
Segera arak-arakan rombongan yang panjang bergerak pelan menuju pantai bukit lapin.Para tamu undangan masih berpikir mesum dan bersikap meremehkan.
Lanlan sebagai Putri lanniang tidak akan mengikuti rutinitas para tamu selama tiga hati kecuali hati terakhir. Jadi dua suami dan ayah mertua akan melayani di bantu oleh dua paman.
Sementara lanlan kembali ke kediaman dengan santai rombongan besar segera tiba di pantai beberapa jam kemudian dan sudah mendekati makan siang.
Kali ini rombongan segera di antara ke hotel yang berdiri tegak satu kilometer dari bibir pantai.Mereka segera menempati kamar yang di alokasi kan kepada para tamu undangan.
Rata-rata kamar berbentuk sama tapi ukuran nya akan berbeda dengan kelas. Karena mereka tamu, maka mereka segera di tempat kan di kamar kelas satu.
"Silahkan tuan" budak lelaki segera mengirim buku kecil kepada tamu yang segera di ambil alih oleh budak pihak lain. Dan begitu lah caranya ketika buku kecil sampai ke tangan tamu yang bersangkutan
Ketika di buka,buku ini berisikan informasi detil tentang hotel yang mereka tempati.
Ada dua puluh kamar kelas satu dan harga nya adalah sepuluh koin perak.Kamar kelas satu adalah ruangan besar dengan satu kamar utama dengan dua kamar kecil yang sejatinya di peruntukan sebagai kamar para budak.
Kamar utama di lengkapi dengan ranjang besar dengan selimut putih bersih.Ada juga lemari besar kosong untuk mengisi beberapa pakaian tamu.
Di sisi lain kamar akan ada satu lemari besar yang di isi dengan camilan malam.Semua camilan di isi ketika tamu akan masuk dan akan di hitung ketika tamu akan meninggalkan hotel. Harga akan di sesuaikan dengan berapa potong camilan yang hilang ketika itu.
Setiap tamu kelas satu akan mendapatkan sarapan pagi gratis tapi akan ad a dapur umum di bawah yang memiliki bahan makanan gratis yang bisa di pakai oleh bidak tamu. Mereka hanya perlu memperlihatkan kartu tamu jika ingin budaknya memasak di sana dan itu adalah gratis.
Kamar kelas dua hanya berharga lima koin perak tanpa dapur gratis dan hanya memiliki satu kamar tambahan. Meski demikian akan ada makanan gratis untuk tiga kali makan khusus tamunya tidak termasuk para budak.Lemari besar dan lemari camilan masih ada dan tetap akan di hitung pada akhirnya.
Di kamar kelas tiga, anda hanya akan memiliki satu kamar besar tanpa kamar budak.Lemari besar dan lemari camilan masih ada tapi mereka tidak akan mendapatkan layanan makan gratis dan dapur gratis. Namun harga nya masih murah hanya satu koin perak saja.
Berhubung tamu hari ini adalah tamu undangan maka semua harga adalah gratis namun hari ke empat adalah hati berbayar selanjutnya.
Para tamu segera berpisah untuk ke kamar masing-masing karena perjalanan akan di lanjutkan setelah makan siang. Untuk makan siang mereka memilih makan siang di kamar masing-masing karena mereka juga sedikit lelah. Malam ini akan di habiskan di hotel pinggir pantai.
__ADS_1
Untuk kelas satu, kamarnya adalah di tingkat lima dan empat.Untuk naik ke sana mereka di arahkan ke satu kamar kecil. Mereka masih tak tau jadi budak lelaki segera menjawab
"Tuan, untuk naik ke atas kita memiliki tangga rapi kita juga memiliki pilihan lain.Ini adalah kamar tangga, hanya perlu membayar lima wen perorangan pada budak ini, lalu masuk dan tunggu untuk sampai ke lantai yang di maksud. Tapi hanya bisa enam orang dewasa dan dua anak anak yang bisa di angkut dalam satu jalan dan anak anak adalah gratis.Adapun untuk saat ini, masih gratis tapi tidak untuk hari ke empat"jelasnya.
Seperti yang para budak tau, satu bangunan yang membuat kamar tangga memiliki satu grup tetap. Grup ini akan di data di kantor pendudukan, Ketua grup haruslah budak lelaki yang melek huruf dan memiliki hak memilih pekerja di bawahnya.Dia di gaji oleh hotel dengan gaji tetap juga beberapa intensif lainnya sebagai pekerja budak bukit lapin.Tapi dia di perlukan membayar lima puluh wen perbulan pada pihak hotel sedang pendapatan lain akan do bagi jelas pada pekerja bawahan nya.Untuk inilah dia harus mencatat berapa putaran yang di dapat agar para pekerja lepas juga tidak di rugikan
Para tamu mendengar kan dengan cermat .Di buku kecil sudah di jelas hal ini tapi ini adalah pengalaman baru dan masih hangat untuk dicoba.Lelaki tua yang di tunjuk sebenar adalah budak yang di perkerjakan sebagai operator kamar tangga (lift)
Segera dia menulis beberapa angka sebelum dia menarik satu tali di samping nya. Tali ini berfungsi sebagai tanda agar pekerja kamar tangga yang bertugas menarik tali yang menarik kamar tangga ke atas.
Begitu bel tadi berbunyi di bawah maka enam petugas bergerak. Untuk satu sesi hanya tiga tenaga diperlukan. Jadi tiga orang yang telah di tunjuk segera bangkit dan menarik tuas putar yang akan menggulung tali ke atas maka kamar tangga akan naik semakin tinggi.
