
Rumah kepala desa ramai jadi tontonan warga desa.Desa Touyuan biasanya damai jauh dari perkelahian antara warga.Namun hari ini adalah pengecualian dan itu menarik.Perhatian warga fokus pada debat panas sambung menyambung daro kedua pihak.
Namun begitu dari kata perkata bisa di bilang Lanlan dalam posisi atas angin. Tapi permainan lotus putih masih mampu mengundang simpati para pengemar nya yang tak merasa mungkin bahwa idola hidup mereka akan berbuat buruk.Debat ini masih panas dan panjang.
"Kakak Lan,Apa untung nya bagiku membuat jebakan. Ada puluhan lamaran untuk ku , jadi kak.. katakan jika benar demikian mengapa aku memilih suami mu? "kata Li ana tak bersalah
"Kau bertanya apa keuntungan mu melakukan ini?apa otak mu gagal? Semua orang tau bagaimana kami hidup belakang ini.Di desa siapa yang bisa makan nasi putih dan daging penuh lemak setiap hari? Kepala desa, kata kan padaku siapa orang di desa yang memiliki kelebihan ini? Lagi pula, dia lajang belum beristri. Gadis mana yang tak tergiur? hikss... keluarga mana yang tak memimpikan punya ikatan dengan keluarga kami? " ucapan Lanlan langsung masuk akal tak bisa di elak lagi.
"Tidak.. aku.. aku tidak berpikir demikian kak.. aku...
" Aku aku apa? aku yakin sekali, kalian juga berpikir sama kan, huwaaaa, keluarga kami makmur,ayam dan babi ada juga sapi,mereka lebih gemuk dari pada banyak ternak di keluarga lain. coba lihat, Su ran tiba-tiba tengelam di sungai persis di depan suami ke tiga ku. hikss.. hikss.. katakan su ran. Katakan pada semua orang di sini ... apa maksud mu pergi mencuci di depan nya padahal sungai lelaki dan wanita itu di pisah.. katakan alasan nya kalau kau tidak berniat buruk "Kali ini serangan datang pada su ran yang datang bersama keluarga nya untuk meminta janji sun Yat.
Sejak awal datang hingga kini keluarga ini hanya diam menyaksikan setiap adegan demi adegan.Keluarga ini ikut bergembira menyaksikan tamasya Sun Qie malahan melupakan masalah mereka sendiri.Jadi mereka terkejut dengan serangan tiba-tiba.
"Hah, aku... aku hanya mengejar kain ku.. yang hanyut.. jadi.. aku hemm....
" Kain mu hanyut atau hatimu yang hanyut, kau hantunya"Bantah Lanlan keras, dia menambahkan dukungan bagi yang melihat nya.
"Huwaaaa.. huwaaaa.. warga desa.. hiks.. hiks.. lihatlah ini derita ku.. hari ini satu tertangkap di ladang.... yang satu berkerabat kulit di sungai.. ohh dewa.. buruk benar nasib ku ini huwaaaa.... katakan padaku.. bagaimana ini bisa terjadi secara alami bila... hikss.. bila ini tidak jebakan... huwaaaa... "
"Lanlan " Nenek sun ingin bangkit namun tangan sun Yat menahan nya dan berondong ini mengelengkan kepala kepada ibu nya ini.Dengan ini sun Yat mengharapkan agar ibunya diam di tempat tanpa ikut campur.
Di rumah Lanlan dan ayah sudah menyatakan agar sun Yat diam tak berkata apapun. Lanlan akan mengatasi masalah ini lebih mudah bila mereka tak ikut campur.Para wanita lebih sulit di tangani dari pada lelaki.Lelaki akan mengunakan tinju mereka sementara para wanita desa memilih menggunakan lidah.Para suami akan sulit mengangkat wajah di kemudian hari bila memilih bertengkar mulut dengan para wanita desa. Tapi nenek Lan tak mengerti arti kode itu. Dia berdiri dan ikut berkata..
