
Sementara lanlan sekeluarga sedang bermalam di bukit lapin di saat hampir seratus budak telah bertebaran di kampung halaman masing-masing.
Bukan main main, setiap budak yang berinisiatif untuk keluar bukit lapin di waktu begini justru di berikan dana perjalanan sebesar sepuluh koin perak dan beberapa perbekalan. Jika dokumen perjalanan di setujui, dana masih akan di hitung lebih banyak jika tempat yang di tuju lebih jauh.
Hanya saja, karena tidak ikut serta dalam persiapan pembukaan jadi mereka tidak akan mendapatkan beberapa bonus yang di janji kan. Bonus pembukaan di hitung dengan hasil penjualan yang alan di dapat kan pada tiga hari pertama.Dan itu bukan hitungan kecil melainkan dua puluh persen setiap item dan masih harus di bagi untuk setiap budak.
Untuk masa awal,budak yang akan bekerja masih tidak ramai di tambah bilangan budak yang keluar untuk merekrut.Sepuluh koin perak tidak akan kemana jadi keluar atau tidak masih akan menguntungkan untuk mereka para budak. Tapi ini hanya akan membuat beberapa orang antusias untuk menghasilkan lebih banyak produk berkwalitas tinggi.
Adapun keluarga bibi yang pernah bekerja di desa asal dengan tugas membuat beberapa pot sekarang jadi kepala pabrik pot. Dan posisi ini sangat menguntungkan buat mereka tiga saudara.Semua produk yang di hasilkan bukit lapin,pasti akan memerlukan pot baik itu kecil atau pun besar.
Dengan hari pembukaan di pastikan pabrik milik nya akan mendapatkan jumlah pesanan yang besar. Dua puluh persen ini pasti akan berujung koin emas pada akhirnya.
Melihat masa depan yang cerah, kakak pertama Han segera mengirim kan adik kedua nya untuk bergegas ke kampung asal. Bukan membujuk mereka menjadi budak tapi sebagai kepala pabrik, dia memiliki hak penuh untuk memperkerjakan seseorang.Ada banyak orang dengan klan yang sama di desak asal nya. Meskipun menjadi budak bukit lapin masih di bayar mahal tapi bukan kah pekerja lepas juga masih bisa makan nasi keras.
Pekerjaan banyak dan di bayar dengan adil. Siapa menolak pastilah dia bodoh sejak lahir.
Masih terbayang di benak, bagaimana ibu yang belum terlalu tua melakukan bunuh diri demi mengurangi beban anak anaknya.Kenyataan ini pahit dan menyakitkan tapi sebenarnya bukan kah ini hanya urusan perut.
Kepala pabrik Han mendesah, tiba tiba dia mengingat ibunya yang bertindak terburu buru. Seandainya mereka bertemu keluarga Sun lebih awal mungkin ibu...
Dalam hal ini, dia tidak tau. Beberapa orang juga berpikir yang sama.Sejumlah orang bergegas keluar untuk mengabarkan bahwa bukit lapin memerlukan pekerja lepas dengan jumlah banyak.
Seperti saat ini seseorang sudah mencapai desa asalnya yang miskin sama seperti desa desa yang lain. Dia cukup beruntung karena desa asalnya hanya berjarak dua hari berjalan kaki.
Dengan tergesa gesa dia bahkan belum sempat minum air.Dia menceritakan tentang bukit lapin yang besar dan makmur. Adapun perjanjian tertulis tentang peraturan pekerja bisa di baca di alun-alun kota.
__ADS_1
Sengaja atau tidak kedatangan nya ke desa membuat beberapa mata datang ke rumah untuk mencari tau.Desa mereka luluh lantak orang pemberontakan waktu itu dan sekarang masih terasa efeknya.
Ladang belum di tanami.Untuk sekarang hanya ada bantuan pemerintah berupa jagung dan ubi jalar mentah.Jadi pemuda dengan wajah berdaging sulit di temukan.Pakaian nya meski tidak begitu bagus tapi tidak ada tambalan sedikit pun.Ketika mereka tau pemuda ini adalah warga desa, mereka mendekat mencari tau.
Jadi ketika pemuda yang bangga akan status budaknya ini bercerita pada keluarga besarnya. Otomatis cerita ini mampir ke telinga warga lain dan langsung di sambut secara tak wajar.
"Tie'er masih bagus jadi budak?"
