
Fotografer yang bernama Aldi itu mengarahkan Tsamara untuk melakukan beberapa gaya sambil memamerkan produk pelangsing.
Tsamara benar-benar merasa canggung, karena itu adalah pertama kalinya ia melenggak-lenggok di hadapan orang lain. Mbak Rima yang bisa melihat kecanggungan itu, kembali mendekati dan menyemangati nya.
"Ayo, nona. Berikan yang terbaik untuk pak Thoriq. Saya yakin, anda pasti bisa. Nona sangat cantik dan memiliki postur tubuh yang tidak bisa diremehkan. Pasti produk pak Thoriq akan tambah melejit. Dan anda juga akan mendapat royalti yang lebih besar lagi."
Tsamara menganggukkan kepalanya. Ia berusaha meyakinkan dirinya. Pasti bisa seperti apa yang dikatakan mbak Rima padanya.
Gadis itu menghirup nafas panjang, lalu mulai berlenggok seperti seorang model profesional papan atas.
Satu scene hasilnya bagus, dan fotografer tersenyum puas. Lalu Aldi sang fotografer kembali mengarahkan gaya untuk Tsamara. Dengan cepat gadis itu mengikutinya.
Thoriq semakin dibuat tertegun dengan gadis itu. Karena akhirnya ia bisa mempraktekkan gaya yang indah.
Setelah beberapa kali pengambilan gambar, Tsamara disuruh untuk mengganti baju. Kali ini ia memakai stelan kaos olah raga.
Celana pendek berwarna putih sepaha, dan kaos berwarna merah dengan lengan buntung, di bagian belakang kaos terdapat hodie.
Rambut panjangnya diikat ke belakang, lalu di masukkan dalam topi sports yang memiliki lubang di atas kepala.
High heels nya di lepas dan di ganti dengan sepatu sport berwarna putih. Lagi-lagi wajahnya di poles make up. Yang semakin membuatnya bertambah cantik dan flawless.
__ADS_1
Setelah selesai berganti pakaian, ia keluar dari ruang ganti, dan kembali melakukan tugasnya. Tsamara terlihat semakin luwes.
Fotografer yang memfotonya juga tersenyum puas. Sedangkan Thoriq, jangan ditanya. Badannya semakin terasa panas dingin.
Akhirnya, Tsamara berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Setelahnya ia berganti pakaiannya sendiri. Lalu keluar menemui Thoriq.
"Maaf ya, kak. Kalau pekerjaan ku hasilnya kurang memuaskan."
"Siapa bilang kurang memuaskan. Bahkan aku sangat puas sekali. Terima kasih sudah membantu ku ya."
Tsamara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, dan mengucapkan 'sama-sama'.
"Kamu mau kita makan siang bersama?" tawar Thoriq saat keduanya sudah keluar dari ruangan pemotretan.
"Tapi, makan siang bersama ku termasuk salah satu fasilitas yang diberikan perusahaan kepadamu. Karena kamu sudah terikat kontrak kerjasama kan. Jadi kamu harus ikut dengan ku." sengaja Thoriq mencari alasan, agar bisa berdua dengan Tsamara. Karena gadis itu diam-diam telah mencuri hatinya. Dan laki-laki itu belum menyadarinya.
"Baiklah, kalau begitu, kak." ucap Tsamara kemudian, setelah sejenak berpikir. Membuat Thoriq tersenyum ke arahnya.
Keduanya berjalan bersama menuju ke lantai bawah. Karena Thoriq mengajaknya makan di luar. Tak lupa Thoriq membukakan pintu mobilnya, untuk Tsamara. Saat keduanya sudah berada di basement.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, bahkan cenderung lambat. Agar Thoriq bisa menikmati waktu lebih lama dengan Tsamara. Keduanya juga terlibat percakapan yang menyenangkan. Satu sama lain sama-sama nyambung dan nyaman.
__ADS_1
Akhirnya, keduanya sudah sampai di restoran mewah yang berada tidak jauh dari kantor Thoriq. Laki-laki itu kembali keluar, dan mengitari mobilnya dengan cepat. Untuk membukakan pintu Tsamara.
Gadis itu benar-benar bahagia, karena Thoriq begitu perhatian dengannya. Sikapnya sejak awal sampai sekarang, selalu menghangatkan hatinya. Keduanya kini berjalan beriringan masuk ke dalam.
Sementara itu, sebuah mobil juga mulai parkir di dekat mobil Thoriq. Seorang laki-laki juga terlihat membukakan pintu untuk seseorang yang berada di dalam mobil itu.
Kini, keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam. Laki-laki itu begitu terkejut dan membulatkan matanya. Ketika melihat gadis cantik yang memiliki tanjakan menarik tengah berjalan beriringan dengan seorang laki-laki juga.
Seketika ia menelan saliva. Karena body gadis di sampingnya tidak ada apa-apanya. Karena terlalu fokus dengan makhluk ciptaan Tuhan yang maha sempurna itu, laki-laki itu sampai menabrak mobil yang ada didepannya.
"Arghh..." Erangnya kesakitan.
"Mas, mata mu kemana? Mobil sebesar itu bisa-bisanya kamu tabrak." Bukannya menolong, gadis yang ada disampingnya malah protes dengan kesalnya.
"Mataku kelilipan." balas laki-laki itu, sambil mengusap kakinya yang masih terasa sakit.
Setelah cukup nyaman, keduanya kembali berjalan. Pandangan laki-laki itu menyapu ke setiap sudut ruangan. Berusaha mencari keberadaan gadis yang memiliki tanjakan menarik tadi. Sampai matanya mengunci sosok yang dicarinya.
"Kita duduk di sana yuk?" ajak laki-laki itu, sambil menunjuk bangku kosong di belakang, gadis dan laki-laki yang tak lain adalah Thoriq dan Tsamara.
Gadis itu hanya mengangguk saja, dan tidak terlalu memperhatikan arah telunjuk laki-laki didekatnya. Karena tengah sibuk dengan handphonenya. Keduanya berjalan beriringan menuju meja yang di maksud.
__ADS_1
Sementara itu, di meja Tsamara dan Thoriq. Gadis itu mengeluh ingin buang air kecil. Ia pun berpamitan dengan Thoriq.
Sejak tadi laki-laki yang duduk di belakang Thoriq terus memperhatikan Tsamara. Ketika Tsamara bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju toilet, ia pun juga mengikutinya.