"Ya semua orang iri dengki dengan kami.Ingin masuk ke keluarga kami, huh mimpi" dengus nya bercekak pinggang.Sun Qie mengernyit sakit hendak bangkit namun sun Yat membisikkan sesuatu padanya hingga dia terdiam di tempat. Sun Zie juga di bisikan sesuatu oleh sun Yat lebih memilih melihat luka di tubuh adik ke duanya. Dia juga sadar kalau dia terlalu naif tadi dan dia menyesalinya. Kalau begini ayo lihat pertunjukan bagus yang di bawakan oleh Lanlan dan ibu mertua nya. Ayo. lihat...
"Ibu.. suamiku akan di rampas, ibu akan punya menantu asli.. hiks.. sedangkan aku.. huks.. aku akan di buang ibu.. huwaaaa... " Lanlan senang dengan tembak mati dari mertua dia menjerit dalam hati"Ayo bu bagus mari kita menangis bersama"hehehe.Lalu Lanlan masuk ke pelukan Nenek sun sama seperti Li ana yang berpelukan dengan ibunya. "Bagus ibu mertua " bisik lanlan pelan sekali jadi hanya nenek sun yang bisa mendengar kan. Nenek pan seakan bisa membaca narasi Lanlan, dia makin bangga dengan itu.
"Ketahuilah kalian warga desa, putra ku sudah berjanji pada langit, bilado antara mereka ada yang ingin menerima istri maka dia akan di keluarkan dari rumah. Harta setelah pernikahan dengan lanlan hanya akan jadi harta keluarga yang tidak akan di bagi.Kau sun ran, masuk ke keluarga ku boleh tapi bawalah sun Yat kami pulang sebagai menang rumah mu tapi harus tanpa babi dan ayam. Besarkan dia di rumah mu tapi ingatlah dia perlu satu perunggu dan beberapa wen untuk obat rutin nya setiap bulan "Kata nenek sun tanpa takut dia percaya nyonya sun akan menerima gagasannya dengan mudah.
"Nenek sun.. ini.. bagaimana bisa kau membuang putra mu... kalian buruk"bibi su marah darah nya mendidih. Kalau bisa dia kan merobek mulut nenek sun tapi dia masih harus bersabar. Uang tidak jatuh dari langit begitu mudah. Keluarga su hidup nya juga tidak mudah, hanya keluarga cabang. Masuk ke keluarga sun di harap kan bisa membantu beberapa sumber daya untuk keluarga besarnya hingga bisa berjalan dengan mengangkat wajah bangga.
__ADS_1
"Ini kehendak mereka tapi terserah padamu kerena berkerabat kulit dengan nya lagi pula kami tak akan rugi.. kurang satu mulut untuk di kasi makan " tandas nya. Di saat ini Su ran dan ibunya memucat dan bergetar di tempat. Ini jauh dari perkiraan mereka, bukan saja untung tapi ini adalah lobang api yang akan menarik mereka makin ke bawah. Bagaimana pula tanggapan keluarga besar bila ada menantu rumah yang merugikan ini.
"Yat 'er? "
"Ibu aku akan bertanggung jawab pada su ran, kapan aku akan pergi? " kata pergi di gunakan untuk menambah keyakinan orang akan kebenaran yang di bawa oleh nenek Sun. Rupanya perjanjian ini nyata adanya.
"Besok bisa, tapi hanya ada beberapa pakaian untuk mu. Jangan mengeluh atau meminta bantuan pada Lanlan untuk pengobatan mu kelak. Kau akan jadi tangung jawab Su ran, baik? "
"Ya bu" Sun Yat ngeri mendengar kabar ini tapi dia harus yakin ada intrik yang di mainkan ibu dan menantu ini. Tapi bagaimana kalau mereka gagal.
"Sudah di putus kan begitu, jadi nyonya su apa kau menerima sun Yat masuk jadi menantu rumah mu?"Kepala desa mendesah tapi masalah ini bisa di putus kan begini sudah bagus.
