
Di Pantai putih yang tidak di sebutkan nama nya ini,tiga orang masih setia mantao ke satu arah.Dimana dua insan sedang bermadu kasih sayang. Tidak ada yang salah di sini.
Salahnya hanyalah sosok itu adalah mantan suami yang sebentar lagi akan menjalani mantan pacar juga.
Sangking enaknya berkaduh sayang, sampai tidak sadar jika mereka sudah menjadi pusat tontonan di mata tiga orang ini.
Sayangnya, wajah sang gadis belum bisa di lihat karena dia masih di posisi awal. Masih memberi kan punggung nya saja.
Dia memakai baju blous lengan pendek berwarna biru di padan kan deng rok pendek yang hanya sepaha berwarna hitam.Rambut nya yang panjang sepinggang di ikat sedikit ke atas.Sisa nya di biarkan berterbangan di hembus angin pantai. Dari jarak sekian meter,sudah tercium wewenangian lavender yang kebetulan sekali wangi yang Lanlan suka.
Gadis ini entah sengaja atau tidak memiliki aroma wangi yang sama.Bedanya adalah ,Lanlan adalah wangi alami yang memang keluar dari tubuhnya sendiri .Dan si sekretaris pastilah menggunakan sebuah produk yang tidak bebas kimia.
Mereka duduk di sebuah gubuk kecil yang di buat pemilik tempat.Ada banyak tempat untuk makan di sini.Rata rata penjual makanan memiliki dua atau tiga gubuk untuk melayani tamu.Sekarang Sun Yat dan sekretaris nya duduk di gubuk penjual jagung bakar.
"Kakak, mau kacang rebus?" tanya nya dengan manja.Mereka baru saja menghabiskan jagung bakar,sekarang masih ingin duduk yang lama.Kenapa tidak memesan lagi sesuatu untuk membunuh waktu.
" Lana mau,sebentar ya kakak beli kan" kata Sun Yat yang langsung bergerak ke arah penjual kacang rebus.Setelah membeli bahan yang di maksud,Sun Yat duduk kembali ke posisi semula dan makan kacang rebus sambil bercanda.
"Makasih kakak,kakak Sen paling baik deh,muahh" katanya seraya menghadiah kan lagi satu ciuman kepada Sun Yat .Sun Yat yang menerima ciuman balas mencium lagi.Mereka berdua tertawa senang dan duduk saling berdampingan dengan tangan Sun yang melengkapi pinggang ramping sang gadis .Pasangan yang lahir dari surga.
Lanlan yang melihat itu memegang hatinya dan bertanya pada diri sendiri, sakit kah?
Sun Qie hanya bisa menangis dan menggengam tangan kakak pertamanya. Mereka terkait dengan darah tapi itu dulu sekali.
Sekarang hanya jiwa lama yang menghubungkan ketiga nya.Tapi sejak kapan hubungan ini juga lemah.Mengapa mereka tidak tau jika si bungsu bisa berubah.
Lama mereka bertiga menatap pemandangan dua sejoli ini,tidak bergerak di tempat. Menunggu api kemarahan sedikit reda.Tidak baik bertengkar di depan umum.Dingin kan dulu kepala dan hati mu.
Zidane memegang ponsel mencoba menelpon Sun Yat yang aada di depannya ini.Cari tau kebohongan apa lagi yang akan dia sembunyi kan.
Tut..Tut..Tut..
Bisa di lihat jika Sun Yat agak sedikit gugup melihat nama pemanggilan yang tertera di ponselnya.
"Siapa kak?" tanya gadis itu.
"Teman"
"Ooo,angkat aja kak, siapa tau penting " kata gadis itu.
Sun Yat mengangguk kecil dan mengangkat ponselnya dengan suara rendah.
"Ha..halo?"suaranya terdengar oleh lanlan karena menggunakan speaker.Mereka bisa mendengarkan suara bahkan gerakan nya secara langsung.
"Dimana?" tanya Zidane langsung.
