
Sebelum benar-benar keluar drai ruang ajaib, Lanlan mengintip dulu dengan menyipitkan sebelah mata dan menajamkan telinga nya.
"Tuan Kasim Qin, kamar sudah siap persilahkan istirahat dulu" itu suara budak wanita yang sombongnya minta ampun. Kali ini Lanlan tidak akan berbaik hati, tunggu lah pembalasan yang kejam.
Tubuh Lanlan di biarkan tiduran di gerbong yang dingin alih-alih di biarkan istirahat di kamar penginapan yang hangat.Rakyat di era ini tidak mengenal hak asasi manusia.Mereka masih cukup bangga dengan prinsip hukum rimba.
Lanlan telah bekerja keras untuk mengubah cara berpikir seseorang paling tidak hanya sekitaran kota bukit lapin.Tapi apa yang di terimanya saat ini, sebuah penghinaan dalam balutan kehormatan tertinggi dengan menjadi seorang Selir Kaisar.
Menunggu lagi, lanlan kembali ke ruang ajaibnya dan mengigit roti kukus dengan rakus. Minum lagi seteguk mata air surgai dan menyesap semangkuk sup ayam panas yang wanginya membuat air liur menetes.
Entah kenapa dia teringat pada sosok Sun Yat.Sup ayam dan roti kukus ini adalah buatan tangannya.Dia selalu membawa beberapa makanan untuk Lanlan makan di setiap saat.
Lanlan selalu ingat untuk tidak pernah membuang buang makanan. jadi jika makanan nya tidak habis dia melemparkan sisanya ke ruang ajaib. Sejak masuk ke keluarga Sun, Lanlan belum pernah masuk ke dalam dapur. Semua hal di pegang oleh Sun Yat, suami berondong jagung nya yang manis.
Setelah bertahun-tahun, makanan yang tersimpan sekarang sudah begitu banyak dan sekarang berguna untuk nya. Terima kasih suami ke tiga... muuahhh.
Kirimkan ciuman dari udara, hahaha...
Setelah kenyang, Lanlan keluar lagi dan benar saja, keadaan sunyi di gerbong ini. Lanlan di tinggal hanya di awasi oleh tiga penjaga yang mengantuk.
Beruntung Lanlan telah membuat obat tidur yang dikemas apik dalam bentuk sebuah pil kecil yang jika di bakar akan membuat sedikit asap tipis. Dengan pil ini seharusnya dia bisa membuat seratus orang tertidur secara keseluruhan.
Benar saja, hanya satu menit kemudian, tiga penjaga langsung tertidur pulas di tanah lengkap dengan dengkuran cantiknya.
Lanlan keluar dari gerbong dengan santai. Dia ingat pengawal inilah yang mengintimidasi Syn Yat terakhir kali.
__ADS_1
"Kau pikir kau hebat ya, uhh uhh. mati kau...matilah.. ihh .. rasakan itu iblis, uhh" pengawal yang tertidur menjadi sasaran empuk. Lanlan mencubit nya dengan keras. Tak puas dua bahkan menamparnya berkali-kali. Juga menginjak injak nya tepat di wajah.
"Ohh jari ku yang indah, kau tau, suami ke dua ku paling suka dengan jemari ini. Sekarang dia lecet begini" katanya kesal. Dia melirik ke sana kemari untuk menemukan sebuah pentungan di ruangnya.
Tak ayal dia memukul lagi dan lagi hingga sekujur tubuhnya memar dan pasti menyakitkan sekali. Tapi dia tidak bangun meski di permak sedemikian rupa.
Mendapatkan keberanian yang langka, Lanlan mulai memukul dua pengawal lagi. Memukul lagi dan lagi hingga dia kecapekan sendiri.
"Siapa suruh kakian kasar, rasakan.. uh.. uh..!!! "
buk...buk. ...buk..
Pak.. pak.. pak...
Dia menampar lagi sesuka nya. Sangat ingin para penjahat ini di mutilasi tapi Lanlan masih tidak tega.Nyata nya dia masih punya hati nurani.
Masih belum cukup, Lanlan pergi ke ruang ajaib untuk mencari kosmetik dengan warna kecolatan.Dia langsung mengaplikasikan wajah dan leher nya agar terlihat lebih membumi.
Lebarkan alis dengan pensil alis dan buat sedikit bayangan agar mata bisa terlihat lebih kecil dari aslinya.Tatanan rambut di buat acak acakan dan Lanlan segera berubah wajah. Ambil baju dengan kain katun yang sangat umum di pakai oleh kalangan bawah.Sekarang pasti tidak ada yang akan mengenalinya lagi.
