Gagal Menikah Gara-gara Gendut

Gagal Menikah Gara-gara Gendut
41. Lift rusak


__ADS_3

Keesokan harinya, setelah mengantar adiknya sekolah, Tsamara kembali berkunjung ke perusahaan miliki Thoriq. Kali ini ia mengendarai mobil. Tapi cara berpakaiannya berbeda dari yang kemarin.


Kali ini ia menggunakan celana panjang warna cream, dan atasan kemeja warna putih, dengan aksen pita di bagian lehernya. Rambut panjang hitamnya ia gerai indah. Tak lupa ia mengenakan kaca mata hitamnya. Yang bertengger diatas hidung mancungnya.


Semenjak dietnya berhasil, Tsamara memang selalu mengenakan pakaian yang press body. Sehingga membuat keluarganya terheran-heran.


Pasalnya ia justru kelihatan kembali muda, cantik dan badannya singset. Dengan dilengkapi tanjakan dibeberapa bagian tubuhnya.


Saat ia sudah sampai di perusahaan milik Thoriq, ia kembali melapor pada security. Bahwa, ingin bertemu dengan laki-laki itu.


Untuk sesaat, security dibuat kembali takjub dengan penampilan gadis dihadapannya. Ia menelisik penampilannya dari atas sampai bawah, lalu naik lagi ke atas.


"Mbak, yang datang kemarin itu ya? Yang naik sepeda onthel."


"Iya, pak. Betul." balas Tsamara sambil tersenyum, dan tetap sopan.


Security itu geleng-geleng kepala. Dua hari gadis dihadapannya datang ke kantor. Dan setiap penampilannya selalu membuat orang sukses berdecak kagum.


"Mari, mbak. Saya antar ke resepsionis."


"Terima kasih, pak." keduanya pun berjalan beriringan.


Aroma wangi yang menguar dari tubuh Tsamara begitu memanjakan indera penciuman. Sampai akhirnya, keduanya sudah tiba di lobby.

__ADS_1


Belum sempat Tsamara bertanya pada resepsionis, tapi Thoriq sudah muncul di lobby. Laki-laki itu memang berniat ingin menunggu gadis itu. Karena ia tak terima, kemolekan tubuhnya dilihat oleh banyak orang.


Tapi, siapa sangka, jika gadis itu bisa berlaku sopan juga. Dengan memakai pakaian yang tertutup.


"Cepat sekali kamu datang?" sapa Thoriq terlebih dulu.


"Soalnya tadi aku bawa mobil, kak. Biar cepat sampai. Jadi kakak tidak perlu menungguku lama."


"Oh, baiklah. Ayo kita ke ruang pemotretan. Karyawan ku sudah menunggu di sana."


Tsamara menganggukkan kepalanya, lalu keduanya berjalan beriringan.


"Aku masih tidak percaya. Ada direktur utama yang begitu baik dan masih muda seperti kakak." celetuk Tsamara.


Keduanya memasuki lift untuk menuju ke ruangan yang di maksud. Seperti biasa, hanya ada keduanya yang menjadi penghuni lift itu. Karena mereka kembali menggunakan lift pribadi.


Setelah sepersekian detik, lift itu justru berhenti, dan lampunya seketika mati. Tsamara yang terkejut sekaligus takut, dengan refleks memeluk Thoriq yang ada disampingnya. Tanjakannya melesak di tubuh Thoriq.


Hal itu justru membuat laki-laki itu panas dingin badannya. Keringatnya seketika mengalir deras, dan jantungnya berdebar kencang. Karena itu adalah kedua kalinya mereka bersentuhan dengan tanpa jarak. Setelah dulu terjadi insiden ia kejatuhan badan Tsamara yang gemuk saat menolong.


'Penyakit apa ini? Kenapa rasanya tidak karuan?' batin Thoriq. Sementara Tsamara justru mulai terisak.


"Kak, aku takut." gumamnya sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang Thoriq.

__ADS_1


Laki-laki itu sesaat merasakan dirinya begitu bego. Karena tidak tahu apa yang harus diperbuat. Harusnya ia segera menghubungi petugas teknisi nya. Bukan malah terlalu lama memeluk Tsamara, dan mengusap pundaknya.


"Kamu tenang ya. Ada kakak disini." Tsamara menganggukkan kepalanya.


Setelah sekian detik, akhirnya Thoriq kembali sadar. Tidak mungkin keduanya berada di dalam lift terlalu lama. Bisa-bisa kehabisan oksigen. Ia pun menghubungi teknisi kantornya. Dengan Tsamara tetap dalam pelukannya.


Setelah beberapa menit, akhirnya lift bisa dibuka. Petugas teknisi yang terdiri dari dua orang, serta beberapa karyawan yang melintas, membulatkan matanya dengan mulut yang menganga.


Karena syok, dengan apa yang mereka lihat. Bos mereka berpelukan dengan gadis muda yang cantik dan begitu molek di lift rusak.


Menyadari pintu lift yang sudah terbuka, Tsamara mulai melepaskan pelukannya. Dan untuk yang kesekian kalinya, para karyawannya kembali syok, melihat penampilan bos dan gadis muda yang ada disampingnya.


Pasalnya keduanya, kancing baju bagian atas sama-sama terbuka. Karena efek panas terlalu lama berada di dalam lift.


Bahkan, kemeja keduanya juga penuh keringat. Karena kemeja yang di pakai Tsamara berwana putih dan tipis, sehingga terlihat jelas kain pembungkus buah semangka nya yang berwarna merah.


Para teknisi dan karyawan itu seketika menelan saliva dengan susah payah. Senjata mereka tegang semua.


Thoriq yang belum menyadari hal itu, dan melihat para karyawannya yang terlihat aneh, segera menelisik penampilan dirinya dan Tsamara.


Ia begitu terkejut setengah mati. Karena penampilannya dan Tsamara sungguh di luar dugaan. Ia juga sama dengan para karyawannya, seketika kesusahan menelan saliva. Otaknya oleng sejenak.


"Servis seluruh peralatan dan perlengkapan di kantor ini. Saya tidak mau ada kejadian seperti ini lagi." ucap Thoriq dengan tegas. Lalu melenggang pergi dengan menggandeng tangan Tsamara.

__ADS_1


__ADS_2