"Emm di pantai kak,ada apa?" di amasih berkata dengan jujur.
Dengan jawabannya ini,mau tak mau ada secercah harapan di hati semua orang. Berharap jika semua itu hanyalah kesalahpahaman saja.
"Ngapain,katanya ada rapat?"
"Hahahaha, kakak,masak rapat melulu, kan bosan.Jalan jalan sebentar baru kerja lagi" jawabnya mengelak.Gadis itu bahkan tidak menggangu Sun Yat hanya diam dan patuh di sampingnya.
"Dengan siapa?"
"Emm dengan teman,yah dengan teman kak,hehehe " Merasa tidak nyaman gadis itu mencubit pinggang Sun Yat mau tak mau Sun Yat meringis sedikit.
Sekarang Lanlan yakin jika dia kan membuat wajah manyun yang imut.Jafi Sun Yat masih mengelus kepadanya dengan sayang agar si gadis diam untuk sesaat.
" temen lelaki atau perempuan?" sambung Zidane langsung.
"Kakak pertama, ada apa sih,kok nanya nya aneh gini?" kata Sun Yat yang makin gugup.
"jawab saja!"
"Lelaki tapi juga sama sekretaris ku yang perempuan " jawabnya putus asa.Dia yakin kakak pertamanya ini pasti mencurigakan sesuatu yang buruk hatinya menjadi gelisah tiba tiba.
"Sekretaris mu ?"
"Ya nama nya lan eh Riana hehehe " katanya naik gugup.
" Siapa teman rapat mu?"
Sun Yat pikir kakak nya akan mencarintau jika dia makin penasaran begitu.
"Ini..ini tuan Richard, hehehe tuan Richard kakak ,ada apa?" Sun Yat balik nanya.Hatinya sudah mulai cenat cenut.
" Di mana tuan Richard nya sekarang?"
"Ummm ada,dia.. dia sedang duduk di depan ku ,tapi kak dia agak tertutup jadi tidak nyaman jika kakak mau berbicara dengan nya !"jawab Sun Yat.Lagi lagi dia mendapatkan cubit di pinggang dari sekretaris nya.Ada cekikan lucu yang terdengar dari sana.
__ADS_1
Di sana bisa lucu tapi di sini,ada hati yang terluka ini bukan saja Lanlan sebagai pacar yang di selingkuhin tapi dua kakak yang belum pernah tua jika adik kecilnya mereka sekarang sudah begitu dewasa sampai dia begitu pandai berbohong .Wajah nya juga tidak terlihat berubah.Tetap santai dan tersenyum.
Dia tidak berpikir jikaJawabnya benar benar telah membuat kebohongan yang dia simpan sekarang mulai terbuka.Di mana ada pria bernama Richard di sini. Wajah Lanlan makin buruk.Dua saudara apa lagi.
Untung nggak cinta cinta amat kan.
"Tuan Sun Yat Sen !"Kata Zidane dengan keras.
Sun Yat masih belum sadar apa yang terjadi dia bangun dari duduk nya dengan rasa takut..adanya melebar, hanya berpikir jika operasi Lanlan dan kakak ke dua nya gagal total. Mungkin dia kena imbasnya.
"Kakak pertama,aku ..aku sudah melarang mereka melakukan itu,benar kak.Sudah ku bilang jangan, tapi mereka tetap nekat kak" kilahnya dengan gusar.Sekretaris pun sampai bingung ,baru kali ini dia melihat Sun Yat secukupnya ini.
"Kakak Sen ada apa?" katanya
Tapi Sun Yat bukan dalam keadaan bisa tenang.Jika zidane sudah memanggil adik jangan panggil nama lengkap itu sudah menunjukkan kemarahan nya yang luar biasa.
Tapi sekarang kenapa masih ada sebutan lain di belakang,itu sen.
Dalam kehidupan yang baru ini namanya memang masih Sun Yat ,masih ada sen belakangnya,semarah apa Sun Zie kepadanya.
