
Ayah Mertua Lanlan meremas sebuah surat yang baru dibacanya.Berita tentang lamaran Sun Lie dari pangeran ke dua.Sun Lie adalah cucu wanita pertama keluarga Sun. Dia sekarang berusia hampir empat belas tahun.
"Beberapa waktu berlalu tidak terasa, Lamaran ini juga mengatakan kita sudah begitu tua"Ibu mertua Lanlan mau tak mau mengangguk setuju, mereka memang sudah tua sekali.jika pergi sekarang mereka bahkan tidak punya keluhan pada dewa. Begitu banyak lika liku kehidupan sudah di lalui jadi memiliki satu hari lagi juga sudah di anggap bonus.
"Ada apa dengan pangeran ke dua? "tanya Sun Yat heran.
Menjalin hubungan dengan keluarga Kekaisaran bukan kah hal yang bagus tapi kenapa semua orang mengganggap ini hal yang tidak baik. Perilaku Orang-orang sama seperti ketika kita melihat kematian.
" Pengeran ke dua lahir dari seorang selir. Dia adalah seseorang yang ambisius.Dia masih begitu muda hanya beberapa bulan jaraknya dari A long kita.Bisa dikatakan dia adalah musuh alami Along di masa depan."Kabar ini di dapat langsung dari ibu kota. Beberapa orang tidak menyembunyikan tentang perilaku buruk pangeran ke dua ini.
"Kabarnya dia sudah memiliki tiga tunangan yang akan menikah tahun ini. Meski begitu dia punya banyak perawat kamar.Jika benar, Sun Lie harus masuk ke sana sebagai selir paling tidak dua bulan setelah pernikahan istri resmi nya.Lagipula perilaku orang ini tidak begitu bagus, aku takut Sun Lie akan sulit hidup di istana belakang"Kata ayah mertua. Lanlan juga tidak senang dengan berita ini.
Ada apa dengan otak kaisar? apa yang bisa membuat dia berpikir keluarga Sun akan mampu meraih simpati rakyat dan meraih kursi kaisar saat ini.
Jika niatnya memang benar benar untuk kebaikan, lalu kenapa dengan pangeran ke dua yang sudah memiliki reputasi jelek ini, ada A long yang lebih cocok dengan Sun Lie. Bukan kah mereka lebih akrab dan saling kenal di masa lalu.
Ada juga A long yang tidak memandang rendah posisi seorang wanita yang di dapat nya dari Lanlan.Jika memang harus memiliki ikatan dengan istana, Lanlan lebih memilih A long mungkin dengan itu jadi selir juga lebih bagia di banding jadi selir pangeran yang buruk itu.
Lanlan terkadang juga berpikir lelet, bukan kah dia juga tau kalau A long hanya memandang Sun Lie sebagai kakak perempuan nya sendiri jadi bagaimana mungkin mereka bisa bersama dalam sangkar pernikahan. Tapi A long memang pilihan yang lebih baik jika memang bisa memilih.
__ADS_1
Semua orang mendesah dengan pikiran buntu. Ada dua masalah lagi yang harus di bahas. Ini terkait dengan kepergian beberapa anak ke negara lain.
Jika hanya Sun Lie dan Sun Dani, mungkin masih bisa dipikir kan tapi empat anak kecil yang tersisa juga harus pergi jauh kali ini. Kehidupan bisa sulit, perut bisa lapar tapi berpisah....
"Ibu mertua, empat anak? " Lanlan bimbang tapi apa ada cara lain. Anak anak begitu kecil dan rapuh. Mereka harus pergi ke tempat orang tanpa orang dewasa. ini sedikit mem bimbangkan hati Lanlan secara pribadi.
"Lanlan sayang, kebijakan batu sedikit merugikan anak anak di masa depan, apa itu anak liar?mereka akan di hina di caci bahkan akan menderita batin seumur hidup. Pergi adalah untuk kebaikan mereka di masa depan. Lagipula Sun Lie dan Sun Dani sudah bisa menjaga empat adiknya sekarang. Kita harus percaya itu. Lagipula kita hanya harus menunggu A long naik menjadi kaisar di masa depan. Jika itu terjadi maka empat anak bisa di bawa kembali "Yang menjawab masih Ayah mertua, sedangkan ibu mertua tidak bisa berkata apa apa.
" Sayang, tidak apa apa, mungkin ini tidak akan lama. Mari kita berdoa agar kaisar saat ini cepat mati jadi semua akan baik baik saja"Ucap Sun Yat berpura pura tenang. Dia berpikir Sang kaisar yang katanya Agung itu akan tenggelam oleh air liur rakyat miskin.
Kehadiran kota bukit lapin sebenarnya bisa menopang ekonomi rakyat kecil secara keseluruhan tapi Kaisar selalu berpikir buruk sebelum berpikir tentang sebuah kesetiaan.
"Ayah, bukan kah bagus jika kaisar mau mengembalikan status kita sebagai warga desa, atau mati kita pergi tinggal di hutan selamanya tanpa kembali ke kota.Kita bisa bersama tanpa perlu berpisah begini"Desah Sun Qie. Rupanya dia merasakan miskin adalah suatu anugrah tersembunyi.
" Itu juga bagus tapi, dengan kemampuan kita sekarang, Kaisar berpikir kita akan berkembang di mana saja kita pergi jadi pergi masih lebih baik,adapun niat kaisar terhadap menantu perempuan itu..
Percakapan ini terputus begitu saja, semua punya pemikiran sendiri. Lanlan masih tidak bisa percaya dengan pemikiran kaisar saat ini. Ingin meraihnya di sisi? mimpi..
"Ayah mertua, kupikir jika kalian berdua bisa ikut bersama anak anak maka hati kami akan sedikit tenang, benar? '
__ADS_1
" Ya benar sekali, kenapa aku bisa lupa, baik ayah dan ibu, kami titip semua anak pada kalian di masa depan. "Sun Qie melompat langsung setuju.
Mereka bisa berpisah tapi hidup di bukit lapin juga tidak akan lebih baik jadi dua lansia juga akan buruk jika bersama. Ayo pergi mengasuh enam anak..
" Tapi...
"Sudah di putuskan jangan berdebat lagi, baik? "
Bisa pergi ke negara F sebenarnya tidak begitu buruk di sana Sun Zie telah membangun beberapa basis kekuatan. Kekuatan itu tidak kecil dan orang orang nya di jamin setia. Jika suatu hari Tiga saudara tidak selamat maka anak anak masih akan hidup dengan nyaman di sana.Di tambah dengan dua orang tua jadi ini bagus.
"Ayah mertua, ibu mertua, pergi dan jagalah anak anak. Hidup lah dengan baik dan tunggu waktu kembali, kita akan bersama sama lagi "ucap Lanlan penuh harapan. empat anak masih daging dari tubuhnya . Sebagai ibu dia akan selalu khawatir dengan mereka. Tapi jika dua lansia juga pergi maka sedikit kekhawatiran akan pergi.
Tidak ada pembahasan lagi Sun Zie dan Sun Yat bergegas dengan tugasnya masing-masing. Sun Lie dan Sun Dani harus di jemput segera.
Adapun Lanlan langsung terjun menerobos kamar anak anak dengan hati bimbang.Sulit untuk mengucapkan selamat jalan.Anak anak yang masih begitu muda tapi masih bisakah mata ini melihat nya
Dalam krisis ini Lanlan lah orang yang paling tidak bis pergi.Dia adalah benteng terakhir...
Kaisar Yang agung, jadi selir mu? mimpi....
__ADS_1