
Kabar kehamilan lanlan membuat rumah semakin semarak.Ketika menikah dulu lanlan sempat berpikir kepada siapa kah anaknya akan di semat kan. Ada tiga suami di satu masa.Tidak ada teknologi untuk mencari rau hubungan anak dan ayah.Lanlan sempat bingung jadi secara sembunyi lanlan membuat obat anti hamil dia bahkan tidak pernah absen meminum nya. Tapi siapa sangka, dalam perjalanan ini ada kejadian kejadian tidak menyenangkan terjadi terus menerus. Lanlan melupakan hal penting itu.
Setelah kehilangan Sun Zie dia hanya pernah di kunjungan "bibi"nya sekali, setelah itu dia hampir lupa sang bibi itu tidak pernah datang lagi. Bagaimana dia bisa ingat hal hal kecil sementara dia terlalu fokus tentang hal hal besar.
Hampir tiga bulan sekarang.Mereka punya uang jadi mari beli bahan kain untuk membuat baju bayi. Lanlan tidak pandai menjahit tapi dia suka melihat baju baju bayi yang menurutnya imut. Itu lucu sekali.
Sejak ketahuan hamil, urusan lanlan semua di serahkan pada sun Yat secara pribadi.Dari urusan makan tidur bahkan mandi pun selalu di awasi.Kecuali ketika mengunjungi gudang , sun yat tidak pernah melepaskan lanlan dari matanya. Dia harus jadi ayah siaga.
Kecuali Sin Qie semua orang antusiasme sekali, apa ini anak lelaki atau pun anak perempuan.Sun Qie tidak marah hanya kesal. Kakak pertama memiliki dua anak tapi sekarang Si bungsu akan memiliki juga kapan dia memiliki nya.Harusnya dia yang cetak skornya terlebih dulu.
Ayah ibu sun mengerti itu,jadi dia berniat meminta sun Yat libur dulu bersama lanlan untuk setahun setelah lanlan melahirkan nanti. Sun Qie harus memiliki waktu yang cukup untuk memiliki bayi sendiri.Tentu saja senyuman Sun Qie semakin lebar dia hanya perlu menunggu lanlan bertelor. Setelah itu mari nikmati daging sendirian tanpa berbagi hahaha. Ibuku sungguh pengertian.
Lanlan menyukai ide ini. Dia juga harus tau siapa ayah dari anak anak yang di lahir kan nya itu.Hanya saja dia memiliki ide lain yang lebih extrim.Jadi tunggu dan lihat. Mengenai masalah suami pertama ini adalah masalah lain.
Sementara keluarga lanlan berbahagia, di sisi lain pemberontak sudah datang bahkan masuk dan menyerang gerbang timur.Gerbang tujuan awal lanlan sebelum nya.Mereka membunuh dan merampas semua hal hal baik.
__ADS_1
Banyak nyawa yang terkorban di sini.Ada banyak kobaran api di mana mana. Banyak tubuh terbakar dan terluka tak bernyawa. Para gadis di tawan dan di lecehkan.
Banyak gadis cantik dan ini termasuk Huangdi.Berhubung Lan ting masih muda hanya 14 thn jadi dia hanya di tahan untuk di besarkan dan di panen ketika sampai waktu nya.
Di tengah tengah keramaian para sandera,ibu dari lancahay menangis tak bersuara. Dia termasuk beruntung tidak terluka namun batinnya terkoyak. Putrinya di rampas sementara lancahay putra yang seharusnya menjaga hati tua sekarang terkulai tanpa lengan.Lancahay kehilangan satu tangannya akibat memblokir pemberontak mengambil istri cantiknya.
Sekarang Huangdi di tarik ke ruang lain, di gilir oleh para pemberontak yang lapar.Bukan hanya dia tapi masih ada puluhan wanita yang di perlakuan sama.Dia seperti kehilangan jiwa.
