Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
terluka


__ADS_3

Keadaan pedesaan membawa kembali oada kenangan yang lama. Suara jangkrik terasa begitu merdu membuat Lanlan tertidur dalam kegelapan malam tanpa adanya mimpi.


Tapi tidak seperti yang di bayangan, Sun Zie dan Sun Qie tidak datang ke rumah kecil yang di alokasikan untuk Lanlan. Sebaliknya mereka hanya datang ketika pagi menjelang. Itupun ketika Lanlan berinisiatif untuk keluar berjalan jalan.


Seperti nya ada masalah yang serius di pihak Sun Zie.Meraa ada sesuatu yang terjadi, Lanlan datang ke seseorang untuk bertanya di mana tempat jendral berada.Pria yang di tanya itu masih cukup muda dan kuat dengan kulit hitam terbakar matahari. Dia cukup ramah dengan menjawab pertanyaan Lanlan dengan cepat.


Setelah mendapat kan jawaban, Lanlan tidak terburu buru melainkan berjalan santai kearah rumah bobrok itu. Tapi sesampainya di pintu dia segera menajam kan telinga nya (nguping)


"Tuan muda, lukanya terlalu dalam, lagipula senjata itu mengandung racun yang sangat kuat.Dengan kondisi ini, kita tidak berharap banyak"kata seseorang dengan nada prihatin. Seperti nya dia bertugas sebagai seorang tabib.


"Hei bukan kah kau seorang tabib? jika benar maka sembuh kakak ku!"Itu suara Sun Qie yang terdengar seperti putus asa.Suaranya tersendat sendat seperti menahan tangis. Mendengar kan ini hati lanlan melonjak naik ke ubun ubun. Tapi dia masih setia mendengar kan di pintu.


" Saudara ku, di sudah bekerja keras, jangan salahkan dia lagi baik?"Suara Sun Zie terdengar cukup lemah berbeda ketika dia menyambut Lanlan tiba. Dengan ini Lanlan yakin dia telah menyimpan nya dari mata Lanlan.


"Kakak pertama, aku... aku hanya memiliki my sekarang, aku.. ahhh kau berjanji kah untuk tidak pergi seperti Sun Yat, berjanji lah!! " Raung nya keras. Sun Qie menangis.Lanlan tidak tahan lagi,dia menyeka air mata dan berpikir untuk bertindak terlebih dulu. Sun zie membutuhkan mata air surgawi secepatnya.


Lanlan tidak mau menunggu lama,dia langsung membuka pintu secara paksa. Di dalam ruang, Sun Zie berbaring lemah dengan begitu banyak perban di tubuh nya.


Sun Qie memandang ke pintu dan terkejut melihat Lanlan berdiri di sana dengan wajah pucat pasi.


"kenapa kalian sembunyikan ini? "tanya nya pada semua orang yang hanya bisa menundukkan kepala.


"Sayang.. jangan berpikir buruk dulu, aku.. aku baik. baik saja" kata Sun Zie yang mencoba untuk bangun dari ranjang nya.Taoi mara Lanlan tidak bisa di tipu lagi, dari gerakan nya dia jelas kesusahan untuk sekedar bangun dari ranjang.


Lanlan tidak memandang nya lagi, tapi beralih pada seseorang yang sepertinya adalah tabib.Tabib juga memandang Lanlan dengan tatapan tidak berdaya.


"Bagaimana dengan lukanya? "


"Hah, ini.. ini? " tabib bingung untuk menjawab dia telah di sumpah sebelum nya.


"Jawab aku? " mata lanlan terasa dingin membuat orang yang melihat nya kedinginan tanpa sebab. Sang tabib melirik Sun Zie ingin meminta saran.Dia sampai berkeringat dingin.

__ADS_1


"Luka yang telah terinfeksi masih bisa di atasi, tapi racunnya sudah menyebar ke urat syaraf.Maaf, sebagai tabib dengan obat yang terbatas, saya tidak berdaya"Sang tabib segera ber undur dan kabur begitu saja ketika dia selesai berbicara. Bukan tabib saja tapi beberapa orang yang hadir juga pergi untuk memberikan ruang untuk mereka.


Beberapa orang mempunyai ketakutan tersendiri pada sosok nyonya jendral yang baru tiba ini.Auranya masih menakutkan di banding kan dengan jendral sendiri.


