
Malam pun tiba, Tsamara telah di rias menjadi lebih cantik dan tampak manglingi. Kali ini ia mengenakan gaun berwarna soft blue, lengan balon panjang, yang di hiasi dengan butiran mutiara yang berkilauan. Rambutnya di sanggul, dan di kepalanya tersemat mahkota kecil.
Di luar rumah, para tamu mulai berdatangan. Termasuk keluarga Thoriq. Pria itu sudah duduk sambil menunggu acara di mulai.
Dalam sekejap, kursi telah dipenuhi oleh para tamu undangan. Mereka tak sabar ingin melihat penampilan Tsamara, termasuk sang calon mempelai prianya.
Meskipun mereka telah melihat foto Tsamara yang di pajang di baliho, ataupun spanduk, serta melihat di televisi, tetap saja mereka masih tidak percaya dan ingin melihatnya langsung.
Selain penasaran dengan Tsamara, mereka juga banyak yang penasaran dengan calon suaminya. Karena selama ini Tsamara seakan menghilang dari peredaran warga perumahan elite.
Di jam yang sudah ditentukan, acara pun di mulai. Tsamara di panggil keluar untuk mengikuti acara. Dengan perasaan gugup, ia beranjak dari tempat duduknya. Dan berjalan memasuki tempat acara, dengan di dampingi oleh kedua adiknya.
Para tetangga begitu terkejut, ketika melihat Tsamara yang sekarang. Karena mengalami perubahan yang begitu drastis. Sangat jauh berbeda dengan Tsamara yang dulu.
Bahkan karena syok, mereka sampai menatap tanpa kedip, ke arah Tsamara yang berjalan menuju tempat pelaminan.
Setelah Tsamara berdiri di atas pelaminan, Thoriq juga di panggil maju ke depan. Seperti halnya Tsamara, pria itu juga tidak dapat menyembunyikan rasa gugupnya. Sehingga berulang kali ia harus menarik nafas, untuk menetralisir hatinya.
__ADS_1
Tsamara memperhatikan Thoriq yang sedang berjalan menuju ke arahnya. Sedangkan Thoriq juga sama, ia memperhatikan Tsamara yang sudah menunggunya sambil berdiri di atas pelaminan. Sehingga kedua calon pengantin itu saling beradu pandang, dan menyunggingkan senyum tipis.
Semua mata, fokus menatap keduanya. Jantung mereka pun, juga ikut-ikutan berdegub kencang. Seolah-olah, mereka sendiri yang merasakan momen itu.
Kini Thoriq sudah berdiri sejajar dengan Tsamara. Seorang pemandu acara wanita yang berdiri di dekat keduanya, mengarahkan Thoriq untuk menyematkan perhiasan yang akan diberikan pada calon istrinya.
Pria itu mengambil sebuah cincin berlian yang indah, lalu menyematkan di jari manis Tsamara. Meskipun itu adalah kali kedua Thoriq memasangkan cincin di jari manis Tsamara, tetap saja pria itu begitu nervous. Sehingga tangannya tampak gemetaran.
"Tenang saja ya, mas. Tidak usah nervous, semua orang juga pernah berada di posisi seperti anda kok." Ucap pemandu acara, untuk menenangkannya.
Semua tamu undangan bertepuk tangan, ketika Thoriq sudah berhasil memasukkan cincin di jari manis Tsamara.
Semua orang menatap takjub ke arah Tsamara, karena seluruh perhiasan yang melekat di tubuhnya terbuat dari berlian yang memiliki kualitas paling baik. Harganya pun di total mencapai dua milyar.
Setelah acara ring-ringan selesai, kedua calon pengantin di persilahkan duduk di pelaminan. Acara pun di lanjutkan kembali.
Kali ini adalah acara potong kue. Di depan kedua mempelai, telah disiapkan wedding cake yang tingginya lima susun, berwarna pink dan putih. Di atasnya terdapat miniatur pengantin, yang menambah kesan mewah dan romantis.
__ADS_1
Kedua pengantin itu memegang pisau, dan mulai mengarahkan ke cake yang ada di depan mereka.
Tampak senyum sumringah di wajah keduanya, setelah berhasil memotong cake itu. Lalu pemandu acara mengarahkan untuk mengambil sepotong kue untuk di makan bersama.
Yang pertama Thoriq menyendok sepucuk kue dan menyuapi Tsamara.
Tampak seluruh tamu undangan bersorak sorai melihat hal itu. Sehingga membuat kedua mempelai itu tampak nervous.
Keduanya pun tampak menyunggingkan senyum untuk menghilangkan rasa itu. Lalu perlahan Tsamara membuka mulutnya, dan menerima suapan dari Thoriq.
Setelah tadi Thoriq yang menyuapi, kini giliran Tsamara yang menyuapi pria berjas abu-abu di hadapannya.
Sorak-sorai kembali menggema melihat hal itu. Thoriq pun membuka mulutnya lebar dan mengunyah kue yang baru saja di suapkan oleh wanita di hadapannya.
Apa saja yang keduanya lakukan, tidak luput dari jepretan fotografer dan team video syuting. Termasuk ketika keduanya saling bertatapan di atas pelaminan, sungguh menyiratkan kebahagiaan yang tak terkira.
Tanpa mereka sadari, tidak semua yang hadir di situ ikut berbahagia. Nyatanya ada Olive dan Anggara yang tampak jengkel, benci, marah dan segudang perasaan buruk lainnya, ketika menyaksikan hal itu.
__ADS_1
Pasangan itu sengaja datang diam-diam tanpa memberi tahu pasangannya. Sehingga keduanya duduk terpisah. Olive tampak meremaas tangannya dan Anggara pun sampai mencubit pahanya sendiri, berharap apa yang ada di hadapannya adalah mimpi.