Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
daging.. oou daging..


__ADS_3

Hari semakin dingin dan salju pun semakin tebal.Rimah singgah yang di temukan kebetulan sekali adalah rumah terbesar di tempat ini.Kondisi nya masih bagus dengan halaman yang seharusnya di penuhi bunga. Pemilik nya mungkin seorang kepala desa tapi bergegas pergi mencari tempat yang lebih aman.


Kabarnya ada pemberontakan di sana sini,banyak rumah yang mengalami perampokan di jalan.Semakin lama keadaan juga tidak akan aman karena di perkiraan para pemberontak akan melalui jalan ini bila ingin ke kota.


Salju membuat langkah mereka sedikit terhambat tapi tidak akan lama ketika mereka sampai.Jadi meskipun rumah ini sedikit nyaman tapi tidak baik berlama-lama, mereka harus kem ali berjalan untuk keselamatan bersama.


Kondisi paman ke tiga agak memprihatinkan sekarang hanya nenek lan yang membantunya membersihkan luka dan mengobati dengan bahan bahan dapur yang ada.


Luka sebesar itu hanya di obati dengan beberapa kunyit dan bawang liar yang ditumbuk halus kemudian di balur seadanya. Masih bagus lanlan menyuntikkan beberapa tetes air mata Surgawi setiap kali ada kesempatan. Jadi dalam waktu lima hari luka sudah menutup. Beruntung hanya daging yang tersayat tanpa mengenai tulang bila tidak bagaimana lanlan menjelaskan tentang tulang yang kembali menyambung tanpa sebab.


Lanlan menatap jendela dengan pandangan dingin yang penuh pikiran.Kemarin dia dan paman pertama pergi ke jalan di sisi lain dan kembali dengan beberapa jamur dan beberapa kubis dan wortel dan menarik dua ekor kelinci yang katanya tak sengaja jatuh dari pohon dan terluka. Sekarang semua ada di pundak nya.


Hampir dua minggu sudah namun sun zie belum kembali, sekarang lanlan sendiri ragu. Jangan jangan sun zie....


Tidak mungkin itu benar,kita hanya harus menunggu seminggu lagi setelah itu mari pergi dan berharap bila benar masih hidup maka pasti bertemu suatu hari.Untuk mengalihkan pikiran lanlan harus pergi keluar jalan jalan dan mencari makanan adalah alasan lain yang bagus.


"Sayang? "Sun yat tiba tiba masuk ke kamar yang di khusus kan untuk nya.Lelaki muda itu melirik sun Qie yang masih tidur di ranjang kang.


"Suami ke tiga, ada apa? "


"Minum kopi mu biar hangat baik? " Sun yat membawa se teko kecil kopi susu panas dan meletakkan di atas kang agar selalu hangat jadi bisa di minum kapanpun.


Di bawah gerobak lanlan meletakkan satu panci kopi dan susu bubuk, ini bagus di minum panas pada saat dingin jadi lanlan tidak akan menyembunyikan ini.

__ADS_1


Anak-anak perlu susu juga, apalagi sekarang ada anak tambahan dalam keluarga jadi jangan di simpan.Berikan susu panas kental setiap kali selesai makan bila persediaan menipis cukup pura-pura mendekat dan tiba-tiba ada beberapa pon susu tambahan tanpa di sadari.


Beberapa waktu ini anak yang di temukan itu sudah mulai membaur dan berperilaku baik sepanjang hari. Semua menyukai nya dan tidak ada yang mengeluh kan kehadiran nya hanya perhatian dan rasa kepedulian hingga dia nyaman dalam kelompok ini.


Saat ini mereka semua mulai makan kenyang dengan barang bagus yang 'tiba-tiba' di temukan di kamar belakang. Mereka lega dan sekaligus takut meninggal kan kenyamanan ini nanti.


"Bagaimana dengan kakak ke dua, apa sudah ada perkembangan? "


"Belum tapi detak jantung nya masih stabil jadi tunggu dan lihat saja"


"Sayang menurut mu kita harus pergi dari sini?"Sun yat nyaman di sini tapi tau mereka tak mungkin menetap. Dia melirik lanlan sebentar dan kembali menatap kakak ke duanya.


