
Malam pembukaan
Lanlan sudah bersiap untuk pergi ke acara pembukaan bersama enam anak yang ke depannya akan mereka adopsi sendiri.
Malam ini lanlan tidak tampil seksi tapi tampil sederhana. Sesederhana seorang ibu dengan enam anak.
Memakai baju terusan longgar berwarna hijau muda.Dengan ikat pinggang kecil dia masih tampak indah di pandang.
Sun Qie memakai pakaian senada.Dia akan memberikan kata sambutan di pentas nanti. Aura nya begitu bersahaja.
Jika orang melihatnya akan ada perasaan segan alih alih takut.Dia dan Lanlan saat ini layak di sebut sebagai pasangan ideal.
Mereka akan resmi sama menjemput anak anak di penginapan. Anak anak nya. Tapi bunyi bel membuat Lanlan bersemangat. Anak anak pasti tidak sabar dan meminta seseorang mengantar mereka ke sini.Lanlan segera pergi untuk membuka pintu.
Begitu pintu di buka ,ada seseorang yang berdiri di depan pintu.
"Zidane?"
"Hai"
Tidak ada yang mempersilakan Zidane untuk masuk tapi dia masuk sendiri tanpa diajak. Lanlan tidak menyadari jika di belakang Zidane ada seorang gadis berkebangsaan asing yang mengikutinya.
Zidane langsung mendudukkan diri di sofa. keberadaannya segera terlihat oleh Sun Qie yang tiba-tiba berkeringat dingin.
"Kakak pertama, kau pulang?
"Hem"
"Tapi katanya sepuluh tahun kan" SunQie masih ingat jika kakaknya pernah mengatakan.Akan memberikan dia waktu sepuluh tahun untuk bersama dengan lanlan sebagai istrinya tapi sekarang belum ada dua tahun menjelang.Namun kakaknya sudah kembali.
"Ohh lanlan ku..
Lanlan juga tidak kalah takutnya dengan Sun Qie, tapi dia berusaha untuk duduk di samping Sun Qie dengan patuh .
"Adik ipar,apa kabar mu?"
Lanlan dan Sun Qie terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh zidane itu .Kenapa dia bisa menyebut lanlan dengan perkataan adik ipar.
Tapi mereka menolak untuk bertanya lebih lanjut mungkin saja Zidan sedang terpeleset lidah. mereka tetap diam di tempat sampailah Mereka melihat dengan jelas seorang gadis berkebangsaan asing duduk di samping Zidan tanpa malu-malu
Anehnya Zidane juga tidak menolak keberadaan nya. Zidane malah meletakkan tangannya di bahu sang gadis.
" ini Irene kakak ipar kalian!"
" Hah?"
Lanlan dan Sun Qie tercengang, kakak ipar?
Apa matahari terbit dari barat?
Butuh waktu lama untuk keduanya mencerna ini.Zidane benar benar irit bicara.Tapi ada rona merah di pipi Sun Qie.
" Hahahaha ada durian jatuh "pikir nya.
Sun Yat mundur ,sekarang kakak pertama juga jadi....hahahaha
"Bauklqh,kakak ipar,apa kabar?"
"Baik "irene baru saja belajar bahasa indonesia tapi dia sudah mengerti sedikit bahasa baku.Dia tersenyum kepada orang orang yang katanya adalah "Saudara "Zidane ini.
" Apa kakak datang untuk acara pembukaan?" tanya Sun Qie berbasa basi untuk menghangat kan suasana.
"Hemm setelah ini kami akan pergi lagi tak tau kepan akan kembali "jawab zidane angkuh dengan wajah dingin nya.
"Hahahaha tidak apa apa kakak,ada baiknya tidak usah pulang saja hahaha " kata Sun Qie tertawa rapi jelas tidak bercanda juga.
" hemm?" Zidane menaikkan alisnya dengan wajah mengancam. Dia pikir Sun Qie makin lama makin melunjak.
