Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
kasian


__ADS_3

Persidangan pagi, segera menerima informasi lain mengenai tiga Kekaisaran pendukungnya.Mereka juga ikut hancur dalam serangan departemen rahasia. Hanya saja kehancuran nya tidak begitu fatal seperti Kekaisaran Qing. Itu masih bisa di perbaiki lagi.


Yang di serang adalah lumbung pangan negara dan banyak kota penting lainnya. Jadi bisa di bayangkan bagaimana banyak nya kerugian yang mereka alami,meski begitu, tiga kekaisaran tidak bisa lengah.


Besar kemungkinan mereka akan di serang dari Kekaisaran lain. Mereka tidak memiliki pilihan selain mempercepat perbaikan kota yang di serang.


Tapi memperbaiki sejumlah kerugian besar, membuat ekonomi ke tiga Kekaisaran segera jatuh meluncur ke bawah seperti air terjun.


Di era ini jika sebuah Kekaisaran mengalami masalah dan meminta bantuan Kekaisaran lain, mereka harus membayarnya dengan tanah yang luas. Ataupun menjalin sebuah pernikahan politik. Mungkin saja akan ada kekaisaran kecil yang tertarik.


Masalah nya banyak Kekaisaran besar menerima bahan dari Kekaisaran kecil. Tapi banyak kekaisaran yang telah melewati musim panen. Mereka harus sabar menunggu waktu panen tapi tidak menjamin stok akan cukup untuk mereka beli. Kekaisaran mereka pasti tidak memiliki cara untuk menunggu.


Kekaisaran Jin Jie masih banyak stok tapi mereka sedang bersiteru ,tidak mungkin bisa meminta bantuan pangan.


Jadi agenda rapat segera berubah arah. Jika awalnya mereka masih akan mengusung penyerahan Putri Lanniang, sekarang berubah menjadi apa yang pantas untuk di jadikan pertukaran "bantuan"


Jika seharusnya mereka berdebat panas dan cenderung mendorong persetujuan Kaisar. Sekarang mereka berdebat dengan senang hati. Akan ada wilayah tambahan. Catat dan pilih lah yang empuk.


Sementara itu, di desa Touyuan berbagai kesibukan segera terjadi.Banyak orang bekerja untuk mempersiapkan acara penguburan abu Sun yat.


Kota asal keluarga Sun ini,banyak berubah. Ada begitu banyak warga baru di bandingkan dengan warga aslinya.


Banyak Pendatang baru berasal dari para budak bukit lapin. Yang lainnya adalah bangsawan rendah yang mendapatkan angin jika sang Ratu berasal dari sini.


Orang-orang ini berpikir akan ada banyak pembangunan yang meriah karena identitas Ratu. Adalah lazim bagi seorang Ratu bila dia membuat sebuah istana sementara di tempat kelahirannya.


Jika benar di sini akan di bangun sebuah istana yang megah, bukan tidak mungkin kota ini akan berkembang pesat. Apalagi pamor bukit lapin sudah ada di sana.Jadi banyak arus bisnis yang berkembang cepat di sini.


Banyak lahan kosong yang telah di tempati, banyak toko toko baru yang bermunculan di mana mana.Semua perubahan terlihat jelas di mata keluarga Sun.


"Lihatlah, itu toko lama kita! "

__ADS_1


"Ya benar, di sinilah kita menghasilkan uang emas. Dulu kita bahkan makna dedak di campur ubi jalar kan, sekarang lihatlah perbedaan nya! "bagaimana Sun zie bisa lupa kisah itu.


Ada bukti nya, toko itu masih berdiri tegak.Dulu mereka menyewakan nya dari keluarga Han. Ahh jadi ingat dengan nyonya Han yang malang. Dia bunuh diri demi mengurangkan jatah makanan untuk Putra nya.


Nenek Sun dan kakek Sun sangat bersyukur telah selamat keadaan waktu itu. Jika di pikir lagi, mereka semua selamat dari kelaparan sebenarnya adalah jasa dari menantu perempuan.


Luka Sun Qie yang sembuh dan selamat dari maut, dua lansia mengakui itu mungkin jasa dari lanlan juga. Dengan luka itu, jika tidak ada keajaiban, bagaimana mungkin Sun Qie masih bisa berdiri di sini.


tapi sayang sekali...


Dua lansia mendesah menyesali takdir buruk putra putranya.


