Gadis Pertanian Ajaib

Gadis Pertanian Ajaib
Riana


__ADS_3

Di kelilingi oleh pemandangan yang indah,di ruang angkasa anak anak,Lanlan sangat betah duduk berlama-lama bersama dua lansia.Di samping itu dia juga ingin mencari sesuatu yang bisa membantunya di dunia modern.


Lanlan ingat dia juga memiliki beberapa barang di museum yang dia bangun sebelumnya tapi tenaga nya jelas cukup untuk membuat ruang ajaib kembali menjadi seluas itu.


Jalan pintas untuk mendapatkan ruangan besar itu kembali lanang sepertinya harus belajar beladiri.


Karena tantangan hidup yang berbeda di dunia yang berbeda pula, sepertinya Lanlan harus akur dengan pengaturan ini .Setelah ini dia berniat pergi ke gym untuk membentuk tubuh.


Langkah bagus untuk memulai aksi beladiri.


Di kamar yang berbeda , zidane sedang membuka beberapa informasi dan membeli beberapa tiket untuk ke tempat Sun Yat .


Dia sudah mengatakan kepada lanlan dan Sun Qie, bahwa kedatangan mereka kali ini ke kesana akan menjadi sebuah kejutan tersendiri. Lagipula dia memang memang ingin membuat kejutan yang tidak terlupakan untuk Sun Yat, hadiah karena berani mata-matai nya.


Karena ini adalah kejutan ,maka Sun yat tidak diberitahu bahwa mereka akan datang. Segera saja tiga tiket penerbangan awal dibeli oleh zidane.


Secara sadar dia juga meretas ponsel Sun Yat untuk mencari tahu di mana lokasi dia sekarang. Dengan begitu dia juga mendapat tahu lokasi hotel yang ditempati oleh nya. Maka mereka juga akan ada di hotel yang sama.


Segera saja Zidane membooking dua kamar hotel untuk dua malam. Jika dia mau, dia juga bisa meretas CCTV yang ada di hotel itu untuk melihat apa saja kegiatan adik bungsu nya itu malam ini. Tapi dia memutuskan untuk tidak melanggar privasi seseorang,meski pun itu adalah adiknya sendiri.


Setelah mendapatkan apa yang dia mau, zidane berselancar lagi di dunia maya untuk mencari tahu beberapa informasi tentang dunia saham .Dia tidak kekurangan uang hanya saja dia akan melakukan sesuatu menyangkut pekerjaan seorang haccer.


Akhir-akhir ini dia sedang diikuti oleh sekelompok orang yang menyebalkan. Dia menyukai kehidupan yang berdarah-darah tapi dia juga tidak berpikir untuk pergi meninggalkan keluarganya.


Jadi lupakan saja.


Di sisi Sun Qie pula, tidak ada yang istimewa.Dia masih harus berdiri di tempat tanpa bisa duduk selama beberapa jam lagi.


Matanya tidak lepas dari CCTV yang di pasang oleh kakak pertama. Berharap jika sang kakak melihat dan merasa kasihan . Jika tidak izin ka siapa dia duduk barang setengah jam.Tapi kakak pertama tidak keluar lagi dari kamar sampai pagi menjelang.


Ketika zidane keluar dari kamarnya ,Sun Qie yang masih berdiri dengan lemas menatapnya dengan penuh harap, tapi zidane melirik nya dan berbicara sedikit pelan


" aku lupa, istirahat sebentar lalu kita berangkat ke bandara"


Sun Qie merasa ingin pingsan saja, sungguh kakak perta6melupakan bahwa dirinya masih di sini sejak tadi malam .Terhukum tanpa bersalah, oh diriku yang malang, kakak jahat yang tidak punya perasaan.


lalan juga segera keluar dari kamar tidurnya dia tebak diberitahu bahwa mereka akan berangkat sebentar lagi. Tapi dia berpikir bahwa sarapan sudah selesai jadi apa salahnya sarapan dulu sebelum berangkat.


Tapi dia lupa bawa Sun Qie telah dihukum berdiri sepanjang malam, mungkin saja dia tidak bisa membuat sarapan pagi ini. Terpaksa mereka harus sarapan di jalanan.


Sun Qie yang malang tidak tahu bahwa dia telah dilupakan oleh dua orang. Hanya bisa untuk menyeret tubuhnya pergi untuk mandi kilat. Takut kakaknya marah lagi dia jika dia terlambat.


Untung saja begitu dia selesai berganti pakaian, kakaknya sudah duduk di belakang kemudi. Hanya menunggu dia datang untuk berangkat.


Sampai di bandara mereka segera duduk di ruang tunggu. Zidane pergi meninggalkan mereka untuk mengurus segala sesuatu hal tentang penerbangan.


