
Beberapa pasang mata memandang ke arah Lanlan yang berkata tidak atas hal penanganan ulat ulat sutra.asuara Lanlan terdengar lantang di telinga.Hal ini di anggap tak wajar ketika wanita-wanita membicarakan isi kepala nya di dalam perkumpulan para lelaki di rumah,Wanita jelas tak punya tempat untuk menyuarakan pendapat.
Orang di era ini memiliki pandangan miring pada wanita. Wanita hanya lah produk tambahan yang tak layak di perhitungkan. Meski seberapapun jasa mereka dalam keluarga, terkadang wanita bahkan tak wajib duduk di meja makan yang sama.Hanya ketika dia berada di posisi ibu atau nenek barulah dia bisa menjadi tuan untuk dirinya sendiri itupun belum bisa di hitung bila masih ada suami di sisi nya.
Seperti nenek Lan yang suaminya sudah meninggal jadi semua keputusan nya bisa di dengar keluarga tapi posisi ini masih bisa di geser bila ada putra yang tidak berbakti. Keputusan nya masih bisa di pertanyakan. Sungguh merepotkan, wanita yang berpikir dan bertindak demi kepentingan keluarga namun masih di pandang sebelah mata oleh dunia.
Kenyataan ini yang membuat mereka berani bertanya pada kakek sun yang duduk di kursi pesakitan.Meski kenyataan nya dia hanya bisa duduk tanpa kontribusi apapun, tapi tetap saja perkataan nya adalah emas bagi keluarga.
Kenyataan ini tidak akan membuat Lanlan senang. Dia selalu mandiri di dunia sebelum nya tapi senang bisa menghasilkan uang bagi keluarga baru nya tapi karena masalah ini dia sekarang baru menyadari posisinya di keluarga.Lanlan terluka
"Ini aku yang tidak akan memberikan bagaimana cara membuat benang-benang"bantah nya
"Tapi Lanlan....
" Baik cari saja ayah mertua tentang cara nya jangan cari aku"Lanlan pergi ke dapur tak keluar dari sana sementara waktu.Dia membuat kopi susu untuk dirinya sendiri tanpa membuat untuk yang lain.Kopi susu dihirup pelan dan pelan sambil berpikir ulang. Jika pada akhirnya semua memiliki mengakui keberadaan maka dia juga akan menolak kehadiran yang lain dalam hidup ini.Tapi tetap saja Lanlan semangat untuk diri sendiri dan berpikiran positif lagi.
__ADS_1
"Hidup lah untuk diri sendiri jangan pikir yang lain.,....
Tak ada yang bersuara di ruangan.Hanya keheningan semata.Setelah beberapa waktu ayah mertua Lanlan berkata dengan tenang.
"Semua adalah kontributor adalah Lanlan sendiri, jadi dia berhak mengaturnya sesuka hati, maka cari lah dia untuk bertanya "Sebagai penetua di rumah dia masih menjujung harga diri dan martabat keluarga tapi apa arti semua nya di banding keutuhan keluarga lengkap yang baru di rasakan sendiri.
Kenapa ketika dirinya sehat dan kuat dia bahkan tidak bisa menghasilkan beras alih alih uang.Di tangannya keluarga hanya memakan ubi jalar dengan campuran dedak kasar ketika masih bersama keluarga inti. Kehidupan makin terpuruk setelah berpisah oleh keluarga besar. Mereka tersingkir hanya karena pemikiran untung rugi bukan berdasarkan kasih sayang dan hubungan darah.
Meskipun tak berdaya di tempat tidur bagaimana dia tak sadar tentang susah nya hidup beberapa bulan yang lalu. Tiga putra nya dan dua cucu tidak cukup makan.Mereka kuyu dan kurus hanya menampilkan tulang.Semakin terpuruk ketika menantu satu satunya pergi meninggalkan dua anak sehingga Sun Dani terbelakang pada akhirnya.