Menantu rumah adalah seorang lelaki yang masuk ke rumah pengantin wanita dan tinggal selayaknya seorang wanita. Anak anak dari pernikahan ini tak memiliki hak mengunakan nama belakang suami dan dia tidak di harus kan menghasilkan uang untuk keluarga sedang kan istri di anggap bertanggungjawab untuk itu. Pengeluaran untuk obat sun Yat sudah begitu besar belum makan dan lain lain maka ini adalah lobang api tak berujung. Tapi demi wajah di desa maka tak ada jalan lain selain menerima nya.
"Ini.. ini.. baiklah kami...
" Tidak.. tidak. aku tak mau, ibu, katakan ibu ini buruk. Bukan begini kesudahan yang ibu katakan. Hiks huks... ibu kau menganiaya putri mu sendiri huwaaaa "Su ran menangis dan menempati bahu ibunya tak terima.
"Tidak mau bu,kau bilang bila kita melakukan itu maka.. maka.. aku akan jadi nyonya besar di rumah mereka tapi mengapa sekarang jadi begini aku.. aku tak. ..mau... huwaaaa.. "Su ran membuka aib keluarga nya tanpa sadar dan warga kembali berdecak setelah mendengarkan itu.
" Su ran.. diam"Bibi su berusaha menutup mulut putri nya. Gadis itu tiba-tiba sadar dengan perkataan nya sendiri jadi wajahnya sudah memerah karena malu yang teramat sangat. Tapi warga sudah terlanjur tau.
" Huuuu.. jebakan ini memang jebakan seperti kata Lanlan kan"
"Oh.suran yang bodoh hahaha...
" Mau untung malah buntung hahahaha..
"Ibu dan anak yang tak mau rugi, ckck"
Kepala desa wang juga terkejut mendengar nya tapi hanya mampu mengeluh dalam hati.Serigala bermata putih...
__ADS_1
"Kepala desa.. kami pikir.. hubungan ini tidak bisa di lanjutkan.. tapi terimakasih pada sun Yat karena membantu su ran.Biar kan kami pulang hehehe" Dua ibu dan anak langsung kabur begitu kata kata itu diucapkan. Rasa malu begitu besar hingga tak bisa lagi menampilkan wajah mereka di kemudian hari.
"Huuu....
Selesai, berondong masih selamat tinggal satu lagi...
" Suami ke tiga ku, oh sukur lah... hiks... hiks.. kepala desa terimakasih..masalah suami ke tiga ku sudah beres tapi bagaimana dengan suami ke dua?Jelas ini hanya iri hati yang sombong kan? "
"Oh.. mungkin juga benar kata Lanlan, ada permainan busuk juga mungkin"
"Hemm kalau benar begitu, perhatikan para gadis di desa kita siapa tau masih ada lotus putih lainnya. Jangan di bawa pulang jadi menantu"
"Woow.. lebih baik putra ku bujangan seumur hidup dari punya istri lotus putih ckck"
"Tidak mungkin Li ana ini juga jebakan kan, dia baik dan bersih, penampilan nya bermartabat"
"wow satu lagi pengemar lotus hahahaha...
"hahaha...
Semua orang berpecah pendapat tali Lanlan masih harus bertahan untuk menarik simpati warga. Jadi mari perasaan air mata...
" Huwaaaa... suami.. huwaaaa... "
"Lanlan biarkan. biarkan saja,ayo kepala desa hemm kami terima ini" kata nenek sun mantap.
"Tunggu dulu, kami menerima sin Qie tapi kasus ini akan kami kemukakan di yamen jika tidak ada kompensasi mutlak"
"Kompensasi apa yang kau mau nyonya Li? "
"Satu emas dan ladang padi kalian bagaimana? 'Sun Qie tak sama seperti sun Yat dia kuat dan rajin. Meskipun jadi menantu rumah rapi masih bisa di cukur sampai ke tulang. Kasusnya juga bila terbukti akan di beri hukuman tidak ringan tak mungkin keluarga sun bisa mengambil resiko ini.Masih ada uang yang bisa di ambil jadi ayo lakukan.
__ADS_1