Gagal Menikah Gara-gara Gendut

Gagal Menikah Gara-gara Gendut
103. Di lokasi syuting


__ADS_3

"Kenapa kalian berdiri disitu semua?" Tanya Fahmi, saat memasuki ruang make up.


Semua orang yang ada di ruang make up itupun menoleh ke arah, Fahmi. Yang berdiri di ambang pintu, termasuk Tsamara.


Fahmi takjub melihat penampilan Tsamara yang tampak memukau.


"Tuh. Bos kita saja juga sampai takjub menatap, kak Tsamara." Celoteh Ara, dan Rita pun ikut mengangguk.


Tsamara yang merasa dipuji, hanya mengulas senyum tipis dan mengucapkan terima kasih. Fahmi membalas senyumannya dan berjalan mendekatinya.


"Kamu benar-benar cantik, Tsamara." Puji pria bertubuh tinggi besar itu.


"Sekali lagi, terima kasih. Tapi, jangan terlalu berlebihan dalam memuji ku, kak."


"Okay, baiklah. Ayo kita briefing dulu, sebelum acara berlangsung." Ajak Fahmi.


Tsamara mengangguk, lalu berjalan mengikuti Fahmi. Keduanya duduk di kursi panjang yang masih ada di ruangan itu.


Tak lama kemudian, seorang wanita menghampirinya dan duduk bersama keduanya.


"Maaf ya, tadi aku sempat lupa belum mengenalkan kalian berdua." Ucap Fahmi, mulai membuka percakapan.


"Rika, ini adalah Tsamara. Bintang tamu yang akan kamu wawancarai."

__ADS_1


"Tsamara, ini adalah Rika. Seorang host yang akan memandu acara nanti."


Setelah dikenalkan, kedua wanita itu saling melempar senyum dan berjabat tangan. Lalu Fahmi memberikan beberapa arahan.


"Rika, kamu sudah membaca biografi Tsamara kan?" Wanita yang berambut pendek sebahu itu menganggukkan kepalanya.


"Nah, sekarang coba kamu buka, materi apa saja yang akan di ajukan nanti." Titah Fahmi, pada Rika.


Wanita itu pun membuka beberapa lembar kertas yang berisi daftar pertanyaan. Lalu ia membacakan beberapa pertanyaan secara pelan-pelan, agar Tsamara bisa memikirkan jawabannya.


Briefing yang berlangsung selama tiga puluh menit itu, akhirnya selesai. Fahmi mengajak keduanya memasuki ruang yang akan di pakai untuk syuting.


Sedangkan Rika sudah berdiri ditempat acara. Setelah produser mengarahkannya, ia memulai acara pada malam hari itu.


Tsamara dan Fahmi berdiri di dekat kongliong, penghubung tempat acara dan tempat istirahat artis sebelum naik ke panggung.


Ia menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan, untuk menghilangkan kegugupannya itu.


Tsamara juga memejamkan matanya mengingat setiap nasehat yang disampaikan oleh Thoriq padanya, lalu gadis itu mengulas senyum terbaiknya. Setelah itu, ia membuka matanya.


Sang sutradara, memberi aba-aba. Lalu lampu proyektor mulai menyala, pertanda acara siap di mulai. Keriuhan musik pembuka atau overture, mengawali acara pada malam hari itu.


Para penonton bersorak gembira dan beberapa diantaranya ikut bernyanyi dengan antusias. Tak terkecuali keluarga pak Abas.

__ADS_1


Mereka tampak sangat antusias bernyanyi dan bertepuk tangan. Karena sangat bahagia memiliki anggota keluarga yang begitu berprestasi seperti, Tsamara.


Setelah musik berhenti, Rika mulai menyapa para penonton, dengan ucapan salam dan tawa lebarnya yang khas. Sehingga membuat seluruh penonton bersorak.


Rika sang host, mulai membacakan clue tentang bintang tamunya. Para penonton pun mulai saling menoleh ke kanan dan kiri untuk menebak siapakah yang di maksud oleh host itu.


Sukses membuat para penonton penasaran, Rika tersenyum lebar dan memanggil bintang tamunya untuk masuk ke lokasi syuting.


"Ayo, kamu pasti bisa." Ucap Fahmi, sambil tersenyum ke arah Tsamara. Gadis itu menganggukkan kepalanya, sambil membalas senyuman laki-laki dihadapannya.


Tsamara berjalan dengan anggun sambil menyunggingkan senyum dan melambaikan tangannya pada para penonton.


Ketika pandangannya bersirobok dengan pandangan keluarganya, ia semakin melebarkan senyumannya.


"Ya, bintang tamu kita pada malam hari ini adalah, kak Tsamara Asyifa." Seru Rika, sang host.


"Beri tepuk tangan yang meriah untuk, kak Tsamara dong sekali lagi." Titah Rika lagi.


Para penonton pun sekali lagi mengikuti perintah Rika untuk bertepuk tangan. Keluarga pak Abas juga bertepuk tangan dengan kencang.


Tsamara kembali mengulas senyum dan sejenak membungkukkan badannya pada para penonton.


Setelah tepuk tangan berhenti, Rika mulai sejenak berbasa-basi menanyakan kabar Tsamara. Gadis itupun menjawabnya dengan baik dan penuh kelembutan.

__ADS_1


Selanjutnya Rika mempersilahkan Tsamara duduk di sofa yang sudah disediakan disana. Lalu wanita itu kembali membacakan profil dari bintang tamunya.


Selesai membaca profil dari bintang tamu, mulailah Rika melakukan sesi tanya jawab.


__ADS_2