
( POV Ani )
Namaku Anisa Rahma,usiaku 38 tahun.Aku menikah di usia 33 tahun,aku adalah wanita pekerja keras dan mandiri,orang orang menyebutku sebagai wanita karier.
Kenapa aku lambat menikah,karena pada waktu itu aku berpikir,aku tidak membutuhkan seorang laki-laki di hidupku,dan tanpa laki laki pun aku bisa menghidupi diriku sendiri.
Sudah lima tahun aku berumah tangga, namun sampai saat ini aku dan suamiku belum di karuniai seorang anak.Kini rumah tanggaku di ambang kehancuran.Suamiku diam diam sering bertemu dengan mantan kekasihnya di saat aku sedang bekerja.
"Brukh! " Bunyi suara pintu mobil di tutup terdengar dari luar.
"Oh my God" Ani mengintip dari balik jendela, melihat Een baru saja pulang dari diskotik.
"Tok,tok,tok buka pintunya" Terdengar suara Een berteriak teriak pada suaminya.
Tak berselang lama kemudian,suaminya Een pun membukakan pintu rumahnya.Een pun masuk ke dalam rumah,dan pintu pun telah di tutup oleh Carlos suaminya Een.
"Astaga,jam empat subuh si Een baru pulang ajip ajip dari diskotik" Ani mengelus dadanya saat mengintip dari balik jendela.
"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Ani Menghubungi Dinda.
"Hallo" Terdengar suara parau Dinda di ujung telepon.
"Hallo Bu,lagi tidur ya?" Suara Ani setengah berbisik-bisik.
"Iya Bu" Sahut Dinda parau.
"Bu,aku barusan melihat si Een baru pulang dari diskotik" Ucap Ani setengah berbisik.
"Hah,masa sih Bu?" Dinda pun langsung terbangun dari tidurnya.
"Iya Bu,masa dia yang pulang subuh,dia pula yang teriak teriak sama suaminya,kan aneh ya Bu" Ucap Ani.
"Maaf,ini jam berapa sih Bu?" Tanya Dinda.
"Jam empat subuh Bu" Sahut Ani.
"Loh emangnya Bu Ani gak tidur ya?" Tanya Dinda.
"Gimana aku bisa tidur Bu,aku lagi banyak pikiran dan banyak masalah sama suamiku" Timpal Ani.
Dinda pun terbangun dan mengucek matanya,ia lalu menghidupkan lampu kamarnya dan melihat ke layar ponselnya jam menunjukkan pukul 4.10 subuh.
"Kenapa gak tidur Bu,masalah sama suami belum selesai ya Bu?" Tanya Dinda.
"Belum,ini aku lagi nunggu adzan subuh,habis itu aku mau pergi ke kost kostan nya perempuan gila itu Bu" Timpal Ani.
__ADS_1
"Maksud Ibu?ibu mau melabrak tuh pelakor ya Bu?" Tanya Dinda.
"Iya Bu,aku geram kali Bu,masa dia chat nya mesra banget sama suamiku Bu,kalau aku melabrak malam malam perempuan itu,nanti yang punya rumah terganggu,makanya aku nunggu adzan subuh dulu" Ucap Ani.
"Sabar Bu,jangan buat huru hara,tidak sepatutnya kita hanya menyalahkan pihak perempuan saja Bu,pihak laki-lakinya juga harus kita salahkan juga Bu,karena kan disini dua duanya sama sama mau Bu" Dinda menasehati.
"Iya juga sih,tapi tanganku gatal Bu,aku pengen kasih bogem mentah ke pipi dan mulut tuh pelakor Bu" Ucap Ani.
"Ya udah dulu ya Bu,ini udah adzan subuh,aku mau shalat subuh dulu" Dinda mematikan teleponnya.
Sementara itu Ani langsung pergi ke ruang tamu,ia pun menenggak alkohol yang terletak di atas meja,dari tadi malam ia sudah habis sebotol alkohol di minumnya,sambil menunggu adzan subuh ia pun menghisap rokoknya,tak terasa ia telah menghabiskan dua bungkus rokok dari malam hingga subuh.
"Anjirrr chat WhatsApp perempuan itu bikin darahku mendidih" Ucap Ani geram sambil mengepalkan tangannya.
Selesai adzan subuh,ia pun segera bergegas keluar menuju ke tempat kost kostan mantan pacar suaminya itu.Sementara itu suaminya Ani di rumah masih tertidur dengan nyenyak.
Ani berjalan subuh subuh,sepuluh menit kemudian Ani pun telah sampai di salah satu rumah sepupu suaminya itu,karena disitulah mantan pacar suaminya Ani ngekost.