Sedangkan lanlan apalagi ,dia masih saja menjadi ikan asin besar yang duduk santai di ruang tunggu seperti seorang ratu.


Setelah Zidane datang lagi, dia mengisyaratkan agar mereka duduk di sebuah toko sarapan. Mari sarapan dulu sebelum pesawat berangkat.


Setengah jam kemudian mereka sudah ada di dalam pesawat dan berangkat menuju lokasi Sun Yat berada.


Sementara itu di sisi Sun Yat ,dia baru saja bangun tidur dan dikejutkan oleh bunyi alarm yang sengaja dia pasang di malam hari.


Tadi malam dia pulang begitu larut dan masih mengerjakan beberapa tugas yang tertinggal. Jadi dia ketiduran padahal masih ada jadwal pertemuan yang harus dia hadiri sebentar lagi.


Agak lelah memang jika anda pergi mencari uang untuk calon istri.


Sun Yat bergegas bangun dan ber beres-beres kemudian dia langsung pergi ke lobby untuk sarapan.


Di lobby hotel , sekretaris yang cantik sudah menunggunya lengkap dengan senyuman manis.


Di meja ,sarapan untuk Sun yat sudah tersedia. Sekretaris ini sudah hafal di luar kepala, apa-apa yang akan dimakan oleh Sun Yat di pagi hari .Jadi dia telah memesan nya terlebih dahulu sebelum Sun Yat sendiri sampai di lobby.

__ADS_1


" Selamat pagi kakak seperti biasa aku telah memesan kan sarapan pagi khusus untukmu" katanya dengan senyum berbunga bunga.Gigi nya yang putih terlihat begitu cantik dipadukan dengan lesung pipi setiap kali dia tersenyum .


Tidak begitu cantik yang terlalu sehingga banyak pemuda tertawan tapi ini jenis keindahan yang tersendiri buat Sun Yat.Sebab itulah Riana masih ada di sisinya sejak beberapa tahun.


Ada juga sekretaris lain selain Riana tapi mereka tidak ada yang bisa bertahan lama seperti Riana ini. Kenyataannya adalah Sun Yat adalah seorang pekerja keras yang terlalu menuntut kesempurnaan.


Hanya saja jika dia kesal ,dia tidak akan memarahi orang itu melainkan langsung memecatnya di tempat. Tanpa berkata tanpa bicara semua akan selesai tanpa bisa di negosiasi lagi


Begitulah kebiasaan Sun Yat di tempat kerja nya , lanlan dan yang lain bahkan tidak tahu dengan hal ini . Mereka pikir Sun Yat masih lah pemuda polos yang sama yang telah mereka jaga di bawah sayap.


Jika mereka tahu mereka mungkin hanya berpikir ,Sun Yat telah berkembang dan menjadi seorang pria dewasa.


Mengenai sekretaris Riana ada sebuah cerita berbeda di sebaliknya.


Mereka telah saling kenal dalam waktu beberapa tahun .Jadi sudah menjadi kebiasaan bagi Riana untuk memanggil Sun Yat dengan sebutan kakak padahal dia adalah seorang sekretaris.


Tapi dulunya tidak begitu.


Ketika itu Sun Yat baru saja membuka restoran ala korea pertamanya. Dia sedang duduk di meja kasir menunggu pelanggan datang.


Ketika itulah seorang gadis muda berusia di lingkungan belasan tahun datang menghampirinya dengan pakaian kotor dan rambut.


Melihat dari pakaiannya yang compang-camping mungkin banyak orang yang berpikir bahwa gadis itu datang untuk mengemis uang atau pun hanya untuk sepiring nasi hangat.


Gadis itu pun masih bereaksi malu-malu di depan Sun Yat yang tercengang. Bagaimana Sun Yat tidak tercengang ,dia benar benar melihat kemiripan gadis di depannya ini dengan seseorang di masa lalu.


Melihat Sun Yat yang tercengang dengan mulut terbuka lebar, gadis itu berbicara patah-patah. "kakak...aku lapar"


Mendengar suaranya yang pelan seperti suara nyamuk ,Sun Yat mau tak mau akhirnya sadar dan kembali ke dunia nyata .Dia berdehem sebentar untuk menetralkan tenggorokannya.


"khem..khem.., mau makan apa ?" tanya nya berbasa-basi.


" Apa saja ,kakak tapi aku ..akuu tidak punya uang" Katanya lagi sambil menunduk kan kepalanya seperti melihat ujung kakinya yang hanya memakai sendal jepit yang hampir putus


Entah pemuda ini memberikan atau tidak dia tidak tau tapi yang jelas,perutnya sudah kosong selama dua hari . Hanya di hari itulah Riana memutuskan untuk pergi mengemis.


