
Pagi hari lanlan bangun agak kesiangan. Bisa di bilang dia memang sudah terbiasa bangun siang. Tapi itu adalah kebiasaan nya sejak di era kuno. Siapa suruh dia punya tiga suami yang bisa meng-handle semua jenis perkerjaan sehingga dia menjadi pengangguran setiap hari.
Hal pertama ketika dia bangun adalah pergi untuk mandi dan berganti pakaian.
Hal pertama yang dia suka dengan hotel bintang lina adalah jakuzi nya.Dia bisa berlama kama di sana seharian sampai tertidur lagi.
Sama seperti pagi ini. Dia masih mengantuk berat. Tadi malam bisa di bilang dia telah bergadang.
Tuan hatori kembali mengubungi nya untuk penambahan stok sebelum dia kembali ke negara asalnya.
Dia langsung meminta satu barel penuh. Barel sebenarnya adalah ukuran penuh untuk minyak tapi lanlan tidak bisa menyebutkan lagi jika masih di hitung dalam hitungan liter.
Jika anggur buah ini habis, dia masih bisa membuat nya lagi. Stok buah masih banyak dan beragam di tambah ruang nya adalah tempat waktu berputar dengan cepat.
Dalam kata lain, sebenarnya stok tidak terbatas.
Sebab itulah sekarang Lanlan masih mengantuk dan tertidur dalam gelembung sabun di jakuzi nya.
Sum Yat sangat tuau jika Lanlan sedikit malas dan suka bangun siang jadi dia tidak datang di pagi hari. Hanya setelah jam sembilan pagi barulah dia masuk dengan sarapan pagi di tangan nya.
Dewa saja yang tau, bagaimana inginnya dia untuk bisa memasak lagi untuk Lanlan. Tapi sekarang mereka sedang ada di hotel yang tidak memungkinkan dia untuk memasak secara pribadi.
Sarapan yang dibawanya pagi ini adalah sarapan yang di pesannya dari luar. Setelah lama tinggal di indonesia Sun Yat-sen pikir Lanlan sudah begitu lama tidak menikmati menu negara ini.
Jadi dia memesan langsung satu piring lontong sayur sederhana dan tahu bacem. Menu sederhana yang di temani dengan segelas kopi hitam hangat dengan susu terpisah. Nanti Lanlan bisa menambahkan susu krim jika dia mau.
Sun Yat sekarang berstatus pacar yang tidak halal tapi dia mendapatkan hak istimewa untuk memegang kunci cadangan.
Berjaga jaga saja seandainya Lanlan lagi malas untuk keluar. Tapi dengan kunci cadangan, Sun Yat bebas untuk keluar masuk. Ini adalah keuntungan seorang pacar.
Setelah membuka pintu, dia tidak mendapati Lanlan di kamarnya. Sebagai orang yang selalu tau kebiasaan Lanlan dia menebak jika Lanlan sedang mandi.
tok.. tok.. tok..
"Sayang ? "
Tidak ada suara yang menyahuti panggilan nya. Sun Yat mengkerut kan dahinya. Dia mencoba mengetuk pintu kamar mandi lagi. Kali ini dengan sedikit keras.
__ADS_1
Tok.. Tok.. Tok...
"Sayang, kau ada di dalam.? "
Masih tidak ada jawaban, Sun Yat khawatir, bagaimana jika Lanlan sudah keluar dan dia salah menebak Lanlan dengan kebiasaan lamanya.
Jadi Sun Yat membuka pintu yang memang tidak di kunci.
Di balik pintu kamar mandi, Sun Yat melihat jika Lanlan menutup matanya padahal dia sedang berendam air yang penuh dengan busa melimpah.
"Hehehe masih tidur rupanya" ucap Sun Yat terkekeh kekeh.
Sun Yat mendekati Lanlan dengan hati hati. Kamar mandi nya sungguh bersih jadi jangan pikir akan jorok jika Sun Yat membawakan nya segelas kopi ke sana.
Dulu di rumah mereka yang kecil masih berlantai tanah, bahkan toilet di era modern masih tidak bisa menandingi.
Jadi dia sudah biasa.
Sun Yat dengan hati hati menatap wajah Lanlan yang terpejam. Dia sangat memuja Lanlan terlepas dari raut wajahnya. Tapi di kehidupan ini Lanlan masih lebih cantik dari Lanlan di era jadul.
Anda akan sulit untuk melihat pori pori di kulit nya. Jika anda tidak melihat dia bernafas, mungkin seseorang akan berpikir dia adalah sebuah boneka.Bulu matanya yang panjang berkibar di terpa angin dingin dari hidungnya yang mancung.
Di dalam hidup ini, Lanlan harus lah menjadi miliknya seorang. Harus begitu, tidak ada negosiasi lagi.Dia kakak, buang aja ke laut.
