Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Manis


__ADS_3

Sementara Sun yat dan lanlan bermain air dengan gembira di kamar mandi ,dua saudara sudah keluar dari hotel lebih awal Mereka berpikir tidak ingin bertemu dengan para gadis-gadis nakal yang pasti akan mencari mereka setelah bangun tidur. Jadi lebih baik kabur duluan sebelum mereka lepas dari mabuknya.


Karena sidang mengerti bagaimana cara menggunakan Credit cart,jadi dia langsung pergi ke arah ATM yang tidak jauh dari hotel tempat dia menginap.


Setelah beberapa menit,sepuluh juta sudah ada di kantong nya.Dengan uang sebanyak itu tidak mungkin mereka tidak bisa kembali ke hotel tempat lanlan sekarang berada.


"Kakak pertama, aku lapar ,bagaimana jika kita sarapan dulu.?" kata Sun Qie yang memang sudah lapar lagi.


Zidane tidak menolak tapi langsung pergi ke arah warung sarapan pinggir jalan.Menurut yang dia baca,itu memang lah warung sarapan pagi.


Di dalam warung itu sudah ada beberapa pelanggan yang duduk menanti menu yang telah mereka pesan.


Setelah menyajikan menu yang diminta pelanggan lain, penjual datang mendekati dua saudara.Melihat dari wajah keduanya dia mengira keduanya adalah wisatawan mancanegara, jadi dia bertanya dengan sopan "mau makan apa den.?"


"apa aja menu yang ada?" Sun Qie balik bertanya, sejujur nya dia memang baru sampai juga kan di Indonesia.


"Oh kami disini menyediakan lontong sayur, pecel, nasi goreng ,bakmi ,bubur ayam" dia segera menyebutkan beberapa menu yang tidak lazim di telinga dua saudara ini.Tetapi mereka bisa tahu arti dari kata bubur .Mereka sudah akrab dengan menu yang satu ini lalu apa salahnya untuk mencoba nya lagi.


" baik dua bubur ayam ya" kata Sun Qie.


"Minumnya ?"


'Teh hangat saja"jawan Zidane cepat


"baik" pelayan yang merangkap koko ini segera pergi untuk menyajikan menu yang dipesan keduanya .Tidak perlu lama,menu di sajikan di meja dalam lima menit kemudian.


Di era kuno, dua saudara selalu memakan bubur polos tanpa campuran apapun.Jika mungkin bisa di tambah dengan beberapa sayuran liar untuk menambah volume bubur nya.Tapi kebanyakan bubur yang mereka makan,kerap dengan menu tambahan seperti ayam goreng dan sebagainya.


Yang mereka pesan artinya sama tapi berbeda sedikit. Di mangkok bubur ini jelas disajikan bersama sup ayam yang harum.


Ada juga ayam yang di robek kecil kecil di atasnya. Di tambah taburan seledri ,bawang goreng ,sedikit kacang goreng dan kerupuk kulit.


Ke duanya saling pandang, tapi zidane melirik ke arah pelanggan lain dari awal.


Dia bergerak menyicip sedikit biasa bubur itu. Keningnya berkerut.


"ghem ,enak kok"pikir nya lagi.


Bubur nya lembut dan langsung ringan di tenggorokan. Ternyata bubur dengan tambahan kalau ayam masih bagus.mungkin efek dari taburan pelengkap nya yang bikin enak.


Keduanya mencoba meneteskan sesuatu yang mirip kecap.Tapi itu memang lah kecap yang mereka kenal.Hanya saja sekarang ada dua rasa.Satu manis dan satunya lagi asin.


"Kakak, sekarang aku baru tau jika Lanlan sebenarnya adalah seorang plagiat terbesar di dalam sejarah hahahaha "Kata Sun Qie tertawa pelan.Seolah olah takut tersedak bubur ayam.

__ADS_1


Zidane tidak menanggapi tapi dia mengakuinya di dalam hati. Tapi itu tidak lagi penting.


