
Kekurangan bahan makanan membuat masalah tersendiri.Semua akan baik baik saja bila di sepanjang jalan masih ada beberapa sayuran liat.Tapi banyak nya pengungsi bukan lagi sayuran liar, akar pohon lembut pun di gali orang.Beberapa lagi nekat mengigit kulit pohon dan merebusnya dalam waktu lama.
Masih untung di sepanjang jalan yang di lalui ada aliran sungai panjang jadi tidak perlu khawatir dengan pasokan air. Masalah nya cuaca makin dingin dan salju mulai turun.
Perbekalan di gerobak sapi seharusnya cukup untuk dua minggu awal tapi karena gangguan dari Huangdi perbekalan dari pihak lan habis tak sampai satu minggu. Kehabisan dari sana Huangdi buat perkara di keluarga sun mengakibatkan perbekalan keluarga sun juga habis dalam hitungan hari.Masih untung ada perbekalan rahasia yang di bagikan secara acak.
Tapi agar lebih wajar tiga suami pura pura ikut mencari sayuran liar dan sedih ketika kembali dengan tangan kosong. Kerap kali sun Qie berkata sedih "ayo minum air panas hari ini" artinya lain di benak keluarga sun.Ini artinya mari minum sup ayam lezat dengan bubur putih yang hangat di perut.
Seperti itulah beberapa hari terakhir, keluarga sun hanya "minum" air hangat sementara keluarga lan masih mampu menarik akar pohon dan merebusnya walaupun sedikit pahit. Awalnya keluarga lan ingin berbagi tapi apa daya Huangdi masih lapar lagi dan lagi.
Siang ini hari makin berat karena salju kian tebal lagi pula tak ada rumput lagi untuk makanan sapi yang membuat dia makin lamban setiap harinya, dia lapar.
Huangdi makin marah saja melihat pergerakan ini padahal dia yakin gunung yang dimaksud oleh ayahnya makin dekat tapi juga makin jauh.
Dalam surat nya ayah Huangdi berkata satu bulan kemudian rombongan akan berhenti dikaki gunung lonhsu.Rombongan gubenur ramai dan selalu berhenti di setiap jalan karena membawa selir yang hamil besar.Jika rombongan gerobak sapi bisa mengejar maka di pasti Huangdi akan baik baik saja, tapi sapinya tak lagi sanggup berjalan hingga lebih sering istirahat dari berjalan, sungguh merepotkan sekali.
Rombongan turun untuk memasak alakadarnya,keluarga lan mendapatkan segenggam sayuran liar di dalam gunung yang jauh setelah mencari berjam-jam. Bibi pertama membuat api dan meletakkan salju di atas panci.Biarkan salju mencair langsung lempar kan sayuran liar dengan sedikit garam laut dan aduk beberapa saat kemudian angkat dan bagikan ke mangkok dengan sama banyak.
Jangan lihat pihak lanlan yang membuat api di atas salju hanya untuk memanaskan salju hingga mencair dan meneguk nya di botol air panas.Mereka bahkan tak memiliki mangkok.Kelompok lanlan sudah beberapa hari menyesap air hangat jelas menatap lapar kepada mangkok nya.
Huangdi takut makanan nya di rampas keluarga sun jadi dia berinisiatif makan menjauh dari orang orang hingga terekspos di jalan.Padahal lanlan sengaja menarik gerobak sapi jauh dari jalanan hanya untuk makan tapi kenapa Huangdi tak berpikir tentang menyembunyikan nya.
__ADS_1
Sialnya tebakan lanlan benar, beberapa pengungsi yang lapar bergegas ke arah Huangdi dan merampas mangkok nya hingga jatuh ke salju yang dingin. Meskipun hanya rebusan sayuran pahit, baunya masih harum di hidung orang lapar.Siapa yang bisa menjaga etika dasar di saat sat ini.Urusan perut terkadang membuat manusia lebih rendah dari binatang. Kadi Huangdi di kepung banyak orang di detik detik berikutnya.
"Tolong.. tolong..
" Awww jangan jangan, ini punya ku owooooo"
Huangdi menjerit histeris, bukan hanya mangkok nya tapi pakaian nya juga di pretrli di sana sini.Segera anting-anting kalung dan gelangnya hilang entah kemana. Manik manik di kepala juga lenyap tak berbekas raib di gondol maling.
" Pencuri... woooo pencuri... tolong!! "
Lancahay bergegas mencari Huangdi yang menjerit kasar.Di lupa menyimpan mangkok nya yang tentunya menarik perhatian orang. Beberapa mata lapar juga memaksa datang dan mengambil alih mangkok berlogo ayam jago itu.
