Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Lanlan sakit


__ADS_3

Lanlan keluar kamar ketika makan malam tiba. Sun Qie seperti akan menangis melihat Lanlan yang sedikit pucat.Sun Zie hanya bersikap acuh tak acuh melihat Sun Qie yang melotot memandang nya.


"Ibu sakit? "tanya sum lie prihatin dengan wajah pucat ibu tirinya ini


"Tidak nak, ibu baik baik saja hanya sedikit lelah"Lelah melayani serigala berbulu tapi masih ada serigala lapar lain yang menunggu antrian. Lanlan mengeluh panjang.


" Sayang, makan "


"Hemm"


Ibu memilih makan di kamar malam ini jadi meja makan sedikit cepat tanpa basa basi.Anak anak pun melirik lanlan dan berharap ibu cepat sembuh dan tak mau mengganggu. Mereka juga makan cepat dan pindah ke kamar nya setelah mencium pipi Lanlan dengan mengucapkan selamat malam.


"Bagaimana dengan bibi han"


"Mereka setuju bahkan pulang tadi siang setelah berbincang.Harga sewa adalah 30 perunggu pertahun.Mengenai perbaikannya akan di bagian dua.Harga perpot hanya dua wen dan tiga wen yang bulat.Ayah memberikan pesanan sepuluh pot pernah barang dulu sebagai awal namun juga memberikan bayaran langsung untuk membantu dana awal mereka, itu sekitar satu perunggu empat puluh wen"Harga murah di berikan sebagai tanda terimakasih pada keluarga Sun.


Mereka senang bisa hidup dan makan bersama beberapa waktu lagi. Lagipula pembakaran pot adalah keahlian putra pertama, meski cacat tapi masih bisa bekerja di bantu saudara nya yang lain.Cacat ini sebenarnya tak mengganggu dia bekerja tapi tingkat rendah diri nya terlalu menghawatirkan.Beberapa belas di wajah dan tangan hanya membuat pemandangan jelek tapi kinerja masih bagus.


"Putra pertama han,akan menyewa tempat pembakaran besok dan memulai pembakaran karena beberapa baku masih ada di sana. Karena potnya kecil dan tidak perlu bagus maka beberapa pot bisa dipakai lusa"


"Ini bagus juga, maka toko akan di buka.Sebelum itu mari kita buat beberapa contoh barang dulu.Memberi secara gratis nya ke pelanggan ibu di pasar pagi sebagai percobaan.Ingat kan pelanggan bahwa kita akan membuka Toko kecil di sisi pasar bila mau membelinya kelak "Lanlan ikut senang, dia terlepas dari perbudakan malah ikut membantu perbaikan ekonomi orang lain. Lanlan pikir bila bisnis bagus bukan tidak mungkin membeli tempat pembakaran itu dan biarkan keluarga Han membeli nya lagi dengan cara di cicil.

__ADS_1


Selesai makan Lanlan masuk ke kamar lagi melanjutkan istirahat nya di ruang ajaib.Berendam beberapa waktu di sana untuk merilekskan tubuh nya yang lelah.Makan dan minum lagi di ruang ajaib setelah menyimpan hasil panen lagi di bawah rak.


Lanlan juga menyiapkan beberapa bahan untuk di keluarkan besok secara diam-diam untuk bahan membuat saos,kecap dan sabun juga shampo.Ada juga beberapa kopi dan teh.Bahan ini kualitas nya berbeda jauh dari bahan di luar. jadi akan di buat kelas hingga dengan harga tinggi pula.


Malam makin larut ketika serigala baru masuk.Lanlan yang pura pura tidur berdebar kencang.Bagaimana permainan dari serigala muda ini.Apa sama hebat nya dengan yang tertua.


Tapi Sun Qie datang dan memelihara lanlan dari belakang tanpa berbuat jauh.Hanya memeluk dan mencium aroma rambut lanlan dan berdengkur pelan. Lain-lain lega namun ada sedikit kecewa di hati.Sun Qie mungkin tak berniat bergerak lebih jauh karena air di bak mandi nya kosong tanpa di isi.