Sun Yat datang dan duduk di sisi jakuzi, dia memilih mengusap rambut nya yang basah. Memijat nya rambut nya dengan lembut.
Lanlan terjaga ketika dia merasakan tekanan itu di rambut nya. Dia melirik sebentar dan terpejam lagi setelah nya.Agak malas meladeni, dia masih mengantuk akibat bergadang.
Setelah tau ini Sun Yat dia tidak ragu. Tapi jika ini dia saudara lain di pastikan dirinya akan lari ke ruangan dalam sekejap.
"Sayang, sarapan?. "tawarnya dengan senyuman.
Lanlan tersenyum, ini adalah pertanyaan yang biasa di lontarkan oleh Sun Yat di masa lalu. Sekarang dia masih sama, masih bertanya dengan penuh perhatian.
Dasar berondong manis.
"Sayang, masih mandi nih, pergi sana" kata Lanlan. Semalam mereka sepakat saling memanggil dengan kata sayang. Suami ke tiga tidak lagi relevan.
__ADS_1
"Mau pijit? "Tanya Sun Yat yang penuh semangat. Dia pasti ingin lebih daripada pijat memijat. Tapi jangan sampai Lanlan ilfil kepada nya.
" hemm boleh lah, tapi jangan macam macam ya!"tegasnya
"Hey segitu nya, tapi kalau di ajak si nggak nolak kok, hahaha"
"Ihh sejak kapan Sun Yat yang imut dan pemalu menjadi nakal dan mesum? " kata Lanlan senang. Siapa yang tidak senang di gombalin.
"Sejak berpisah darimu, sejak itu lah Sun Yat yang lama mati dan lahir lagi dengan Sun Yat yang hanya nakal dan mesum dengan Lanlan nya seorang" kata Sun Yat masih ngegombal receh.
Lanlan memerah mendengar perkataan nya dan memercikkan buih sabun dengan sengaja. Seketika Wajah Sun Yat penuh dengan buih sabun tapi Sun Yat tidak marah justru terkikik kikik senang. Dia telah lama memimpikan hal seromantis ini bersama Lanlan.
"Hahaha, nakal Lanlan ku juga bisa nakal hahaha"Lanlan tertawa bahagia bersama Sun Yat yang setia di pinggir jakuzi.
Mereka segera asik bermain sabun seperti anak kecil. Tapi Sun Yat masih menahan diri untuk tidak ikut masuk ke dalam jakuzi. Dia masih tau batasannya. Mereka belum menikah kembali.
Lanlan tau itu, dan dia senang. Inilah Sun Yag yang dia kenal.
Setelah lelah bermain air, Sun Yat tidak ragu mengirimkan lontong sayur nya langsung ke mulut Lanlan.
Hari sudah meninggi tapi Lanlan bahkan belum sarapan pagi. Dia tertekan, jadi dia akan menyuapi Lanlan yang masih di dalam bak nya. Lanlan bahkan tidak menolak itu. Dia senang bisa di manjakan sampai ke tahap ini.
Masih bisa makan lontong sayur dan ngopi di suapin oleh pacar yang tampan di sampai jakuzi yang penuh dengan buih sabun. Ahh romantis nya.
"Sayang, kemana kita hari ini? " tanya Sun Yat
"Terserah sayang saja maunya kemana, apa kau tidak ada urusan yang harus di urus?" tanya Lanlan lagi. Dia taunya Sun Yat memiliki usaha yang berserakan di penjuru Indonesia. Seharusnya dia juga tidak bisa sesantai ini.
Sun Yat masih memegang beberapa bisnis yang menjanjikan kan jadi dia seharusnya juga orang yang super sibuk. Menemani nya seharian mungkin akan merugikan dirinya beberapa puluhan juta sekaligus.
"Tidak sibuk, aku punya beberapa orang yang kuat. Jadi santai saja. Lagipula jika bangkrut pun, kita masih bisa makan hanya dengan bunga bank, hahahaha"katanya bercanda.
Tapi dia sebenarnya serius, dia tidak pernah berpikir ingin mengumpulkan harta. Tujuan nya hanya lah untuk menemukan Lanlan Dia berkeliaran di Indonesia sambil menyalurkan hobi lamanya.Tapi dunia sekarang sangat menghargai bakat. Jadi semuanya adalah tidak sengaja.
Lanlan hanya terdiam dan tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya. Seorang wanita yang di cintai sehingga di cari sampai ke ujung dunia. Dia tidak munafik jika di bilang dia tidak menyukai nya.
Lanlan tidak menyangkal jika dulu dia mencintai tiga suami nya tapi dia kecewa. Sekarang dia tidak akan begitu lemah sehingga jatuh cinta dengan cepat. Masih harus di lihat bagaimana kinerjanya di masa depan.
__ADS_1
Masih dalam masa percobaan...