"Dua nasi goreng , pak" zidane memesan lagi,dia orang dewasa yang tidak cukup dengan satu mangkok bubur saja.Lagipula dia juga ingin menjajal menu yang berbeda.


Segera dua piring nasi goreng tersaji dengan telor mata sapi.


Segera saja sepiring nasi goreng berpindah ke perut Zidane.Dia tidak percaya jika nasi juga bisa di goreng.Ini enak dan mengenyangkan


"Kakak pertama, nasi goreng juga enak tapi kenapa Lanlan tidak pernah memasaknya untuk kita?" tanya Sun Qie pelan.


Zidane hanya mendengar tidak menjawab. Lanlan buka tidak mau,tapi dia tidak bisa memasaknya. Di zaman serba mudah ini,jika orang ada uang, semua tinggal pesan.Pesanan mu akan sampai di depan pintu.Jadi untuk apa lanlan yang malas ingin memasak.


Pertanyaan yang bodoh.


Keduanya segera menyelesaikan pembayaran dan menunggu taksi online yang Zidane pesan datang.Ada untungnya juga yang punya tubuh orang yang tau teknologi. Jika tidak...


Beberapa saat kemudian taksi online yang Zidane pesan, datang.Mereka segera berangkat dan tiba di hotel Lanlan tidak lebih dari dua puluh menit.


Keduanya menarik nafas lega,bisa bersama lanlan sama seperti seseorang pulang ke rumah.Ini nyaman dan menenangkan.


Karena mereka sudah memiliki kamar jadi mereka segera naik dan mencari kamar mereka sendiri. Tapi Zidane tidak bermaksud untuk langsung perginke kamar nya.Melainkan pergi ke pintu kamar lanlan yang memang bersebelahan.


Sun Qie tidak bertanya hanya menduga jika sang kakak sama seperti dirinya. Berpisah dengan lanlan satu hari, rasanya sama seperti berpisah satu tahun.Jadi wajar jika Kakak pertama pergi menemui Lanlan pertama kali.Dia merindukan Lanlan sama seperti dirinya.


Ting..Nong..Ting ..Nong..Tong.. Nong..


Sementara itu, lanlan yang masih berada di kamar mandi bersama Sun yat, lamat lamat mendengarkan bunyi bel. Tapi Sun Yat tidak menanggapi nya.Dia tau jika yang membunyikan bel pastilah dua saingan nya.


"Sayang buka pintu nya"Lanlan bisa saja keluar dari jakuzi, tapi dia tidak mengenakan apapun di balik buih sabun.


Sun Yat sebenarnya enggan tapi mau bagaimana lagi.Pasrah sajalah. Dia pergi ke pintu dan membukanya.


Benar saja,dua Kakak itu berdiri di pintu.Wajah Zidane sudah buruk,dia mungkin kesal karena pintu nya terlalu lama untuk di buka.


"Mana lanlan ?"tanya nya tanpa basa basi.


"Lagi mandi kak"jawab Sun Yat .Sun Qie melirik baju Sun Yat yang basah,seperti nya dia merangkap sesuatu.Juka Lanlan mandi dan Sun Yat juga basah jadi mereka pasti sudah..ehem...ehem..


Jika saja Sun Yat dapat giliran,sudah pasti dirinya hanya tinggal menunggu waktu , hohoho ,kesempatan..kesempatan.


Zidane masih sama seperti yang dulu, dia langsung masuk ke kamar mandi tempat Lanlan berada.Sialnya lagi pintu kamar mandi tidak di kunci.


Lanlan yang tidak bergerak masih ingat jika dia sedang tidak memakai apa pun.Ini Sun Zie bukan Sun Yat.

__ADS_1


Tanpa berbicara lagi,Zidane melepaskan pakaiannya ingin langsung menyebutkan diri ke dalam jakuzi yang penuh dengan buih sabun.


Melihat perilaku yang tidak wajar,Lanlan jadi emosi.Dia berteriak dengan keras.


"Sun Zie,keluar keluar..,kalian semua nya ..keluar kataku.."