Sun Yat yang masih begitu muda kala itu, menaruh perasaan kasihan kepadanya .Tanpa berpikir panjang Sun Yat langsung berkata dengan ramah.


" Silakan baca buku menu ini dan pilih apapun yang mau kau makan hari ini gratis khusus untukmu"


" Benarkah itu Kakak ...terima kasih, terima kasih. Tapi ...em tapi.. Tapi tidakkah ini akan menjadi masalah buat mu jika Tuan mu tahu?"


Mungkin yang dimaksud oleh Riana waktu itu adalah pemilik restoran .Tapi pertanyaan itu malah membuat Sun Yat terkekeh-kekeh geli. Karena restoran ini bukan milik siapa pun , melainkan miliknya sendiri .Mungkin karena dia sedang duduk di meja kasir, makanya gadis itu berpikir bahwa dia duduk di situ hanya sebagai seorang anggota staf restoran.


Di hari itu Riana untuk pertama kalinya makan makanan ala Korea. Itu pun masih secara gratis.


sejak hari itu juga lah Riana mengikuti Sun Yat sampai sekarang tidak hanya makan suyat juga mampu menyekolahkan Riana sampai ke jenjang S1 . Karena itulah sekarang dia menjadi sekretaris yang bertugas mengurus segala keperluan Sun Yat baik di dalam rumah dan di luar rumah.


Dia bahkan bisa mengambil tugas yang tidak seharusnya dipegang oleh seorang sekretaris seperti pergi berbelanja keperluan rumah tangga untuk Sun Yat.


Dia bahkan tahu ukuran ****** ***** Sun Yat.


Terkadang hubungan mereka lebih dari sekedar antara seorang sekretaris dan bos. Ini bisa dilihat bahwa Sun Yat memberikan Riana sebuah kartu kredit tanpa batas .Dia juga tidak akan bertanya untuk apa dan ke mana semua uang itu digunakan.


Sungguh bos yang baik.


Riana yang duduk manis di depan sarapan yang dia pesan akhirnya membuka suara.


Dia berbicara panjang lebar tentang agenda apa saja yang akan mereka lakukan hari ini.


Sementara itu Sun Yat sedang memakan sarapan yang Riana pesan. Setahu Riana dia memang lebih menyukai bubur sebagai sarapan tapi khusus hari ini Riana memesan bubur dari daerah Sumatera dan itu adalah bubur Kampiun.


Bubur manis yang kaya dengan beberapa macam bahan.Ini cantik ,dan menarik. Pertama kali masuk ke mulut,hanya rasa manis yang menunggu mu.

__ADS_1


Lalu anda akan merasakan beberapa bahan yang berbeda namun untuk keseluruhan nya bisa di sebut, hemm..👍



Sun Yat pernah memakannya sekali dan dia menyukainya. Kata orang, bubur Kampiun adalah bubur hasil gabungan dari beberapa jenis bubur.hari ini Riana memesan bubur Kampiun khusus untuknya bersama dengan teh talua.



Tanpa bicara banyak ,Sun Yat memakan sarapannya .Mereka akan pergi lagi karena jadwal mereka padat.


Riana juga memesan menu yang sama untuk dirinya sendiri. mereka berdua memakan sarapan ini dengan penuh Harmoni sesekali Riana melemparkan candaan receh yang membuat tersenyum kecil Tidak seperti biasanya jelas merasakan perubahan kecil kepada sunyat akhir-akhir ini.


Dia bisa melihat jika Sun Yat penuh dengan pemikiran yang membuatnya pusing. Tapi Riana tidak tahu pemikiran apa yang membuat Sun Yat menjadi begitu berubah . Padahal dia sendiri tahu apa yang terjadi di sekitar perusahaan atau di rumahnya.


Ada sesuatu yang membuat Riana bertanya-tanya, beberapa bulan ini Sun Yat pergi tanpa memberi kabar ke mana dan apa yang dia lakukan. Malah pekerjaannya banyak dilakukan melalui dunia maya.


Jika ditanya Sun Yat tidak mau berkata jujur. Dia hanya berkata bahwa ada sedikit urusan yang tidak bisa ditinggal. Urusan apakah itu sehingga Riana tidak boleh tahu.


Biasanya Sun Yat tidak pernah menyembunyikan apa-apa pun dari dirinya tapi sekarang semua berbeda. Dulu Riana adalah tempat Sun Yat mencurahkan perasaan apapun entah itu masalah kantor atau masalah pribadi tidak terkecuali.


Itu tidak pernah terjadi sebelumnya.