Bagaimana dengan perubahan anak anak kecil di rumah yang semakin sehat dan berdaging.Putra putra nya juga lebih berisi dan energik. Mereka bahkan cukup uang untuk membeli pakaian baru. Saat ini kaki Sun zie telah banyak perubahan bahkan dia merasakan perubahan baik pada tulang tuanya.ini beneran kontribusi Lanlan sebagai bintang keberuntungan keluarga, jadi kenapa tidak mengakui tentang hal ini.Sungguh tidak mau keberuntungan ini berbalik jadi kesialan lain di kesempatan berikut nya.
"Tapi...
" Bahkan kami hanya akan mengikuti nya di kemudian hari kenapa masalah ini di kecuali kan? " Kata kakek Sun memotong kata ipar nya pelan.Meski pun tak mau bertarung secara langsung tapi ini rumah nya. Dia ada hak nya sendiri di sini.Sedang ini adalah ponakannya sendiri lelaki yang ikut campur tangan dalam hal pemisahan keluarga.
__ADS_1
Mereka di remehkan dulu, di pandang jijik bagai kan kotoran babi.Di buang acuh tak acuh tapi mengapa setelah ada sinar semua mengharapkan dapat curahan cahaya tanpa mencari tau pendapat orang rumah. Tak ada yang lebih layak dapat perhatian seorang Lelaki tua Sun selain menantu baru nya sangat bintang keberuntungan, Lanlan
Kata kata kakek Sun yang makin kuat penuh yakin akan keputusan nya sendiri, membuat semua mengerutkan kening tanda tak percaya. Apa posisi nya di keluarga sudah tidak berlaku lagi atau masih ada sedikit dendam di hati.Mari singkirkan perasaan bodoh ini dan mencari tau membujuk lagi dan lagi. Siapa tau masih ada kesempatan ke dua.Pikir mereka
"Kami pikir penetua lah yang memegang keputusan akhir jadi kami tak berpikiran panjang "Kata lan xiu,dia tak berharap banyak pada Lanlan karena dia berpikir Lanlan pasti masih menyimpan amarah di hati nya. Karena hal ini bukan tidak mungkin dia akan tersingkir lebih awal.Mengingat hal ini dia sedikit berkecil hati.
" Sebagai penetua di keluarga ini aku mengakui bahwasanya semua keputusan ada di tangan ku tapi ingat lah satu hal. Lanlan adalah nyonya besar di rumah kami dia bahkan bertanggungjawab tentang pengelolaan dana rumah tangga sejak dia masuk. Kami sepasang suami istri tidak akan menggangu dia dalam urusan nya kedepan. Kami hanya bertanggung jawab melihat dan menasehati mereka seperlunya. Adapun kata kata lanlan adalah mewakili semua anggota dalam hal uang dan usaha keluarga "
"Begitu ? "Biasanya masalah keuangan keluarga di urus oleh nyonya besar dalam hal ini adalah ibu mertua atau nenek sun, jadi beberapa pasang mata beralih ke nenek sun mencari pembenaran.Mereka tak percaya pendengaran masing-masing ketika wanita tua ini membuka mulutnya.
"Ya itu benar, kalian harus tau kedepannya tidak perlu mencari kami bila hal yang kalian inginkan berhubungan dengan usaha ataupun uang. Langsung saja lari kepada Lanlan " Kata ibu mertua Lanlan nenek Sun.yakin dia sepemikiran dengan suaminya. Dalam hati dia bangga akan Lanlan sebagai menantu bahkan rela pensiun dini dari urusan rumah tangga.
Semua nya mulai berpikiran ulang.Masalah ulat sutra bukan masalah main main ini adalah usaha jangka panjang yang bisa menaikan keluarga besar.Meskipun hal ini belum di putus kan tapi lelaki era ini enggan berurusan dengan wanita. Ini hanya lah masalah prinsip-prinsip dasar
Kedua keluarga pamit tak lama setelah negosiasi mengalami jalan buntu.Jadi mereka memutuskan untuk pulang dan bertanya solusi akhirnya pada keluarga besar masing-masing. Apa akan melanjutkan atau melepaskan saja hal hal baik ini.
__ADS_1
Apapun mari kembali ke keluarga besar....