
Keluar dari kamar Lanlan mendapat kabar baik ulat sutra sudah berpindah ke kediaman sun lama.Bahan pemintalan benang belum selesai tapi masih bisa menunggu beberapa hari lagi. Orang kuno ini memang bekerja efisien dan penuh dedikasi. Mereka cepat tanggap dan di hari berikutnya semua tugas selesai.
Tubuh Lanlan cukup panas tapi Lanlan tak bermaksud untuk mandi. Dia sudah menyelesaikan nya di ruangan. Lanlan bagai kan siput yang membawa rumahnya kemana mana. Jadi kapan dan di mana saja dia siap sedia.
Lanlan meminta dua anak mandi sore dan membantu memasak makan malam sederhana.Hanya nasi putih dan sup ikan manis dengan tambahan jamur shiitake yang empuk. Tak lupa tumis kol dengan irisan cabe pedas.
Makan malam berlangsung seperti biasanya tak ada yang istimewa.Para suami sesekali melirik Lanlan tapi tak ada reaksi apapun dari nya.
Kakek dan nenek sun juga merasakan aura negatif ini dengan cepat menyelesaikan makan malam dan pergi ke kamar. Dia anak juga bergegas pergi beristirahat yang banyak untuk bertarung di ladang.Besok nenek tak ke pasar mereka akan sibuk memanen padi dan jagung. Jadi beristirahat lebih awal untuk menyimpan energi.
"Lanlan, kandang ulat sutra sudah jadi kau mau lihat? " tanya sun Qie memecah kesunyian.Diantara tiga suami sun Qie yang selalu suka berbicarapSun zie memiliki jiwa pemimpin yang kuat namun karena kecelakaan jadi kurang percaya diri. Suami ke tiga memang bersifat pemalu karena jarang bergaul.
Lanlan mengenali pribadi masing masing suami jadi mengerti kalau pertanyaan sunQie mewakili semua suaminya.
"Tuan itu bukan urusan ku, lakukan apapun yang sudah kalian putuskan sebelum nya.pendapat ku tidak lah penting "
"Lanlan kami tak bermaksud membuat mu sedih begini. Hanya saja kakek yang meminta langsung kami tidak bisa menolak permintaan nya"
"aku paham tuan, tak perlu di jelas kan "Kata
"Kalau kau mengerti kenapa kau masih berperilaku tak wajar begini malah menambah waktu satu bulan lagi untuk kami menjadi budha! "Sudah bisa di tebak kemana arah perbincangan ini, semua tak jauh dari area bawah pusar. Ish..
"Tuan di sini aku tak punya hak menolak keinginan kalian, aku hanya meminta waktu tambahan tapi tuan seandainya kalian memaksa aku bisa berbuat apa, tidak kan.jadi abaikan aku" bantah lanlan keras kepala.
__ADS_1
"Lanlan kamu...
" Aku tau tugasku sendiri, biarkan aku melakukan tugas ku di rumah ini.Sejak masalah ini terjadi aku jadi sadar posisi ku sendiri.Aku di sini sama seperti wanita-wanita desa yang lain. Hanya bedanya mereka punya satu tapi aku punya tiga sekaligus.Aku mudah capek kan,benar benar lelah. Sekarang kalian punya uang sisa, kenapa tidak mencari istri asli saja"sarannya pada tiga suami secara serius.
"Lanlan ada apa dengan mu? maaf maaf kalau kami menyinggung mu tapi semua tak berdaya kau tau! " Sun zie mulai bersuara matanya berkilat menahan amarah tapi masih tidak menyangka masalah sepele akan di bawa sampai sejauh ini.
"Kalian tak berdaya aku juga tak berdaya di sini,tapi kalian harus ingat, di mana mereka ketika kalian susah, ketika kaki tuan rusak? dimana mereka ketika ayah mertua sakit? apa mereka peduli pada kalian? tidak kan. jadi kenapa kalian peduli pada orang yang jelas jelas mendorong kalian ke dalam jurang? "Tanya lanlan
" Lanlan kenapa kau jadi keras kepala begini, ini.. ini.. ahh" Sun Qie marah sampai sampai menendang kursi di dekat nya.
"Aku hanya mengingat masa lalu kita, ketika kita susah saudara pergi tapi ketika kita senang saudara pun datang.Kalian sama sekali tidak belajar dari pengalaman sendiri" Lanlan berusaha menjelaskan duduk masalah nya.
"Tapi lanlan mereka adalah keluarga kita "Sun Yat tak mem bantu hanya saja tak nyaman berdebat begini.