Ada sesuatu yang buruk, hatinya semakin tidak nenentu.Apa arti semua ini .
"Berbalik lah !"
Mendengar kata kata itu,Sin Yat membalikkan tubuh dan hatinya runtuh tidak berbekas.
"Kakak,Lanlan,kalian disini?" Gadis yang katanya sekretaris itu juga berbalik. Sekarang semua orang bisa melihat seperti apa wajahnya.
Wajah yang tidak begitu cantik tapi cukup manis. Yang membuat terkejut adalah wajahnya, wajah yang mirip seseorang di masa lalu.
"Siapa ya?" tanya gadis itu dengan sopan dia pikir mungkin ini salah satu kolega ataupun seseorang yang ingin menjadi hubungan kerjasama dengan Sun Yat.
Riana juga pernah beberapa kali mengalami hal ini. Jadi dia tidak terkejut jika memang ini adalah seseorang yang tertarik dengan bisnis mereka.
Lanlan segera sadar dan mengulurkan tangannya ingin berkenalan dengan si gadis cantik manis di depannya ini.
"halo ,kebetulan sekali kami memang ini bertemu dengan tuan SUN ..YAT..SEN.Dengan siapa ya"
"Maaf kalau tidak sopan, saya sekretaris tuan Sen.Mengenai bisnis,sekarang kami sedang berlibur maaf sekali.Saat ini tuan sen dan saya sedikit berhubungan jadi kami hnya jalan jalan sebentar,hehehe. Ohh maaf sekali lagi nama saya Riana " katanya dengan senyuman manis.
Senyuman yang bisa membunuh Lanlan di tempat. Dia mengulur kan tangan tanda persahabatan. Lanlan juga menyambut tangan itu dengan beban besar.
Jadi ini lah sebab nya.
"Saya Lanlan ,nona lanlan"
"Ohh lanlan ya,kebetulan sekali kalau begitu, panggilan sayang pacar kepada saya juga adalah Lanlan.Tapi saya pikir itu agak gimana.ya jadi mari singkat kan menjadi Lana hahaha" katanya yang tidak mau merusak suasana.
Tapi tidak tau jika kata katanya seperti pisau yang menorehkan luka di hati Lanlan. Dia tidak tahu tapi bodoh jika dia tidak curiga. disini dan dan yakin jika wanita di depannya ini sengaja mengatakan sesuatu yang menyebabkan dirinya kesal.
"Hahaha kebetulan sekali nama Lanlan belum di kasi hak paten,jadi pakai saja" kata kata yang membuat tiga orang di depannya menjadi tidak enak.
"Lana,pergilah membeli sesuatu " Sun 8ia meminta Riana pergi ,dia ingin mengatakan sesuatu kepada dua kakaknya terutama dengan lanlan sendiri.
"Oke "
Riana segera pergi untuk sesuatu, Lanlan tidak memperdulikan apa yang akan mereka bicarakan tapi duduk ditempat yang sama dengan Sun Yat,dia hanya ingin melihat rasa bersalah matanya.
" kakak pertama kakak kedua dengarkan aku aku tidak sengaja melakukan ini"
" Siapa dia ?" tanya Zidane yang menatap tajam kearah Sun Yat yang menggigil ketakutan Riana ,hanya seorang sekretaris biasa kak,percayalah " kata Sun Yat yang mencoba menjelaskan duduk perkara nya.
" Hanya seorang sekretaris yang di bisa dipeluk dan dicium ,begitu maksudnya ?"katanya Sun Yat marah.
" Dia sudah bersamaku sejak enam tahun yang lalu kak tapi aku tidak bermaksud apa-apa .Hanya saja...." kata-katanya berhenti sampai di situ zidane segera menambahkan nya.
" Pengganti Lanlan benar?" Awalnya zidane tak tahu mengapa adik kecil nya ini melakukan hal itu. Tapi setelah melihat langsung wajah sang sekretaris dia jadi mengerti banyak.
