Gagal Menikah Gara-gara Gendut

Gagal Menikah Gara-gara Gendut
73. Motivator


__ADS_3

Pagi itu, Tsamara tengah duduk di depan cermin. Ia merias wajahnya dengan menggunakan makeup tipis-tipis. Tapi hasilnya bisa terlihat flawless dan membuatnya semakin cantik.


Wajah Tsamara sebenarnya memang sudah cantik. Ditambah menggunakan perawatan wajah dari Thoriq, membuatnya cantik berlipat-lipat.


Dandanannya selalu membuat orang pangling. Kali ini ia menggunakan dress selutut berwarna mint, yang dipadukan dengan blazer berwarna putih, juga flatshoes berwarna senada.


Rambut hitam legam nan panjangnya ia biarkan tergerai indah. Anting-anting panjang menghiasi telinganya. Kaca mata hitam bertengger di atas hidungnya yang mancung.


Ia benar-benar sangat memukau. Tidak ada yang menyangka, jika gadis cantik itu hanyalah seorang gadis rumahan, yang mengerjakan segudang pekerjaan layaknya ibu rumah tangga.


Setelah memastikan penampilannya rapi, Tsamara keluar kamar. Adik dan papanya berdecak kagum melihat penampilannya yang tampak sangat anggun, dan justru terlihat lebih awet muda. Padahal usianya sudah hampir dua puluh tujuh tahun.


Keluarganya bahkan melontarkan banyak kalimat pujian untuk gadis itu. Banyaknya pujian yang diterima tidak membuat Tsamara sombong. Tapi justru memicu semangatnya untuk tetap menjaga bentuk tubuhnya dan juga kesehatan.


Tsamara dan Soffin berpamitan pada papa dan Farah, untuk berangkat ke sekolah. Keduanya mengendarai mobil. Dan tentu saja Tsamara yang menyetir mobilnya.


Akhir-akhir ini ia memang sering mengendarai mobil. Karena setelah mengantar Soffin sekolah, ia juga masih mampir-mampir ke suatu tempat, untuk mengerjakan hal penting lainnya.

__ADS_1


Namun meskipun begitu, ia tidak akan pernah melupakan kegiatan bersepedanya. Karena berkat hal itu dan berolahraga pagi, juga meminum vitamin multigrain bisa membuatnya turun berat badan.


Setelah mengantar adiknya sekolah, Tsamara menuju ke sekolah yang mengundangnya. Sesampainya disana ia disambut dengan baik oleh guru-guru, dan siswa-siswi.


Sebelum acara di mulai, ia bercakap-cakap sejenak dengan para guru, lalu mengikuti briefing.


Dan tak lama kemudian, acara pun di mulai. Tsamara duduk disamping guru-guru. Bersama yang lainnya, ia mengikuti serangkaian acara itu. Sebelum akhirnya ia dipanggil ke depan untuk mengisi acara.


Setelah mengucapkan salam, ia mulai menyampaikan sekelumit kisahnya, yang hidup seperti Upik abu. Karena mengerjakan pekerjaan layaknya ibu rumah tangga.


Ia memberi motivasi pada anak-anak muda, bahwa untuk meraih sebuah kesuksesan bisa di lakukan kapan saja dan dengan berbagai cara, yang sesuai dengan kemampuan kita.


Misalnya, jika kita memiliki keahlian memasak. Maka teruslah berimajinasi dan berkreasi menciptakan menu-menu makanan yang enak. Lalu promosikan ke orang-orang sekitar kita. Terima kritikan dan saran dari mereka, untuk dijadikan bahan pertimbangan. Agar bisa memperbaiki apa yang kurang dalam resep yang kita buat.


Atau misalnya, jika kamu adalah seorang shopaholic. Sangat hobi berbelanja dan menghabiskan banyak uang dalam sekali belanja.


Kaum shopaholic bukan hanya berasal dari orang kaya, saja. Tapi justru kebanyakan berasal dari orang dengan kelas ekonomi menengah ke bawah yang ingin tampil mewah. Sehingga mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan barang yang bagus dan harga ramah di kantong.

__ADS_1


Mereka tidak akan pernah puas, dan selalu ingin membeli dan membeli. Agar disangka memiliki harta yang banyak, atau dikatakan kaya.


Padahal ditengah resesi ekonomi seperti sekarang, sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Maka, salah satu caranya agar bisa tetap berbelanja dan memiliki uang yang cukup untuk berbelanja adalah dengan menjual barang-barang itu kembali. Atau istilahnya preloved.


Semua barang yang sudah tidak ingin kita pakai, segera singkirkan dari almari. Lalu berikan perawatan pada barang-barang itu sebelum dijual. Misalnya dengan di loundry. Lalu upload di tempat jual beli barang preloved. Atau tawarkan pada siapa saja yang mau membeli.


Jangan berpikir, barang preloved yang kita jual itu tidak akan laku. Karena faktanya, banyak juga yang membeli barang-barang preloved. Selain harganya murah, rata-rata barang preloved masih bagus-bagus juga.


Sebagai kaum shopaholic, tidak ada salahnya juga kita membeli barang preloved. Mengingat kita sangat mudah bosan dengan suatu barang.


Diatas adalah suatu contoh menggali potensi yang ada pada diri kita. Dan tentunya masih banyak ragam cara lainnya untuk mengembangkan diri.


Karena kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh selembar kertas ijazah. Tapi ada yang lebih besar dari itu, yakni semangat dari dalam diri sendiri untuk merubah dari yang tidak mungkin, menjadi sebuah kemungkinan.


Di akhir kata, Tsamara kembali memberi suntikan semangat pada siswa-siswi, untuk tetap semangat menggali potensi yang ada pada diri sendiri.


Jangan pernah patah semangat karena menghadapi suatu kegagalan. Karena kegagalan adalah suatu pembelajaran penting dalam hidup untuk mencapai kesuksesan.

__ADS_1


__ADS_2