
Mendapatkan kan pesan dari penetua, paman pertama datang ke ladang menemui dua saudara. Saat ini ladang sudah mulai menguning pertanda panen akan segera di mulai.
Kondisi padi amat mencengangkan warga desa. Padinya gemuk dan penuh, mereka juga berbau harum seperti nya rasanya juga akan lezat.Setelah selesai memberi makan sapi sapinya sun zie ikut membantu di ladang. Besok panen akan di mulai lebih awal dari ladang orang lain.
Ketika paman Pertama datang, mereka menghentikan pekerjaan sementara. Walaupun berpisah kewajiban menghormati orang tua harus tetap di junjung.
"Paman? "
"Seperti nya panen kalian bagus tahun ini, apa kalian perlu bantuan karena padi kami belum waktu nya di panen "Kata paman pertama berbasa basi
"Tidak usah paman, ladang kami tidak besar, ini tak akan memakan waktu banyak "
"Oh ya paman punya pesan dari kakek, katanya hal hal mengenai benang sutra sudah selayaknya di pertanggung jawabkan pada keluarga besar.Dan ini sudah final tak perlu di perdebatan lagi. Lagi pula usaha klalen sudah cukup membuat kalian sibuk sepanjang hari, seperti nya giliran kalian sebagai keluarga cabang memberi kontribusi pada keluarga lama " Paman pertama berkata cukup santai seolah olah hal ini adalah keharusan tanpa mengingat perpisahan lama.
"Tapi lanlan menolak menyetujui nya, kami sungguh tidak tau apa apa, kami juga sulit membujuk dia paman" Sun Qie lemah dihadapan kesolehan seorang anak. Dia juga meyakinkan hal hal bersifat kuno ini. Sementara Sun Zie diam tak bersuara, tapi otaknya hanya akan berpikir ini adalah hal benar bila menyangkut kebaikan keluarga inti.
"Siapa yang berkuasa di rumah, apa Lanlan atau kalian. Percuma kalian jadi lelaki bila tak bisa menjaga wanita kalian tetap di belakang.Uang bisa di cari tapi harga diri adalah harga mati. Tunjukkan kalian mampu menjadi pemimpin di rumah" Paman pertama berkata bersungguh sungguh tentang posisi seorang wanita yang seharusnya.
" Lanlan punya ide bagus tapi wanita mana yang tak berkontribusi dalam keluarga kita, lihat dua bibi mu, Mereka bekerja di rumah bahkan membantu di ladang seharian. Tapi tak pernah melangkahi tradisi kita. Ketika makan mereka hanya akan makan setelah kami lelaki makan tapi lihat lah istri kalian. Kalian semua memanjakan nya sepanjang hari hingga kepalanya jadi sebesar gunung "Dua saudara hanya diam mendengar kan.
"Urusan dapur dan hewan di belakang ada Sun Yat, urusan ke ladang ada sun Qie urusan ke pasar ada sun Zie, apa dia hidup seperti ratu di desa ini? " terang nyaarah. Banyak warga yang telah membicarakan ini. Namun ketiga suami hanya menutup telinga tapi kali ini Paman pertama mengabarkan nya sendiri. Ego lelaki. mulai tumbuh secara samar samar..
Lanlan sedang tidur siang ketika tiba orang ini berbicara di ladang. Dia tak menyadari ada pisau yang menusuk nya dari belakang. Lanlan memang memiliki kebiasaan tidur siang hingga tak ada yang mau menggangu nya saat ini. Padahal Sun Yat sedang sibuk bersama nenek sun di belakang dimana kakek sun duduk di pintu belakang untuk menonton. Dia hidup nyaman tanpa beban.
Tapi kenyamanan ini terganggu ketika dia bangun bermaksud untuk mandi sore.Saat saat ini anak anak belum pulang dari bermain. Lanlan terbiasa bersih harus mandi ketika malam akan tiba.
__ADS_1
Dua suami menyapa nya sebentar sebelum berkata lembut.
"Lanlan sudah kami putuskan hal hal tentang benang sutra akan di serahkan pada paman pertama.Ini tak bisa di pulihkan lagi jadi berikan gambar nya pada ku untuk di serahkan secepatnya karena ulat ulat itu tak bisa menunggu lama"
Lanlan tentu terkejut mendengar nya. Ke dua pasangan tua juga sedikit menoleh rapi berangsur-angsur tak. peduli. Sun Yat juga tak ambil pusing di atas hanya pokus membersihkan kandang kandang dan memilah-milah beberapa telur yang akan di bawa ke pasar besok.
