
Di laut yang luas, Empat anak sudah tidak yaman berada di kapal terus menerus.Mereka mulai menangis meneriakkan nama ibunya.
Banyak nya mainan tidak lagi bosan mengalihkan perhatian anak anak. Mungkin mereka juga jemu dengan permainan yang itu itu saja setiap hari.
Walau bagaimana pun, tempat ini tidak begitu nyaman jika tanpa ibu di sisi. Mereka hanya bisa berteriak sepanjang hari dan tertidur jika lelah.
setelah tiga minggu berlalu pada akhir semua orang sudah dalam keadaan loyo dan kusut.Meski di kelilingi oleh lautan yang luas nyata nya mereka masih harus menghemat air.
Air di kapal sekarang hanya bisa di gunakan untuk memasak dan minum jadi mereka pada dasarnya jarang mandi membuat tubuh lengket dan tidak begitu nyaman.
Orang dewasa tidak bisa peduli tentang keringat dan bau tapi anak anak berbeda, mereka merasa tidak nyaman sepanjang hari dan ini menambah alsan bagi mereka untuk menangis karena gerah.
Masih untung mereka memiliki stok makanan yang berlimpah di gudang hingga tidak khawatir kelaparan di masa depan. Hanya saja semua orang masih belum percaya jika mereka akan hidup aman di negeri orang.Rasa takut gugup dan sebagai nya menyelimuti hati, terutama Sun Lie.
Dia terkadang merasa dirinya lah yang menyebabkan semua masalah ini.Jika bisa dia hanya akan menerima pinangan pangeran ke dua terlepas dari resiko politik yang ada daripada berpisah jauh di negeri orang.Di sebabkan masalah ini adik adiknya juga menanggung resiko yang tidak lebih baik. Mereka harus tumbuh besar tanpa di dampingi oleh ayah dan ibu.
Terlepas apapun sekarang semua tanggung jawab membesarkan lima adik ada di bahu kecil nya. Karena ini semua adalah di sebabnya dirinya maka dia bertekad untuk menjaga adik adiknya seumur hidup jika perlu tanpa pernah menikah sekali pun itu tidak apa apa.
Nenek Sun menyibuk kan diri di dapur, memasak untuk semua orang tanpa mengeluh.Ada makanan tapi tidak ada tukang masak jadi dia harus turun tangan. Lagipula dia tidak punya pekerjaan lain di kapal ini.
Ada banyak mulut yang perlu di beri makan sekarang. Tapi mereka tidak membawa budak pelayan untuk membantu di perjalanan.Jadi Nenek Sun tidak segan turun tangan dan Sun Lie juga sudah bisa membantu meskipun masakan nya tidak seenak sang nenek.Tapi itu sudah lumayan bagus.
__ADS_1
Anak gadis ini terlihat tertekan tapi dia bahkan menolak untuk membicarakan nya. Nenek Sun tau itu tapi dia juga tidak berdaya. Hidup ini juga tidak mudah bagi siapa pun.
"Nenek , hari ini mau masak apa, mari ku bantu? "
"Hemm nenek pikir kita buat mie dengan babi asap dan terong bakar. Seperti nya hati ini terakhir kali nya kita memasak terong. Bahan nya sudah tidak bagus dan hampir busuk juga"keluh nenek Sun.
Nenek Sun paling suka dengan terong tidak pandang cara memasaknya. Baik itu di bakar atau di masak dengan cabai pedas. Dia suka tekstur nya yang lembut di lidah. Nyaman untuk mengunyah karena geraham nenek Sun sudah hilang lama sekali.Jadi dengan absen nya terong pada menu membuat nenek Sun sedikit tertekan.
Tapi dia masih bisa memasak bubur nasi putih yang harum dan lezat jika di siram dengan sup daging yang kental.
"Tidak apa apa nenek, Aku janji jika kita sampai di tujuan akau akan membeli banyak terong manis untuk mu, baik? "kata Sun Lie dengan tersenyum manis. Gigi putih nya tersusun rapi membuat senyum nya begitu manis di pandang.
"Hahaha cucu baik, nenek hahaha" suara tawa mereka berdua di dapur bahkan terdengar hingga ke luar dapur. Paling tidak suara ini bisa membuyarkan kebosanan di kapal.
