Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Ke pantai


__ADS_3

Pagi hari yang sama paman ke tiga pergi keluar kota, lanlan duduk di kursi kerjanya dengan dua anak yang setia di pangkuan. Kepergian paman ketiga dirasakan lanlan sebagai kemenangan yang begitu mengagumkan. Pada hari ini dia merasakan bagaimana sebuah perusahaan raksasa bekerja dan dia sebagai penguasa mutlak.


Pagi ini suasana cukup hening dikarenakan kota kembali dalam keadaan sunyi dan sepi lantaran para budak pekerja dari kota-kota lain sudah pulang kembali ke kotanya masing-masing.Karena jadwal yang dijanjikan telah berlalu.


" Gu hai, pa hari ini kita ada jadwal? " Tanya lanlan pada sekretaris yang disampingnya ia sengaja memberikan nama lelaki yang berusia hampir empat puluh tahun ini.Lelaki ini dulu asalmu adalah pekerja dari kerajaan namun dia telah melakukan kesalahan hingga di dapuk menjadi budak tujuh keturunan.


Karena statusnya di masa lalu maka keturunannya juga banyak yang melek huruf dan posisi yang penting di bukit lapin banyak ditempati oleh keturunannya ini.


Contoh satu dari putranya memegang posisi sebagai kepala sekolah besar bukit lain. Yang lain adalah kepala pabrik anggur.


" Sepertinya hari ini dan satu minggu ke depan kita kosong" Jawabnya pelan meskipun dia memegang status budak tapi aura dan wibawa masih terlihat kuat.


"Bagaimana dengan proses sekolah apa sudah bisa dimulai? "


"mungkin minggu depan"


"Bersegera lah aku tidak ingin semuanya berjalan lamban paling tidak aku ingin enam bulan lagi semuanya sudah bisa berjalan "


" bagaimana dengan pembangunan sekolah kejuruan? "


"Bisa aktif di waktu yang sama, kepala sekolah penjuru di masing-masing kejuruaan sudah ditentukan semua akan berjalan lancar kalau tidak ada halangan yang lain"


"Meski perjalanan masih jauh tapi aku bisa sedikit santai sekarang jadi hari ini aku ingin berjalan-jalan melihat kota.Sekarang semua orang yang bekerja sudah pulang aku ingin melihat secara langsung bagaimana pembangunan sejauh ini telah berjalan"


"Baik tapi lokasi mana ya kan kita tuju pertama kali? "


" bagaimana kalau ke pantai?"

__ADS_1


"Baik" Dia tidak banyak banyak bicara, hanya segera berlalu untuk membenahi segala sesuatu yang diperlukan. Lanlan hanya tinggal duduk sambil membelai dua putra dan putri nya dengan tenang.


Kabar lanlan ingin pergi, juga sampai ke rumah karena memang ada asisten kecil sun yat yang menyampaikan jadwal ku setiap hari kepada suami ketiga.


Satu jam kemudian beberapa orang sudah menempati ruang di halaman depan. Itu sudah termasuk gerobak sapi dengan sandaran kursi yang empuk. Ada sun yat di sana.


Suami ketiga lanlan ini memang cukup jeli dan dia selalu mengurus makanan lanlan agar dia makan tepat waktu. dia sepertinya senang dengan posisi di kekuasaan kecil yang dia miliki di rumah anda sebagai istri tentu tidak akan banyak berteman berkomentar atas apa yang dia lakukan di rumah.


Lanlan merasa perlu menghargai apapun yang sun yat dilakukan meskipun itu hal yang kecil. Sejauh ini dia berhasil dan tidak nakal meski dikelilingi oleh puluhan budak gadis-gadis muda.


"Suami ke tiga, ayo ke pantai? "


"Baik tapi hanya kita? "


" Siapapun bisa ikut katakan saja jika mau kita bisa menunggu sebentar, lagipula semua orang belum pernah melihat bagaimana laut itu benar kan"


Sun lie dan sun dani serta ibu mertua akan ikut juga. Mereka tertarik mendengar kata-kata pantai dari mulut lanlan. Mereka mengerti lanlan pergi karena pekerjaan tapi mereka jelas tidak ada mengganggu hanya duduk santai dan melihat-lihat.


Tidak lama kemudian rombongan lanlan segera bergerak menuju lokasi pantai. Dia memang belum sempat melihat lokasi itu karena selain dia sibuk lokasi itu belum ter urus.


