Gagal Menikah Gara-gara Gendut

Gagal Menikah Gara-gara Gendut
36. Kebun binatang


__ADS_3

Hampir seharian keluarga pak Abas berada di kebun binatang. Singgah dari kandang yang satu ke kandang yang lain.


Soffin lah satu-satunya orang yang tidak merasa lelah sama sekali. Wajahnya terlihat ceria sekali. Pak Abas yang melihatnya juga ikut senang.


Ia baru menyadari jika selama ini beban mengasuh Soffin terlalu di tanggung oleh Tsamara. Sebab dulu, pak Abas juga berusaha menyibukkan diri dengan pekerjaannya, semenjak istrinya meninggal.


Ternyata usulan untuk menjadi pura-pura miskin yang dilontarkan Tsamara itu, memang benar-benar banyak memberikan perubahan hidup dalam keluarganya.


"Minum, haus." ucap Soffin sambil mendekat ke arah Tsamara.


Gadis itu memberikan satu botol air mineral. Soffin segera menerimanya, dan meneguknya hingga sisa separuh.


Karena hari sudah beranjak siang, mereka memutuskan untuk menggelar tikar di dekat danau buatan di tengah taman margasatwa itu. Untuk beristirahat sejenak.


Tempat nya terasa sejuk, karena di sekelilingnya juga banyak ditumbuhi berbagai macam tanaman.


Di situ juga sudah banyak orang yang menggelar tikar. Karena mereka ke kebun binatang tepat saat hari libur. Makanya pengunjungnya sampai berjubel.


Banyak orang beranggapan, rekreasi ke kebun binatang adalah suatu perbuatan yang sia-sia. Karena disana hanya melihat binatang yang bau dan jarang dimandikan. Lebih baik rekreasi ke gunung atau pantai, atau ke pasar malam.


Padahal kebanyakan orang itu tidak tahu, jika banyak sekali manfaat rekreasi ke kebun binatang. Tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk kita orang dewasa. Diantara adalah,

__ADS_1


Menumbuhkan rasa cinta pada Satwa.


Kebun binatang merupakan tempat yang pas untuk mengajarkan anak-anak mencintai satwa sekaligus berhubungan langsung dengan binatang seperti sirkus, menaiki gajah, memegang ular dan sebagainya.


Karena banyak sekali orang tua yang asal berkata pada anak-anaknya untuk menjauhi segala macam jenis binatang. Dengan anggapan bahwa binatang-binatang itu jarang dimandikan.


Dan kebanyakan mereka juga takut jika sewaktu-waktu binatang itu menyerang anak-anaknya. Padahal jika kita tidak berbuat sesuatu yang buruk pada mereka, mereka pun juga tidak akan menyerang balik pada manusia. Alam akan bertindak, sesuai dengan tindakan yang kita lakukan padanya.


Menambah Pengetahuan


Mendatangi kebun bintang juga memberikan pengetahuan baru tentang berbagai jenis binatang baik yang lokal maupun dari luar negeri.


Walaupun binatang-binatang itu berasal dari tempat yang berbeda, kita juga tidak boleh membeda-bedakannya, dengan mencela binatang-binatang tersebut. Karena itu semua adalah ciptaan Tuhan.


Sehingga hal itu bisa mengasah otak kita untuk menyelami makhluk ciptaan Tuhan yang hanya bisa bicara melalui bahasa tubuhnya.


Waktu Berkumpul


Mengunjungi kebun binatang merupakan waktu berkumpul yang pas dan ideal untuk seluruh anggota keluarga karena tempat wisata itu sesuai dengan segala umur.


Karena nyatanya ada tempat-tempat rekreasi yang justru digunakan untuk melakukan hal yang tidak senonooh. Yang justru dilakukan oleh anak-anak remaja atau bahkan dewasa.

__ADS_1


Meningkatkan kesehatan


Dengan luasnya kebun binatang membuat kesehatan pengunjung juga terjaga karena harus berjalan dari satu kandang ke tempat lainnya. Hal ini berarti ada aktivitas olahraga ringan saat mengunjungi tempat tersebut. Dan kegiatan olahraga, sekarang memang sangat dinikmati oleh keluarga pak Abas.


Tsamara membuka tas bekalnya, lalu dengan di bantu Farah, keduanya mengeluarkan isinya.


Tsamara membawa nasi merah, tumis brokoli, ikan bakar, dan buah-buahan yang sudah dipotong kecil-kecil, lalu dimasukkan dalam wadah twinwall. Sedangkan minumannya, cukup air mineral.


Mereka mulai menikmati makan siang kali ini dengan suasana yang berbeda. Yakni di taman margasatwa.


Beberapa kali mereka juga berfoto dan menguploadnya di media sosial. Walaupun hanya hal receh, tapi cukup membuat bahagia hati mereka. Karena bisa berkumpul dengan anggota keluarganya dalam suasana yang berbeda.


Cukup lama mereka beristirahat dan bersantap siang di situ. Akhirnya mereka pun memutuskan keluar dari taman margasatwa, dan bergerak menuju mall.


Untuk yang kesekian kalinya, Soffin masih saja terus berceloteh. Bahkan saat di perjalanan menuju mall. Kedua kakaknya dan papanya hanya bisa mengulas senyum, dan terkadang juga ikut menimpalinya.


Hanya butuh lima belas menit perjalanan, mereka sudah sampai di pelataran mall. Karena mereka hidup di pusat kota. Jadi jarak antara satu tempat, ke tempat lainnya cukup berdekatan.


Mereka pun segera turun dari mobil. Soffin tetap menjadi yang paling antusias di antara anggota keluarganya. Karena ia ingin segera bermain di wahana bermain anak yang ada dalam mall tersebut.


Hingga akhirnya ia menubruk seseorang. Yang membuatnya seketika terjatuh. Orang itu menatap nyalang ke arah Soffin.

__ADS_1


"Hei! Bocah tengil. Ini tuh mall, bukan lapangan. Jangan lari-lari disini dong. Tuh liat, kamu kembali mengotori baju calon istri ku." hardik laki-laki itu pada Soffin.


__ADS_2