Dengan ini Lanlan duduk di tepi ranjang dan memeluk Sun Zie dengan penuh kerinduan. Hampir saja dia mengira ada sesuatu yang terjadi. Ini hanya terluka, mata air surgawi jelas mampu mengatasinya dengan mudah.


Tapi bagaimana bisa Lanlan membuat seseorang curiga dengannya jika hal hal ini tidak dapat di jelas kan oleh manusia biasa ini.


"Sayang.. jangan dengarkan kata kata tabib itu, dia masih harus belajar banyak hahaha'" kata Sun Zie dalam dalam. Dia amat merindukan sosok wanita di depan nya ini, jika tidak terluka pasti di akan menerkamnya dan membuat dia tidak bangun di pagi hari. Sekarang dia hanya bisa mendesah dan mencium rambut harum nya dengan tubuh yang sakit.


Kepergian Sun Yat belum begitu lama, sekarang Sun Zie juga dalam bahaya. Jika begitu apa lagi yang tersisa. Selama ini Lanlan selalu bersembunyi di dalam gelap.


Lanlan mengambil cangkir di sudut dan. mencurahkan satu cangkir penuh mata air surgawi tanpa di encer kan. Ini adalah mata air surgawi murni tanpa campuran sama sekali. Dia menyerah kan nya pada Sun Zie yang terkejut. Kali ini Lanlan tidak akan menyembunyikan nya lagi.


Tapi reaksi kedua suami malah yang bikin Lanlan terkejut. Mereka terlihat biasa saja dan Sun Zie dengan yakin hanya meminum cangkir yang di berikan


oleh Lanlan tanpa bertanya lebih jauh.


"Sejak kapan kami meragukan mu istriku? telah lama kami berpikir jika istri kami bukan lah manusia biasa,siapa orang yang bisa membawa ribuan ton beras tanpa tau asal usulnya?"kata Sun Zie santai. Setelah meminum air mata surgawi tubuhnya memulihkan diri dengan cepat. Dia merasakan keajaibannya secara langsung.


Dia yakin jika semua racun tidak lagi ada di dalam tubuh nya. Ini akan sembuh dalam waktu beberapa jam lagi.


Sun Zie menatap Lanlan dengan pandangan kagum. Di dunia ini Lanlan hanya lah satu satunya. Dia dan saudara nya adalah orang yang paling beruntung. Mungkin di kehidupan sebelum nya mereka membuat banyak pahala untuk bisa memilikinya.


"Istri kami adalah peri!"kata keduanya serempak


Lanlan hampir muntah darah mendengar kan teori ini. Hahaha seorang peri? di mana mana peri itu adalah sosok yang sempurna bauk di luar mau pun di dalam.


Mereka pasti. nya tinggi, langsing dan memiliki kulit seputih giok.Malahan sosoknya tidak melambangkan itu meski tidak bisa di bilang jelek. Tapi siapa wanita yang tidak senang di puji apalagi jika pujian di dapat kan dari suami tercinta. jadi biarkan saja hehehe..


"Huh.. tubuh ini sudah mulai pulih, beruntung kalian tiba di sini dengan cepat. Jika tidak mungkin aku juga sudah ada di pot seperti Sun Yang malang" keluh Sun Zie lagi.

__ADS_1


Mereka berbincang bincang sejenak hingga perbincangan ini pergi ke arah berbeda.Bagaimana mereka tau jika semua orang yang tadi keluar tidak benar benar pergi tapi memilih duduk di luar berjaga jaga jikalau sang Jendral sekarat.


Tapi semua orang melirik satu sama lain dengan bibir bergerak gerak.


"Sun Qie, pergi lah!! "


"Ohhh kakak, ikutan ya".


" Berani membantah? keluar!!


"Tidak kakak, Lanlan suka kok, yakan sayang?? p


p


"Sun Qie...


Tiba tiba Sun Qie terlempar keluar dari pintu. Kemungkinan dia di tendang oleh Sun Zie yang sebelumnya sedang sekarat. Sun qie tidak sadar ada beberapa orang yang memperhatikan nya dia hanya marah dan merutuki kakaknya yang bau.


" Sial...


Sun Qie dan yang lain segera teracuni oleh kata kata kotor.


"Buka dengan cepat!!


" Suami ku tunggu lah sebentar, ahhh..


Bunyi kain terkoyak dengan tiba tiba di tambah dengan suara Sun Zie yang tidak sabaran " lamban!! "


Braak sret..... sret.....sretttt....


Penonton..????

__ADS_1


Sun Qie : kakak pertama yang terbaik hehehe


__ADS_2