Namun sekarang jelas pantai itu sudah bisa sudah layak ditempati oleh manusia. Lanlan optimis dengan keadaan pantai yang dia desain sebelumnya .Apakah itu sama dengan yang dia impikan.


Ketika kelompok ini sampai di pesisir pantai, pemandangan indah terbentang luas. Pantai ini memang benar-benar putih meski begitu pasirmya tidak cocok untuk membuat garam.


Di bibir pantai ada banyak kolom kolam untuk membuat tambak ikan. tak jauh dari bibir pantai ada sebuah rumah besar yang sebelumnya lan lan peruntukan untuk tempat pembenihan. di sini lamban sudah mempersiapkan beberapa jenis anak-anak ikan yang telah akan dibudidayakan kembali.


Bukan hanya ikan laut tapi juga ikan sungai. Anak-anak ikan ini suatu hari akan diletakkan di tambak ikan yang ada agar mereka bisa hidup dan besar. Saat ini ada beberapa ikan yang sudah bisa dikonsumsi namun lantaran harus bertahan sedikit lagi ada mereka bisa layak jual.

__ADS_1


Bukan hanya ikan,lanlan juga membudidayakan undang lobster dan sebagainya ini penting untuk pemasukan kota nantinya.


" ibu-ibu lihatlah aku ingin makan ikan bolehkah? "tanya sun lie dan adiknya seraya berkedip polos penuh harapan.


"Kenapa tidak sayang, ini semua adalah milik kita.Kau bebas yang mau makan apa pun yang kau mau"


"Horeee.. horeee makasih ibu, ibu adalah ibu terbaik di dunia hahaha, horeee"seru keduanya melompat-lompat kesenangan.


"Suami ketiga,apa yang akan kita makan siang ini? "lanlan bertanya dengan kurang ajar, padahal sebagai wanita, ini adalah tugasnya tapi sekarang bisa kebalik.


"Sayangku ingin makan ikan? " tanyanya sementara lanlan juga bingung padahal jelas-jelas kami ada di pantai.Di depan tambak dengan puluhan kilo ikan ,jelas saja kami makan ikan tapi aku sengaja bertanya agar ada kepuasan tersendiri.


" Tak ada membakar ikan dan beberapa menu ilan lain yang, tunggu sebentar " Sun yat berlalu pergi tapi lanlan tahu dia pasti mengatakan aba-aba kepada para budak untuk urusan dapur. terserah sun yat sajalah.


Tidak ada yang lebih nyaman rasanya jika kita berada di pantai lalu duduk di bawah meja dengan atap rendah. Seandainya ada kelapa di sini pasti enak menyeru punya dengan sedotan tapi sayang sekali di tempat ini tidak ada satu pohon kelapa pun.


Sun lie dan sundani sedang berteriak-teriak di bibir pantai dengan bermain kejar-kejaran dengan ombak. Mereka tentu saja ditemani oleh beberapa budak yang di berbentuk kan sebagai pendamping untuk mereka berdua.


Sementara sikembar juga sedang di pangku oleh pendamping nya masing-masing.Mereka cukup nyaman di bawah atap dengan hembusan angin pantai yang lembut.


Lanlan sudah menikmati pemandangan pantai yang indah ini. Jika saja lanlan datang empat bulan sebelumnya,pasti dia akan merasa kecewa. Tapi lanlan puas dengan pemandangan yang ada sekarang.


Ada ratusan tambak yang di susun indah di sepanjang pantai dengan satu buah pabrik untuk pengolahan ikan. Ada juga lima sampai enam rumah kecil yang diperuntukkan sebagai rumah untuk seseorang yang mengepalai posisi ini.


Melihat pemandangan ini lanlan merasakan kesedihan dan kedamaian. Bayangkan jika anda pergi ke bali maka anda akan melihat pemandangan pantai yang penuh dengan orang-orang. Kadang-kadang itu sungguh tidak nyaman tapi kondisi lanlan ini sungguh berbeda. Pantai sebesar ini hanya lanlan dan rombongan yang duduk-duduk di pasir putih dengan beberapa budak yang melayani.


Lanlan sangat nyaman,dia dulu di kehidupan yang lalu juga tidak pernah sekalipun pergi ke pantai tapi sekarang semua impiannya menjadi nyata .Apa itu pantai bali, yang penting saya putri lanniang memiliki pantai pribadi....seorang diri ....itu miliknya.....itu hak nya

__ADS_1


Pantai impian....


__ADS_2