"Aku tidak menganjurkan tapi menjadi budak bukit lapin tidak buruk.Kami mendapatkan gaji dua kali lipat dari pekerja lepas.Selain itu kami juga mendapat rumah dan tanah gratis.Di masa depan kami juga masih bisa membeli beberapa tanah lagi. Berbeda dengan pekerja lepas. Kalian hanya bisa memiliki setengah gaji dan harus membeli rumah dan tanah sendiri. Selain itu kami ada bonus tahunan dan bisa berobat gratis dan juga sekolah gratis hehehe "ucapnya santai.
Dia tak tau pernyataan nya ini menambahkan minyak pada api. Sejumlah komentar segera beterbangan bagaikan burung di langit
" Ahh budak bisa di gaji?"
"Apa dia berbohong tapi lihat lah pakaian nya yang rapi dan wajahnya yang berdaging itu"
"Siapa yang mau menikah dengan budak, sungguh masa depan yang gelap tujuh keturunan"
"Aku pusing.. ahhh"
Meskipun dia tidak khawatir dengan orang luar tadi ,ia masih menyarankan untuk keluarga besarnya bergegas selagi bukit lapin masih membutuhkan orang.
"Penetua aku tua kalian khawatir aku berbohong tapi lihatlah.Sebagai budak kecil kami bahkan di berikan uang sebagai dana perjalanan.Kalau tidak begini saja.Beberapa orang bisa ikut dan merasakan sendiri bagaimana hidup di bukit lapin.Nanti jika mendapat gaji kirim saja pulang.Mengenai penerimaan budak khusus aku sendiri tidak menjamin bukit lapin masih menerima beberapa bulan lagi. Tapi untuk pekerja lepas masih bisa"
"Menjadi budak bagaimana dengan tanah kita? "
__ADS_1
"Ketika menjadi budak otomatis harta benda akan di hapus jadi aku sarankan,kirimkan saja keluarga cabang untuk menjadi budak ke sana. Keluarga lain jadilah pekerja lepas"
"Kakek.. aku mau melamar budak! " ini adalah sepupu jauh nya dan dia merasa lelah menjadi kuda dan sapi di dalam keluarga. Menjadi budak masih sama tapi akan mendapatkan beberapa poin tambahan dan ini tidak buruk.
???
Sepupu ini adalah awal dan beberapa orang bergegas melamar ingin pergi bersama.Yang lebih menarik, bukit lapin menerima satu kelurga lengkap meskipun itu bayi berusia tiga bulan.
Tidak main mainakan ada subsidi bubuk susu gratis untuk bayi budak di bawah lima tahun dan kabar ini otomatis menarik lebih banyak pengemar budak dari pekerja lepas.
Karena masih ada waktu, pemuda tadi berniat kembali ke bukit lapin sore itu juga jadi dia masih bisa ikut pembukaan kota.
Ketika dia bergerak ke pintu desa, ada puluhan keluarga yang meminta ikut. Dia juga yang pergi dengan keluarga besarnya beserta beberapa sapi jantan.
Dengan sapi jantan meskipun harus memeras, perjalanan di potong satu hari dan kelompok pertama ini sampai ke bukit lapin pagi berikut nya.
Kelompok pertama ini segera di data oleh seseorang dengan senyuman.Senyum adalah syarat khusus bagi para budak bila di tempat kerja.
Butuh waktu setengah hari ketika dokumen sampai ke meja ayah mertua rapi berhubungan dia masih perlu waktu untuk pulang dari bukit maka dokumen masih tetap di meja.
Tapi segera kelompok ini di bawa ke penampungan sementara.Dan keluarga pemuda pertama di bawa ke rumah dinas nya secara langsung.
Pemuda ini masih remaja dan belum menikah tapi dia sudah memiliki rumah sebesar rumah mereka di desa asal.Sepupu jauh yang memilih menjadi budak cukup puas jika bisa mendapatkan rumah dinas seperti ini. Hanya saja dia belum mendapatkan tempat tugas dan dia masih menunggu.
Ketika mereka masuk kota, hari segera mengelegak dan mendapatkan pemuda itu tidak sedang berbohong dan merasakan sensasi budak rasa bangsawan.
__ADS_1
Rumah besar.. Tanah lebar.. gaji banyak... pakaian bagus.. makanan enak..berobat gratis.. sekolah gratis.. ohhh mimpi kah?