
Kereta kuda berlari menjauh dari kediaman resmi putri lanniang.Lanlan hanya meringis kesal melihat gelagatnya tanpa bergerak dari kursi. Tapi ibu mertua tidak begitu dia malah berlari menjemput satu gerbong bersama para budaknya untuk menyusul sang Jendral ke lokasi.
Sebagai seorang ibu, tentu nya dia sedikit prihatin dengan kondisi putra nya.Selain itu dia adalah sosok yang paling santai di dalam keluarga sejak lanlan menarik semua keluarga ke bukit lapin. Jadi dengan kedok menyambut tamu, tidak akan ada yang meragukan kenapa dia menyusul sang jenderal ke pantai tepat nya ke hotel.
Lanlan sendiri tidak begitu antusiasme dengan kepergian ibu mertua. Saat ini di rumah dia akan bersenang senang dengan batu kecil dan bintang kecilnya.
Mereka telah berusia setengah tahun dan begitu aktif.Lanlan menyadari bahwa dia tidak adil pada anak-anak ini. Waktu nya di sita habis demi kemajuan bukit lapin tapi secara sadar mengorbankan waktu untuk anak-anak.
Anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama ayah muda di banding dirinya.Apa yang paling menyesakkan adalah ketika dia tidak lagi memberikan ASI untuk mereka. Kebutuhan ini harus di gantikan oleh sapi betina di belakang rumah.
Pada malam hari lanlan masih sibuk menarikan tarian kuno bersama suami ke dua demi membentuk kehidupan baru lainnya.
Lanlan sendiri tidak menolak ide untuk memiliki janin lain dengan cepat, toh dia tidak kekurangan apapun.
Dengan rencana yang matang lanlan memperkirakan untuk mempersembahkan dua anak untuk setiap suami. Mereka punya begitu banyak budak untuk mengasuh bayinya nanti. ini tidak merepotkan sama sekali.
Sakit melahirkan?
Tidak berlaku untuk lanlan, dia tidak merasakan sakit yang berlebihan untuk janin naga dan Phoenix nya. Hanya merasa sedikit mulas dan itu wajar.Air surgawi cukup ampuh untuk membuat kondisi nya baik baik saja. Jadi lahir kan saja janin lagi tahun depan tanpa khawatir.
Begitu lah niat lanlan untuk mengabiskan waktu seharian untuk dua bayinya.Dari itu dia tidak perlu repot mengurusi masalah sun Zie.Bukan kah masih ada banyak hari untuk mereka berkumpul lagi.
Sementara Lanlan menikmati hari bersama si buah hati, jendral besar juga sampai ke hotel pinggir pantai yang megah.
Dua puluh menit di belakang nya ada kereta nenek sun yang menyusul perlahan.
Adapun kenapa dia bergegas ke hotel, ini karena si kentang panas Putra mahkota.Bocah itu telah melupakan identitasnya. Ini yang di takut kan sang Jendral.
__ADS_1
Putra mahkota hanya lah bocah berusia sepuluh tahun atau lebih. Tapi dia harus berperilaku demi status nya sendiri..
Dalam istana yang megah, dia bahkan harus berhati-hati untuk menarik nafas.Semua orang menaruh perhatian berlebih tapi sejujurnya tidak ada yang tulus.
Setiap langkah harus dihitung dengan cermat. Pakaian yang di pakai hari ini sudah di jadwal kan sebulan sebelum nya. Tidak ada rasa antusiasme sekali. Hidup benar benar monoton. Salah satu hiburan hanya lah belajar berpolitik dengan rapi.
Kebetulan sekali dia adalah sasaran politik paling empuk saat ini.Jadi dia telah di berikan pelajaran tentang **** sejak dini.
Di usia sepuluh tahun dia telah ditetapkan sebagai putra mahkota.Di malam yang sama ada seorang gadis dengan usia belasan tahun di jemput ke kamar nya. Gadis ini adalah gadis yang memang di perbantukan untuk itu tapi sepuluh tahun bukan waktu yang tepat.