"Ehh kakak sini deh" takut Zidane marah, Sun Qie menarik zidane dan membisikan kisah anak-anak .
Tapi zidane tidak terkejut sama sekali. Dia sudah tau itu sejak lama.Itulah mengapa panti asuhan di undang.
"Kakak sudah tau?" dia melihat jika wajah kakak nya masih sama ,apa jangan-jangan dia sudah mengetahui ini sebelumnya. Dengan hanya mengangguk kepalanya Sun Qie tau apa artinya itu.
"Kakak pertama kau tega.." Jika dia sudah mengetahui ini kenapa tidak pernah bilang. Mungkin mereka dan anak anak bisa berkumpul lebih awal.
Tapi zidane tetap lah Zidane masih sama dengan kebiasaan nya.Irit bicara.
Kembali mereka dua saudara berbincang santai di meja membicarakan Sun Yat dan kisah pulau lapin hari ini.
__ADS_1
Sementara itu Lanlan dan irena rupanya bisa rukun dengan cepat. Mereka membicarakan seputar kecantikan dan kecantikan.
Malam makin larut ketika empat orang itu bergerak ke penginapan untuk menjemput enam anak.
Sayang sekali Sun Yat tidak hadir melewatkan pertemuan bersejarah antara ayah dan anak.
"Bibi..ini?" tanya lili ,dia tau jika bibi ini memiliki suami tapi siapa orang di depannya ini.Mengapa begitu familiar.Zidan menarik Lili kedalam pelukan nya .Bukan lili saja daninjuga di tarik sehingga dua anak itu membeku tapi merasa hangat di hati.Ada dorongan untuk menangis juga.
"Panggil aku ayah"
"A..ayah?"kata mereka serempak.
Ayah adalah panggilan tabu bagi anak anak yatim.Dua saudara selalu menolak untuk diadopsi oleh siapapun. Karena mereka merasa aneh dengan panggilan tersebut tapi kenapa hati dua saudara tidak merasakan penolakan dengan orang ini.
Mata mereka berkedip kedip beberapa kali,seolah olah sedang berpikir panjang .Zidane masih diam menunggu dengan sabar. Seperti ada hubungan batin di antara ayah dan anak mereka sama-sama memiliki pemikiran aneh.
Tapi..
" Ayahhh" lili yang pertama kali memeluk lagi zidane dan memanggilnya dengan perkataan ayah saraya menangis haru. Barulah kemudian diikuti oleh Dani.
Penjaga panti asuhan sampai menangis melihat itu mereka pikir sampai tua dua saudara ini pasti atau menolak diadopsi tapi nyatanya mereka berdua dengan mudah menerima orang yang baru pertama kali mereka lihat.Ini tidak sulit.
Enam anak tiba tiba menatap ke arah lanlan dengan harapan tinggi .Jika ada ayah bukan kah baik jika ada ibu juga.
Selain itu empat anak juga iri dengan kak lili dan kak Dani yang menemu "ayah" baru tapi mereka berempat belum.
" Kalian semuanya adalah anak anak ibu,ibu sayang dengan kalian semua" enam anak langsung memeluk Lanlanq dengan bahagia tapi hanya sebentar saja Yaya sudah menangis begitu juga dengan huang kecil.
"Ohh kenapa sayang?"
"Aku juga pengen ayah tapi tidak mau ayah itu, bu!"
Lanlan tergerak mendengar itu, naluri mereka juga menganggap zidane bukan lah seorang ayah untuk mereka.
Tentu saja Sun Qie maju untuk menenangkan mereka.
" Dua dari kalian bisa memilih aku sebagai ayah,bagaimana?" seperti anak panah yang lepas dari busur nya,si kembar tian tian dan Yaya bergegas memeluk Sun Qie dan memanggilnya ayah.