Plakk
Meja makan berderak karena tamparan. Beruntung ini meja bukan pipi lanlan tapi tetap saja ini sakit.
"Lanlan jangan berani kau mengatakan nya sekali lagi"Sun zie bangkit dengan kemarahan besar. Mereka sendiri tak pernah berpikir ke arah sana. Lanlan juga tau tentang sumpah tiga saudara.Kami bertahan lalu kenapa lanlan masih berpikir ke arah sana.
Mata Sun zie menatap langsung ke dalam mata lanlan bikin lanlan merinding sendiri.Bulu kuduk nya sampai berdiri.Aura maskulin yang di keluar kan Sun zie terasa pekat ketika dia marah.Dia benar benar menakutkan....
Lanlan diam tak enak hati langsung kabur ke kamar tanpa suara.Jangan mau ini berlanjut.
__ADS_1
keesokan harinya....
Lanlan cukup tidur tadi malam.Masih nyaman tidur makan dan mandi di ruang tapi Lanlan masih bangun menyiapkan sarapan untuk semua nya. Melewati Sun Yat yang mencoba membantu tapi di tolak. Suasana masih tegang sekali jadi Sun Yat berpaling pada sapi yang akan di perah susunya.
Tak menunggu sarapan bersama Lanlan pergi ke sungai mencuci baju bersama wanita desa lain nya. Pemandangan Lanlan yang pergi ke sungai membuat gosip baru tapi Lanlan tak peduli.
"Lanlan, ada apa dengan mu, apa keberuntungan mu sudah habis? bibi sebenarnya kasian dengan mu, masih muda tapi jadi istri bersama. Kau tau Lanlan sekarang para suami mu punya uang untuk punya istri asli. apa kabar mu kalau itu terjadi" Terkadang ada orang yang tidak senang melihat orang bahagia tapi masih berkata manis di bibir.Mereka kebanyakan adalah orang orang dengan jenis ini.Lanlan asli sudah banyak kalo merasa kan hal ini. Mendukung namun menikammu dari belakang.
"Ya lanlan,kami tak bisa bantu kalau itu memang terjadi tapi bibi nasehat kan rawat baik baik suamimu di ranjang biar nggak lepas, hahahaha" Mereka sebenarnya bercanda tapi ada kata kata serius di sana.Masyarakat di era ini selalu berkata berbelit belit panjang lebar tapi Lanlan ini hanya akan berkata langsung ke masalah nya. Dia tak peduli mau orang mengerti atau tidak.
"Makasih bibi tapi aku malah mengharapkan ada wanita lain di rumah, aku baik baik saja meskipun setelah itu mereka mencampakkan diriku "Jawab lanlan sambil mencuci baju nya di aliran air dingin.Matanya fokus ke arah cucian tanpa melihat ke arah lain.
"Maksudnya?"Tentu saja mereka tak mengerti kenapa lanlan berkata begitu.
"Sekarang suamiku pada putih gemuk dan tampan. Punya uang jadi mengapa tidak. Kalau ada keluarga yang berkenan aturkan mak comlang. Katakan keluarga kami makan nasi putih setiap hari "
"Serius lanlan, apa kau tidak kecewa nanti nya? "Bibi ini memiliki seorang putri yang sudah mencapai usia menikah. Matanya berbinar mendengar berita ini. Sekarang keluarga Sun ini bisa di bilang paling kaya di desa.Siapa yang tak mau masuk ke dalam keluarga sun.
"Tidak bibi, aku serius.Coba kalian pikir, punya satu suami saja merepotkan apalagi ada tiga. Tubuh ku hancur dalam semalam.Aku juga tidak serakah kenapa tidak berbagi" Jawab nya
"Posisi mu lemah lanlan,Kau hanya istri bersama mereka ingat?ikatan mu hanya pada sun zie seorang. Pikir kan kalau mereka benar benar menemukan istri sendiri.Kau dengan mudah di singkirkan begitu saja. Mudah mengatakan tapi tak mudah melakukan nya"
Semua orang akan egois tapi masih ada orang yang mau memikirkan orang lain di tengah masyarakat ini.Pemikiran Ortodoks tak bisa di ikuti oleh lanlan dengan pemikiran modern nya. Lebih baik melepaskan diri sebelum hati bermain.
__ADS_1
"Bibi siapa di dunia yang tidak serakah, aku mengerti tentang pertarungan wanita di rumah.Tapi aku capek menangani ke tiga suami.Jika memang begini,kontribusi ku di rumah mungkin cukup sampai di sini maka aku akan lebih lega, mungkin aku akan lebih bahagia jika sendirian "ungkap nya. Aku menantikan hari itu.