"Kalian membuat keputusan tanpa bertanya padaku?"Lanlan jatuh dalam keadaan sedih. Dia nyatanya hanya lah istri, tidak ini istri bersama yang derajatnya sama seperti wanita yang di jajakan di pinggir jalan tidak lebih.
Dua lupa siapa dirinya hanya karena nyaman selama ini di rumah tanpa khawatir. Dia pikir para suami adalah orang yang berpikir lebih maju dan menghargai kehadiran nya sebagai manusia bukan hanya seorang wanita.
"Ya kami punya hak untuk membuat keputusan ini. Lagi pula kakek jiga meminta nya siang ini. Kami tak punya alasan menolak permintaan kakek " kata sun Qie lagi. dia pelan tapi masih bisa menusuk.
Lanlan masuk ke kamar nya dan keluar dengan sketsa dan tulisan lengkap tentang tata cara memelihara ulat sutra dan cara membuat benang ke tangan Sun zie.
Lanlan pergi ke dapur dan kembali dengan pisau dapur di tangan dan bertanya
"Tuan SunYat apa pendapat mu tentang ini? "Dua suami sudah memberikan keputusan bagaimana dengan suami ke tiga.
" Aku.. aku sungguh tak punya pendapat ...tapi ...menurut ku bila kakek yang meminta kita tidak memiliki hak untuk menolak nya "Sun Yat jelas mendukung dua saudara nya.
" Baiklah aku tak akan menolak ide ini tapi kata kan pada ku tentang rumor di desa bagaimana aku santai di rumah seharian? "
"Ini...
" Ya kalian dengar dan memasukkan nya ke hati. Jadi dengar kan aku alih alih gosip. Mulai hari ini dan kedepan nya aku tidak akan masuk campur dalam urusan kalian mencari uang, Uang akan aku serahkan pada ibu.biar kan aku mengurus dapur dan mencuci baju di sungai benar? "
__ADS_1
"Lanlan ini...
" Tidak jangan hentikan aku dari menjadi wanita penurut lain nya, buat keputusan sendiri tanpa bertanya pada ku.sekarang kalian punya jalan menghasilkan uang jadi aku sudah tidak di perlukan lagi kan"
"Baik nya kau melihat ke depan Lanlan jangan marah ini hanya demi kebaikan bersama, lagi pula gosip itu ini akan hilang seiring waktu"
"Aku tak mengindahkan gosip ini hanya saja kalian terlalu memikirkan harga diri karena gosip ini. Bisakah kalian makan dengan gosip? Atau bisakah perut kenyang dengan harga diri? aku tak meminta banyak hanya ingin kalian hargai aku sebagai manusia tapi.. aku lupa.. posisi ku lebih rendah dari seorang selir samping "Ucap nya sedih, mengapa dia ber transmigrasi pada era yang memandang rendah wanita-wanita
"Lanlan jangan kau rendah kan dirimu mu sendiri hanya karena hal sepele ini hanya diam hak membuat keputusan saja tak lebih "Sun Qie tak suka dengan Lanlan yang berkata kata rendah untuk diri sendiri .
"Ya kalian punya hak tapi aku juga punya hak, tak ada yang boleh masuk ke kamar ku malam ini dan seterusnya hingga bulan depan. Kalau melanggar aku pastikan pisau ini akan berwarna merah " Ancam Lanlan dia sunguh sungguh marah besar. Sama seperti para suami Lanlan juga punya harga diri.
"Lanlan kenapa? "Tanya sun qie yang merasa amarah Lanlan tak wajar
"Aku marah, ini hak ku "jawab Lanlan jujur, orang orang kuno ini tak bisa berbicara berbelit belit harus langsung ke intinya. Dia menguncang pisau di tangan membuat tiga suami ngerti. hanya mengancammu
"Tapi aku tak ikut campur tangan Lanlan jadi...
" Tidak, kau juga sama jangan berpikir bodoh untuk satu bulan kedepan "Lanlan masuk kamar dan membanting pintu dengan keras
"Lanlan"Sun Yat tak tahan melihat lanlan sedih.
"Kakak bagaimana ini? "
Sun Zie merosot di kursi tanpa suara, niat hati mengguncang bulan tapi sekarang sudah dapat kartu merah. Nasib nasib...
__ADS_1