Tak sampai di situ beberapa lagi merebutnya kembali dan tarik menarik terjadi segera saja pertumpahan darah terbentuk.Tiba-tiba saja lautan manusia datang menemukan sapi jantan yang berdiri dengan lemah dan gemeteran.
" Oooueeo......
Tak siap di serbu orang ramai para tetua yang sedikit lemah ikut terseret, menjerit parau di tengah-tengah lautan manusia. Tiga suami bergegas ingin menarik orang tua dan anak anak yang histeris.Tapi orang padat merayap mempersulit penyelamatan.Lanlan juga terjepit diantara orang orang dia dengan cepat menemukan dan memeluk dua anak agar tak hilang dalam kekacauan. Tapi kemana dua mertua..
"Ibu.. ayah..!! "
"Ayah!! " panggilan sahut menyahut tak lagi peduli dengan perbekalan rahasia.Lanlan yang ada di kerumunan melihat posisi ibu mertua yang terhimpit di tengah dengan dipeluk erat ayah mertua yang sama ringkih nya. Jelas mereka terdorong lagi, terus dan terus.
__ADS_1
Kekacauan makin berlarut larut bahkan ada beberapa orang yang terinjak-injak meregang nyawa.Anak anak yang menangis kehilangan orang tua. Keadaan dua suami istri tua itu makin buruk.Lanlan memindai cepat ke segala arah hingga menemukan sun Qie yang berlari ricuh.
"Suami ke dua.. suami ke dua! " Beberapa kali berteriak barulah sun Qie melihat nya dan segera mendekat dengan susah payah. Matanya memandang tubuh lanlan mencari luka dan lega ketika tak menemukan nya. Sun lie dan adik ya melolong keras melihat paman nya datang.Jatuh ke dalam pelukan sun qie dengan cepat.
"Paman ke dua. huhuhuhuhu"
"Paman hikss.. hiks.. ani atut... huwaaaa"Sun dani yang masih cadel juga tak kuasa menahan tangis, tubuh kecilnya hampir rubuh karena sempat di injak injak sebelum di temukan lanlan.
"Sudah lah kalian baik? "Sun Qie membelai dua keponakan nya dan bersyukur mereka selamat.
"Suamimu cepat lah, itu ibu dan ayah mertua! "ucap lanlan menyadarkan Sun Qie agar bergegas pergi menyelamatkan mertuanya.Sun qie ingin mengirim. ke tiga nya ke tempat selamat terlebih dulu tapi kondisi orang tua nya menghawatirkan, jadi lanlan meminta Sun Qie pergi ke orang tua nya dengan cepat.
Sun Qie sadar dan mengangguk segera bergegas pergi.Meskipun posisinya tak sampai sepuluh meter tapi membutuhkan waktu dan kerja keras.Dua mertua meringkuk di atas gerobak kecil, mereka mempertahankan itu. Itu adalah harapan terakhirnya di musim dingin.
Saat ini banyak orang ingin membalikkan gerobak kecil untuk mencari beberapa roti sisa, meski sudah di balik dan gerobak kecil sedikit rusak mereka tak menemukan nya.Ayah mertua lega sekaligus takjub tentang tempat rahasia yang sulit di lihat orang.Itu mengunakan laci laci kecil dengan kunci yang rumit.Sekilas gerobak kecil itu kosong tanpa apapun.
Tak lama sun qie mendekat dan mengajak ke duanya pergi namun di tolak keras.Mereka ingin mempertahankan sisa bekal yang tersisa ini.
"Ibu ayah, ayo lah" kata sun Qie setengah berteriak.Dua orang tua mengeleng jadi sun Qie tak bisa memaksa dia memilih ikut mempertahankan gerobak kecil.
Sun Zie melihat lanlan dan dua anaknya jadi dia bergegas masuk ke arena dan membawa pergi ke tempat agak jauh.
__ADS_1
Lanlan bersama dua suami dan dua paman tak kuasa bertahan dan menjauhi arena, sunlie dan sun dani menangis menatap sapi jantan berlumur darah dalam sekejap.Tubuhnya segera di potong sana sini tanpa menunggu tubuhnya nya kaku.Ada juga orang orang yang menghirup darah nya secara langsung.Darah sapi agak panas dan ini lumayan di udara dingin. Sapi jantan bergetar dan mengejang sesekali sampai nyawa lepas dari badan, air matanya mengalir perlahan
"Oeeeo dua istri dua putra,, aku datang oeeeooo.......