
Satu hari...
Hanya ada satu hari saja lagi waktu untuk Lanlan bersama dengan enam anak anaknya.Batu kecil dan bintang kecil belum lagi di beri nama lengkap apatah lagi dua bayi yang batu berusia tiga tahunan itu.
Selama tiga tahun berjalan, bayi Sun Qie hanya di panggil dengan Xiou Sun Dan Xiou Lan. Hanya itu saja.
Karena hanya ada satu hari tersisa maka nama empat anak langsung di sematkan pada hari ini juga.
Batu kecil adalah Sun Huang .Artinya besar dan mulia.Kata Huang ini di implikasi jan dengan Kaisar sendiri jadi ini seperti bentuk perlawanan tak kasat mata.
Bintang kecil di namakan Sun Zetian.Mengambil nama ratu wanita di satu era.Di harapkan dia berkembang ke arah itu namun Lekat dengan kata Sun yang berarti dia tidak akan lupa dengan akar nya sendiri.
Ada juga Sun Batian yang di beri langsung oleh ayahnya Sun Qie. Lanlan tidak tau arti daru nama itu tapi paling tidak itu adalah nama khusus dari ayah nya sendiri.
Sun Gaya juga di berikan pada putra terakhir. Dia kuat dan di harap hidup dengan tegar tidak manja meski ada beberapa kakak di atas nya.
Malam ini mereka tidak di takdir kan untuk tidur.Lanlan tidak hentinya memeluk mereka bergantian tanpa menangis. Siapa yang tidak tau hatinya hancur sekarang. Hanya memeluk anak anak tanpa bicara bahkan tanpa air mata. Tapi ada sedikit penyesalan di hati yang hanya bisa di telan sendiri.
Dia kuat datang dari masa depan lengkap dengan jari emas tapi masih kalah dengan lelaki besar. Undang-undang untuk wanita busa di katakan nil besar.
Lanlan menyesal tidak belajar Ilmu bela diri. Di novel banyak kelahiran kembali adalah sosok wanita kuat yang mampu mendominasi dunia lelaki.Mereka pintar kuat dan mandiri tapi kenapa dirinya berbeda.
Sejak pertama datang dia sudah di ikat dengan tiga lelaki sekali gus. Tidak ada waktu untuk memberontak jadi dia lebih memilih menikmati hidup damai tanpa memusingkan masa depan.
__ADS_1
Selalu rendah hati, suka menolong bahkan tidak pelit untuk berbagi ilmu teknologi.Sekarang bukit lapin adalah surga yang nyata dan hidup tanpa kebimbangan lagi tapi hati manusia siapa yang tau.
Lanlan selalu berpikir semua Ilmu pengetahuan akan bagus jika di sebarkan agar mampu di nikmati oleh banyak orang.Tapi mana tau makin sukses makin banyak orang yang iri hati.Mereka hanya ingin memilikinya sendiri dan mendominasi semua nya tanpa peduli tentang orang lain.
Jika tau begitu mungkin Lanlan tidak perlu membuat bukit lapin bangkit dan maju begini.Ada baiknya bukit lapin dalam tampilan awal nya. Kosong tanpa gairah kehidupan sama sekali. Menyesal tapi tidak ada obat penyesalan di dunia...
Dun Lie dan sun Dani sudah lebih mengerti tentang pahit manisnya dunia kafi mereka mengerti dengan cepat.Mereka juga tidak menangis tapi menyimpan nua dalam hati dan berjanji untuk melindungi adik adik dengan taruhan nyawa hungt waktu untuk bertemu lagi.
"Ibu.. jangan bimbang lagi, Adik adik akan aman bersama kami, baik"ujarnya seraya menghapus dukanya sendiri. Dia tidak punya ibu kandung tapi dia cukup beruntung memiliki ibu tiri yang lebih baik dari ibu kandung.
Sun Dani memeluk erat Lanlan tanpa bicara banyak. Hanya menguburkan wajah ke oelukan hangat lanlan.Pelukan yang entah kapan bisa di rasakan lagi. Dia merasa cukup kuat untuk melindungi empat adik nya dengan satu tangan.
"hemm ibu percaya, tapi ingat lah. Selalu rendah hati jangan terlalu mencolok baik" pesan Lanlan.
Tidak cukup sampai di situ, Sun Li mengusulkan satu matode kejam pada dirinya dan adik adiknya.Meski sakit tapi demi masa depan yang tidak menentu ini harus di lakukan dengan menahan sakit.
Liontin emas dengan simbol matahari di panaskan dan di tempel knan di lengan masing-masing anak. Simbol memiliki angka tersendiri sesuai dengan urutan nya.
Ada desis daging panggang ketika lengan di tempel benda panas itu.SunLie kuat dia tidak menangis taoi akan selalu mengingat rasa sakit ini seumur hidup.
Sun Dani juga diam tapi menggigit bibir nya hingga berdarah.Rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit akan perpisahan panjang.
"Ibu, tunggu aku pulang, baik? "hanya itu katanya dalam sakit yang membakar ini. Lanlan langsung menangis tapi tak bersuara, hanya air mata yang jatuh tanpa terkendali.
__ADS_1
Empat anak yang tersisa, menangis sampai pagi. Lengan yang terbakar memang di biarkan melepuh demi membuat tanda sendiri.Bayi tiga tahun tidak tahan jadi mereka di beri obat tidur yang aman untuk bayi.
Matahari belum terbit ketika satu gerbong kereta berangkat diam diam.Hanya keluarga saja yang berangkat ke pantai yang telah di tentukan.
Semua persiapan telah di urus jadi mereka tidak membawa apa apa.Kaisar jelas telah menanam mata matanya di bukit lapin jadi semua harus sudah berangkat sebelum matahari terbit.
Fi sisi pantai beberapa pengawal menyambut kedatangan mereka. Mata mereka juga panas.Mereka juga meninggal keluarga demi pelarian ini.Tapi ini sudah resiko hidup. Beberapa kelompok juga telah pergi sebelum itu dengan keluarga lengkap.
Tugas mereka adalah menjaga keluarga ini dengan taruhan nyawa dan berlaku untuk seumur hidup.
"Putri"
"Terima kasih, jika ada waktu bertemu lagi,aku akan menjaga hidup kalian sama seperti kalian menjaga hidup anak anakku" ucap lanlan tegar.
Sama seperti Anak anak. bawahan ini juga memiliki tanda di lengan masing-masing. Tapi tanda nya berupa luka dengan saberan pedang. Luka berbentuk simbol matahari. Jadi suatu saat Lanlan bisa langsung ngenalin simbol ini dengan mudah. Dia akan membayar semua nya di masa depan jadi mari bertahan hidup.
Pengawal segera mengangguk dan bergegas masuk ke kapal.Ibu dan ayah smSun tak kuasa menahan tangis hanya melambai kan tangan dari sisi kapal dengan sapu tangan menghapus air matanya.
Empat anak balita masih tidur karena obat, mereka hanya akan bangun di siang hari jadi Lanlan menyempatkan diri mencium ke empat nya sebelum mereka di bawa ke kapal dan pergi menyuruh.
"Ibu...paman, ingat lah. Jangan matiii, baikkkk? " jerit Sun Dani dari jauh. Kata kata yang membuat hati perih.
Lanlan dan dua suami hanya mengangguk tak kuasa lagi menahan tangis yang telah di tahan. Lanlan ambruk ke pasir pantai yang putih.
__ADS_1
"Huwaaa.. putra ku.. putra ku... hik.. hiks..huwaaa...