Sun Qie masih terharu di hati, anak anak masih begitu mengenalinya.Tidak sia sia..Tidak sia sia .
" Anak anak ku..aku ayah kalian " Kata Sun Qie dengan mata mengembun.
Empat anak bertemu dengan ayah mereka masing-masing. Bagaimana dengan dua anak lagi yang masih sedih jika mereka belum memiliki ayah sendiri. Sedih nya...
Lanlan tahu apa yang dipikirkan oleh dua anak yang pernah dilahirkan nya ini . Tapi dia yakin mereka akan mengenali ayah mereka sendiri nanti nya.
Mereka buru-buru berangkat ke lokasi karena sudah waktunya untuk Sun Qie tampil memberikan beberapa kata sambutan. Sementara itu zidane segera melacak di mana lokasi Sun Yat sekarang. Dia berpikir kebahagiaan ini tidak lengkap karena dua anak masih belum bahagia.
Dengan mudahnya mereka menemukan lokasi Sun Yat yang rupanya sedang duduk bersama orang lain melihat ke arah panggung yang megah.
Sun yat langsung berdiri ketika dia mengenali orang yang tiba-tiba datang mendekatinya. Dia terkejut jika kakak pertamanya ini bisa menyempatkan diri untuk datang ke acara pembukaan pulau lapin.
"Kakak pertama?"
Tidak ada jawaban dari bibir kakak pertamanya itu Sun yat tidak ambil hati. Yang membuat dia terpana adalah kehadiran dua anak yang ada di samping sang kakak.
Lili dan Dani.
Adapun kakak ke dua juga mengandeng dua anak yang dia kenal.
Tian tian dan Yaya.
Jika mereka berdua mengenali dua anak masing-masing sebagai anak mereka sendiri apakah mungkin dua anak yang lain adalah miliknya
"Kakak ..mereka adalah.."
Tidak ada kata-kata lain hanya saja dua anak menyerbu langsung ke arah Sun Yat dan memanggilnya dengan ayah.
Mereka merasakan borongan untuk memanggil Sun Yat sebagai ayah. Mereka pikir mereka gnaya sedang iri karena kakak kakak lsudah menemukan ayahnya sendiri sedangkan mereka belum.
Tidak dipungkiri lagi ada perasaan takut di yang dirasakan oleh dua anak itu .Takut akan ditolak begitu saja. Tapi penolakan itu tidak dirasakan melainkan mereka dipeluk dengan hangat dan dicium berkali-kali dengan penuh kasih sayang.
"Anak anakku,huanggg..huhuhu..Zen zen "
Sun Yat menangis haru seraya memeluk dua anak itu . Tapi peristiwa itu menimbulkan tanda tanya pada seseorang gadis yang tadi menemaninya untuk duduk.
__ADS_1
Dinda.
"Bang ini siapa?" katanya ragu.Ada anak anak berarti Sun Yat tidak sendirian kan.Apa ada istrinya di sini ? Ups..pelakor bukan lah jalan nya.
Lanlan ???
Sun Qie..???
Zidane ,tidak heran.
"Ohh lupa aku,kakak ipar ini dinda dia..hem"
"Hai aku Lanlan kakak ipar Shen,ini juga kakak ipar nya,irene " kata Lanlan ramah.
Sun yat belum mengerti siapa Irene tapi setelah mendengar apa yang dikatakan olehLanlan, dia mengerti akhirnya bukan dia saja yang mengalami diskualifikasi .
Apakah dia berhak berbahagia dengan ini.
Mau ketawa takut di marahi bos..hehehe ketawa dalam hati masih bisakan.Tapi pandangan mata zidane seolah olah bisa tembus pandang. Terpaksa Sun Yat menelan lagi tawa yang ingin dia curahkan.