"Kakak,hari ini jadwal hanya setengah hari ,bagaimana jika kita pergi ke pantai untuk jalan jalan?sudah lama sekali kakak tidak menbawaku jalan jalan.Kaka sibuk dengan urusan yang aku tidak tau" Kata Riana cemberut. Dia mengatakan apa yang menyiksa pikirannya beberapa waktu ini.Semoga Sun Yat mengerti.


"Lana,aku ingin agar semuanya cepat selesai jadi..


"Jadi kakak akan pergi lagi begitu?" ucap Riana yang memotong pembicaraan Sun Yat. Dia yakin bos nya ini akan pergi lagi meninggal kan dia dengan sebidang masalah di kantor.


Sun Yat menghela nafas mendengar kata-kata skeptis dari Riana ini .Diia cukup tahu bahwa gadis ini sedang kesal karena terlalu sering ditinggal pergi oleh nya.


Tapi tinggal bersama Lanlan adalah keinginan terbesar di dalam hidupnya dan ini tidak bisa diganggu gugat. Mesti begitu meninggalkan Riana seorang diri , dia tidak begitu tega. Gadis ini sudah terlalu bergantung kepada dirinya sejak hari mereka bertemu .


Sun Yat hanya akan memberi mencari sedikit waktu dan membicarakan masalah ini dengan Riana agar dia bisa berlapang dada.


" lana ..jangan begitu, ini tidak baik!"


"Kakak ,aku begitu merindukan kebersamaan kita seperti yang dulu. Tapi sekarang kau sepertinya berubah mungkin kau menemukan gadis lain?"


Riana berkata sambil menangis ,air matanya sudah jatuh dari tadi .Dia kesel dan dengan cemburu. iya juga mengerti siapalah dirinya tapi sekian lama mendampingi Sun Yat tidakkah dia memiliki posisi di hatinya.


Riana juga tidak tanggung-tanggung dalam berhubungan. Dia telah memperlakukan Sun Yat lebih dari sekedar bos di kantor.Sun Yat juga tahu hal itu tapi mengapa dia melakukan sesuatu yang membuatnya sakit hati.


Sun Yat ingin marah mendengar kata-kata yang dilemparkan oleh Riana yang dalam keadaan menangis .Tapi tidak berdaya ketika matanya jatuh ke wajahnya yang mengingat kan dia kepada seseorang, karena wajah itu lah dia melembutkan lagi suaranya. Sun Yat jelas mengalah.


" baik ,cari lokasi yang kau mau. Kita akan pergi sampai sore bagaimana?" katanya lembut. Sun Yat mengambil tangan Riana dan menepuk nepuk nya pelan,agar emosi gadis itu segera pergi.


" Benarkah? makasih kakak,hehehe " gadis yang tadi marah dengan mudah membalikkan situasi dia sekarang bisa tersenyum manis kembali. Melihat senyumnya itu ,Sun Yat juga tiba-tiba tidak lagi merasa kesal.


Riana gadis yang manis dengan lesung di pipi.


Sementara itu penerbangan tiga orang penting di dalam kehidupan Sun Yat ini, dijadwalkan akan berlangsung dalam beberapa jam. Di dalam pesawat Sun Qie memutuskan untuk tidur. Dia begitu mengantuk dan kelelahan akibat dihukum secara tidak wajar oleh Kakak pertamanya.


Dia juga ingin melihat hukuman apa kira-kira yang akan dijatuhkan kepada Sun Yat . Apa mungkin lebih kejam dari hukuman yang dia dapatkan.


Di dalam tidurnya ,Sun Qie bermimpi jika dia melihat Sun Yat yang menangis nangis meminta ampun kepada kakaknya karena mendapat hukuman berdiri di pohon yang sepenuh dengan semut merah.


Pasti itu sakit sekali,kulit putih Sun Yat jugaakan bentol bentol kemerah merahan.Pertama kalinya ,Sun Qie merasa senang dengan penderitaan adik bungsunya.


hehehe..


Di dalam tidurnya Sun Qie tertawa, ini bisa dilihat oleh beberapa orang yang lewat .Sehingga mereka juga turut tertawa geli.


Takut malu ,lanlan mengambil topi dan menutupi wajah Sun Qie dengan itu, dia tidak mau ikut ikutan menanggung malu karena nya.

__ADS_1


Sedangkan Zidane hanya duduk di kursinya dengan nyaman sambil melihat ke arah layar di depannya .Sungguh dia ingin sekali memegang ponsel atau laptop .Ingin melihat di mana si bungsu berada,tapi di pesawat hal itu jelas dilarang karena itu tunggu saja sampai pesawat ini mendarat.


__ADS_2