Berjalan santai dia masuk ke dalam penginapan dan bertemu seseorang di meja tamu.
"Tuan.. masih adakah kamar kosong? "tanya nya dengan nada yang menyedihkan.Matanya bahkan dibuat tertunduk malu dengan sesekali menarik ujung bajunya sendiri
"Hemm.ada masih ada tapi apa kau punya uang? 'tanya nya ramah. Dia pasti pernah belajar di bukit lapin jadi dia memiliki sopan santun pada pelanggan meski pelanggan terlihat tidak menjanjikan seperti dirinya di saat ini.
__ADS_1
Lanlan mengirim sejumlah perak ke tangan nya dan berkata dia di rampok di tengah jalan jadi dia datang dalam keadaan begini. Ini harga untuk sebuh kamar kecil.
"Ada pelanggan datang hari ini, tuan.Aku takut mereka komplotan yang merampok ku tadi? "jelas Lanlan berbohong. Bohong demi kebaikan..
"Ohh tidak seperti nya ini pelanggan besar, mereka menyewa kamar 55 yang mahal. Dari pembawaannya mereka terlihat seperti orang terhormat"Gadis itu tidak menutupi apa pun. Di dalam pikiran nya Lanlan hanya sedikit merasa trauma dengan aksi perampokan yang batu dia alami. Jadi takut dengan orang yang tidak di kenal adalah hal yang wajar.
"Begitu? kalau benar maka aku akan lebih tenang.Terima kasih atas informasinya tuan"Ucap Lanlan penuh rasa syukur. Informasi yang benar-benar berguna.
Kali ini Lanlan bertekad untuk tidak akan bermurah hari, mereka terutama Kasim korup itu harus menerima balasan yang setimpal. Karena dia Sun Qie terluka parah di bokongnya. Apalagi Sang Kasim juga orang yang egois dan memandang rendah wanita. Dia tidak layak hidup dengan murah.
"Sama-sama, oh ya, ini kunci kamar mu"katanya lagi seraya menyerah sekeping kunci ke tangan Lanlan. Gadis itu tampak manis dengan dereten giginya yang putih. Sungguh gadis yang baik.
Lanlan bergegas masuk ke kamar nya tapi dia menyempatkan diri untuk melepaskan sejumlah kecil bom asap dengan racun tingkat rendah .Racun ini bekerja lambat tapi tidak akan ada yang merasakan sakit tapi tiba tiba akan mati dalam kurun waktu dua belas jam saja.
Lanlan ingat cerita Sun Zie bagaimana dia di jebak di penginapan dulu.Karena pelayan penginapan berlaku sopan maka dia pun segan. Jangan membuat penginapan kesulitan karena ada Kasim yang mati di
kamar.
Dengan ini, misi selesai dengan mudah. Lanlan menikmati tidur malam di penginapan kecil sampai pagi datang. Tidur dengan nyenyak, memimpikan keluarga yang jauh di sana. Beberapa kali dia teringat deny Sun Yat tapi tak pernah terfikir kan mengapa hatinya kosong setiap kali dia memikirkan nya.
Pagi hari Lanlan bangun dengan tubuh segar,setelah menguap beberapa kali dia kembali ke ruang ajaib nya untuk mandi dan sarapan lezat.Roti dadar dengan banyak telur dan irisan kol dan jamur yang lezat. Sarapan lebih bergizi dengan kopi susu yang kental. Pagi yang nyaman...
Sedangkan kelompok Kasim menjadi kesal karena Lanlan berhasil kabur. Bukan itu saja, tiga pengawal yang mengawal nya tadi malam bangun dalam keadaan memar di sekujur tubuhnya.
Wajah bengkak seperti babi liar, mereka agak sulit di kenali jika tidak pada pakaian yang mereka pakai. Sekarang mereka telah menerima hukuman dengan cara di cambuk beberapa kali tapi tunggu jika lanlan di temukan.
__ADS_1
Lanlan yang melihat dari lobby, ingin tertawa dengan keras, tapi takut ketahuan.Mereka pasti tidak bakan berpikir lanlan datang ke penginapan untuk tidur.
Sudah sewajarnya jika seseorang kabur, mereka pasti akan pergi sejauh mungkin dari lokasi kejadian jadi penginapan adalah tempat terakhir yang bisa mereka pikirkan.