Dengan tubuh tak lagi tertutup, matanya menatap langit-langit selagi tubuh kokoh lain memakan nya dengan lahap.Dia tak lagi menangis, air matanya sudah habis. Tidak adalagi Huangdi yang cantik dan sombong. Kesombongan nya hilang di bawa bersama nafas terakhir ibu.
Ketika gerbang di dobrak para pembesar langsung kabur entah kemana.Para penjaga dan beberapa panglima tinggal untuk bertahan.Ini termasuk lah ayah Huangdi sendiri.
Sehari setelah gerbang berhasil di bobol, ayahnya melayani para pemberontak dengan terpaksa lalu dia di minta menyediakan wanita cantik untuk melayani.Ayah memiliki lima selir dan dia membawa empat sepupu bersama nya.
Namun ayah nya tega melemparkan dirinya ke sarang harimau sendirian.Tanpa tau mereka merencanakan kabur hanya saja mereka memerlukan waktu. Ketika ide busuk di buat maka Huangdi lah yang terpilih.
__ADS_1
Dia sudah bersuami.Tidak buruk bila melayani lebih banyak lelaki. Sepupu nya masih muda dan para selir nya,ckck ayahnya enggan mengotori miliknya sendiri.Huangdi telah di beri obat perangsang lalu di lempar ke sana, ada lima lelaki kuat yang menantinya.
Ketika Huangdi larut dalam kesenangan semu, ayah dan rombongan memanfaatkan waktu untuk kabur meninggalkan dirinya.Di mana ibu Huangdi yang katanya sayang pada dirinya.Bagaimana Huangdi biaa lupa jika ayah melakukan hal yang sama pada sang ibu. Bedanya ibu tidak bertahan. Dia telah pergi di bawah tebasan pedang tajam.Ayahnya memilih selir dari ibu nya yang sebenarnya adalah istri resmi nya. Ayahnya terlalu kejam.
Lancahay melihat sendiri istrinya di paksa meminum obat itu, dia memberontak tapi hasilnya dia kehilangan tangan kiri nya. Lancahay langsung di lempar kan ke luar rapi di sana ibunya setia menantinya.Ibu dan anak menangis darah.
"Dewa.. ini.. ini pembalasan nak... kau tidak berbakti pada ayah mu.. huwaaaa.. "Lancahay tidak hisa menjawab kata kata ibunya. Bagaimana dia bisa mengakuinya. Dia telah membuat ayahnya menangis jadi sekarang dewa juga membuat dia membayar nya dengan cepat.
Dia melakukan itu demi masa depan yang cerah. Nanti ketika dia sukses maka dia akan membawa ayah nya untuk menerima berkah.Hanya saja dalam proses itu ayahnya memilih tidak ikut. Salah kah dia ingin merubah nasib nya. Dari kakek dan kakek nya, mereka hanya lah petani miskin. Dia harus bergerak untuk merubah nya. Hanya saja kenapa dewa belum merestui. Dewa agak bias.
Di satu sisi lain, lan ting menangis ketika memegang pintu jendela. Alasan kenapa dia tidak di mangsa hanya karena dia masih bersih belum tercemar.Harga jual gadis seperti ini pasti akan memuaskan. Dia cukup manis tinggal di poles sedikit maka pasti akan laku keras.
Lan ting pastinya tidak menyangka nasib itu akan berputar begitu cepat. Dia hanya ingin menikah dengan keluarga baik. Bukan dengan sesama petani yang hanya susah sepanjang usia. Dia bosan hidup penuh lumpur.Apa salah jika dia sedikit mengambil jalan memutar untuk menyongsong cahaya. Tapi kenapa sekarang semua berbalik..
"Ibu.. ibu... tolong aku bu.. hiks.. hiks.. hiks.. ibu... kakak tolong aku.. hikss..! " Lanting mau tak mau menyesalinya jalan yang dia pilih. Apakah cerita hidup ini akan berubah seandainya dia tidak mengikuti apa kata iparnya.
__ADS_1
"Ibu... kakak.. huwaaaa...! "