Sun Qie segera mengundur diri untuk tampil ke pentas memberikan beberapa kata sambutan. sementara itu masing-masing anak seperti menemukan jati diri mereka lagi. Mereka bergegas menarik dua ayah masing-masing yang baru saja mereka
Sementara Tian Tian dan Yaya yang ditinggal oleh Sun Qie, tidak mau kalah.Mereka malah ikut menyusul ayah barunya pergi ke pentas. s
Seolah-olah ingin mengatakan kepada dunia bahwa mereka sekarang memiliki ayah terbaik di dunia.
Hanya meninggalkan lanlan yang memandang dunia dengan pandangan berbeda.
Dia masih mengingat bagaimana dulu bukit lapin dibangun. Tapi terbakar setelahnya. Bagaimana mereka berempat sudah hidup di dalam satu atap yang sama tapi sekarang harus berpecah karena memiliki keluarga yang berbeda.
Jika dulu mereka bertiga adalah suaminya sendirian tapi sekarang tidak begitu. Hidup akan berkembang lebih baik dan lebih baik lagi.
Hanya berharap Pulau lapin ini tidak akan mengalami hal yang sama dengan bukit lapin di masa lalu.
Entah berapa lama lanlan menatap panggung tanpa mendengar apa yang dibicarakan di sana. yang pastinya acara pembukaan sudah dimulai ditandai dengan lepas nya beberapa kembang api di langit yang gelap.
Ada perasaan bahagia yang mewarnai hati lain dan sekarang.
Dia hanya berharap hidupnya akan lebih berwarna di kemudian hari bersama berkembangnya pulau lapin.
Selamat tinggal masa lalu selamat datang masa kini.
Lanlan menatap Sun Yat dan zidane yang berdiri tidak jauh dari tempat dia berdiri. Sekarang mereka berdua tidak lagi memprioritaskan dirinya sebagai wanita satu-satunya di dalam keluarga. Mereka sudah memiliki wanita lain yang perlu mereka perhatikan di masa depan. Tidak ada perasaan cemburu atau sakit hati melihat pemandangan itu . Melainkan rasa bahagia yang menyelimuti keseluruhan nya.
Untungnya dia sempat meminta seseorang membuat video lengkap tentang situasi tiga saudara. Rencananya video ini akan" dikirim" untuk dilihat oleh dua lansia di ruang angkasa anak-anak.
Anak-anak memanglah jiwa dari anak-anak yang pernah dilahirkan. Hanya saja tubuh mereka tidak lagi memiliki genyang sama . Sehingga ruang angkasa menolak keberadaan mereka secara keseluruhan.
Dalam artian anak-anak tidak lagi berhak untuk berada di ruang angkasa itu. Melainkan keturunan mereka dari darah mereka di masa lalu.
jalan tidak menyadari tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
Lanlan yang terkejut tiba-tiba memalingkan wajah dan melihat seseorang yang belum pernah dia lihat sebelum nya.
Seorang anak muda yang berusia belasan tahun saja.Dia datang bersama seorang lelaki muda tapi wajah agak...
Bodoh?
Meskipun dan agak tampan tapi pandangannya sedikit kosong dan air liur nya terkadang tumpah begitu saja sehingga membuat perasaan sedikit jijik ketika melihatnya. iSs..jorok kayak ..
Siapa ini.
"Ibu peri,sudah kau jomblo lagi,ayo menikahlah dengan ayahku.Dalam kelahiran ini kau harus menjadi ibu ku ya" katanya berharap.Berita tentang pulau lapin menguak misteri tentang ibu peri nya.
Jadi dia datang ingin mengadu nasib.Syukur syukur jika tiga paman tidak mengalami reingkarnasi juga.
"Hah?A..along?" wajah nya agak lucu tapi begitu dewasa jelas ini adalah mantan anak angkat dan menantu nya.Jika ini dia artinya pria dengan wajah babi adalah....
Mantan kaisar?
Bocah itu mengangguk.
Tidak.
Tidak lagi.
Tidaaaaaaakkk.
__ADS_1