Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
lancahay dan Huangdi.


__ADS_3

Setelah gerbong siap perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki.Salju membuat jalan tak mudah. Awal nya Huangdi ingin masuk ke gerbong tapi di tolak mentah mentah.Hanya orang tua dan yang sakit di perbolehkan di sana.Bila beban terlalu berat gerobak sulit di dorong.Roda juga sangat membantu seandainya jalur ini bebas salju. Beberapa barang yang bisa di pakai seperti selimut masih ada di sana.Juga pamci yang bisa di selamat kan.


Saat ini sun Zi menarik gerobak dan paman ke dua mendorong nya.Sekali lagi Huangdi membuat permintaan monopoli gerobak dengan alasan sakit lagi lagi mengedepankan status nya yang ideal padahal tiga anak di bawah umur juga harus berjalan juga para orang tua namun dia yang masih muda dan kuat meminta keistimewaan dengan tak tau malu nya.Lanlan mual...


Huangdi cemberut sepanjang jalan sehingga lancahay sibuk membujuknya.Dia agak keras kepala masih juga tak sadar dengan kondisi.Di hatinya dia masih golongan menengah hingga tak layak bergabung dengan kelompok lanlan,gadis desa dengan kaki berlumpur. Api di hatinya makin berkobar di setiap detiknya. Pandangan nya menyipit setiap kali melihat ke arah lanlan.


"Kita harus bisa mencari tempat aman untuk tidur malam ini,mari bergegas ke tempat ramai" kata ayah mertua yang di setujui semua nya.Perjalanan masih harus di lanjutkan. Malam akan makin dingin masih khawatir ada binatang liar yang berkeliaran.Sebaiknya harus cepat sampai ke kelompok lain sebelum malam datang.


Beberapa jam kemudian kaki kaki yang lelah menemukan kelompok lain yang membuat api unggun di sana sini. Ayah mertua memutuskan di sinilah tempat mereka bermalam.


Beberapa selimut di keluarkan, dua bibi bergegas membersihkan tempat kali ini dua kelompok bersatu di api unggun yang sama pertama kalinya.


Para lelaki dengan cepat pergi mencari ranting-ranting atau beberapa kotoran hewan sebagai bahan bakar.Beruntung para lelaki masih menemukan beberapa genggam sayuran liar di jalanan tadi hingga rebusan sayur liar bisa di masak dengan tambahan salju. Diam diam lanlan menyuntikkan mata air surgawi ke dalam sup untuk menambah energi semua orang.


Lain halnya dengan sepasang suami-istri yang duduk agak jauh, mereka membicarakan sesuatu yang liar.Lancahay menatap kelompok sun dengan mata iri dan dengki.Dia membenci besi yang tak bisa membuat baja.


Menurut perkataan Huangdi, ada beberapa koin emas di saku keluarga sun.Bagaimana mungkin ini benar,mereka hanya menghasilkan uang dari berjualan di kota sementara ladang mereka juga tidak banyak.Menjadi pedagang artinya harus membayar pajak dua kali lebih besar dari petani.Sekarang setelah membayar pajak yang besar mereka masih memiliki sisa beberapa keping lagi.Huh....


Status Huangdi masih tinggi hingga satu hektare tanah harus membayar pajak tiga perunggu, petani adalah lima perunggu sementara pedagang memiliki sepuluh perunggu sekaligus pertahun. Memiliki beberapa hektare ladang dengan beberapa lagi kebun buah masih mampu menyimpan,


"Suamiku.. pikir kanlah. Sekarang sun Qie adalah beban hidup.Sepanjang jalan kita harus mendorong dengan sia sia.Dengan dua keping emas ini makin sia sia. Kenapa tidak di biarkan mati dari membuang emas?"kata Huangdi dengan licik

__ADS_1


"Apa kau yakin mereka memiliki itu tapi di mana?"


"Apa kau lihat bagaimana cara ibu menyimpan uang? "


"Ah.. maksud mu?"