Sedangkan Kakek Sun memilih berjalan jalan di geladak jika tubuh nya memungkinkan.Dia mengalami mabuk laut tapi tidak begitu parah.Tapi perjalanan masih jauh tidak di jamin tubuhnya kuat untuk bertahan lebih lama lagi.Tapi dia adalah tombak terakhir bagi cucu nya jadi dia bertekad untuk kuat hingga dia tidak sanggup lagi bertahan.
Untuk berkata tidak juga tidak bagus, lebih baik mencari kesibukan yang berguna. Sesekali dia melihat lihat gudang makanan yang semakin tipis setiap harinya.Beruntung mereka membawa sepuluh ayam hidup dan beberapa kelinci yang masih bernafas. Perjalanan ini jauh tapi anak anak masih perlu di beri makanan bergizi jadi telurnya tidak boleh kurang.
Lihat juga kentang yang gemuk ini. Beberapa dari mereka sudah bertunas dan seperti nya tidak layak lagi untuk di konsumsi.Ada banyak menu yang enak bos adi masak oleh istri tuanya seperti kentang rebus dengan ayam dan beberapa jamur. Ini bagus enak dan mengenyangkan. Ada juga kripik kentang yang renyah tapi mudah di gigit dan kentang goreng pedas yang membuka selera tapi sekarang hari hari Kenta hampir berakhir.
Beras dan tepung masih banyak diperkirakan ini cukup untuk sampai ke tujuan.Adapun minyak dan beberapa bahan lain juga menipis.Tapi masih bisa jika mereka berhemat.Tapi dia tidak bisa melarang istri tuanya untuk memasak dengan cara ini. Mereka sudah melupakan hari hati berhemat beberapa tahun yang lalu.
__ADS_1
Kata orang mudah untuk beralih dari irit ke boros tapi sulit jika dari boros ke irit.
Ada juga beberapa kotak kayu yang menampung sedikit tanah yang bisa menampung beberapa sayuran agar makanan lebih layak. Tapi juga tidak akan bertahan lama karena air bersih tidak akan cukup.Keadaan makin sulit setiap harinya di tambah anak anak yang menangis seharian. Sekarang mereka sedikit lelah dan tertidur tapi jika bangun maka suara mereka akan semakin keras dan keras saja.
Di kapal hanya ada tak lebih dari tiga puluh orang pengawal dan satu kapten kapal yang bertugas mengantarkan mereka ke negara F.Mereka adalah orang orang terpilih dari Sun Zie dan kesetiaan mereka telah di jamin jadi tidak perlu khawatir.
Hanya saja karena panas yang terik di lautan, beberapa orang memilih n bertelanjang dada yang setara dengan bugil di era modern. Ini. memalukan sekali karena bitu lah Sun Lie dan nenek Sun tidak keluar dari kamar kecuali ke dapur untuk memasak.
Setelah masakan selesai, nenek sun dan Sun lie tidak akan menyajikan nya di meja makan. Ada pengawal lain yang datang untuk mengambil nya di dapur.
Sun Lie mengemasi beberapa hidangan untuk di bawa ke kamar besar.Ada Sun Dani yang rajin memperhatikan empat adiknya yang tertidur.
"Ayo makan sebelum mereka bangun" kata Sun Lie agar Sun Dani makan dengan cepat.
Terkadang mereka harus mau bergantian makan jika bayi bayi itu bangun.Jadi ketika mereka tertidur ini adalah waktu yang tepat untuk makan dan ke toilet.
"Baik"
"Nenek menunggu kakek kalian datang, cepat makan sebelum mereka bangun" kata nenek Sun ketika Sun Lie menawarkan agar mereka makan bersama sama.
Hidup sudah tidak lagi sama seperti sebelumnya.Sekarang mereka harus pandai pandai membagi waktu. Tidak ada lagi pengasuh anak yang biasanya mengurus anak anak itu.
__ADS_1
Ini melelahkan tapi sudah keharusan yang tidak bisa di hindari. Jadi Sin Dani dan kakak nya bergegas makan siang jangan menunggu kakek Sun.Jika tidak mungkin mereka harus bisa menahan perut dalam beberapa jam lagi.
Perjalanan yang tidak menyenangkan..