
Kaisar sedang berpikir keras mengenai ingatan sang Jendral yang telah kembali.Setelah beberapa tahun, Sun Zie telah menjadi tangan kanan nya yang paling dia percayai. Tapi hati manusia sering berubah arah tanpa di duga.Apa sosok Sun Zie masih sama seperti Jendral besar tian, seseorang yang setia tanpa pamrih.
Jika Jendral tian memang telah berubah maka sebuah keputusan berbeda harus di lakukan. Sebagai tangan kanan, ada begitu banyak rahasia besar yang dia ketahui. Sebelum semua nya berkembang ke arah yang berbahaya, ada baiknya di tekan terlebih dahulu.
Tidak boleh ada sedikit pun celah yang bisa menggoyang kan kedudukan nya tidak itu orang lain atau pun tangan kanan nya. Melepaskan nya pergi dalam keadaan hidup juga sudah di katakan Kaisar berbaik hati. Kaisar duduk dengan segudang pemikiran yang penuh strategi. Hatinya condong ke arah penuh darah. Sun Zie memegang terlalu banyak rahasia dan ini tidak baik.
Sekitar jam sepuluh pagi, Sun Zie datang langsung ke kamar pribadi Kaisar. Dengan senang Sun zie menceritakan perihal ingatan nya yang telah pulih. Dia berharap Kaisar Yang telah di anggap nya sebagai tuhan ini akan berbahagia dengan kabar ini tapi dia salah besar. Wajah sang Kaisar tidak berubah sama sekali tetap dingin tanpa jejak dan keinginan.
Sun Zie yang telah makan asam garam nya kehidupan politik istana, akhirnya menyadari satu hal penting. Kaisar telah berpikir terlalu jauh. Sun Zie tetap dalam postur berlutut nya dalam waktu lama sampai dia keram ketika Kaisar mulai membuka mulutnya.
"Jadi, siapa kau?"
Jika orang lain bertanya tentu jawaban nya sangat lah mudah.Tapi yang bertanya adalah Kaisar sendiri tentulah ada sesuatu yang tersirat di dalam kata kata nya. Sun Zie segera bergetar pelan, darahnya mulai naik ke otak.
Setelah bersama dalam waktu yang lama disertai dengan keringat dan darah, sekarang dia bertanya siapa dirinya. Kemana pergi nya semua pengorbanan yang telah dia perjuangkan selama ini.
Pada akhir nya dia hanya lah sebuah pion di papan catur.Yang bisa di korban kan kapan saja. Untuk saat ini dia hanya bisa menyerah dan memilih satu sisi.
Pilih satu di antara dua..
__ADS_1
Kebesaran dan kemuliaan seorang jenderal yang telah mengambil banyak jasa dan di pandang mulia oleh siapapun. Memiliki nama dan kebesaran nya sendiri.Orang yang di kenal dengan tangan kanan Kaisar Yang juga memiliki tunangan dari keluarga berkelas dan pastinya cantik dan mempesona. Jika bisa menikah dengan tunangan nya ini maka di kemudian hari anak anak mereka juga pasti akan mendapatkan nama dan status yang bagus.
Pilihan kedua...
Sosok petani miskin yang sekarang harus terbenam di bawah keliman rok seorang wanita.Tidak akan ada yang memandang nya mulia selain kepahitan sebuah kenyataan bahwa dia seorang lelaki yang berbagi satu wanita dengan saudara yang lain.Mengenai hubungan nya dengan sang putri juga telah di sah kan oleh negara yang tidak bisa di ganggu gugat kecuali dia mengatakan sosok ini telah meninggal dunia.
Sun Zie telah memilih dan tidak akan menyesalinya sepanjang hidupnya. Dia miskin tapi bahagia berbanding terbalik dengan sang Jendral yang memiliki nama dan kekuasaan tapi sebenarnya di a seorang penyendiri dan kesepian.Ada satu tempat yang kosong di hatinya selama ini.Ketika ingatan nya kembali, tempat kosong ini telah di isi penuh.
Lagipula dia memang lah Sun Zie dan itu tidak akan pernah berubah. Adapun Jendral tian hanya lah sosok yang terbentuk dari kekosongan. Dia palsu..
"Sun Zie, Putra pertama Klan sun, suami pertama Putri lanniang penguasa mutlak bukit lapin, Ayah dari Sun Lie dan Sun Dani dari bukit lapin" jawaban panjang dan penuh dengan ketegasan terdengar di saat yang sama. Dia telah memilih tanpa ragu.
"Kasim Tao, siapkan dekrit kematian.Jendral besar Tian yang gagah perkasa telah gugur di medan perang.Hadiah penghargaan pada nya sebuah totem tanda jasa di perkuburan pahlawan.Siap kan juga beberapa hadiah tanda berlangsung kawa pada keluarga tunangan Jendral.Kediaman dan segala harta di dalam nya adalah milik negara.Mulai sekarang kekuatan delapan puluh ribu prajurit telah kembali ke tangan Kaisar lagi"
"Baik"Setelah menjawab, kasim itu pergi dengan cepat. Sun Zie juga mengerti kemana tujuan Kaisar saat ini.
Segel Giok kebesaran Jendral yang selalu terpasang di pinggang segera di lepas dan di terima oleh seorang kasim kecil di dalam mampan dengan lapisan kain brokat merah.
"Sun Zie seorang rakyat jelata.Tidak memiliki identitas dan hubungan apapun dengan istana.Pergi dan jangan pernah kembali lagi"
__ADS_1
"Baik"
Sun Zie bergerak mundur dengan pelan.Setelah berdiri dengan tegak dia berputar dan berjalan perlahan tanpa menoleh lagi.
Tidak ada lagi jendral besar,hanya lah Sun Zie sang petani yang miskin. Hanya saja hatinya langsung dingin dengan perilaku Kaisar.
Tidak pernah dia berharap akan mendapatkan penghargaan dan tanda hormat pada nya. Dia selalu bertindak yang terbaik untuk kelangsungan Kaisar dengan tulus.Tapi hatinya selalu berprasangka buruk pada semua orang termasuk dirinya.
Semua darah dan pengorbanan nya selama ini tidak berarti sama sekali.Semua nya sia sia belaka. Kaisar tetaplah seorang Kaisar. Mereka harus selalu melangkah dengan hati hati dan selalu berpikir rumput pun bisa berubah menjadi jarum dan mampu menusuk kakinya setiap saat.
Satu kata yang pernah Lanlan layangkan dengan bercanda "Tidak akan pernah cinta di istana".Dan itu benar sekali.
Di istana, orang bisa menemukan apapun, harta tahta dan wanita tapi tidak cinta. Tidak ada kasih sayang yang tulus di sana. Semua adalah pura pura belaka hanya sandiwara.
Tapi Sun Zie menemukan cinta nya di sebuah gubuk kecil. Cinta antara saudara, cinta anak dan orang tua. Cinta antara suami dan istri.Ada cinta di semangkuk bubur milet. Apalagi yang orang butuh kan.
Tinggal kan kepura-puraan dan temukan cinta sejati mu. Dia yang selalu menjaga keluarga dalam kegelapan, dia yang masih begitu muda, lembut dan.. ehh
Sun Zie melangkah pergi dan menjauh dari istana. Ini adalah terakhir kalinya dia akan melangkah kan kakinya di sana. Tapi dia bahagia dan ingin tertawa seperti orang gila.
__ADS_1
Dia bebas...