" Kakak, maafkan aku kakak .Aku tidak termaksud begitu tapi mengertilah posisiku. Disaat itu aku begitu merindukanLanlan dan kalian berdua. Jadi ketika aku bertemu dengannya kupikir dia adalah lanlan sendiri"jelas nya.
" Tapi kau sendiri yang bilang, bahkan aku menjadi debu kau masih bisa mengenali aku kan , jadi apa artinya ini?" sanggah lanlan yang kecewa.
" Sayang,aku baru menyadari hal itu setelah beberapa hari bersamanya tapi yakin lah, hatiku tetap berbicara bahwa itu bukan dirimu .Hanya wajah saja yang serupa.Sayang, percayalah padaku,ya " katanya sambil memegang tangan Lanlan dengan erat.
" Lalu setelah tahu apa yang kau lakukan,membiarkan nya tetap di sisi mu?" tanya Lanlan yang percaya jika masih banyak disembunyikan si berondong.
"ini..tidak."
" jatuh sekarang kalian pacaran?" tanya Zidane yang langsung ke intinya.
" itu dulu kak, itu..Emm aku sekarang berpikir bagaimana untuk mengatakan jika hubungan kami sampai di sini. itu saja,kebetulan di sini aku bermaksud melakukan itu" jelas Sun Yat patah-patah.
__ADS_1
" jadi ?" tanya zidane lagi.Sun Yat sulit berkata kata.Dia tidak bisa menjawab apa yang ditanyakan.
"Kapan putus?"
"Kakak ,aku meminta waktu lagi kak,ku mohon dia sudah lama bersama ku jadi aku tidak tega"
"Tidak tega ,lalu bagaimana dengan Lanlan?"
"Lanlan sayang,kakak pertama dan Kakak kedua pasti tidak mengerti aturan di dunia ini.Wanita tidak bisa menikah dengan dua lelaki apa lagi tiga kan.Tapi..
"Tapi lelaki bisa,itu yang mau kau katakan?"potong Lanaln.
" Sejak kapan kau menjadi begitu egois begini Sun Yat,sejak kapan?"
" Aku memiliki suami tiga saudara tapi apakah aku yang meminta nya? aku tidak mau tapi aku sudah di posisi itu ketika aku datang kau ingat kau dengar,aku tidak mau !"
" aku bukan yang mau menyalahkan mu Lanlan sayang, hanya saja aku ingin kau mengerti bagaimana perasaanku yang tidak ingin membuat kau terluka tapi juga tidak ingin membuat Riana terluka .Salahkan aku jika tidak bisa memilih,antara kau dan dia"
" jadi maksud mu adalah tidak ingin berpisah dengan Lanlan tapi kau juga ingin mempertahankan wanita itu benar ?" kata Sun Qie sinis.
" Apakah itu tidak boleh, kakak ingat ,itu dibenarkan sekarang jadi tidak yang salah sama sekali"belanya dengan sengit.
"Lanlan sayang,jangan egois ,jika dulu kau punya kesempatan memiliki tiga suami tambahan lalu kenapa kau marah hanya karena aku memiliki satu wanita lagi ,apa kau se egois itu?" kata-kata itu memang kejam tapi lala tidak pernah tersinggung jika dia mendengarnya dari mulut orang lain tapi sekarang ya menyebutnya adalah mantan suami nya sendiri.
Dia jelas tahu kenapa dan bagaimana dia bisa berada di posisi itu.
" Percayalah Lanlan sayang ,aku begitu mencintaimu sampai aku rela mencarimu ku ujung dunia sekalipun. Tapi sayang sekali dengan Riana yang tidak tahu apa-apa . dia adalah gadis suci yang suci tidak pernah di sentuh lelkaiaa manapun.Yang paling menyakitkan aku telah pun mengotori nya.Jadi aku tidak bisa meninggalkan dia begitu saja " katanya lagi meminta keampunan.
Dia sudah bergaul dengan hidup seperti suami istri dengan Riana,jadi dia harus mengambil tanggung jawab kepadanya.
