Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 33. Keluarga Melly datang ke Jakarta


__ADS_3

( POV Melly )


Hari ini sungguh sangat melelahkan buat Melly. Sudah dua hari ini Melly kursus mobil,belum lagi di kejar deadline,banyak tugas dari kampus


Melly pun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap siap untuk pergi ke kampus.


"kriinggg.. kriinggg... kriinggg"


Handphone Melly berdering,kemudian Melly pun mengangkat telponnya.


"Hallo non"Terdengar suara Bejo di ujung telepon.


"Ya"sahut Melly.


"Saya udah di bawah non"Ucap Bejo.


"Iya tunggu sebentar,aku segera ke bawah"Sahut Melly.


Melly pun keluar dari apartemennya dan tak lupa mengunci pintunya, kemudian berlalu masuk ke dalam lift.


Sesampainya di bawah Bejo sudah menunggu di depan apartemen.


"Ayo jo kita berangkat"Ajak Melly pada Bejo.


"Iya non"Bejo pun melajukan kendaraannya menuju kampus.


Sesampainya di kampus Melly tak sengaja berpapasan dengan Renaga dan Tohir.


"Eh,ada Melly hehehe"Ucap Tohir menyapa Melly.


"Hii Tohir"Melly tersenyum pada Tohir.


"Hii Ren"Ucap Melly menyapa Renaga.


Renaga menatap Melly dengan tatapan sinis lalu pergi begitu saja meninggalkan Melly,dan Tohir pun bingung melihat sikap Renaga.


"Eh Ren,kok lu ninggalin gua sih?"Tohir mengejar Renaga.


Renaga tak menggubris Tohir ia tetap berjalan menuju ke bangku taman kampus.


"Ren,lu kenapa sih?"Tanya Tohir.


Renaga duduk termenung memandang lampu taman yang ada di depannya.


"Ren,lu ada masalah apa,gua lihat lu diam mulu dari tadi?"Tohir terus bertanya.


"Lu biasanya semangat banget kalau ketemu gebetan,lah ngapa sekarang jadi pendiam begini ya?"Tanya Tohir pada Renaga.


"Itu tadi gebetan elu nyapa,ngapa elu kagak respon,diem diem bae heran gua"Ucap Tohir keheranan.


"Elu kalau ada masalah apaRen,siapa tahu gua bisa bantu ya kan?"Ujar Tohir.


Renaga berdiri kemudian pergi meninggalkan Tohir sendirian di taman.


"Yah ellaaaah kebiasaan banget elu mah,suka banget lu ninggalin gua sendirian"Gerutu Tohir sambil berlari mengejar Renaga.


Renaga berlalu menuju kantin dan memesan minuman sama mbok Jum.


"Mbok,pesan kopi susu ya"Ucap Renaga.


"Dua ya mbok"Timpal Tohir.


"Ren,elu kalau lagi ada masalah ngomong ke gua,siapa tahu gua bisa bantu elu,setidaknya gua mungkin bisa kasih solusi begitu Ren"Ucap Tohir.


"Hii"Tiba tiba Melly datang dan menyapa Renaga dan Tohir.


"Hii Mel"Ucap Tohir sambil tersenyum pada Melly.


Tohir menyenggol lengan Renaga,namun Renaga tidak merespon dan tidak menoleh ke arah Melly.


Renaga berdiri dari tempat duduknya kemudian berlalu menghampiri mbok Jum dan membayar dua gelas kopi susu,kemudian Renaga pun menghampiri Melly.


"*****! Ucap Renaga sambil menatap sinis pada Melly.


Melly pun tersentak kaget mendengar ucapan Renaga,pelan tapi menyakitkan.


"Tohir,si Renaga kenapa sih?"Tanya Melly.


"Gua juga kagak tahu Mel,dari tadi tuh anak kagak bisa di tanya,diem diem bae heran gua" Ucap Tohir.


"Tohir,tolong kamu bilang sama Renaga,aku tidak seperti apa yang dia pikirkan"Pesan Melly pada Tohir.


"Apa lu kata Mel,maksudnya gimana ya,kagak paham gua?"Tanya Tohir pada Melly.


"Eh Tohir,aku duluan ya,aku ada kelas kedua bye"Melly meninggalkan Tohir.