"Itu benar, para pengungsi dan pemberontak makin dekat kita harus segera pergi"


"Hampir siap, apa kau lapar? " lanlan mengeleng dia sungguh tidak merasakan lapar karena dia baru saja makan nasi dengan satu ikan panggang utuh di barengi kecap dan sup daging sapi tanpa lemak yang harum.


Mendapatkan penolakan, sun yat berpikir lanlan masih dalam berkabung untuk kakak pertamanya jadi dia datang dan mencium kening lanlan dengan maksud menghibur nya.


"Sayang , masih ada aku di sini, baik? "Lanlan terkekeh geli dengan nada bicara yang di buat buat itu. dia benar benar tidak khawatir tentang dua suami yang lain. Kebisuan nya hanya seputar mencari ide bagaimana cara pergi dari sini dengan cepat dan aman. Itu saja, tapi siapa lanlan yang mau menolak berondong.Sun yat tidak pernah meminta hubungan intim dengan nya tapi dia cukup tau bagaimana hati kucing bila di dekat ikan bakar renyah yang harum menggoda.Dia hanya bertahan..


Lanlan menjatuhkan diri ke pelukan hangat sun yat, mencoba menggoda harimau tidur.Mengendus aroma lelaki tulen yang belum dia gigit daging nya.Ingin mencicipi sup namun tak nyaman dengan lokasi tapi menggoda boleh boleh saja kan....hahaha....


Sengaja terisak isak sambil menempelkan bukit lembut dan sesekali menggesek nya seolah olah tak sengaja. Dan perubahan segera terjadi dari bawah sana.

__ADS_1


"Sayang"Suara Sun yat mulai serak


"Ya? " lanlan pura pura tak tau tapi jelas tau belut nya mulai bangun menjadi naga.Lelaki ini sudah menahan hasrat sejak awal.


Sun yat belum pernah makan daging lagi sejak pertama kali, sun zie selalu memakai jatahnya hingga sun yat terkesan prihatin pada kondisi tubuh lanlan. Jadi dia tak pernah meminta hanya memanfaatkan waktu itu sebagai waktu untuk lanlan istirahat dalam bekerja lembur di ranjang. Tapi dia tetap lelaki normal.


Lanlan sudah beristirahat lebih satu bulan sekarang, sun yat sudah menghitung nya.Dia baru saja kembali dari kunjungan bibi rutin nya ( haid ) jadi bisa kah kali ini sun yat meminta. Sun yat sedikit gugup tapi dia ingat tentang ajaran kakak nya dulu. Dia tau langkah langkah nya. Tapi belum memutuskan memilih metode yang mana satu.


Kakak pertama bilang,Temukan pintu lalu masuk dan terus di goyang tanpa henti biarkan lanlan bersenandung sampai pagi hingga dia memohon ampun. Selain itu tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya.


Tapi kata kakak ke dua,jangan terburu buru pergi ke pintu. Di endus di raba baru di rasa. Selain itu ketika ayam di bakar ada baiknya di beri bumbu yang hangat. Jangan lupa sebelum makan, ayam akan lebih nikmat bila tanpa bulu di kulit nya.


"Suamiku? "


"Sayang, aku lapar ingin daging, boleh? '


" Daging apa? oo baiklah aku akan carikan besok, sekarang makan saja apa yang ada,baik?"


"Tapi.. tapi.. bukan daging itu.. hanya hemm"sun yat benar benar ingin makan daging malam ini tapi bingung bagaimana meminta nya.Dia menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Oh suami ku sayang aku juga sudah sedikit lapar, mari kita makan malam dan pikirkan tentang daging itu besok " lanlan menarik cepat sun yat yang bengong, pura pura tak mengerti arti dari kata kata ambigu Sun yat. Mereka buru buru ke kamar lain bergabung mengisi perut kosong tapi lihatlah sun yat yang duduk meratap sup daging kelinci di panci besar dengan sedih


"Daging! "

__ADS_1


__ADS_2