Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
makan malam


__ADS_3

Lanlan kembali ke dunia nyata dalam keadaan lebih nyaman. Dia sekarang rau bagaimana kondisi anak anak setelah dia tinggalkan. Mereka meninggal dalam usia tua yang indah dan meninggal kan nama mereka du dalam sejarah dunia. Meskipun nama Kekaisaran itu tidak pernah di dengar oleh dunia di era modern ini, dia tidak kecewa.


Mungkin tidak banyak situs peninggalan Kekaisaran zaman itu yang tersisa. Tapi Lanlan yakin dunia pasti tau keberadaan Kekaisaran yang pernah maju cepat ataupun lambat.


Meski tidak yakin bisa bertemu pewaris darah, tapi Lanlan harus membantu dua lansia untuk mengumpulkan harta berharga di era modern ini. Paling tidak akan ada seseorang akan tau, pernah ada seseorang bernama lanlan yang pernah menjalani hidup di dua zaman.


Untuk sekarang, mari fokus ke bali menemukan pembeli yang menjanjikan.


Lihat lagi ke arah "Sukiman " yang memilih pakaian yang sekiranya cocok di pakai di pantai. Dia juga tidak lupa meminta pendapat lanlan tentang pakaian nya. Dia tidak pernah menyangka dia akan datang ke era yang aneh.


Wanita nya selalu berlomba lomba memotong pakaian sependek mungkin, mungkin sejenis hot pants.Berbeda dengan lelaki yang selalu ingin memakai pakaian tertutup seperti setelan jas dan celana panjang.


Misalnya sekarang, mereka punya janji untuk makan malam di sebuah restoran mahal di tengah kota. Lanlan memakai baju merah darah yang unik namun indah. Meskipun di bilang panjang tapi pakaian ini menampilkan paha mulus yang super seksi. Dia tidak memakai banyak aksesoris tapi indah lah kuncinya.


__ADS_1


Lanlan sekarang berbeda jauh dengan lanlan "tua" yang dia temui pertama kali.Sun Qie tidak mengerti mengapa dia perubahan begitu cepat tapi dia tidak a kan pernah tau jika Lanlan telah mengkonsumsi mata air surgawi yang menyebabkan dirinya berubah total.


Dia sekarang lebih cantik dan lebih berbahaya dari Lanlan di masa lalu. Sekarang Sun Zie dan Sun Qie lebih khawatir jika Lanlan berpaling ke lain hati. Dia memiliki banyak hal untuk bisa menjerat berondong nakal.Jadi Lanlan tidak akan pernah di biarkan sendiri di tempat tempat yang berpotensi menjaring berondong.


Sun Qie tidak mau kalah pamor dia juga bergegas merubah penampilan yang menurut nya sempurna di a mata para kaum hawa.



Kira kira udah keren belum ya? Tidak masalah untuk gadis manapun tapi harus tampan di depan Lanlan seorang. Di era modern, seorang wanita hanya bisa menikah dengan satu lelaki saja. Sekarang Sun Qie tidak harus mengalah dengan Kakak pertamanya ini.Ini demi masa depan dirinya sendiri. Mari belajar egois dan bunuh saingan mu sejak dari buaian. hehe..


Sun Qie melirik sang kakak yang sangat santai dengan penampilan nya. Sun Qie berpikir jika sang kakak terlalu percaya diri sehingga tidak melihat serius pada Lanlan yang acuh tak acuh. Lihat lagi pakaian kakak nya yang berbeda jauh dengan pakaian formal yang dia kenakan sekarang.



Meski pun santai tapi masih mampu membuat hati perawan kejang kejang.Sun Qie hanya mendengus, membenci keberuntungan yang di miliki kakak tertuanya ini.

__ADS_1


Dua mendapatkan tubuh yang tampan dengan otak cemerlang. Sekarang dia mencetak puluhan. juta dalam beberapa hari tanpa kerja keras. Bandingkan dengan dirinya sendiri yang hanya anak desa tanpa keahlian nyata. Dia sudah tanpa namanya oun terbilang keren. Zidane...


Nah dia.. Sukiman..


Uhh benci..


Kakak tukaran tubuh dong?. ..


Lanlan tidak peduli dengan apa yang kakak adik itu pikir kan. Sekarang dia hanya ingin pergi makan malam. Sebenarnya dia sedikit malas tapi apa daya di tidak begitu pandai di dapur. Pesan online juga sudah tidak menarik lagi jadi mengapa tidak makan malam di restoran berkelas sekali kali. Lagipula dia memiliki uang yang di dapatkan dengan mudah.


Mereka akan berangkat pagi ke bali jadi masih ada waktu untuk menjelajahi restoran kelas atas yang dulu tidak pernah dia pikir kan sama sekali.


Tapi sekarang jangan kan satu menu mahal, restoran nya pun bisa lanlan beli sekalian.


Restoran bintang lima, siapa takut....

__ADS_1


__ADS_2