Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
antara hukuman dan hadiah


__ADS_3

Pernikahan seorang selir hampir sama dengan pernikahan biasanya. Bedanya Sang mempelai wanita tidak akan di jemput oleh pengantin lelaki. Dia akan di jemput oleh pendamping pihak lelaki bersama sang mak comblang.Tanpa kemeriahan tertentu yang sama dengan pernikahan istri resmi.


Adapun jika ini istri resmi, mereka bisa masuk di pintu depan tapi seorang selir hanya bisa masuk dari pintu samping.


Siang hari pada jam keberuntungan, satu tandu datang ke kediaman calon pengantin.Tidak ada pengantin lelaki,pengantin wanita langsung di antar oleh keluarga besarnya menuju tandu.


Karena posisi nya seorang selir, maka dia tidak wajib mengenakan pakaian serba merah.Kali ini calon pengantin mengenakan pakaian brokat biru laut yang lembut.


Wajahnya juga di tutupi oleh hijab berwarna senada, jadi tidak ada yang bisa melihat ekspresi nya sama sekali. Mata pengantin juga harus selalu melihat kebawah demi menghindari kecelakaan yang tidak di inginkan.


Mak comblang bertugas mendampingi dia sampai ke rumah barunya.Mereka segera di angkut masuk ke tandu dan pergi dengan cepat.


Hanya inilah rutinitas yang ada di rumah pengantin wanita. Hanya ini..


Perjalanan ke kediaman resmi hanya sekitar satu jam.Kediaman resmi Tuan muda Ketiga Lan lebih meriah.


Ada lebih dari sepuluh meja untuk menghibur tamu. Para tamu juga terdiri dari kepala Departemen dan beberapa wakil nya.


Kali ini Lanlan tidak datang sama sekali. Bukan dia tidak menghargai pernikahan sang paman tapi keponakan juga tidak wajib mengenali selir seorang paman. Kewajiban nya hanya jatuh pada istri resmi saja dan itu masihlah pad bibi ke tiga.


Tapi ayah dan ibu mertua serta dua suami masih datang mengingat betapa dekat nya hubungan ini di masa lalu.


Sejati nya meja para lelaki masih di pisah kan dengan meja para wanita.


Ketika pengantin sampai dan masuk ke kediaman melalui pintu samping dia duduk sebentar di aula.Hanya lima menit tidak lebih.


Kemudian dia di tuntun ke kamar pengantin yang telah di sediakan.Tanpa dia tau, yang menuntut nya adalah istri resmi nya langsung.


Hukuman yang di jatuhkan pada bibi ke tiga memi begini. Dia di haruskan melayani para selir di haru pertama. Semua pernak-pernik pernikahan di kamar pengantin haruslah tulisan tangannya sendiri.


Itu masih termasuk menjahit selimut merah dengan pola bebek mandarin. Berbagai menu wajib seperti kacang goreng dan piring buah serta anggur pernikahan juga bibi ke tiga yang mengurusnya.


Dia juga di haruskan untuk mengurus kain putih khusus yang di letakan di atas selimut merah.

__ADS_1


Kain putih ini di tebarkan dengan rapi oleh nya. Siapa yang bisa mengerti hati bibi ke tiga yang hancur lebur karena nya.


Hukuman ini terlalu kejam baginya. Tapi bisakah dia menolak ini. Jika menolak,Lanting tidak akan bisa menikah seumur hidup. Lancahay juga akan di usir dari bukit lapin.


Air mata bibi ke tiga hampir jatuh ke atas kain putih tapi dia bergegas menyapu nya lebih awal. Ingin menangis tapi ini semut adalah salahnya. Masih bagus suami nya masih mengingat dirinya dan anak-anak. Jika tidak....


Bibi ke tiga menatap sedih pada kain putih.Kain ini adalah saksi bisu tentang penyatuan dua manusia.Jika sukses maka akan ada noda darah di atasnya. Besok pagi bibi ke tiga harus datang dan mengambil alih kain putih yang ternoda ini untuk di simpan dan di persembahan kan pada aula keluarga.


Bukankah ini kejam..


Sebagai seorang istri yang telah bersama selama puluhan tahun dia harus menghadapi hidup yang kejam ini pada penghujung hidupnya. Lelaki terlihat setia jika mereka tidak memiliki kemampuan. Tapi masihkah kesetiaan berlaku jika lelaki memiliki kemampuan dan uang di tangan.