Saat ini, keluarga ini berjalan dengan gerbong kereta terbuka. Perjalanan lebih mirip dengan pawai.Gubenur kota dengan senang hati menemani perjalanan terakhir Sun Yat.


Bukan hanya gubenur tapi banyak bangsawan kecil yang mencoba peruntungan kecil. Semoga keluarga Ratu bisa mengenali keberadaan mereka.


Banyak orang lebih banyak diam, karena ini bukan dalam suasana bahagia. Tidak ada suara sama sekali, Keluarga sun hanya tenggelam dalam memori lama. Sebuah kenangan masa lalu.


"Kakak, apa masih jauh? "tanya Zen zen. Di bukit lapin mereka juga biasa berjalan jauh dengan gerbong kereta kuda. Tapi jalannya bagus dan pemandangan nya indah. jalan yang mereka tempuh ini, tidak indah sama sekali.


"Sebentar lagi kita sampai, baik? "Huang juga bertanya. sekarang dia tidak suka dengan desa. Desa ini jelek.


"Kakak, mengapa kita masih berjalan? apa begitu jauh?"


"Tidak juga, dengan gerobak sapi, hanya satu jam setengah! "


"Kalau berjalan kaki? "


"Itu mungkin tiga sampai empat jam? "


"Ohh kakak Dani, apa dulu kakak pakai sepeda atau gerobak sapi? "Yaya masih penasaran. Apa mungkin kaka Dani di waktu kuda berjalan dengan jarak itu. Sungguh kasihan.. ckckckck

__ADS_1


"Tidak, kami tidak punya, sewa saja gerobak sapi dengan beberapa wen"jawab Sun Dani sabar. Jika kita tidak menjawab apa yang di tanyakan, mereka bisa cemas dan berperilaku buruk.


"Apa kakak dulu miskin? " tanya ya ya dengan heran, tidak ada sepeda tidak ada gerbong kuda.hanya gerobak sapi dan itu pun milik orang lain.


"Ya, kau benar, jadi sukuri lah apa yang kita ada sekarang, baik? "jawab Sun Dani tenang. Dia tidak akan malu dengan masa lalu nya. kata ibu lanlan, jangan pernah membenci identitasmu. Tidak ada masa lalu maka tidak ada masa depan.


Begitu banyak pertanyaan di sepanjang jalan. Sun dani menjelaskan tanpa menutup nutupi nya. Ini lah jati dirinya, dia anak desa yang berhasil di kota. Berbangga lah dengan itu.


Setelah perjalanan panjang, mereka tiba di desa yang mereka kenal. Tidak banyak yang berubah. Bahkan mantan kepala desa Wang juga sudah kembali dan menjadi merdeka lagi. Tapi dia tidak lagi menjabat sebagai kepala desa.


Sekarang orang tua Wang, menyambut kakek Sum dengan ramah layak. nya bertemu sahabat lama. Di bukit lapin, kakek Sun dan orang tua Wang masih sering bertemu dan berbincang hangat. Jadi mereka tidak kaku seperti yang lain.


Mereka segera berbasa basi sedikit, tapi Lanlan merasakan sesuatu yang aneh. Seseorang sedang menatap nya.


Setelah melihat kesana kesini dia tidak menemukan orang yang di curigai. Lanlan gagal melihat seorang lelaki dengan satu tangan yang patah ,tapi tangan yang utuh mengepal dengan erat. Matanya menatap ke arah kelompok itu dengan cemas.


"Lihatlah rumah lama kita" kata Sun Qoe bersemangat, dia turun dari kuda dan berlari ke arah gubuk kecil yang lapuk.


Rumah kecil yang menyimpan banyak kenangan lama. Suka duka ada di sana. Sun Qoe menghilang tiba tiba, dia pergi ke ladang lamanya. Hatinya ingin menangis sekarang.


Di sini lah dia bercocok tanam, nanti di siang hari, Sun Yat akan datang dengan makna siang seadanya. Susah memang tapi ada kebahagiaan kecil di sana.


Kakak lelaki, kenapa rumah kita jelek begini, kandang babi di bukit lapin masih lebih bagus "kata yaya yang tertekan.


" Kakak lelaki, apa kau tinggal di kandang babi? "mata Huang berair tiba tiba, kakak nya sungguh malang.


"Kakak lelaki, kasian..ohh jangan takut. makan siang ku nanti , ambil saja. Dulu kakak lelaki bukan kah tidak makan kenyang, huwaaaa kakak ku miskin....


Sun Dani... aku tak bersalah..


.

__ADS_1


__ADS_2