapa macam pohon lagi ketika dia menemukan nya di jalan.
Kali ini dia menemukan pohon tebu yang bagus untuk membuat gula pasir.Bahkan dia menemukan pohin bagus untuk membuat minyak kayu putih.Kejutan lain terjadi ketika dia menemukan limau bali dan salak manis.Zaitun dan kurma merah juga beberapa pohin wijen.Dia sekarang membuat minyak wijen selain dari. minyak kedelai.
Dari minyak maka dia juga memproduksi beberapa produk anaknya seperti sabun mandi dan sabun kecantikan. Sekarang di ruangan nya ada puluhan ember berisi bermacam-macam bahan jadi.Meski demikian semua produksi hanya dalam skala kecil hingga tidak memungkinkan untuk di edarkan kelak. Hanya saja ketika produk jadi di anggap berhasil maka semua resep nya di tulis rapi dan di simpan di gubuk.
Yang paling di sukai adalah ketika lanlan berhasil membuat keju meskipun jauh dari kata sukses.Dia membuat mentega juga dari minyak kedelai.Seandainya kelapa sawit di temukan pasti dia akan memproduksi lebih banyak lagi.
Produk yang di buat lanlan kebanyakan adalah produk berbasis nabati. Hanya saja ketika produk nya sukses maka produk lain dengan bahan lemak hewan bisa di buat nanti dengan resep yang sama. Bisa membuat beberapa barang ini saja lanlan sudah senang jadi dia mengunakan semua produk dan di nikmati sendiri di ruang dengan bahagia.
Selesai makan dan minum dengan puas lanlan kembali ke kamarnya yang di kunci dari dalam.Hanya sun yat yang mau mengeruk pintunya sekarang.Tapi memikirkan sun yat yang tidak kembali setelah hari begitu larut,maka lanlan menganggap sun yat masih larut dalam rapat mengenai sketsa yang di berikan nya tadi. Jadi lanlan berbaring lagi di samping Sun Qie dan tidur sampai siang.
__ADS_1
Seperti yang di perkiraan, sun yat memang ikut dalam diskusi namun hanya membantu dengan membuat kopi dan beberapa buah ubi jalar yang di rebus.Fia rak tega tidur tanpa bisa membantu.Saat ini diskusi makin mendekati kata sukses. Ayah nya sudah begitu tua tapi jangan remehkan pengalaman nya dalam hal pertukangan. Dia begitu ahli.
Dalam beberapa jam saja sebuah gambaran nyata dari gambar kasar lanlan segera terlihat di kertas.Mereka sudah menghitung berapa berat yang bisa ditanggung kuda perang nanti nya.
"Mari istirahat dulu beberapa jam. Kemudian kita akan mulai membuat nya setelah makan siang. Mengenai kayu, ku pikir baik baik saja bila kita membuka gudang belakang"
"Benar sekali kakek sun, aku juga pernah menemukan beberapa barang pertukangan di sana.Yat 'er pastikan kita cukup punya lemak untuk ini"
"Kurasa itu cukup, ada beberapa lemak babi yang tersisa"Kemudian mereka berbincang bincang sebelum akhirnya bergerak menuju tempat tidur masing-masing. Sun yat sendiri berbaring di sebelah ayahnya, pada akhirnya dia tak kembali ke kamar lanlan.
Tak lupa satu teko kopi hitam pekat yang harum, satu teko lagi teh manis hangat.Untuk empat anak ada susu kental tanpa gula, hanya saja ada krim lain di pot berbeda. Satu pot adalah krim stroberi dan satu pot lagi adalah coklat pahit.Lanlan tak pernah mengeluarkan benda pahit ini tapi sekarang dia memilih nya.Hanya saja entah kenapa barang baru ini cukup enak bila di gabung kan dengan susu manis yang kental.Nanti anak anak bisa memilih mengunakan krim apa pada susu masing-masing secara mandiri. Kata lanlan benda pahit ini namanya 'coklat'
Ke tiga lelaki melewatkan sarapan pagi, mereka bangun ketika hari sudah begitu siang. Dengan cepat mereka minum kopi panas dan makan bubur. Tak perlu kenyang karena makan siang hanya sebentar lagi. Lanlan hanya menasehati agar tak perlu terburu buru,dia cukup senang dengan gambaran nyata yang di buat tadi malam.
"Bagaimana lanlan, apa bisa? "
__ADS_1
"Aku cukup yakin paman, kalian hebat bisa mengerti apa yang aku pikirkan.Oh ya paman pertama, bila ini berhasil maka cetak biru ini bisa paman jual ke pemerintah dengan banyak uang.Pasti mereka akan tertarik dan mau membayar mahal untuk ini"Kata lanlan santai.
Dia cukup yakin ada pihak yang tertarik dengan teknologi sederhana ini. Meskipun dia hanya menirunya tapi apa yang salah dengan menghasilkan sedikit uang aslinya dia masih membantu di saat yang sama. Mengenai uang dia masih memiliki cukup emas tapi siapa yang akan menolak rezeki nomplok.
Paman pertama tercerahkan oleh perkataan lanlan, masih ada ruang untuk membuat uang di sela sela waktu ini. Namun begitu dia sedikit tak nyaman sebenarnya karena ide nya adalah dari lanlan dia dan adiknya hanya mengembangkan nya saja. Lagipula kakek sun dan sun yat sendiri berpartisipasi dalam hal ini. Jadi dia tak layak meminta hak untuk cetak biru ini.
"Tapi bagaimana bisa paman memiliki ini, ambil saja dan jual. Paman baik baik saja jadi jangan hiraukan. Kita masih akan untung nanti jika sampai di sana tepat waktu" kata paman pertama malu malu.
"Baik lah, mari kita jual nanti dan bagi rata"Paman ke tiga lega mendengar jawaban lanlan dan buru buru berkata
"Baik, itu lebih untung hahaha"tawanya cukup garing tapi masih bisa di tolerir. Paman pertama cukup tau mengapa adiknya berkata begitu tapi dia langsung mengalihkan perhatian semua orang dengan mendesak pergi.
"Ayo kita mulai, kita tidak boleh terlambat. Para pemberontak sudah dekat" katanya.
"Baik"Semua berseru penuh vitalitas. Mereka segera berbagi tugasnya.Ke empat lelaki pergi ke gudang yang di maksud dengan penuh semangat.Mereka bekerja dengan giat.Mereka harus cepat dan akurat tanpa membuat kesalahan karena waktu terbatas.Mari kita memulai kembali semua nya dari awal.
__ADS_1