Dulu mereka miskin rapi. masih bahagia dengan dua anak nya. Lan ting dan lancahay. Tapi kedepan nya akan ada anak anak lain dalam keluarga Lan ini dan anak-anak itu tidak akan lahir dari rahimnya melainkan dari rahim wanita lain. Dan wanita wanita itu masih lah sangat muda yang bisa bermain manja seharian.


Dia kalah sebelum berperang.


Bibi ke tiga menahan tangisan nya dengan cepat membakar lilin merah. Dia keluar dari ruang pengantin tapi tidak pergi ke mana mana. Sekarang dia harus menemani mak comblang berdiri di depan pintu semalam suntuk.


Paman ke tiga sibuk menjamu tamu di aula tengah. Beberapa orang memaksa nya untuk minum beberapa gelas anggur tapi jelas tidak mau dia mabuk.


Dia melihat istrinya berdiri di depan pintu dengan lesu. Ada kursi di samping nya untuk dua duduk nanti jika dia lelah.


Kaki paman ke tiga melambat dan berhenti tepat di depan bibi ketiga. Dia menatap nya dan tau bagaimana perasaannya.


"Istri, pergilah ke kamar mu! "


"Tidak perlu,masuklah cepat, dia.. dia menunggumu " ada kilasan rasa pahit dalam suara nya.Mata bibi ke tiga berkilat karena cahaya lilin yang berpendar. Embun di sudut matanya tertangkap cahaya dan paman ke tiga jelas melihat ini. Dia tidak tega..


"Jika tidak, aku akan tidur di kamar lain malam ini! "


"Jangan begini, aku rela, suami, aku ikhlas menerima selir mu. Jadi masuk lah dan lakukan tugasmu" kata bibi ke tiga dengan cepat.


Cepat atau lambat semua masih akan di lalui.Jika pikir ulang, masih begitu banyak wanita yang harus menerima selir di kamar belakang dan itu sudah biasa tapi perasaan ini masih terasa pedih menusuk bagaikan duri di hati.

__ADS_1


Lagi pula masih ada satu lagi selir yang akan masuk minggu depan.


"Khmm, baiklah, jangan sampai kau masuk angin ya"lambai nya pelan.


"Baik"


Paman ke tiga masuk ke kamar dengan ragu. Suasana kamar yang penuh dengan nuansa merah membuat Paman malu. Dia sudah cukup berumur tapi masih menerima selir, bagaimana itu.


Paman ke tiga tidak memilih langsung calon selir nya. Jadi dia tak begitu tau tentang nama usia dan sebagainya.


Paman ke tiga berhenti tepat di depan wanita dengan kerudung ini.Aroma wangi khas kamar pengantin segera menyerbu hidungnya. Tiba tiba dia menjadi gugup.


Dengan perlahan, kerudung dibuka menampilkan wajah ayu yang malu malu.Gadia manis yang masih terlihat begitu muda.


"Khmm em..ayo.minum? "


"Baik"


Segera paman ketiga meraih gelas dan menuangkan anggur pernikahan ke dalam nya. Siapa yang tidak tau apa itu anggur pernikahan.


Ini adalah anggur dengan tambahan obat kuat dan afrodisiak dengan dosis kecil.Dosisnya kecil sekali karena itu korban masih dalam sadar ketika kejadian.


Segera anggur berpindah ke tenggorokan masing-masing.Paman masih bingung jadi dia menggigit kacang goreng.


Pengantin nya masih duduk dengan diam.Masih patuh untuk makan sepotong buah.Pada akhir nya sebotol anggur pernikahan habis tanpa sisa.


Karena pengaruh anggur pernikahan, paman bergerak maju dan meraih gadis itu dalam pelukan nya.Tak ayal gayung bersambut, segera pakaian berserakan di lantai dan gerakan primitif segera terjadi. Dua insan berlainan jenis segera terlilit bagaikan ular air.


Di sinilah paman ke tiga merasakan perbedaan istri dan selir nya.Kulit selir yang belum dia tua namanya ini masih kencang dan lembut untuk di kunyah.Dia juga masih kencang di dalam membuat paman ke tiga merasa kurang jika hanya satu putaran.


Mari lanjut ke sesi ke dua... baik..


Di depan pintu, bibi ke tiga hanya bisa menangis dalam hati dan menggigit bibir hingga berdarah ketika suara suara ******* terdengar di telinga tuanya.

__ADS_1


Kejam.. kau kejamm.. huuuuu.


__ADS_2