" kau sudah melakukan itu kepadanya tapi kamu meminta aku tetap bersamamu dan kau masih mengatakan aku adalah orang yang egois?begitu " kata Lanlan yang tersentak dengan kenyataan yang ada. Pacar berondong yang naif sebenarnya tidak begitu naif.
" Apa yang harus aku lakukan setelahnya, jangan lupa,kau juga telah melakukan hal itu dengan dua kakakku yang lain jadi apa yang salah dengan yang aku lakukan?"
Lanlan tertawa sendiri tidak bisa menolak lagi.Hanya berjalan menjauh seraya berkata dengan tertawa sedih.
" dia benar ,kalau adalah toilet keluarga Sun. hahahaha"
"Lanaln, aku tidak salah "Sun Yat masih merasa benar Dia menarik tangan Lanlan yang di hempas kan begitu saja oleh nya .
" Memang tidak ada yang salah tapi apakah kau masih ingat dengan sumpah kita tiga saudara di hadapan ayah dan ibu dulu?" Tanya Sun Qie yang membuat Sun Yat pucat pasi. Dia melupakan janji itu.
london melewati riana yang berdiri mematung di gudang memegang plastik yang berisi beberapa hair kemasan dan makanan ringan.
Lanlan menatap tampilan gadis itu dari atas ke bawah, dia mengejek dirinya sendiri . Sun Yat benar, gadis ini begitu murni dan suci berbeda jauh dengan dirinya yang kotor dan penuh debu. Jangan lupa jika dirinya sudah terlalu tua.Sudah kepala tiga.
Gadis ini masih di usia puncak.
"maaf tuan tuan " kata Riana yang memaksakan senyum di bibirnya.
Dia sempat mendengar biaya tapi hanya fokus dengan kata kata penuh cinta Sun Yat kepada wanita yang di panggil dengan Lanlan ini.
jika tidak salah tanggap,apakah dia wanita yang membuat Sun Yat cinta mati sehingga menamakan dirinya dengan nama yang sama.
Jika benar,apakah selama ini dia hanyalah kekasih bayang saja.uhh.Siit,sakit nya .
Dua saudara menatap wajah Rianag dengan menarik nafas panjang.
"Nona Riana, maaf saja kesepakatan batal"
"Jangan terburu buru kakak,kita saudara kan.Hanya masalah Lanlan saja kita putus?"Sun Yat tiba tiba sadar dan memeluk kaki Zidane dengan tak tau malu.Dia menyesal sekarang ,menangis dengan wajah bersumpah air mata .Riana sampai mundur dua langkah karena nya.
"Saudara tapi dulu, sekarang apa hubungan kita ?" kata zidane yang menahan tangis. Adik tetap lah adik tapi hak bersama telah putus.
Seperti jika seorang adik menikah dengan seseorang kita tidak mempunyai hak dan kewajiban yang sama seperti ketika dia belum menikah.
Begitu juga dengan Sun Yat.Dia pergi tapi masih adik bungsu yang di sayang.
Tapi Lanlan sudah haram untuk mu.
"Kakak pertama,kau tau kan bagaimana aku mencintai Lanlan kak" katanya tidak mau menyerah.Masih memeluk kaki Zidane dengan sedih.
"Cinta atau obsesi ?"Mendengar bkata kata itu ,Sun Yat jatuh dan duduk memeluk lutut.Sejak karna cintanya yang tulus menjadi sebuah obsesi semata.Kenapa dia tidak sadar.
Sun Qie ikut di peluk dan di bujuk dengan tangis tapi dia juga patah hati. Sejak saat ini,Sun Yat hanyalah teman bukan kerabat.
Menangis tapi dua saudara sudah pergi jauh.Tidak ada yang bahagia hari ini.Pantai yang indah tapi hati kosong.
Sayup sayup masih terdengar suara Sun Yat yang memanggil dari jauh.
",Kakak pertama"
__ADS_1
"Kakak ke dua "
"Lanlan,maafkan aku "