Lelaki ini cukup baik.


Ayam di belakang mulai berkokok ketika lanlan membuka mata. Sun Qie masih tidur dengan nyenyak.Sikap baik sun Qie membuat Lanlan memberi nilai plus untuk nya.


Lanlan mulai menatap dekat wajah nya.Wajah nya kokoh dengan hidup mancung. bibirnya sedikit tebal ada juga bulu bulu halus di sekitar wajah yang menambah kesan maskulin.


"Sayang? " Sun Qie terganggu dengan pergerakan Lanlan.Senyum manis Lanlan hadir ketika lelaki ini membuka mata pertama kalinya.


"Hemm, selamat pagi suami kedua ku" Lanlan memberikan ciuman selamat pagi dengan senyuman. Apa yang di atau tau serigala muda sudah bangun dan siap untuk sarapan pagi.


SunQie menarik leher Lanlan dan menyesap pelan bibir ranum nya.Itu lembut dan bertahan lama.Meskipun aneh tapi Lanlan menikmati dan malah masuk ke lubang api. Sun Qie bermain pelan di balik baju,bekerja lemah tapi pasti.Permainan lidah tak terelakkan lagi dengan intens di bagian dada hingga bagian itu mengeras dengan sendirinya.


Tak lama pergulatan pagi di mulai, tapi pergerakan nya lebih lembut dan santai.Dia mengatur ritme seolah olah seorang ahli. Membiarkan Lanlan hanyut dan lepas tanpa ampun.

__ADS_1


"Suami ku.. tolong. "pintar Lanlan sayu, lemah tak berdaya


"Hemm "Sun Qie bergumam pelan karena mulutnya penuh sedang minum susu.Ledakan kecil Lanlan yang meminta memohon. Dia bergetar berkali-kali tapi sun Qie tetap angkuh


"Tolong.. aku tak. kuat.. ahh"


Sun Qie memancing lagi tanpa mengindahkan.Bertahan minum susu di gunung indah.Haus namun menunggu Lanlan meminta dan memohon sementara dia bermain dua jari,mengosok nya pelan di dasar sumur.


"Suami ku... tolong...


" Mau? "tawarnya pelan namun sedikit serak. Lanlan mengangguk lagi. Sun Qie pintar bermain di pintu hanya mengetuk tanpa masuk. Tentu Lanlan meminta karena tak sabar menanti. Tapi Sun Qie cukup licik masih memancing berpindah-pindah tempat. Gunung dan gua di telusuri lambat namun intens.Gerakan memutar di gunung dengan sedikit gengaman hangat membuat Lanlan hilang kesabaran.


Sun Qie di dorong keras dan terjebak di dinding. Bukan sakit namun lelaki ini menyeringai licik.Lanlan tak mau menunggu langsung menerkam dan menerima putus hingga melihat ular besar naik tinggi. Ini hitam ,besar dan berurat. Lanlan melotot ngeri tapi panggilan alam membutakan nya.Sarapan pagi Lanlan sudah sampai.


Kali ini sun Qie yang melotot ngeri, ularnya di telan bulat bulat.Terkejut tapi lama kelamaan terlena ganti dia yang mendesis ketika ularnya di gigit.


"Sayang "


Tiba-tiba Lanlan bangun dan duduk di pangkuan hingga ular piton bersarang di gua hangat.Lanlan kesurupan naik " kuda lumping "


Kuda lumping bergetar liar dan bergerak bergabung dengan kesenangan gila.Masih mengecap gunung berapi dan menyesap nya berkali kali lagi dan lagi. Suara sahut menyahut bergema bagai musik di pagi hari. Berirama dan senada dengan goyangan jadul. Hingga lah cairan terakhir menitis tak terkendali. Kulit bahu Sun qie tercakar menahan gejolak terakhir dan Lanlan menangis dan mengeluh.

__ADS_1


Pagi pertama sun qie


__ADS_2