"Hey,pelakor bangun kau,keluar kau pelakor! " Ucap Ani berteriak teriak di luar.
"Tok,tok,tok" Ani mengetuk pintu rumah tersebut.
Pintu pun tak kunjung di buka,lima menit sudah Ani menunggu di luar,dan ia pun terus saja mengetuk pintu tersebut sambil berteriak-teriak.
"Kreeeeekkkk" Pintu pun di buka sama istri sepupu suaminya itu.
"Mana si perempuan jaha*am itu?" Tanya Ani sambil mengeraskan rahangnya.
"Perempuan jaha*am siapa maksudnya?" Tanya istri sepupunya itu.
"Perempuan pelakor yang ngekost disni! " Ucap Ani tegas.
"Kreeeeekkkk" Pintu kamar depan terbuka dan seorang perempuan muda belia bernama Ria itupun keluar sambil mengucek matanya.
"Heh,sini kau" Ani langsung memegang baju Ria dan menariknya keluar rumah.
Bugh!
Bugh!
Ani mendaratkan bogem mentahnya ke pipi mulus milik Ria,dan dari sudut bibirnya Ria tampak mengalir darah segar.
"Aaaawww sakit" Ria menjerit saat ia mendapatkan pukulan dari Ani.
"Berani kau ya ganggu suami orang,dasar perempuan gatal,perempuan gak laku! " Ucap Ani sambil menjambak rambut perempuan tersebut.
__ADS_1
"Aw,aduh sakit huhuhu" Ria mengaduh kesakitan sambil menangis.
Sementara itu yang punya rumah hanya bisa melihat kejadian tersebut sambil menganga.
"Cuih! air mata kau tak berguna,kau mau sama laki aku ya hah?kalau kau mau pergilah kau sana ke hotel sama suamiku,mau berapa ronde kau mau main sama suamiku hah! " Teriak Ani sambil memegang kerah baju tidur Ria.
"Aduh,ampun sakit" Keluh Ria saat rambutnya di Jambak oleh Ani.
"Biar aja rambut kau sakit,bila perlu ku buat rontok rambut kau! " Ani menggertak kan giginya sambil menjambak rambut Ria.
"Kan bukan aku aja yang mau,suami kamu juga masih mau sama aku,dia bilang masih cinta sama aku huhuhu" Ucap Ria sambil menangis.
"Apa kau bilang?suamiku masih mau sama kau? kalau begitu,biar aku nikahkan aja kalian berdua,semua biaya nikahnya biar aku yang tanggung! " Ani mencampakkan rambut Ria,lalu ia pun mendorongnya.
Brukh!
Badan Ria terhuyung menabrak tembok,lalu ia pun terjatuh di lantai.
"Sudah,sudah,jangan ribut ribut di rumahku,malu sama tetangga" Ucap istri sepupu suami Ani tersebut.
"Ada apa sih,pagi pagi kok ribut ribut?" Sepupu suami Ani pun datang dari arah kamar belakang.
"Ini pah,si Ani subuh subuh datang menghajar Ria" Istrinya mengadu kepada suaminya.
"Ani,kenapa kamu pagi pagi buat keributan di sini?" Tanya Dika sepupu suaminya Ani.
"Kamu tanya aja nih sama perempuan jaha*am ini! " Jawab Ani tegas sambil menunjuk ke arah Ria.
Darah Ani selalu mendidih tatkala memandang perempuan tersebut di hadapannya.
"Kalau ada masalah,selesaikan secara baik-baik,jangan ribut ribut kayak gini,malu dan gak enak kalau di lihat tetangga" Ucap Dika.
"Perempuan ini harus di beri pelajaran biar kapok,masalah ini gak bisa di selesaikan secara baik-baik,karena saya sekarang lagi berhadapan sama manusia tapi berhati iblis" Ani menunjukkan tangannya ke arah Ria dengan wajah penuh amarah.
"Sudah,sudah,Ria ayo bangun" Istri Dika membangunkan Ria dari lantai.
"Ani sekarang kamu udah puaskan menghajar Ria?sekarang kamu boleh pulang! " Dika mengusir Ani dari rumahnya.
"Bagus sekali kamu mengusir aku dari rumahmu,kalian berdua malah membela si pelakor ini! " Ucap Ani bergetar sambil meneteskan air matanya.
"Saya disini tidak membela siapapun,tapi saya tidak mau ada keributan di rumah saya,itu aja! " Tegas Dika.
Ani pun membalikkan badannya,ia pun segera berlalu dari rumah tersebut.Sepanjang perjalanan pulang ke rumah,Ani terus saja berlinangan air mata.
BERSAMBUNG
__ADS_1
*****