"Lah kok pada pergi ninggalin gua sih?"Tohir kebingungan.


"Ini kopinya mas"Mbok Jum meletakkan dua cangkir kopi susu di hadapan Tohir.


"Lah kembung dah perut gua,minum kopi susu dua gelas,alamat gua kagak bisa tidur ini mah"Tohir menyeruput kopi susu buatan mbok Jum.


"Mbok,tolong yang gelas ini di bungkus aja mbok"Ujar Tohir.


Mbok Jum pun segera mengambil cangkir kopi susu tersebut dan memasukkannya ke dalam gelas plastik.


"Ini mas"Ucap mbok Jum menyodorkan gelas plastik berisi kopi susu.


"Makasih mbok,udah di bayarkan mbok?"Tanya Tohir pada mbok Jum.


"Udah mas tadi sama temannya"Timpal mbok Jum.


Sesampainya di kelas,Tohir melihat Renaga sedang termenung di kelas.


"Ren!


Renaga terkejut mendengar suara Tohir,lalu pura pura membaca buku.


"Ren,lu lagi ngapain sih?Tanya Tohir.


"Lu kagak lihat gua lagi baca?"Jawab Renaga kesal.


"Lah sejak kapan elu bisa baca buku terbalik begitu hehehe?"Tohir terkekeh meledek Renaga.

__ADS_1


Renaga baru sadar kalau buku yang ia pegang terbalik,wajah merah merona menahan malu.


"Ren,Ren ada ada aje lu hahaha"Tohir tertawa terbahak-bahak melihat mimik wajah Renaga yang salah tingkah dan menahan malu.


Renaga pun memasukkan bukunya ke dalam tas miliknya.


"Nih kopi lu,main tinggal tinggal aja lu"Tohir menyodorkan gelas plastik berisi kopi susu.


"Buat lu aja"Ucap Renaga pada Tohir.


"Lah,kok buat gua sih,gua tadi kan udah minum di kantin,tapi kalau elu maksa,ya gak apa-apa juga sih hehehehe"Tohir cengengesan sambil menyedot kopi susu tersebut.


"Ren,gua dapat amanah"Ucap Tohir.


"Amanah apaan?"Tanya Renaga.


"Iya,tadi Melly berpesan,kalau Melly itu tidak seperti yang elu pikirkan,begitu katanya"Ucap Tohir menjelaskan.


"Ah dia sama aja kayak yang lain"Celetuk Renaga.


"Maksud lu gimana Ren?"Tanya Tohir sambil mengernyitkan dahi.


"Iya Melly sama aja dengan cewek cewek lainya,dia itu simpanan om om"Ucap Renaga.


"Tapi sebaiknya elu cari tahu dulu,jangan suka menebak nebak,ntar jatuhnya fitnah Ren" Ucap Tohir mengingatkan.


"Gua lihat sendiri,dia di jemput sama tuh om om dan berpelukan mesra di depan mata gua"Ucap Renaga.


"Ah yang bener lu Ren?"Timpal Tohir penasaran


"Kalau lu kagak percaya ya udah,terserah elu"Ucap Renaga kesal.


"Siapa tahu itu bokapnya dia Ren"Ucap Tohir.


"Gua dengar sendiri,laki laki itu bilang ke gua,kalau dia suaminya Melly"Ucap Renaga kesal.


"Kalau laki laki itu bilang suaminya,berarti Melly bukan simpanan,tapi istri sah Ren"Timpal Tohir.


Sepulangnya dari kampus melly langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk dan Melly pun tertidur dengan pulas.


"Kriinggg... kriinggg... kriinggg"


Handphone Melly berdering membangunkan Melly dari tidurnya.


"Hallo Mel"Terdengar suara kak Bayu di sebrang telepon.


"Iya kak"Suara Melly serak karena baru bangun tidur.


"Mel,bus yang kami tumpangi sudah mau sampai terminal"Ucap kak Bayu.


"Hah! iya kak,udah dulu ya kak,Melly mau telepon Bejo dulu"Melly lupa bahwa hari ini Ibu dan kak Bayu serta anak istri kak Bayu berangkat ke Jakarta.


Melly melihat jam di ponselnya ternyata sudah pukul 9.30 pagi.


"Tuuuutttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt"Melly menghubungi Bejo.