Bunyi bel juga akan berbunyi sesuai lantai, ada lima kali getaran maka tali akan di putar hingga berhenti di lantai lima dan begitu seterusnya. Memutar tali seukuran tali kapal juga tidak mudah dan ini memerlukan tenaga kerja, beruntung nya pegas dan katrol telah mulai di kembangkan jadi sebenarnya ini tidak terlalu berat.
Operasi ini terjadi di lantai pertama tapi para tamu tentu tidak tau ini, yang mereka tau hanya lah ketika kamar tangga bergerak sendiri, berguncang perlahan yang membuat heboh.
Ketika kamar tangga berhenti,segera ada seseorang yang membuka pintu dari luar dan ini adalah asisten kamar tangga, dia juga budak dengan gaji dan intensif tinggi. Tugasnya menandai siapapun yang ingin turun dengan kamar tangga.Harga sama untuk naik dan turun. Dia juga memiliki buku kecil untuk di tulis yang satu bulan kemudian akan di cocok kan selalu buku lain untuk menghindari korupsi.
Ketika pintu di buka, sejumlah orang tiba tiba berhamburan keluar dan segera merasa ingin muntah. Hanya saja mereka masih percaya akan kebangsawanan nya maka mereka menelan kembali keinginan ini.
Dengan tangga yang banyak tentunya mereka lebih dulu dari budak yang harus naik tangga normal. Tapi tidak jadi masalah, budak penyambutan masih tersenyum untuk mengantarkan mereka ke kamar masing masing sesuai dengan kartu nomor.
Dengan berwibawa seorang tamu masuk ke kamar, ketika sang budak lelaki menunjukkan kamar utama dia merasa takjub dengan dekorasi nya. Kamar besar dengan ranjang besar juga berbau harum bunga di mana mana.
"Tuan silahkan bersantai tuan, oh ya tuan, silahkan membaca menu dan menuliskan nya untuk meletakkan nya di sisi ini.Lalu tarik bel dan tarik juga tali ini agar kamar kecil bisa turun ke bawah. Makanan yang diminta akan di letakan di sini, tuan bisa mengambilnya sendiri nanti"jelas nya lagi
"Ohh benar, tapi gratis kan? "
"ohh sesuai pesanan putri lanniang, semua gratis sampai hari ke empat"
__ADS_1
Kalau begitu baik lah, ambilkan aku ini.. ini dan ini.. juga ini"dia hanya malas menulis lagi pula masih ingat akan keseruannya. Kenapa tidak membiarkan sang budak menunjuk kan cara kerjanya.
"Baik"
Budak segera menulis dan meletakkan nya ke kamar kecil. Menarik tali dan menggoncang bel.Ketika bel di goncang akan membuat dapur segera berisik.
Setelah tali di tarik maka kamar kecil akan turun ke lantai bawah yaitu dapur. Tulisan akan di ambil budak hotel dan membuat salinannya. Tulisan asli akan di tempelkan di dinding atas kamar kecil. Sedangkan salinannya akan segera di kirim oleh pekerja lepas untuk di serah kan pada koki. Agar tidak salah alamat, setiap kamar memiliki kamar kecil nya sendiri. Budak ini bertugas berlarian antara kamar kecil yang ini dan yang lainnya.
Ketika koki mendapatkan pesanan dia segera memerintah bawahan nya bergerak untuk memasak, semua berlangsung cepat karena semua bahan sudah di potong dan di cuci hanya tinggal menumis dan memasukan kaldu yang di minta tamu.
Sepuluh puluh menit kemudian makan sudah jadi segera di ambil alih oleh kepala koki untuk di poles secantik mungkin. Semua tata cara bagaimana menangani sudah di pelajari sebelum nya beberapa bulan sebelum nya. Bukit lapin membuka sekolah kejuruan memasak.Meski masih baru tapi mereka cepat belajar.
Mereka harus merebus tulang besar untuk sup semalaman ,tulang tulang ini juga terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan menu yang di minta kepala restoran hotel. Pada dasarnya semua bahan hanya perlu sentuhan akhir.
Setelah selesai, piring akan di larikan pekerja lepas untuk kemudian menyerahkan nya pada lelaki yang menunggu di kamar kecil.
Setelah mencocokkan makanan yang sesuai dengan permintaan, makanan akan di susun rapih dan di tarik ke atas setelah membunyikan bel.
Begitu bel berbunyi di kamar terkait, maka penghuni kamar akan memgambil makanan langsung di kamar kecil. Dalam hal ini, budak penyambutan tersenyum mengambil makanan dan menyusun nya di meja.
Beberapa hidangan segera tersaji hangat dan menggiurkan.Mangkok kosong dengan sumpit juga di ulurkan di depan nya.
"Silahkan tuan" katanya sopan.
"Ohh begini cepat, hahaha, bahkan para budak ku yang naik tangga belum sampai hahaha"
"Maaf kami tuan, menurut percobaan kami, budak tercepat memerlukan waktu setengah jam untuk sampai jika dengan beban tuan. Jadi mungkin mereka akan sampai sebentar lagi"Tentunya dia tau kesulitan budak yang berjalan dengan beban yang tidak sedikit. Dia juga budak tapi budak rasa bangsawan
Tiba tiba tamu merasakan keuntungan naik kamar tangga. Rasanya beberapa wen tidak lah mahal..
__ADS_1