Zidane tidak peduli dia hanya ingin bergegas masuk dan bersama Lanlan.Sun Qie tidak bergerak malah berharap Kakak nya sukses besar.Harapannya jika Kakak nya bisa sukses aknaa ada giliran lain untuk nya.Kelak dia bisa makan daging lagi dalam waktu dekat.


Di sisi lain,sun Yat bukan lagi Sun Yat yang lemah.Dia juga tidak mau Lanlan di lecehkan Apalagi ini terjadi di depan matanya sendiri.


Dia langsung mendorong tubuh Sun Zie hingga terjengkang ke lantai yang dingin.


Semua nya tercengang termasuk lah dengan Lanlan. Sun Yat yang basah pasti tidak mau melakukan hal itu.


"Sun ya,t kau.. kau berani?"pekik Sun Qie pertama kali.


Dia sebagai kakak ke dua tidak akan pernah melakukan hal itu kepada kakak pertamanya.Tapi Sun Yat telah melewati batas.Apa reingkarnasi bisa membuat perubahan sebesar itu kepadanya. Dia berubah total


"kenapa tidak,siapa kalian sebenarnya, siapa?"sun Yat tidak terima raoi di ajukan tidak merasa bersalah melakukan hal ini. Ini lah waktunya untuk Lanlan tau perbedaan dirinya dengan dua Kakak.


"Sun yat,apa apakah lupa ,kami adalah Kakak kakak mu,ingat?"Kali ini Zidane buka suara,dia juga amarah tapi masih berpikir jika ini adalah gejala sisa akibat dari reingkarnasi.


Hanya saja Sun Yat tertawa rendah,dia tidak menampilkan hubungan masa lalu tapi dia tidak bodoh untuk membiarkan Lanlan terjebak lagi di dalam hubungan segi empat.


"Aku ingat,tentu aku ingat,kakak kakak ki tapi kalian lah yang lupa. Dia dulu adalah istri kita ,istri bersama tapi sekarang tidak lagi.Dia adalah gadis polos yang belum tergoda.Seorang dengan status lajang.Perilaku kakak hanya kan membuat semuanya buruk untuk nya dan untuk kita juga"


"Tidak,sekali istri selamanya adalah istri kita ,tidak akan pernah berubah "


"Itu benar tapi dengan syarat, jika dia mau tapi jika tidak ,ini bisa di laporkan sebagai kasus pemerkosa an "Sun Yat sadar jika Kakak nya belum mengerti bagaimana cara dunia modern bekerja. Jadi dia juga harus sabar menjelaskan nya satu persatu .


Sebagai seorang jenderal di masa lalu,Sun Zie juga orang yang taat kepada hukum bernegara.Jadi dia tiba-tiba mengerti jika tindakan nya ini tidak benar.Tapi dia terlanjur basah.Egonya sebagai seorang kakak sudah terluka.


Dia masih masuk dengan pakaian di badan.Dengan cepat dia mencuri satu ciuman dari bibir Lanlan yang tidak bisa mengelak.


"Kakak pertama !"pekik Sun Yat marah.


Sun Zie melepaskan Lanlan setelah satu jeda.Dia dengan gaya angkutan keluar bdrai bak jakuzi.Gaya seorang jenderal yang menang perang.


"Kakak pertama "Sun Qie juga berteriak Dia pikir kakaknya masih akan bertindak jauh.Bersyukur saja kakak nya tidak melakukan itu jika tidak pasti Lanlan akan membenci mereka untuk beberapa tahun lagi.


Sun Zie yang berjalan pelan berkata dengan Sun Qie Matanya berbinar dengan semangat kemenangan. Dia telah mengkonfirmasi sesuatu yang telah menggantinya sepanjang malam.


"Masih manis !" katanya seraya menemukan nenek bahu Sun Qie.

__ADS_1


Sun Yat dan Lanlan tidak mengerti arti kata dari "manis" Tapi Sun Qie jelas tau. Dia tersenyum sendiri tanpa bisa di jelas kan.Rupanya sang kakak hanya ingin nyicip doang dan hasilnya sudah jelas.


Manis..masih manis...


__ADS_2