"Hallo non"Terdengar suara Bejo di ujung telepon.


"Siap non"Sahut Bejo.


Sementara Bejo belum datang,Melly pun bergegas ke wastafel dan cuci muka,kemudian berganti pakaian.


"Gak usah mandi,semprotkan aja parfum yang banyak,sudah tidak waktu lagi untuk mandi"Gumam Melly.


"Kriinggg... kriinggg... kriinggg"


"Hallo non,saya udah di bawah non"Ucap Bejo.


"Oke Jo,aku segera meluncur ke bawah"Sahut Melly.


Sesampainya di bawah,Bejo sudah membukakan pintu untuk Melly dan Melly langsung masuk ke dalam mobil.


"Cepat Jo,kita ke terminal sekarang"Ujar Melly.


"Baik non"Bejo pun melajukan kendaraannya menuju terminal.


Sesampainya di terminal Melly segera turun dan melihat sekeliling terminal,tak tampak keluarga Melly di sana.


"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt"Melly menghubungi kak Bayu.


"Hallo Mel"terdengar suara kak Bayu di ujung telepon.


"Kak,sudah sampai mana sekarang?"Tanya Melly pada Bayu.


"Ini di daerah mana ya kakak gak tahu,tapi kata supir bus nya,sekitar lima belas menit lagi sampai di terminal"Sahut Bayu menjelaskan.


"Oh ya sudah kalau begitu kak,Melly sekarang udah nunggu di terminal"Timpal Melly.


Lima belas menit kemudian bus jurusan Garut Jakarta memasuki terminal.Melly dan Bejo pun menghampiri bus tersebut.


Satu persatu penumpang bus itu keluar dan Melly pun melihat keluarganya turun dari bus.


"Ibu"Melly memeluk ibunya dengan erat sambil meneteskan air mata.


"Mel,kamu sehat nak?"Tanya Bu Ida pada Melly.


"Sehat Bu"Melly mencium kedua pipi ibunya.


Kemudian Melly menyalami Bayu serta kakak iparnya Lisna.


"Eh,ponakan tante sekarang udah besar ya"Melly mengelus rambut anak Bayu yang di gendong Lisna.


"Salim dulu sama ateu nak"Ujar Lisna pada anaknya.


"Anak pintar,hehehe"Melly pun menyalami anaknya Bayu.


Setelah itu Melly pun mengajak keluarganya masuk ke mobil,Bejo pun ikut membantu membawakan barang dan oleh oleh yang di bawa keluarga Melly dari kampung.


"Wah untung saja mobil Pak bos besar,jadi kita bisa masuk semuanya hehehe"Ucap Bejo sambil terkekeh.


Mobil Pajero sport berwarna putih itu pun perlahan meninggalkan terminal.


"Jo kita mampir dulu ke cafe ya,biar kita semuanya makan disana aja"Ujar Melly.

__ADS_1


"Siap non"Sahut Bejo.


Sesampainya di cafe Melly mengajak keluarganya untuk makan di cafe milik Shandy.


Setelah memesan makanan,tak berapa lama kemudian makanan pun telah datang dan di hidangkan di atas meja.


"Ayo semuanya makan"Ajak Melly sambil tersenyum.


"Cafe ini milik suamimu ya Mel?"Tanya Bayu.


"Iya kak"Sahut Melly sambil menikmati makanan.


"Hebat ya suami kamu Mel,punya cafe sebesar ini,pengunjungnya juga ramai"Ucap Bayu.


"Alhamdulillah rezeki kamu bagus nak,dapat suami pengusaha dan sayang sama kamu"Ucap Bu Ida.


"Alhamdulillah Bu"Melly tersenyum pada ibunya


"Ngomong ngomong kios bakso ka Bayu gimana?"Tanya Melly pada Bayu.


"Alhamdulillah lancar,ramai karena kakak sewa kiosnya pas depan pasar"Sahut Bayu.


"Terus sekarang di tinggal ke Jakarta,tutup dong kak?"Tanya Melly.


"Ada mang Ujang dan si Asep yang buka kios kakak"Timpal Bayu.


Selesai makan Melly dan keluarganya segera bergegas menuju ke area parkiran dan tak sengaja Melly pun berpapasan dengan Aldo.


"Mel"Sapa Aldo.


