
Kedatangan para budak gelombang ke dua tidak ada sangkut pautnya dengan lanlan yang sedang "berkerja" di ruangnya.
Dia sama sekali tidak tau tentang emosi semua orang ketika melihat bagaimana dua sosok yang legendaris itu berjalan pelan tidak lagi bertenaga.Sebagai budak mereka bahkan tidak pantas untuk mengeluh, hanya bisa menyeret kaki di sepanjang jalan.
Penampilan dua orang ini sangat kontras jika di bandingkan ketika terakhir kali berpisah.Tak ada lagi keangkuhan tak ada lagi kebanggaan yang ada adalah dua sosok yang berjalan tanpa jiwa dengan penampilan kurus di samping baju yang sudah tidak layak pakai.Berjalan jauh dengan kondisi ini mereka bahkan tidak pernah lagi menyentuh air hingga beberapa lalat berkeliling di atas kepala tanpa berniat untuk pergi.
Manusia normal tidak menyukai penampilan ini tapi lalat pasti menyukai nya.Lalat dan langau kecil jatuh cinta dengan bau nya.
Mereka jelas tak melihat kiri kanan jadi mereka tak tau ada beberapa pasang mata yang memandang dengan seribu perasaan aneh di samping seseorang yang menatap penuh iba.
Tapi apa yang bisa di lakukan, yang terjadi sudah terjadi lalu biarkan saja sampai semua nya membaik. Lanlan sebagai Putri lanniang berkata bahkan para budak pun akan merdeka di tanahnya.Tapi karena masa lalu mungkin ini akan lebih lama jadi bersabar lah dan lihat dulu.
Keseluruhan budak segera menempati tanah lapangan yang kosong hanya ada ubin besar di atasnya sebagai penahan panas dan hujan.
Nanti nya lahan kosong ini akan di pembantu kan sebagai rumah kaca.Sebuah ruangan bercocok tanam yang luasnya seluas lapangan sepak bola.Tanaman di sini akan di tanam tanpa mengenal musim.
Untuk sekarang lahan ini akan jadi pemukim sementara sebelum semua budak di alokasikan sesuai tempat nya.
Ada seribu bangunan yang di bangun dalam kurun waktu ini,lebih setengah nya adalah pemukiman untuk para budak. Mereka akan harus selesai di audit secepatnya lalu mereka akan di pindah kan.
Dalam waktu penantian ini mereka harus mau tidur di tanah tanpa selimut tanpa bantal empuk, tidur saja jika ngantuk.
Lelah berjalan mereka semua merosot di tanah dan berguling-guling tanpa semangat hidup.Mereka bahkan belum makan dua hari, ini.Perjalanan agak terlambat jadi perbekalan habis duluan. Selama dua hari mereka hanya mencoba minum air sungai yang mereka lewati, itu saja.
Ada hampir dua puluh budak yang mati di jalan karena kelelahan tapi siapa yang peduli dengan budak. Mayat mayat itu hanya di tinggal kan begitu saja menanti binatang buas yang kelaparan datang.
Jika hidup tak lagi berarti lalu kenapa tidak mati saja.Ada baik nya mati daripada hidup. Setidaknya ibu lancahay berpikir begitu ketika wajah yang dia kenal datang dengan mata yang menatap nya prihatin.
"Kepala desa.. wang.? "
__ADS_1
"Yui.. itu kau?"ibu lancahay hanya menggangguk lemah tanpa kata. Tapi dia tidak berharap bertemu dengan orang yang mengenal dirinya, sekarang dia...
" Ayo ikut aku"
"Kemana? "
"Ohh kita para budak tidak bisa bertanya jadi ikut dan diam"Kepala desa memang benar jadi dia menggerakkan lancahay yang diam bagai patung tapi tubuh nya bergerak sendiri mengikuti langkah kaki ibunya.
" Putra mu?"ketika mantan kepala desa ini bertanya mau tak mau air mata nya luruh tapi dia tidak bersuara. Hanya ada titik kecil di ujung matanya untuk menunjukkan hatinya yang hancur tidak lagi berbentuk.
Dengan kepala desa yang menuntut mereka sampai di sebuah rumah yang lumayan besar.Meski pun bingung tapi tidak ada kuasa untuk berjuang.
Ketika mereka sampai di ruang utama dia melihat banyak sosok yang di kenal.Mereka juga dengan penampilan yang sama hanya saja wajah mereka sudah memerah karena masih bisa mendapatkan asupan makanan.
Ketika ini dia mengerti kenapa mantan kepala desa ini mengajak nya bersama. Dia sedang mengumpulkan warga desa nya di satu tempat yang sama.