Hanya saja para gadis harus berjaga semalaman tanpa pakaian di malam yang dingin. Nanti ketika dia berusia sebelas tahun maka wajib memilih pendamping kamar pribadi. Dalam artian melakukan hal intim. Tapi kebijakan ini dan keintiman ini sendiri tidak lah pribadi melainkan di pantau jelas oleh beberapa orang terpercaya.
Gadis yang di tunjuk akan berinisiatif mengajarkan segala sesuatu nya nanti. Ini di maksud kan untuk melihat apakah ada kelainan seksual pada putra mahkota yang kemudian akan menjabat sebagai kaisar selanjutnya.
Di tahun kesebelas juga dia akan memiliki Putri Mahkota dan menikah di usia dua belas tahun. Jadi saat dia berlibur di bukit lapin,saat ini juga di istana sedang terjadi pertarungan politik antara para menteri untuk bergegas mencari posisi Putri Mahkota. Tapi sang Putra mahkota sendiri tidak ada hubungannya.
Awalnya sun zie ingin marah pada para budak pendamping ini. Mereka hanya berdiri tanpa bertindak apapun sama sekali. Tapi setelah beberapa saat berlalu, pintu kembali terbuka dan empat anak yang masih labil ini kembali terlihat dan masih tertawa lepas.
Mereka keluar dan membayar petugas kamar tangga dan masuk kembali dalam beberapa menit.Tentu saja perilaku ini aneh menurut sun zie karena dia sendiri tidak tau dan tidak mengenal kamar tangga.
Di matanya, empat anak itu hanya tertawa dan masuk ke satu kamar bersama sama tertawa dan tertawa geli. Lalu keluar dan pada akhirnya hanya untuk masuk dan tertawa lagi. Entah di mana letak kelucuannya. Yang jelas pada hari ini, putra mahkota melepaskan diri sepenuhnya pada status dan terlihat seperti...
Bocah...
Ini benar-benar berperilaku sebagai bocah sungguhan dengan senyuman dan tawa lepas. Berbeda jauh dengan keseharian nya di istana.
Apa ini benar-benar putra mahkota nya atau hanyalah seorang peniru?
__ADS_1
"Hahaha oh hoiii jendral" sapa nya ketika matanya bertabrakan langsung pada mata sun zie. Sun zie cepat menundukkan wajah nya dengan hormat sebelum dia mendengar lagi.
"Mau masuk?" tawarnya.
Sebagai orang yang dewasa sepenuhnya, sun zie tidak mau ikut bermain jadi dia menjawab dengan tegas.
"Berbicara putra mahkota,tidak"
"Hohoho jendral, kau harus mencobanya juga. Kau tau ini bagus.Aku akan meneliti nya sebentar dan mencoba menerapkan nya di istana ku"
"Berbicara putra mahkota,hanya sebuah pintu sederhana,di mana letak istimewa nya yang mulia! "
"Hohoho kalau begitu, ayo"
Jendral di dorong masuk ke kamar kecil, kamarnya memang benar benar kecil dan ini hanya cukup untuk berdiri tak bergerak. Jadi di mana letak keseruannya.
Tapi dia segera menyadari ada goncangan pelan di kamar kecilnya dan entah bagaimana sosoknya juga terkejut. Tapi dia adalah seorang jendral besar yang di kagumi oleh banyak orang jadi dia mempertahankan wajah dinginnya yang masih berdiri dengan kokohnya.
Empat bocah sudah heboh lagi dan berteriak kesenangan. Beberapa saat kemudian pintu terbuka dan sang jendral berjalan keluar dengan mempertahankan gaya stabil nya. Tapi di hati masih meringis sepi dan lututnya bergetar lembut.
Kali ini lelaki tua yang asalnya duduk di depan kamar untuk mengutip beberapa wen telah berganti dengan pria muda dengan darah penuh daging di pipinya.
lelaki ini berbicara beberapa kata pada putra mahkota tanpa tau siapa yang di hadapinya. Jika biasanya putra mahkota bertemu seseorang yang tidak membungkuk fi depan nya pastilah orang itu berumur pendek tapi lihat lah sekarang. Putra mahkota hanya memamerkan deretan giginya.
Dia kah putra mahkota kecil yang terkenal acuh di istana itu...
Mengapa dia berubah menjadi anak-anak
__ADS_1