"Pak Aldo apa kabarnya"Melly menyalami Aldo.


"Baik Mel"Aldo tersenyum ramah.


"Duluan ya Pak,permisi"Melly tersenyum dan berlalu dari hadapan Aldo.


"Asal kamu tahu Mel,sampai detik ini aku masih menginginkanmu"Batin Aldo sambil melihat kepergian Melly dari hadapannya.


Sesampainya di apartemen Melly mengajak keluarganya masuk ke dalam.


"Bu,nanti ibu tidurnya sama Melly di kamar ini ya"Melly menunjukkan kamar yang sangat luas dan mewah.


"Iya nak"Bu Ida pun ternganga melihat kamar yang begitu besar dan nyaman tersebut.


"Kak Bayu dan teh Lisna di kamar sebelah ya"Ucap Melly pada Bayu dan Lisna.


"Iya Mel,hatur nuhun"Ucap teh Lisna.


Bayu masuk ke dalam kamar serta membawa tas yang berisi pakaian.


"Ponakan tante mau bobo sama Tante atau sama Mama?"Tanya Melly.


"Sama Mama Ina"Jawab Nisa anak Bayu yang berusia tiga tahun tersebut.


Melly,Bu Ida dan Bayu sedang santai duduk di sofa sambil nonton televisi,sedangkan Lisna sibuk membuka kulkas.


"Teh,istirahat aja teh capek,habis perjalanan jauh"Melly berteriak memanggil Lisna.


"Gak capek kok Mel,ini di kulkas teteh lihat ada ayam dan ikan,boleh teteh masak gak Mel?"Tanya Lisna.


"Boleh teh,emang teteh gak capek?"Tanya Melly.


"Gak Mel,teteh udah biasa sibuk dan gak bisa diam orangnya"Timpal Bayu.


Sementara Bu Ida sedang memangku cucunya Nisa,yang sedari tadi rewel mungkin karena kecapekan.


"Bayu,anakmu ini sudah tidur,bawa aja masuk ke dalam,tangan Ibu pegal"Ucap Bu Ida dengan suara pelan.


"Bu,Melly mandi dulu ya,tadi pas mau jemput ibu,Melly belum sempat mandi hehehe"Ucap Melly sambil cengengesan.


"Iya nak"Timpal Bu Ida.


Selesai mandi Melly pun segera bersiap siap untuk pergi ke kampus dan Bejo pun telah menunggunya di bawah.


"Bu,kak dan Teh Lisna, Melly pamit dulu mau berangkat ke kampus dulu ya"Melly menyalami satu persatu.


"Gak makan dulu Mel?"Tanya Lisna pada Melly.


"Nanti aja teh pulang dari kampus,soalnya udah gak keburu,Assalamualaikum"Melly pun bergegas keluar.


Sesampainya di bawah Bejo sudah menunggunya, Melly dan Bejo pun segera berlalu menuju ke kampus.


"Sudah sampai non"Ucap Bejo.


"Oh iya jo,maaf aku ketiduran"Melly pun membuka pintu mobil dan berjalan menuju kelasnya.


"Eh Ren"Tak sengaja Melly berpapasan dengan Renaga.


Renaga pun melengos dan membuang muka, seakan tak mau melihat wajah Melly.


"Ren,kamu kenapa jadi berubah gini sih?"Tanya Melly menarik tangan Renaga.


"Gak kenapa kenapa"Ucap Renaga pelan dan pandangannya melihat ke arah lain.


"Kalau memang aku ada salah,tolong di maafkan dan tolong katakan salahku apa,biar aku bisa memperbaikinya"Ucap Melly dengan wajah memelas.


"Salahnya kamu sudah bersuami"Ucap Renaga tegas lalu pergi begitu saja meninggalkan Melly.


Melly hanya terdiam dan berdiri menatap kepergian Renaga.


"Hey!


Tiba-tiba Tohir datang mengagetkan Melly sembari menepuk bahu Melly.


"Eh,Tohir kebiasaan deh suka banget ngagetin orang"Ucap Melly kesal.


"Makanya jangan suka bengong sendirian hehehe"Ucap Tohir enteng.


Melly pun berlalu meninggalkan Tohir dan berjalan menuju kelasnya.


BERSAMBUNG.....


********

__ADS_1


__ADS_2