"Hah.. kalian di sini? "
"Nyonya lan, huwaaaa, kau.. mau juga.. huwaaaa"
"Kalian.. huwaaaa.. hiks... hiks.. "
Tiba-tiba semua orang menangis sedih.Ada emosi yang mengalir jika bertemu kenalan. Apalagi mereka kini bernasib sama.Dulu mereka memang miskin tapi bebas kemana pun ingin pergi hanya terhalang uang tapi sekarang mereka jatuh ke dalam lubang tak berujung.
Tubuh mereka sudah di ikat mati oleh tali transparan yang bernama perbudakan.Adakah penderitaan yang lebih daripada kehilangan kebebasan.Mereka tidak lagi berhak untuk berbicara tapi juga tidak berhak untuk makan jika tuan tidak mengizinkan.Penderitaan tiada akhir....
Di sisi yang lain ada sosok sosok yang melihat pemandangan itu dengan mata berair mereka hanya menyaksikan tapi tidak menyapa.
Meskipun mereka mau tapi belum ada aba-aba dari lanlan bahwa mereka bisa membuka identitas diri sebagai tuan. Tapi untuk sementara hanya mantan kepala desa wang yang mengetahui hal ini. Jadi dia diberikan kebebasan bergerak untuk menemukan mantan warganya yang berserakan di antara para budak dan mengumpulkan mereka di satu tempat yang sama.
__ADS_1
Masih ada banyak waktu di kemudian hari mereka masih sibuk dengan beberapa pekerjaan lagi jika waktu sudah santai maka mereka bisa berbicara dan memberitahu bagaimana nasib mereka kedepan nya.
Di saat mereka sedang membuka memory waktu yang lalu, lanlan sudah selesai mengerjakan tugas-tugas nya. Ada banyak tugas sebenarnya di sini tapi dia tidak begitu repot.
Lanlan berpikir keras untuk menyusn beberapa peraturan serta posisi cabang yang di perlu kan nanti.Jadi dia cukup sibuk sebenarnya.
Selain memanen dan menanam kembali lahan kosong dia juga sedang menyalin dua buku besar yang dipikir akan berguna di masa depan.
Kertas-kertas yang sudah disalin kemudian dijilid dengan begitu mudah mengikut kriteria masing-masing.
Begitu banyak kertas yang selesai dijilid barulah lanlan mengetahui ada lebih banyak resep lagi yang bisa ditemukan ini bukan hanya tata cara membuat barang-barang manual tapi juga resep-resep tentang hal-hal berkaitan bahan makanan.
Ketika seseorang ingin membuat kue maka mereka memerlukan sesuatu bahan sebagai bahan pengembang seperti soda kue ,baking dan sp dan juga bahan-bahan lainnya.
Cara membuat mentega yang bagus, keju serta coklat yang empuk juga ada tersedia meski bareng-bareng ini tidak begitu berguna tapi ini adalah barang-barang penting dalam menunjang hasil masakan.
Disinilah barang ini berfungsi,resep-resep itu mencakup bahan-bahan kecil ini dan ini akan menunjang perkembangan di bidang masakan di kota ini nanti.
Untuk saat ini beberapa kue yang disajikan di luar hanyalah memakai bahan-bahan alami sebagai pengembang seperti contohnya orang akan menggunakan lebih banyak telur angga rotinya bisa kembang dan naik dengan cantik.
jangan sebut tentang warna di era ini warna-warna yang dipakai hanyalah warna alami bahan tersebut seperti ketika orang menggunakan tepung putih maka hasil roti kukus yang yang berhasil adalah berwarna putih tapi jika roti itu di menggunakan tepung hitam maka itu akan disebut roti wajah hitam jadi saat ini lan lan bisa menggunakan atau membuat berbagai warna warna menarik seperti hijau dan merah, kuning dan sebagai nya.
Tapi jika bahan-bahan yang ini bisa dibuat maka akan memudahkan lebih banyak pekerjaan apalagi dalam tata cara manual juga ditemukan sebuah pengocok manual yang lebih ampuh dengan sepuluh lidi kocok yang membuat pekerjaan mengocok hampir secepatnya mixer listrik.
sedangkan jilid yang ter hasil dari 1 buah buku baru berkenaan dengan penyakit dan pengenalan ramuan juga sudah selesai tapi landak tidak perlu repot-repot membacanya dia tidak terlalu mengerti tentang hal itu jadi untuk kedepannya lawan berpikir akan membuat satu cabang lagi sebagai gantinya mungkin berkaitan dengan proporsi seorang dokter dari perawat.
apa sebaiknya kita membangun sekolah untuk menjadi kasihkan diri dengan dua cabang ini. apalagi jika benar posisi ini akan dibuka ini mereka tidak perlu membayar tenaga ahli semua akan gratis karena itu adalah budak. Tapi entahlah ,masalah ini perlu di bicara kan lagi.
Yang jelas kota masa depan bukit lapin segera datang. . ..
__ADS_1