"Ya bila ibu mereka dan nenek menjahit uang di pakaian nya kenapa mereka tak melakukan hal yang sana kan?"memang wanita-wanita fi kelompok lan memiliki beberapa keping perak di tubuh masing-masing mungkin saja kelompok sun memiliki ide yang sama. Pertanyaan nya adalah pada siapa uang itu di simpan.


"Ohh kau benar sekali.. ku pikir mereka jujur tak di sangka serigala bermata putih ckckckck"ucap lancahay tak percaya. Sudah seharusnya setiap orang berterimakasih pada istrinya yang cantik tapi keluarga nya sendiri tak meninggalkan perak untuk istrinya karena uang selalu di tangan wanita tua itu.Kali ini uang juga di alokasikan ke pada dua menantu perempuan nya dengan menjahit nya di baju bagian dalam tapi kenapa istrinya luput tak mendapatkan bagian yang sedikit ini. Nenek terlalu bias...


"Suami ku, aku tak tahan lagi, lihat saja keadaan ku sekarang Apa nanti ayah masih akan mengenaliku, katakan"Adu Huangdi, dia sangat berantakan dan kusut.Hari hari buruk nya sudah di mulai


"Tenang saja kau masih cantik istriku, secantik bintang di langit hehehe"


"Jadi? "


"Maksud mu perhiasan ku, gelang, anting dan kalung giok ku. Ayah akan marah besar bila dia tau aku kehilangan itu..hiks.. hiks... " lagi lagi Huangdi menangis menyesali nasib nya yang menikah dalam keluarga miskin


" Ahh mau bagaimana lagi di 'er, semua di rampok orang. Seharusnya kau harus menyimpan nya bukan memakai nya di saat begini"keluh lancahay dari awal Huangdi sudah di nasehati agar menyimpan barang berharga itu namun dia cukup keras kepala


"Hahh kau menyalahkan aku? baik aku salah aku salah menikahi mu, lelaki miskin tak berkemampuan, oh dewa aku sungguh tak mau hidup lagi huwaaaa"

__ADS_1


"Tidak bukan begitu istriku, ini.. harusnya bagaimana menurut mu"


"Kau harus mengembalikan semuanya padaku kembalikan baik? "pintanya sungguh sungguh seperti mata kucing yang mengharapkan ikan


"Hah? "


"Sudah kalau tak mau, setelah bertemu ayah mari kita bercerai, kau dan aku di jalan berbeda "Ancamannya


"Di 'er ck.. kau. kau.. ah... baik baik katakan pada ku kemana aku harus mencari nya katakan! "Tak bisa di pungkiri lancahay berpikir otak Huangdi kebanjiran. Bagaimana bisa menemukan barang yang hilang ini. Tapi dia takut dengan kata cerai. Mereka belum ada setahun berkumpul tapi Huangdi sudah berpikir ke sana. Di zaman ini tak banyak orang berpisah meskipun di benarkan,hal yang bisa membuat leluhur di kuburan bangun lagi dan mengutuknya


"Tak perlu barang yang sama hanya nilainya yang harus sama mengerti? "


"Maksudnya apa di'er"lancahay bingung dia belum melihat kemana arah tujuan pembicaraan ini.


"Kepingan emas tau, hanya satu koin amas saja apa kau paham maksud ku? "jelas Huangdi pelan.


"Hah.maksud mu koin itu?" kata lancahay bingung.


"Ini.....


" lakukan atau cerai? "ancam Huangdi,tak peduli dia harus bisa menggenggam erat uang emas ini.Menurut nya orang lumpur hanya pantas memegang wen dan perunggu saja seumur hidup nya bukan koin emas

__ADS_1


"Lalu caranya? "


Huangdi tersenyum senang kemudian dia membisikkan sesuatu di telinga suaminya yang bodoh.Mereka berbicara dengan nada rendah untuk merencanakan sesuatu yang jelas tidak baik.


__ADS_2